Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 22: Phobia


__ADS_3

Claudia menyusul Egnor yang terus berjalan sampai ke basement restoran. Claudia masih terkejut dengan kata kata Egnor terakhir. Wajahnya sudah memerah dan tersipu. Dia merasa terjebak. Bagaimana kalau dirinya tidak dapat menahan dengan rayuan pria yang ia cintai itu? Bagiaman kalau Egnor pulang ke apartemen setiap hari? Tanpa sadar Claudia malah tersenyum malu.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Egnor merasa bingung dengan Claudia yang terus tersenyum. Claudia tersadar dan menatap Egnor masih tersenyum.


"Kenapa Clau?" Egnor bertanya lagi.


"Ah? Ah tidak apa apa, aku hanya memikirkan seuatu yang menantang!" Claudia masih tersenyum.


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada! Ayo ke kantor!" Claudia terkekeh dan membuka pintu mobil lalu memasukinya.


"Hari ini dia aneh sekali, sebentar marah, diam lalu senyum senyum, seperti kekurangan sesuatu, hemm..." Egnor menggeleng gelengkan kepalanya lalu ikut masuk ke dalam mobil.


Setibanya di kantor, Egnor langsung kembali ke meja kerjanya sedangkan Claudia menghampiri Grace.


"Jadi, kau sudah berdamai Clau?" Bisik Grace melirik ke Egnor memastikan kalau tuannya itu tidak melihat mereka.


"Sepertinya!"


"Kau terlalu naif!" Umpat Claudia.


"Dia terus merayuku, aku mana kuat Grace?!" Sungut Claudia.


"Ya ya, aku akui! Lalu, kau kenapa kesini? Kenapa kau tak ke mejamu?" Tanya Grace menaikan alisnya.


"Eng, Grace, apakah hari ini ada pekerjaan lembur?"


"Lembur? Sepertinya ada. Sebentar.." Grace lalu memeriksa agenda hari ini. Dia lalu menemukan satu kerja lembur namun bersama Egnor karna pekerjaan ini merupakan kasus yang cukup besar. Seorang pengacara, junior Egnor sewaktu di sekolah magister nya meninggal di apartemen bekas kekasihnya. Bekas kekasihnya tidak mengakui namun dia tetap menjadi tersangka. Egnor menjadi pihak korban.


"Ada satu Clau, tapi kau harus meminta ijin pada Tuan Egnor untuk mengikutinya, karna pekerjaan ini bersamanya. Seharusnya sih kau ikut, tapi Tuan Egnor tidak memperingatiku untuk memberitahu padamu!" Jelas Grace.


"Aku kan asistennya. Seharusnya aku ikut dong!" Bantah Claudia.


"Nah, sana bicara pada pengacara cintamu! Kalian berdua pasti sudah makan kan? Aku belum! Jaga kantor ini, aku akan makan sebentar! Kekasihku sudah ribut saja sejak tadi!" Ijin Grace.


"Kau akan memakan Frank, Grace? Sesore ini? Bahkan mataharipun belum terbenam, wanita luar biasa!!" Claudia bergurau sementara Egnor terkekeh mendengar candaan asistennya untuk sekertarisnya itu.


"Memakan apa Claudia? Pikiranmu itu! Heng, pasti pengacara cintamu sudah mencuci otakmu dengan dunia mesumnya ya? Hati hati kau Clau, kau tidak bisa menghadapi kebuasannya?" Grace tak mau kalah karna membuat Egnor melotot padanya. Grace pun berjalan ke arah pintu takut dengam amukan tuannya.


"Hem, buas ya Grace? Aku jadi penasaran, hehe!!" Claudia tertawa kecil ke arah Grace.


"Wanita gila!!!" Umpat Grace dan meninggalkan ruangan.


Sementara, Claudia sudah memicingkan matanya menatap Egnor tersenyum dan mengigit bibir bawahnya.


"Ada apa?! Jangan menatapku seperti itu! Kau sudah menolak ciumanku tadi siang dan sekarang aku tidak mau ada adegan rayu merayu!" Decak Egnor sebelum Claudia mendekatinya.


"Kakakkkk.." panggil Claudia manja. Egnor langsung memalingkan wajahnya tak peduli pada Claudia yang kini menyeringai padanya. Egnor terus berkutat pada laptop nya membaca kasus yang akan ia kerjakan malam ini.


"Kakakkk..." Panggil Claudia lagi dan kali ini dengan nada yang berirama. Egnor malah mengambil earphone dan memasangnya ke kupingnya. Dia mendengarkan lagu.


Claudia menekuk wajahnya.


"Bermain api!" Dengus Claudia dan akhirnya dia mendekati Egnor dan berada di belakang duduk Egnor.


"Lebih baik kau mendengarkan suara merduku di kupingmu?!" Kata Claudia membuka earphone Egnor. Egnor tersentak menoleh ke arah Claudia.


"Ada apa Claudia? Aku sedang bekerja!!" Kata Egnor dengan penekanan.


"Aku ikut lembur nanti malam ya?" Pinta Claudia.


"Untuk apa?"


"Ingin bersamamu!"


"Kau ini aneh! Sangat aneh! Tadi kau marah marah denganku, mendiamiku, berkata kasar, sekarang membaik baikanku dan ingin bersamku, kau mau apa?" Bantah Egnor membalikan semua keadaan.


"Aku ingin ikut lembur bersamamu!" Claudia membukukan tubuhnya.


"Tidak! Kau langsung ke apartemenku saja!" Egnor tetap menolak.


"Aku ingin bersamamu!" Claudia membuat wajahnya di samping wajah Egnor.


"Bohong! Kau pasti masih membutuhkan uang, masih kurang 15 juta sebulan Clau? Kau ini ingin apa hah?" Selidik Egnor menoleh ke wanita itu.


"Sudah kubilang aku ingin membeli apartemen, jadi aku harus membutuhkan uang lebih banyak dan cepat kan?!" Claudia merajuk berdiri di sebelah Egnor duduk.

__ADS_1


"Begini saja, apartemenku untuk mu saja, kau bayar padaku 15 juta perbulan, mudah kan?" Egnor mendongakan kepalanya menatap Claudia.


"Kakakkkkk!! Sudahlah, Frank dan Grace benar pernah mengatakan kalau sulit bernegosiasi denganmu!!! Lupakanlah!" Claudia menyerah. Dia kembali ke meja kerjanya.


"Begitu baru benar!" Celetuk Egnor dan kembali bekerja.


Ketika sudah waktu jam pulang, Egnor sudah pergi ke ruangan di mana dirinya harus bersama team nya mengerjakan kasus nya. Claudia masih di atas mejanya memasang wajah malas. Entah harus seperti apa lagi dia mengumpulkan uang. Grace sudah menatapnya hendak mengantarnya ke apartemen Egnor.


"Claudia! Ayo kuantar ke apartemen Tuan Egnor!" Ajak Grace sedikit berteriak karna Claudia masih saja melamun. Claudia tersentak.


"Ah iya Grace!" Saut Claudia branjak dari duduknya.


Mereka sudah di mobil dan Claudia masih menampilkan wajah muram. Grace sampai terheran dibuatnya. Sepertinya Grace mengerti apa yang terjadi dengan temannya itu.


"Claudia, masih ada lembur lainnya, kau jangan seperti ini!" Grace mencoba menghibur.


"Kenapa aku tidak boleh ikut? Lama lama aku pun makan gaji buta, Grace!" Sungut Claudia.


"Tuan Egnor hendak mengidentifikasi mayat Clau!" Kata Grace akhirnya.


"Apa? Ma - ma, itulah! Kenapa harus mengidentifikasi itu?" Claudia terkejut dan seperti ada sesuatu.


"Iya! Kau takut Mayat kan?! Mendengar saja kau takut kan? Memang benar Tuan Egnor, menyebut kata mayat saja kau terbata seperti itu, haha!" Grace tertawa kecil.


"Ah Grace, aku memang tidak suka!!!"


"Kau tidak tahu kasusnya kan? Kasusnya sangat misterius!" Grace mencoba menjelaskan.


"Ba-ba-bagaimana kau mengetahui aku phobia ma, sudahlah jangan dikatakan!! Kenapa aku jadi ngeri begini?" Tanya Claudia menyelidiki.


"Nah kan? Tuan cintamu lah yang memberi tahuku tadi sebelum dia pergi! Itulah sebabnya kau tidak diijinkan dia untuk ikut! Mengertilah Claudia. Cobalah kita mengoreksi diri dan memahami dari sudut pandang kita, ketika kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, oke?" Grace sedikit menoleh dan tersenyum pada Claudia.


Claudia menjadi berpikir. Benar apa yang dikatakan Grace. Egnor begitu memperhatikannya dan masih mengingat apa yang menjadi ketakutan dirinya. Dulu waktu di sekolah ada yang meninggal dan mayatnya baru diketemukan dalam kurun 3 hari. Claudia melihatnya dan dia mengalami seperti panas dingin dan tidak mau bicara. Egnor sampai panik dibuatnya waktu itu.


Dan yang parahnya lagi, ketika Claudia mengetahui kalau jasad almarhum kedua orang tuanya sudah tak karuan karna kecelakaan pesawat, Claudia sampai pingsan. Setelah pemakaman kedua orang tuanya Claudia tak mau makan dan berdiam diri. Egnor yang memulihkannya. Jadi, Egnor hanya tidak mau terjadi apapun padanya.


Akhirnya Grace sampai mengantar Claudia ke sebuah gedung apartemen yang cukup mewah di bilangan Honolulu itu. Gedung apartemen yang berada tak jauh dari gedung pengacara Egnor. Masih sejajaran dengan apartemen tua Claudia. Namun, gedung apartemen Egnor tampak mewah dan memiliki pengamanan dan penerangan yang memadahi.


Claudia terkagum menyusuri koridor apartemen tersebut. Mereka menaiki lantai 28 dan memasuki kamar apartemen bernomor 2828. Betapa Claudia sangat terkejut. Meskipun tidak terlalu besar, namun apartemen Egnor sangat bersih, elegan dan minimalis. Berbeda dengan apartemennya yang hanya satu ruangan dan terlihat tidak rapi.



"Kau tidak usah kaget, beginilah Tuan Egnor. Simple and clean! Terkadang dia malah menyuruhku yang membersihkannya karna takut tidak sesuai jika menyuruh orang." Kata Grace dan Claudia mulai masuk ke dalam.


Apartemen dengan dua ruangan saja. Satu ruangan berisi ruang tamu, meja makan dan langsung ke dapur, sementara ruang kedua berisi kamar tidur utama dan kamar kecil.


"Grace, di mana aku tidur?" Tanya Claudia karna hanya melihay satu kamar tidur.


"Ya di kamar tidur Claudia!" Jawab Grace dengan wajah datar.


"Lalu, kalau kak, maksudku Tuan Egnor pulang?" Tanya Claudia lagi polos.


"Ya di kamar tidur lah, lalu di mana? Di sofa?"


"Ah, kau gila!"


"Apanya yang gila? Tidak usah sok polos seperti itu Clau! Dia saja sering tidur di apartemenmu kan?" Selidik Grace.


"Hanya tidur tidak berbuat!"


"Lalu apa bedanya dengan di sini? Terkadang kau ini dungu atau sok polos?! Sudahlah Clau, aku pulang ya? Kau bisa gunakan semua fasilitas di apartemen ini! Memesan makanan, mandi bath tub atau kalau kau mau berenang malam hari juga ada indor di atas gedung." Decak Grace dan keluar dari apartemen untuk pulang.


Claudia lalu duduk di sofa depan televisi. Masih pukul 7 malam. Entah kapan Egnor akan pulang atau tidak pulang. Sekarang dia di sini. Dia lalu melirik kamar tidur. Dia memasuki kamar tidur itu. Begitu rapi dan juga bersih. Aroma ruangan yang ditimbulkan juga membawa kerasan bagi Claudia. Dia lalu membuka isi lemari yang ternyata isi jas dan kemeja Egnor. Dia lalu mengambil satu kemeja Egnor. Dia jadi mengingat bentuk raga Egnor yang pasti sangat memukau, pikirnya. Dia lalu memeluk kemeja tersebut dan dia melemparkan ke tempat tidur. Dia melihat lihat lagi isi lemari lain terkejut vukan main. Tersedia pakaian pakaian wanita model terkini seperti dress dress berkerah maupun dress dress simple kesukaan Claudia.


Setelah puas melihat lihat kamar, dia beralih ke dapur dan melihat isi lemari dapur dan juga lemari es. Frank dan Grace sudah menyiapkan bahan makanan segar. Akhirnya Claudia memutuskan untuk memasak. Dia memasak dengan membuat dua porsi kalau kalau Egnor pulang lebih awal. Namun tampaknya sampai dia selesai memasak dan memakannya, Egnor belum juga kunjung pulang.


Claudia lalu membersihkan dirinya. Mencoba bath tub yang Grace katakan. Sudah lama sekali dia tidak merasakan bath tub seperti ini setelah kedua orang tuanya meninggal. Ketika dia hendak memilih pakaiannya, dia malah lebih tertarik untuk mengenakan kemeja Egnor. Dia tersenyum nakal ketika melihat dirinya di depan kaca dengan kemeja itu.


"Aaaahhh, akhirnya aku mengantuk!!! Apakah Egnor akan pulang kesini? Hem, sudah pukul 11 sepertinya tidak ya? Baguslah, jadi dia tidak usah melihatku dengan kemejanya ini. Aku tidak usah menggantinya!" Gumam Claudia dan bersiap tidur.


Sekitar pukul tengah malam, Egnor sampai ke apartemennya. Dia akan membangunkan aunty nya jika dia harus pulang ke rumah. Tampaknya dia lupa kalau Claudia sudah pindah ke apartemennya, namun dia melihat makanan yang ada di meja makan bersama penutupnya. Egnor tersenyum dan mengingat. Dia cukup senang kalau Claudia tampaknya sudah terbiasa sehingga langsung mengeluarkan keahliannya. Egnor hendak mencicipinya namun dia mendengar suara rintihan dari kamar tidurnya. Sontak dia lalu menuju kamarnya setelah membuka jas nya.


Dia panik karna Claudia di sana tertidur dan meringkukan tubuhnya. Wajahnya pucat dan dahinya mengernyitkan. Matanya masih terpejam namun seperti ketakutan.


"Claudia, hey, kau kenapa? Bangun Clau!" Egnor mencoba membangunkannya dengan memegang lengannya.


"Jangan sentuh aku, jangan sentuh aku!!!" Claudia meracau di dalam mimpinya.

__ADS_1


Egnor lalu membuka selimutnya dan membuat Claudia tidur telentang. Egnor cukup terkejut karna Claudia tampak seksi dengan mengenakan kemejanya. Egnor tidak mempedulikan itu terlebih dulu. Dia lalu kembali menghentakan lengan Claudia.


"Claudia!! Ini, bangun sayang, kau kenapa?" Egnor menepuk nepuk kecil pipi Claudia dan tak lama terbukalah matanya.


"Jangan!!!" Pekik Claudia dan melihat Egnor ada di depannya. Sekujur dahinya sampai leher sudah mengeluarkan keringat.


"Egnor?" Panggilnya.


"Iya, ini aku!"


Claudia langsung memeluk pria tercintanya itu. Dia lalu menangis di sana.


"Sudah Clau, sudah, aku di sini!" Kata Egnor mengelusi punggung Claudia.


"Aku takut, aku takut kak!" Kata Claudia yang sepertinya bermimpi sesuatu.


"Iya iya sudahlah aku di sini, kau bermimpi apa?" Egnor menarik diri dan memandang wanitanya itu.


Claudia menggeleng. Dia hendak menceritakannya namun sangat sulit.


"Sudah sudah, kalau kau belum mau menceritakannya tidak apa, kembalilah tidur." Egnor membimbing Claudia untuk kembali tidur.


"Aku mau membersihkan diriku dulu, kau tidurlah!" Kata Egnor kemudian.


"Tidak, kau di sini saja!" Claudia menahan tangan Egnor.


"Claudia, kamar mandinya kan di samping tempat tidurmu, kalau perlu kau melihatku mandi, bagaimana?"



"Kakak!!"


"Tenanglah, setelah itu aku akan menemanimu tidur!" Kata Egnor menepuk punggung tangan Claudia.


"Cepat!!!" Sungut Claudia masih dengan wajah sedihnya.


"Yaa.." Egnor tersenyum mengelus kepala Claudia dan menuju kamar mandi yang benar berada di samping tempat tidur.


Sebelum masuk kamar mandi, Egnor membuka semua pakaian atasnya dan terpampanglah tubuh Egnor yang benar benar atletis terjaga selama ini. Dia memang sering berolah raga di sela sela kesibukannya bersama Frank. Egnor sangat suka berenang, jadi dia selalu memilih area yang memiliki kolam renang.


Sebelum Egnor masuk, Claudia sudah melirik pria nya itu. Jantungnya berdegup, pikirannya berkecamuk dan lagi lagi ia merasa ketakutan. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Ketika Egnor membuka pintu kamar mandi, Claudia malah merasakan seseorang sedang menyelinap dan mendekatinya. Claudia langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Dia memeluk Egnor dari belakang yang hanya mengenakan handuk di bagian tubuh bawahnya.


...


...


...


...


...


Claudia? What are you doing?!!!


Haiz, menyodorkan daging ke sarang singa 😝😝


Ga ikut ikutan!!!


.


Next part 22


Keseruan apalagi antara dua orang itu?


Yang satu diam diam menghanyutkan


Yang satu manja manja agresif


😁😁


.


Jangan lupa like komen rate dan vote karna dukungan kalian semangat untuk aku 😍😍


.


Thanks for read and i love you ❤

__ADS_1


__ADS_2