Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 87: Appreciate


__ADS_3

Hidup di dunia hanya sementara. Sebisa mungkin memberikan yang terbaik namun tak menutup kemungkinan hal yang buruk juga terjadi di dalam perjalanan hidup kita. Bagaimana kehidupan Egnor dan Claudia selama kehamilan Claudia? Dan bagaimana Egnor tetap mencurahkan perhatian serta kasih sayangnya di tengah maraknya kasus yang melibatkan dirinya?


...


Keesokannya Claudia telah siap dengan dress putih dan flatshoes nya. Dia hendak pergi menonton bersama suaminya. Sementara Egnor masih sibuk saling menelpon dengan Frank. Entah mengapa keadaannya semakin genting. Banyak hal hal aneh yang bermunculan. Namun Egnor tetap harus menahan untuk kembali karna dia harus menghormati mendiang bibi mertuanya dan juga Claudia yang masih berduka walau permintaan mengidamnya jadi tak menentu. Pagi tadi saja dia ingin memakan chicken noodle buatan Viena. Bagaimana bisa?! Egnor masih menolak pinggangnya dan memijat tulang hidungnya mendengarkan langkah apa yang sedang Frank dan Gabriel diskusikan untuknya. Sampai Claudia mengelus punggungnya.


"Kak?" Panggil Claudia.


Egnor berbalik dan menatap sedikit takjub dengan penampilan istrinya yang sangat manis. Bukan hanya manis, namun dengan geraian rambut panjang istrinya malah membuat wajahnya bersinar bak seorang putri. Belum lagi perutnya yang kian membuncit membuat dirinya malah sangat elok. Egnor bangga telah membuat semua ini.


"Kau mau kemana?" Tanya Egnor heran yang benar benar tak ada niat kemanapun. Dia melupakan permintaan istrinya.


"Ke bioskop." Jawab Claudia polos.


"Ya Tuhan!! Tunggu sebentar!" Egnor kembali berbicara pada Frank di sambungan telepon.


"Nanti kuhubungi lagi, aku mempunyai sebuah masalah!" Kata Egnor dengan nada yang cemas menurut Frank jadi Frank bertanya.


"Ada apa Tuan?"


"Beli satu apartemen lagi di samping apartemenku sepertinya kosong Frank!" Kata Egnor kemudian menjawab pertanyaan Frank.


"Untuk apa?" Frank terheran.


"Khusus sebuah home theatre lengkap dengan film film terkini, lakukan secepatnya agar aku pulang semua tersedia!" Perintah Egnor lugas dan dengan nada yang benar benar yakin. Frank sangat mengenalnya sifat kekuasaannya ini.


"Claudia menginginkannya?" Selidik Frank.


"Claudia ingin bioskop, sudah dulu ya, bye!" Egnor menutup panggilan dan menoleh ke arah Claudia yang sudah melipat kedua tangan di depannya dan menunggu penjelasan suaminya. Dia tahu, sepertinya suaminya tidak akan mau pergi ke bioskop.


"Aku mempunyai cara tersendiri agar kita tidak ke bioskop tapi kita tetap bisa merasakan suasana bioskop dan untuk chicken noodle, Minggu depan Viena akan ke Honolulu bersama team nya karna mau melihat Motel Prime. Masalah selesai. bagaimana?" Kata Egnor menjel askan juga dengan tangan terlipat di depan dadanya.


Claudia tersenyum kecil mendengar penuturan suaminya. Dia tidak ingin terlalu membebani suaminya. Akhirnya dia menyetujui apa yang hendak suaminya buat.


Claudia masih tak percaya dengan apa yang dilakukan suaminya. Semuanya sempurna walau agak mengeluarkan anggaran yang lumayan. Namun alasannya sangat membuat Claudia terenyuh.


Mereka di sana menonton sebuah film drama percintaan bercampur sedikit mistis di mana sang istri meninggal dan suami masih bisa melihat roh atau jiwa sang istri karna sang suami belum menerima kepergian sang istri. Mereka yang menonton adalah Ronald, Emily, Claudia, Egnor, juga orang orang yang pernah membantu Emily dan Claudia membersihkan kedai roti. Mereka menonton di kedai tempat dulu Claudia meyambut para pembeli. Kedai tersebut di ubah Egnor menjadi sebuah home theatre kedap suara dan memiliki susunan bangku seperti bioskop. Egnor mengatakan kalau home theatre ini akan di serahkan pada Emily agar jika siapa saja yang ingin menonton secara privasi atau beberapa tamu saja bisa menggunakannya dengan pengawasan Emily. Agar kedai ini selalu hidup dan menjadi bermanfaat lagi seperti dulu mereka menjual roti. Egnor tidak menetapkan biaya, namun jika ada seseorang yang memberikan secara suka rela untuk pembenahan dan perbaikan kedai ini.


Claudia tidak bisa berkata kata apa dengan pemikiran brilian suaminya. Suaminya sudah mengusahakan semua yang paling TERBAIK untuk dirinya. Claudia menangis haru di dada Egnor sambil menonton. Bukan menangis karna tayangan sang suami mengamuk akibat istrinya meninggal, tetapi dia menangis haru atas perjuangan suaminya yang juga ingin merasakan seperti dirinya.

__ADS_1


"Thankyou my lawyer. Selamanya tidak bisa aku mencintai hal lain selain dirimu." Gumam Claudia sedikit mendongakan kepalanya mengelus wajah suaminya.


"Love you too, honey! Nikmati filmnya dan jangan terlalu terbawa emosi!" Balas Egnor mengecup pangkal kepala Claudia.


...


Akhirnya tibalah Egnor dan Claudia harus kembali ke Honolulu. Mereka juga harus menyambut Viena. Egnor pun harus bekerja karna Frank tidak dapat memutuskan sepihak terus menerus karna dirinya juga membutuhkan bosnya. Membutuhkan saran juga consultant terbaik.


Mereka pun menuju ke makam Siren terlebih dahulu untuk meminta ijin kembali ke Honolulu serta meminta restu atas mereka berdua.


"Bibi, aku harus kembali ke Honolulu, tapi tenang saja. Ketika anak anak ku lahir, aku akan kembali menemuimu dan menginap di kedai kita. Kedai kita sekarang kembali dihidupkan kembali oleh suamiku bi. Suamiku Egnor. Kau mempertemukan kami kembali. Terimakasih bi. Kami mohon, sekiranya kau merestui kami dan memberikan berkat kepada kami. Aku akan baik baik saja bersama Kak Egnor dan aku juga akan memberitahukan paman kalau kau telat tiada. Sepertinya dia sudah banyak perubahan mendapatkan hukuman dari kak Egnor bi. Jadi kau tidak usah khawatir denganku di sini. Aku menyayangimu bi selalu dan selamanya." Kata Claudia mengecup nisan hitam bertulisan Siren Maria Gie itu. Claudia menancapkan sebuket bunga mawar merah di depan nisan hitam itu.


Egnor pun mendatangi Claudia. Lagi lagi Claudia harus lebih dulu berkata kata pada bibi nya karna Egnor kembali menerima panggilan dari Frank. Panggilan dari Frank adalah sebuah kabar yang membuat Egnor sedikit sedih namun apa daya ini semua sudah takdir. Egnor memegang pundak Claudia yang sedikit mengalami masalah. Claudia sulit menancapkan bunga mawar tersebut.


"Mungkin terlalu berat sayang. Ambil saja satu bunga mawar dan berikan pada bibimu dan sisanya .."


Egnor terdiam


"Kenapa hanya satu? Sisanya untuk apa kak?" Tanya Claudia menoleh ke arah suaminya dengan pandangan bingung. Sepertinya ada suatu masalah yang hendak suaminya katakan padanya.


"Sisanya berikan pada pamanmu." Jawab Egnor menundukan kepalanya. Biar bagaimanapun, Jack Gie merupakan paman mertuanya dan satu satunya keluarga sedarah daging yang dimiliki Claudia.


"Pamanmu telah tiada, honey. Dia sudah menyusul istrinya." Jawab Egnor menundukan kepalanya.


"God! Kau jangan bercanda kak! Kau berbicara di depan nisan bibiku." Claudia mencoba meyakinkan hal yang tidak bisa ia terima lagi. Mengapa sampai berurutan seperti ini. Apakah bibinya ingin selalu bersama pamannya?


"Tidak sayang, aku tidak bercanda atau bergurau. kau harus kuat! Sekarang kita katakan pada bibimu dan kembali ke Honolulu untuk mengurus pemakaman yang layak untuk pamanmu karna dia tiada dengan cara yang tidak wajar." Tutur Egnor meyakinkan Claudia dengan mengelus wajah nya.


Claudia menatap tajam suaminya. Namun suaminya pasti akan menjelaskan dan mencari tahu. Kini, Claudia hanya bisa menangis mendengarnya. Dan Egnor juga hanya bisa memeluknya dengan sangat erat.


"Aku sudah benar benar sebatang kara kak. Tidak ada lagi keluarga darah dagingku." Isak tangis Claudia tak dapat membendung kesedihannya.


"Apa yang kau katakan? Bagaimana pria yang kini memelukmu? Tidak akan pernah meninggalkanmu!" Tutur Egnor menenangkan istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Claudia mengangguk dan masih dalam lelehan air matanya.


"Lalu kedua anak di dalam perutmu? Kedua anak kita ini yang merupakan pengganti paman dan bibimu. Kau harus percaya sebuah renkarnasi yang sangat indah untuk dirimu. Semua manusia pasti akan pergi dari dunia ini sayang. Tenanglah." Tambah Egnor lagi mengelus lengan istrinya dan mengecupi puncak kepala istrinya.


"Kau benar kak. Terimakasih kak sudah menjadi bagian terbaik bahkan terpenting bagi hidupku!" Balas Claudia mencoba mengendalikan kesedihan dalam dirinya dan merasakan aroma tubuh suaminya yang begitu menenangkan batinnya.

__ADS_1


...


...


...


...


...


Rest in peach Jack and be patient Clau .. 😭


.


Next part 14


Kembali ke Honolulu


Ada apa nichhh??


Stay tune gaess ..


.


rekomen Novel penuh intrik dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


ini merupakan karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2