Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 132: Not Alone


__ADS_3

Roda kehidupan ini tidak ada yang tahu. Kadang kita bisa seperti berada di atas awan tetapi juga dapat seperti terkubur di dalam tanah. Benyak pergelutan dan permasalahan yang menyerah Egnor di masa kehidupannya. Tidak hanya satu dua kali tapi berkali kali, tapi dengan adanya kekuatan dari sekitar dan rasa syukur yang selalu ia tanamkan, Egnor selalu bangkit dan berusaha berdiri tegak. Namun, bagaimana jika semuanya seakan akan menghilang nantinya? Apakah seorang Egnor tetap mempertahankan jati dirinya, keluarga, anak bahkan istrinya?


...


"Maaf tuan, Ron berhasil melarikan diri dengan semua ramuan yang ia miliki!" Lapor Kingsler pada Bruce yang sedang menikmati wine sambil menggoyang goyangkan gelas. Bruce setengah menoleh lalu menyiram wine tersebut ke depan wajah Kingsler.


"Kalau kau mempekerjakan bawahan bodoh, kau juga akan ikutan bodoh!" Decak Bruce pada Kingsler yang gagal melakukan tindakannya. Kingsler hanya menunduk dan kembali berdiri tegak sambil mengusap wajahnya.


"Dia pasti ke tempat Egnor dan menyerahkan diri," ujar Richie berdecih.


"Memang kenapa istrinya sampai tertangkap? Bodoh sekali!" Tanya Bruce dengan tatapan sinis.


"Orang suruhannya terlihat Claudia menggendong anaknya," jawab Richie seperti yang dikatakan mata matanya.


"Claudia?" tutur Bruce menggumam dengan senyum melebar memancarkan aura gairah yang cukup menyentuhnya.


"Claudia tentu mencari anaknya, Bruce," kata Richie.


"Hem mendengar namanya saja tubuhku menjadi panas!" erang Bruce membayangkan Claudia berdiri di depannya.


"Kau jangan hanya memikirkan wanita, Kate sudah menjadi korban dan sebaiknya kau lupakan Claudia. Sekarang yang terpenting kita gagalkan semua tindakan Egnor terhadapku dan bagaimana membuat Kantor Pengacaranya Bangkrut!" decak Richie membuyarkan lamunan Richie.


"Wanita itu adalah kekuatanku dan Claudia harus kudapatkan! Surat otentik sudah ada di kita, berikan salinannya saja pada Dawney agar dia bisa berkuasa! Dan Rich, aku mau Claudia, aku tidak mau dia bersama Egnor. Kau harus mencari cara!" kata Bruce memaksa.


"Aku punya cara tapi aku takut Egnor akan menyetujuinya. Demi keadilan negara ini dia rela melakukan apapun," tutur Richie memijat dagunya.


"Kau bisa mengambil kesimpulan dari apa yang ingin kau lakukan! Kita belum menang dari Egnor. Tidak memiliki surat itu, tidak akan membuat Egnor terpuruk apalagi dia memiliki wanita sehebat Claudia. Kau lupa siapa ayah dan adiknya? Mereka bisa selalu menguatkan Egnor. Oleh sebab itu kita harus menghancurkan Egnor sampai titik terendahnya! Hancur lebur bukan hanya bangkrut usaha atau karirnya tapi juga hidup sengsara dan mati dalam kenistaan! Kau mengeri maksudku kan! Gunakan mata tajammu!" decak Bruce sangat tegas.


"Ya aku paham. Memang itu yang kuinginkan. Sejak dulu anak itu dan ayahnya memang selalu menginjak injakku! Semua orang percaya pada mereka! Heng, Johanes, Egnor, saatnya menanti masa kelam kalian!"


Richie kembali menuangkan wine pada Bruce dan mereka bersulang. Setelah itu di menghubungi Dawney, pria yang menjabat sebagai kepala pemerintahan Honolulu pengganti Gonzaga.



Claudia disibukan dengan pagi yang cukup melelahkan. Dia bangun telat dan hari ini dia harus mengunjungi Grace di rumah sakit. Grace sudah melahirkan. Egnor pun ikut ambil bagian membantu istrinya.


"Kak, apa Wilson sudah tidur?" Tanya Claudia pada Egnor yang hanya menggendong Wilson di pinggir jendela sambil menikmati cahaya pagi yang hangat. Egnor bahkan berpikir daripada memikirkan semua permasalahan dia hendak pergi saja dari negara ini menjadi orang biasa hidup tentram bersama istri dan kedua anaknya.


"Kak, mengapa kau diam saja?" Tanya Claudia lagi akhirnya menghampiri suaminya memegang lengan yang menopang Wilson.


"Sudah Claudia sayang, kau urus saja Willy setelah itu kita ke rumah Dad, menitipkan Wil Wil lalu menengok sahabatmu. Ini sudah pukul 10, honey," saut Egnor setengah menoleh pada istrinya dan kembali menimang Wilson.


"Ah iya iya baiklah, aku hanya cemas denganmu yang diam saja," balas Claudia masih mengelus lengan Egnor.


"Aku hanya sedang berpikir sebuah liburan di pulau tanpa penghuni, tanpa kendaraan, hanya ada kau, aku dan Wil Wil," ujar Egnor lagi tersenyum.


"Nanti kita pikirkan lagi, kau masih harus memikirkan surat otentik yang hilang itu,"


"Kau merusak imajinasi ku Clau!" decak Egnor.


"Aku akan bersiap, tunggu ya?"


Claudia pun bersiap. Willy tampaknya masih terbangun dan malah seperti mengajak Claudia bercanda.


"Ta ta na na ma ma," kata Willy berceloteh dengan bahasanya. Claudia membelalakan matanya takjub karena Willy sudah bersuara suara.


"Oh my God Willy ku sayang, kau sudah bisa berceloteh ya? Wahh, jangan jangan kau memang akan seperti Daddy!" kata Claudia menanggapi ocehan anaknya.


"Nen nen nen ma ma," celoteh Willy lagi.


"Oh kau haus? Sabar sebentar, pakai dulu popok, baju yang rapi dan tampan. Baik baik lah di rumah Grandad dan Grandma, mommy ingin menemui temanmu, ok?" balas Claudia dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Ke ke na na nen nen," saut Willy lagi seraya mengerti apa yang di katakan ibunya.


Ya, Willy memang lebih aktif ketimbang Wilson yang cepat sekali tertidur. Namun, Wilson pun tidak akan pulas jika mendengar suara adiknya sedikit saja. Claudia pun bergegas. Hari ini suster dan Lina tidak datang karena Claudia akan menemani Grace di rumah sakit. Setelah beres semua, Claudia, Egnor dan Wil Wil menuju ke rumah Johanes.



Egnor dan Claudia menitipkan Wil Wil di rumah kakeknya. Tidak lupa Claudia menyediakan asi botol untuk anak kembarnya. Claudia akan kembali sekitar pukul 3 sore nanti. Mereka berdua pun mengunjungi Grace dan Frank.


Grace melahirkan seorang anak laki laki bernama Louise Rupert Leonard. Kata Frank, Rupert merupakan nama tengah ayahnya dan dia ingin kepintaran yang dimiliki ayahnya menurun pada anaknya. Sedangkan Louise adalah nama tengah ibunya Grace. Ibunya Grace dulu adalah aktifis. Grace dan Frank hanya ingin anaknya menjadi seorang yang berjiwa sosial, pintar, baik hati dan tidak pernah merendahkan orang. Hanya itu penuturan singkat ketika Claudia bertanya nama dari anak mereka.



Grace & Frank


----------------------


"Louise, nanti kau akan bermain dengan Wil Wil. Mereka menunggumu di rumah kakeknya. Jadilah anak yang selalu mencintai kedua orang tuamu sayang," kata Claudia sambil menggendong Louise yang wajahnya sangat merah melebihi Wil Wil.


"Kau sudah menjadi seorang ayah, Frank!" tutur Egnor menepuk pelan punggung Frank.


"Semua berkatmu, tuan! Apa jadinya diriku tanpamu! Ayahku juga akan berterima kasih padamu!" saut Frank sedikit terharu.


"Jangan begitu Frank, aku sudah menganggapmu, Gabriel dan Moses saudaraku! Bahkan Bertho dan August!" balas Egnor.


"Terimakasih tuan, kami semua akan selalu mendukungmu apapun yang terjadi!" Kata Frank memberanikan diri memeluk Egnor dari samping. Egnor juga menepuk pundak Frank. Frank hanya terharu. Di saat semua sepertinya memusuhinya masih ada seorang Egnor yang mau menampungnya, yang mau membinanya sampai menemukan seorang wanita yang baik untuknya. Grace dengan rela berkorban selalu bersamanya dan kini mereka sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Tak lama Lisa datang bersama Lina dan Gabriel. Richard tidak tampak bersama. Dengar dengar Lisa masih sangat berjaga jarak dengan Richard. Gabriel juga masih dingin terhadap Richard.


"Selamat Grace, kau sudah menjadi seorang ibu," ucap Lisa yang langsung menghampiri Claudia yang menggendong Louise, bukan Grace.


"Hem, dokter Lisa! Aku ibunya di sini bukan Claudia! Kalian berdua ini sepertinya makin akrab sehingga aku dilupakan!" dengus Grace menekuk wajahnya.


"Kak Grace, ada aku! Biar aku saja yang memelukmu!" kata Lina yang sudah duduk di samping Grace.


"Ah kau pun sama, kau mendekatiku hanya untuk mencari tahu tentang Gabriel, pergi sana kau! Nanti kuberikan saja si Gabe tengik itu pada Lena!" decak Grace mengerutkan bibirnya ke arah Lina.


"Ahhhh, jangan kak, sebentar lagi sepertinya Gabriel akan menyatakan cinta padaku," bisik Lina kemudian.


"Apa? Gabe belum menyatakan cinta padamu?!!" pekik Grace yang langsung ditutup mulutnya itu oleh Lina.


"Sssttt! Berisik sekali kau kak!" decak Lina masih menutup mulut Grace.


Lisa dan Claudia terkekeh melihat tingkah Grace dan Lina itu. Tentu Frank, Egnor dan Gabriel menoleh ke arah Grace.


"Grace, bisakah kau tidak berteriak teriak satu hari saja, kau baru saja melahirkan!" saut Egnor mengingatkan.


"Iya tuan Eg! Sudah diam kau Lina!" Grace menyenggol tubuh Lina.


Lina tetap memeluk Grace dan mereka di sana bercakap cakap. Sejenak melupakan permasalahan yang ada walau gestur tubuh Egnor yang cemas dan khawatir tidak bisa membohongi Claudia. Setelah Lisa meminta Louise dari Claudia, Claudia ikut bicara dengan Lina dan Grace tapi tetap memperhatikan suaminya. Apalagi ketika tak lama kemudian Moses datang seperti membawa sebuah kabar untuk Egnor.


Moses mengajak Egnor untuk bicara di luar. Frank dan Gabriel juga mengikuti mereka.


"Ada apa Moses?" Tanya Egnor keluar dari ruang perawatan.


"Iya tuan Moses, kau cemas sekali," saut Gabriel.


"Lihat ini tuan, sepertinya harus kau yang menghadap agar laporan ini segera ditindak lanjuti," kata Moses menyerahkan berkas laporan mengenai tuntutan atas Richie Gabriane.


Egnor pun membaca isi laporan tersebut. Isi laporan menyatakan kalau kasus yang diajukan Egnor sudah habis jatuh tempo untuk ditindak lanjuti. Egnor mulai mengernyitkan dahinya. Mana ada kasus yang habis jatuh tempo. Selain itu lapora juga menyatakan kalau bukti bukti yang diberikan tidak cukup menguatkan kasus untuk diajukan lagi.


Moses sudah tampak takut akan respon tuannya. Dan benar saja, tak lama Egnor mencengkram isi laporan tersebut. Dia harus menemui pihak pengadilan.

__ADS_1


"Frank, kau sudah memberi setiap bukti yang kita arsipkan kan?" Tanya Egnor dengan tatapan menajam menatap Frank yang ikut takut seperti Moses.


"Su sudah tuan, rekaman Ron yang menyatakan tuan Reinder diberikan obat, rekaman pegawai Richie yang keluar dari gedung Gabriane Property, data hasil perkiraan cuaca yang sebenarnya mengenai insiden kapal pesiar dan rekaman suara Kate, semua sudah kulampirkan tuan, aku tidak akan mungkin salah!" kata Frank dengan yakin.


"Sial, ini pasti ada yang tidak beres!" decak Egnor masih menatap nanar lembaran laporan tersebut.


"Aku hanya takut semua bukti dihancurkan, tuan!" gumam Gabriel kemudian.


Wajah Egnor menegang. Tatapannya penuh amarah. Sekarang pihak pemerintah seeprti sedang mempermainkan dirinya. Sejak pemilihan kepala pemerintah, semua yang terjadi sudah tidak masuk akal. Kini, dia juga tidak mempunya surat kuasa dan surat otentik itu. Bagaimana dia bisa menegakan semua keadilan ini?!


Egnor pun terduduk di kursi penunggu. Dia menautkan tangannya mencoba berpikir. Semuanya begitu rumit. Entah mengapa dia merasa dunia sedang menyerangnya.


"Tuan, kita harus ke pengadilan. Kita harus menuntut hak kita!" kata Moses mengingatkan.


Egnor masih terdiam. Dia mengusap wajahnya kasar lalu menyandarkan dirinya ke dinding..


Tak lama Claudia keluar dari ruangan. Claudia agak cemas karena melihat Moses yang begitu serius. pasti terjadi sesuatu dengan suaminya. ternyata benar, Dia melihat suaminya tampak frustasi.


"Ada apa Frank?" tanya Claudia pelan.


"Pihak pemerintah menolak tuntutan atas Richie Gabriane, Clau," jawab Frank memberitahu. Claudia menutup mulutnya dan menghampiri suaminya itu.


Claudia langsung duduk di samping Egnor.


"Kak ..." Panggil Claudia.


Egnor menoleh padanya dan tersenyum tipis.


"Aku tidak apa apa, aku harus ke pengadilan. Kau pulang bersama Gabriel, jangan menungguku di sini. Langsung pulang ke rumah dad, nanti aku akan menjemputmu di sana," kata Egnor memegang wajah istrinya.


"Apa aku perlu ikut?"


"Tidak usah, kau temani Grace saja,"


"Semua akan baik baik saja kak, tenanglah


"Ya, aku tahu," kata Egnor mengelus wajah sang istri. Egnor pun beranjak dari duduknya, tapi ketik dia hendak pergi bersama Moses, ada seseorang yang mendatanginya. Dia dikawal oleh Bertho.


...


...


...


...


...


jeda dulu ya dibawah next part 132


siapa yang mendatangi Egnor dan apalagi yang akan Egnor hadapi?


.


Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2