
Penyesalan merupakan sebuah rasa bersalah ketika menyadari kalau perilaku tersebut telah dilakukan. Biasanya Penyesalan ini akan datang ketika sudah terjadi akibat. Itulah yang sering kita dengar kalau penyesalan datangnya lebih akhir dari apa yang sudah kita kerjakan. Berharap apa yang kita lakukan akan baik baik saja sembari melihat akan ada kejadian apa yang membuat kita berpikir ulang agar tidak terjadi kekeliruan. Namun, nyatanya apa yang dibuat di awal dan tidak terealisasi akan membawa kita dalam sebuah rasa bersalah.
Ingin rasanya kembali ke masa itu dan mengulang kembali. Menetapkan dengan pasti apa yang menjadi keinginan kita. Berkata kata pun tak ada artinya hanya dapat mengenang. tidak bisa lagi kembali. Tetapi, ada kalanya kita harus mengoreksi diri. Melihat kejadian kejadian lalu dan membuatnya seperti baru dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan hanya menggunakan perkataan tapi juga perbuatan. Penyesalan dapat dihindari jika sejak awal memiliki ketegasan apalagi sudah mengetahui sisi buruk dari hal yang ditakuti.
Seperti Frank yank kini merasa menyesal dengan tindakannya yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan pada Grace. Sudah hampir tiga tahun mereka menjalani hubungan tanpa adanya pernikahan. Satu tahun setelah Frank akhirnya membuat Grace harus menjadi miliknya dan membuatnya menjadi wanita yang kehilangan kesuciannya, Frank sudah mengadakan sebuah pertunangan untuk wanitanya itu. Pertunangan di lakukan secara sederhana dengan menghadirkan beberapa kerabat Frank di kantor, Egnor tentunya, Joe dan seluruh keluarga Egnor yang menjadi saksinya. Waktu itu Theres, ibu dari Egnor belum meninggal dan beliau menjadi wali dari Frank karna Elizabeth ibunya Frank tidak merestui mereka. Elizabeth tidak mau hadir namun tidak melunturkan Frank untuk mengadakan pertunangan. Seiring berjalannya waktu Frank akan berusaha agar membuat Elizabeth menyukai Grace. Namun kenyataannya setelah pertunangan dan beberapa bulan kemudian lagi Frank mempertemukan Grace dan makan bersama, Elizabeth malah menebarkan sindirian untuk Grace. Grace yang hanya diam saja merasa terpojoki sehingga ia pergi dari makan malam tersebut. Frank mengejarnya dan meminta maaf. Grace hanya bisa memaafkannya karna dia merasa hanya Frank yang kini dapat menemaninya.
Grace tidak menaruh dendam pada calon ibu mertuanya apalagi Frank yang terus berusaha membuat dirinya dan Elizabeth akur. Grace menghargai kegigihan Frank meskipun lagi lagi kata penolakan yang Grace dapatkan. Elizabeth juga pernah berbicara empat mata dengan Grace namun ketika itu Egnor tampak tidak sengaja bertemu dengan mereka. Dan benar saja kecurigaan Egnor ketika dia hendak mendekati mereka, Elizabeth malah menyerang Grace dengan membabi buta. Memukul Grace di depan khalayak menggunakan tas tangannya. Egnor sangat kesal sampai membuat tuntutan pada Elizabeth. Namun lagi lagi Frank meminta maaf dan memohon agar mencabut tuntutan tersebut. Frank pun masih belum tega melakukan itu pada ibunya.
Beberapa kali Frank dan Grace pindah apartemen untuk menghindari ibunya. Namun Grace tidak pernah mempermasalahkannya. Dia selalu menghormati Elizabeth. Dia juga tidak pernah memberi tahu Egnor jika terlibat perselisihan dengan Frank karna ibunya belum merestui mereka menikah. Sampai akhirnya Grace hamil. Frank merasa mungkin dengan kehamilan Grace, ibunya bisa luluh dan menerima Grace. Frank membawa Grace menemui ibunya yang sudah kembali tinggal di Honolulu di sebuah apartemen berkelas bersama ayah tirinya tentu saja. Ibunya pun sudah memiliki satu anak perempuan dari pernikahannya dengan ayah tirinya itu. Ron. Ya, nama ayah tirinya Ron Keanu.
Ron Keanu merupakan pemilik dari perusahaan obat obatan terkemuka di Honolulu. Egnor mengetahuinya namun pernah menolak ketika perusahaan tersebut meminta pengacara untuk kantor mereka. Perusahaan tersebut tidak memaksa. Namun, bagaimana dengan Ron sendiri? Ron tidak mau membahas, apalagi mengetahui Frank menggunakan jasa pengacara Egnor sewaktu mengurus harta warisan ayahnya.
"Kau bilang apa Frank?! Wanita ini hamil?! Kau yakin itu anakmu?!" Teriak Elizabeth menunjuk nunjuk Grace dan Grace mendongakan kepalanya ketika Elizabeth mengatakan bayi yang dikandungnya bukan anak dari Frank.
"Ada apa kau melihatku seperti itu?! Kau benar benar wanita jalangg yang tidak tahu malu!!!" Kata Elizabeth lagi hendak menampar Grace tapi Frank ikut berdiri dan menghadangnya. Ron yang juga disitu hanya duduk melipat kakinya sambil menghisapp cerutunya.
"Kau jangan menghalangiku Frank!" Elizabeth berusaha meminggirkan tubuh Frank namun gagal.
"Sudahlah, jika mom benar benar tidak menyetujuinya. Terserah apa yang mau kau katakan, aku sangat percaya anak ini adalah anakku karna hanya aku yang bersamanya setiap hari!" Frank menghempaskan tangan ibunya.
"Frank Frank! Kau bilang ibumu keterlaluan dan tidak bermoral meninggalkan ayahmu, buktinya aku menikahi ibumu dulu sebelum ibumu mengandung anakku. Sedangkan kau? Jelas jelas ibumu tidak merestui kalian, mengapa kau malah menghamilinya?!" Ron mencibir Frank.
"Diam kau! Kau bukan siapa siapa ku dan tidak akan pernah menjadi ayahku!! Aku tidak membutuhkan nasihat atau komentar jahatmu!! Aku percaya anak ini adalah anakku dan cucumu mom! Darah dagingmu!" Frank masih berusaha meyakinkan namun ibunya benar benar keras kepala melebihi batu karang.
"Siapa yang tahu?! Dia wanita yang tidak memiliki keluarga, dia tidak ber etika! Kalau dia ber etika dia tidak akan mau tinggal bersamamuu! Mungkin saja dia juga menggunakan tubuhnya untuk atasanmu sehingga atasanmu menerimanya!" perkataan Elizabeth semakin menjadi jadi membuat Grace sangat terhina.
"CUKUP!" Grace berdiri dan sangat benci mendengar umpatan hina dan tak layak Elizabeth untuknya. Dia atau pun Egnor bahkan tidak memiliki perasaan sedikit pun tetapi Elizabeth membawa bawa atasannya itu.
"Asal sekali bicara mu mom! Sudah Grace kita pergi dari sini, aku akan tetap menikahimu! Masih ada Tuan Besar Jovanca, Nyonya Anne dan Nyonya Claudia, mereka pasti mau menjadi wali kita!" Frank merangkul Grace keluar dari apartemen ibunya.
"Kau sendiri mendengar kalau wanita itu membentak ku Frank! Dengar, aku tidak akan merestui kalian dan aku akan mengacaukan pernikahan kalian kalau kau tetap menikahinya Frank!!!!" Elizabeth masih berteriak dan mengancam Frank. Frank setengah menoleh menatap tajam ibunya. Dia tidak peduli.
Sejak kehamilan Grace, Grace memang tampak lemah. Kandungannya lemah dan dia sangat tidak bersemangat. Berkali kali tubuhnya demam dan dokter mengharuskan dirinya untuk bed rest. Frank memakluminya dan terus meminta ijin pada Egnor agar Grace tidak dulu masuk. Untung saja Claudia mau menggantikan semua tugas Grace.
Elizabeth sangat takut kalau Frank benar menikahi Grace jadi dia sering ke apartemen Frank mengancam atau kalau perlu ingin menghabisi Grace. Satu dua kali Frank tidak mengetahuinya karna Grace hanya diam dan Grace memang tidak pernah membuka pintu apartemen ketika Elizabeth datang. Hal ini yang membuat Grace frustasi sampai akhirnya Claudia yang membongkar semuanya. Ketika Claudia hendak menjenguk Grace dan mendapati Elizabeth mengamuk di depan kamar apartemen Frank dan Grace. Claudia memberitahu pada Frank apa yang dilakukan ibunya pada Grace.
Akhirnya Frank pindah apartemen ke apartemen yang sama dengan Egnor dan Claudia supaya Egnor dan Claudia juga bisa memantau dan melindungi Grace. Dan lagi pula keamanan gedung apartemen Egnor sangat terjaga dan ketat. Gedung apartemen ini merupakan satu perusahaan dengan Dimitri Group. Perusahaan Apartemen terbaik di Honolulu. Tak lama Grace dan Frank pindah sebenarnya Elizabeth mengetahuinya dan beberapa kali pergi kesana namun Egnor dan Frank sudah memberikan foto orang orang yang tidak boleh masuk sembarangan ke apartemen karna mereka mengenalinya. Beribu cara Elizabeth hendak bertemu dengan Frank namun selalu gagal. Sampai dia hendak merendahkan dirinya menghubungi Grace tapi saat itu ponsel Grace sedang bersama Frank sehingga Frank yang tahu sendiri tidak mengatakan pada Grace dan dia juga tidak ingin menemui ibunya.
Daan saat itulah berita Egnor akan menikah dengan Claudia tersiar. Karna Egnor berjanji mengadakan pesta yang lumayan meriah sehingga hampir para kalangan atas mengetahuinya. Tak menutup kemungkinan jika Ron Keanu juga mengetahuinya. Dia pun memberitahu pada istrinya. Inilah kesempatan Elizabeth mendapatkan Frank lagi. Frank sangat mencintainya jadi dia tidak akan membiarkan dirinya mati dan berpisah dari Grace. Namun yang terjadi ya seperti juga keinginan Elizabeth kalau Grace keguguran. Elizabeth begitu senang ketika mendengar para bodyguard suruhan Egnor yang mengamankannya di hotel mengatakan kalau Grace keguguran.
"Anak mu dan kau sekalipun memang tidak pantas menyandang nama keluarga Leonard. Tidak akan!!" Gumam Elizabeth tersenyum licik. Sementara dia menghubungi suaminya. Dia hanya mengatakan kalau rencana nya berhasil dan dengan sedikit drama, Elizabeth pasti bisa keluar dari pengamanan ini.
Namun kenyataannya setelah Frank mengijinkan untuk menuntut ibunya serta menaikan kembali kasus pembunuhan ayahnya, Egnor memerintahkan Joe untuk mengambil semua harta benda yang ada dalam diri Elizabeth dan memindahkan Elizabeth pada sel khusus wanita. Elizabeth belum sempat lagi mengabari suaminya.
...
Egnor sudah memastikan Claudia terjaga malam setelah mereka memeriksakan kandungannya. Claudia lebih sering mengantuk karna ya dia mengandung dua janin di dalam perutnya. Egnor mengecup kening istrinya dan menuju ke ruang tamu. Dia belum mengantuk dan masih ada hal yang harus ia urus. Dia harus bertindak cepat. Tidak boleh ada kelalaian lagi dan kesalahan. Dia tidak mau ada korban lagi seperti Grace, salah satu orang terpenting dalam kehidupan dan karirnya. Egnor menyesap wine nya terlebih dahulu sebelum dia mencari sesuatu pada berkas lama nya. Satu Minggu sebelum menikah, Egnor pun sudah memutuskan untuk pindah di apartemen sehingga seluruh berkas berkas penting yang ada di rumahnya sudah di pindahkan di apartemen ini.
Tak lama ponsel Egnor berbunyi. Seseorang yang Egnor nantikan untuk menghubunginya mengenai kasus pembunuhan Holland Leonard. Egnor pun mengangkatnya.
"Di mana?" tanya Egnor terang terangan karna si penelepon juga sudah paham apa yang diinginkan pengacara itu.
"Brangkas nomor dua tahun dua ribu lima belas kasus nomor pertama type A Tuan." jawab si penelepon di seberang sana.
"Sudah yakin?" Egnor memastikan .
__ADS_1
"Sudah, aku sangat mengingatnya karna kau yang menyuruhku untuk menyimpan semua berkasnya karna suatu saat kau akan menyelidikinya lagi, aku ingat semuanya Tuan!" jawab pria di seberang sana dengan sangat yakin.
"Oke! Lalu, di mana Adella sekarang?" tanya Egnor lagi.
"Di Japanis Tuan." jawab pria itu.
"Sambungkan aku padanya sekarang!" pinta Egnor karna ingin menuntaskan kasus ini.
"Akan kuusahakan Tuan. Ngomong ngomong selamat atas pernikahan anda dan Nyonya Claudia Tuan. Maaf sekali saya sangat berhalangan hadir. Saat ini Summer sedang sering mengalami bencana alam Tuan." kata pria tersebut yang sepertinya juga bawahan Egnor.
"Ya, aku mengerti. Tenang saja."
"Baiklah Tuan, saya akan menghubungi anda jika Adella telah tersambung." janji si penelepon.
"Baiklah Sam!"
Panggilan di matikan. Sam merupakan asisten pertama Egnor yang sempat mengurus kasus Holland Leonard ini. Dia terpaksa di berhentikan dan di asingkan karna memegang kunci pelaku sesungguhnya Holland Leonard. Karna sang pelaku mudah sekali menghabisi nyawa orang, Egnor cukup cemas jika Sam terus berlama lama dengannya. Sementara Sam juga sudah memiliki keluarga. Jadi Egnor menyuruhnya berhenti dari pekerjaan dan dia hendak mencari yang baru. Namun Egnor berpesan agar Sam terus menyimpan berkas berkas bukti pembunuhan itu. Sedangkan Adella merupakan sekertaris Egnor pertama sebelum Grace. Yang menikah dan pindah. Ternyata suaminya Adella merupakan tenaga ahli di salah satu perusahaan cabang milik Keanu Enterprise. Ketika bukti sudah di dapatkan Sam waktu itu, Egnor bertanya pada Adella dan Adella telah mencari tahu fungsi barang bukti tersebut. Namun lagi lagi Egnor menyuruh Adella yang menyimpannya agar mereka merasa Egnor tidak memiliki barang bukti sedikit pun.
Pagi hari ketika Egnor akhirnya bergabung tidur dengan Claudia, ponselnya kembali menyala. Claudia yang sudah bangun dan menyiapkan sarapan mendengarnya.
"Sayang ponselmu berbunyi!! Sayang, aku sedang menunggui selai, sayang, cepat bangun!!" Claudia mencoba berteriak membangunkan suaminya. Egnor berusaha membuka matanya tetapi masih di tempat tidur. Ponselnya sudah berbunyi beberapa kali akhirnya Claudia mematikan kompor dan meraih ponsel suaminya.
"Halo?" jawab Claudia mengangkat panggilan itu.
"Halo selamat pagi. Apakah ini nomor Tuan Egnor Jovanca?" suara seorang wanita di seberang sana. Claudia agak mengerutkan alisnya namun dia berusaha tidak gegabah karna wanita itu mengatakan Tuan Egnor dengan sangat lengkap.
"Ya, saya istrinya. Siapa ini?" tanya Claudia cukup tegas.
"Oh iya selamat atas pernikahan anda dan Tuan, Nyonya. Saya Adella sekertaris pertama Tuan Egnor. Tuan Egnor mengharuskan saya menghubunginya terkait kasus Frank Leonard." jawab Adella juga dengan tegas dan tidak bermain main. Claudia langsung tidak memikirkan apa apa lagi karna sudah menyangkut Frank pasti akan menyangkut Grace.
"Adella? baiklah, tunggu Sebentar ya?" kata Claudia. dia segera menuju ke daun pintu kamar tidur dirinya dan Egnor.
"Katakan saja apa kodenya!" pinta Egnor masih memegang kepalanya.
"Makanya kau jangan meminum wine tengah malam! Hem! Istri sedang hamil ada saja tingkahmu!" dengus Claudia sebal dan akhirnya dia yang menanyakannya. sepertinya ini sangat penting bagi hubungan kedua temannya.
"Em, maaf Adella. Tuan mu semalam meminum wine terlalu banyak. Jadi katanya apa kodenya. Sebenarnya aku tak paham." kata Claudia akhirnya mengambil alih tugas suaminya.
"Baiklah dengarkan baik baik Nyonya karna aku akan mengatakannya sekali. Ini perintah Tuan Egnor dan jangan mencatatnya karna ini sangat rahasia." kata Adella agak pelan.
"Iya iya, kau bisa menguji kinerja otak ku."
"Baiklah Z263KNE not indicated dead! Sudah mengerti nyonya? Kau hanya boleh membisikkannya ke Tuan Egnor. Baiklah sampai jumpa Tuhan memberkati."
Claudia segera menuju ke suaminya yang sudah duduk di pinggir tempat tidur.
"Z263KNE not detected dead." bisik Claudia. Egnor mengerutkan alisnya karna kalimat terakhir sangat tidak sesuai.
"Detected?"
"Eh apa ya? Aduh, mengapa jadi lupa begini?" Claudia menggaruk garuk pelipis nya.
"Apa Clau?" Egnor tidak sabar.
"Makanya harusnya kau yang mengangkat kau ini!! Sebentar!" Claudia mencoba kembali mengingat. dia lalu menatap wajah suaminya dalam dalam.
__ADS_1
"Sudah?"
"Sepertinya not indicated dead." Claudia meyakinkan.
Egnor mengangguk. Berusaha mengingat sesuatu dengan kode yang berakhiran KNE.
"Baiklah, aku sudah tahu." pekik Egnor setelah mengingat ingat.
"Sudah tahu apa kak?" selidik Claudia yang sudah menenggerkan tangannya di pundak Egnor yang tidak mengenakan pakaian. semalam karna sangkin panasnya Egnor melepas pakaiannya.
"Sudah sangat tahu kalau kau sangat cantik pagi ini Clau. Bisakah kau menjadi sarapan pagi ku?" Egnor meraih tubuh Claudia untuk duduk di pangkuannya.
"Memang bisa berhubungan?" tanya Claudia pura pura tidak tahu.
"Bisa, aku pelan pelan sekali .."
Egnor senang karna dia sudah mendapatkan bukti dan pelaku pembunuhan Holland Leonard sehingga dia meluapkannya lewat istrinya. Dia melakukannya dengan sangat pelan dan Claudia cukup menikmatinya. Siapa yang tahu hormon ibu hamil kembar ternyata melebihi ibu hamil biasa.
...
...
...
...
...
kau memang bos sekaligus teman sir 😁😁
.
next part 4 ternyata gaes haha
semoga sampe part 4 doang ato mentok part 5 ya hehe
berisi apakah kode kode tersebut?
apakah Frank benar benar yakin memberikan hukuman pada Elizabeth dan Ron?
benarkah Ron terlibat dengan semua pembunuhan berencana ini?!
aiz palaku panas .. 😂😂
Stay tune gaes 😁😁
.
Beb, jangan lupa kasih LIKE dan KOMEN nya yaa 😊😊
Boleh kasih RATE bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟 di depan profil novel dan VOTE nya 😍😍
.
Thanks for ready
__ADS_1
Happy reading
And i love you 💕