
"Maaf Tuan Egnor mengganggu waktumu dan aku sampai kemari." Kata Kevin sedikit membungkukan tubuhnya memberi hormat.
"Santai saja Kevin, kebetulan mood ku sedang baik, masuklah!" Ajak Egnor kemudian.
Deg deg deg! Jantung Claudia berdegup sangat kencang. Ya, memang dia harus mengatakan semuanya. Terserahlah apa tanggapan Egnor. Dia sudah pasrah.
"Tidak Tuan, terimakasih. Tuan Richard menungguku di bawah. Di mobil. Kebetulan sekali kami lewat dan ingin mengantar ini. Undangan reuni tamu khusus." Kata Kevin menolak ajakan Egnor untuk masuk ke dalam dan menyerahkan undangan reuni.
"Oiya, Frank sudah sempat memberitahuku." Saut Egnor meraih undangan tersebut.
"Baiklah Tuan, saya permisi dulu. Sejak kemarin kau tidak ada di kantor dan Frank juga sibuk." Tambah Kevin menjelaskan.
"Iya Kevin, istriku baru saja keluar dari rumah sakit."
"Baiklah Tuan Egnor, titip salam untuk istrimu juga dari Tuan Richard. Bulan depan semoga kita semua bisa bertemu." Kata Frank ijin pamit.
"Oke thankyou Kevin."
"Permisi."
Egnor menutup pintu apartemennya dan tidak menemukan Claudia di dapur namun pizza sudah tersaji di atas meja.
"Clau, where are you?" Panggil Claudia mencari cari keberadaan Claudia.
"Aku sedang mandi sayang. Kau nikmati saja pizzanya bersama tamu mu. Aku sedang berendam." Jawab Claudia yang ternyata sudah berhambur ke kamar mandi. Dia berniat untuk ada di ruangan itu sampai Kevin dan Richard yang dia anggap masuk ke dalam apartemennya pergi. Kenyataannya Kevin hanya sendiri dan Richard ada di mobil.
"Tamu? Belum pada datang sayang. Em, apakah aku bisa bergabung denganmu?" Egnor terkekeh memberi tahu.
~Tidak ada tamu? Berarti Kevin tidak mampir. Selamat!~ gumam Claudia dalam hati menghele napasnya. Dia lalu melilitkan handuk pada tubuhnya dan membuka pintu kamar mandi.
"Aku sudah selesai kak, hehe!" Kata Claudia keluar dari kami mandi sambil tersenyum.
"Tidak bisa! Kau sudah membuatku berhalusinasi!" Kata Egnor lalu kembali mendorong tubuh Claudia masuk ke dalam kamar mandi karna Egnor juga belum membersihkan dirinya.
Hem, mereka lalu melakukannya lagi satu kali sebelum kerabat yang mereka undang datang untuk makan malam.
...
Baru saja Egnor dan Claudia menyudahi pergulatan mereka di bath tub, seseorang menekan bel pintu apartemen mereka.
"Siapa kak?" Tanya Claudia mengenakan pakaiannya sementara Egnor baru saja keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di bagian bawah tubuhnya.
"Entah, cepat pakai bajumu dan buka!" Perintah Egnor.
"Tidak kau saja?"
"Dengan begini? Bagaimana kalau Kate atau Grace yang datang? Sudah sana!" Decak Egnor menuju baju yang sudah disiapkan Claudia.
Claudia masih sangat takut, tapi dia tidak mau berpikir yang tidak tidak. Claudia memberanikan diri. Dia menghela napasnya dan membuka apartemennya.
"Selamat malam Claudia, terimakasih telah mengundangku." Seorang wanita memberi salam. Dia adalah Kate yang datang.
"Hay Kate. Terimakasih sudah. Silahkan masuk!" Saut Claudia membungkukan tubuhnya, begitu juga dengan Kate yang sebelum masuk.
"Silahkan duduk di sini atau di sofa Kate. Kalau di sini, silahkan langsung saja nikmati pizza nya." Claudia mempersilahkan.
"Ah iya terimakasih Clau, aku baru saja menikmati sebuah roti di cafe bawah karna bertemu dengan teman lama." Tutur Kate.
"Teman lama?" Selidik Claudia bermaksud bercakap cakap dengan Kate.
"Iya. Em, mungkin kau mengenalnya karna sekarang dia sangat terkenal. Kurasa semua mengetahuinya. Motivator terkenal di Oriental namun sudah mulai merambah di kota kita Clau." Jawab Kate bersemangat.
Deg! Jantung Claudia kembali berdegup. Motivator itu pasti Richard. Dia menegak salivanya agak cemas. Entah, mengapa setiap mengetahui mantan suaminya itu, dia merasa sangat bersalah dengan Egnor, karna Egnor dan Richard saling mengenal. Claudia tersenyum tipis dan menggeleng.
"Apa Claudia? Kau tidak mengenal Ricardo Gabrianne? Kau harus mengenal nya Clau! Kapan kapan aku akan mengenalkannya padamu ya? Em, dimana suamimu?" Kata Kate dan menanyakan Egnor.
"Sedang berganti pakaian. Sebentar lagi dia keluar."
Tak berapa lama Egnor keluar dengan pakaian santainya. Kate agak meneguk ludah dan wajahnya sedikit memerah ketika melihat Egnor tampak lebih tampan dengan pakaian sehari hari itu. Claudia menoleh ke arah Kate dan memperhatikan wajah kagum wanita itu melihat suaminya.
"Ehem, Kate? Apa kau mengetahui jam berapa Grace dan Frank akan datang? Aku kira mereka datang bersamamu?" Claudia berdehem membuyarkan lamunan Kate yang masih memandangi suaminya.
__ADS_1
"Iya Kate? Kau datang sendiri?" Tambah Egnor ikut bertanya.
"Ah iya kak, aku datang sendiri. Grace dan Frank akan datang bersama Joe." Jawab Kate agak terbata.
"Begitu ya?" Gumam Egnor lalu merangkul Claudia yang berdiri di sisi meja makan sementara Kate di sofa ruang tamu mereka.
Kate lalu menunduk menyembunyikan wajahnya yang pasti masih tersipu dan agak muram melihat kemesraan Egnor pada istrinya. Claudia yang masih memperhatikan Kate tersenyum tipis.
"Baiklah, ayo kita makan dulu Kate, sebentar lagi pasti Grace dan Frank datang. Kau juga sudah lapar kan kak?" Kata Claudia kemudian mengajak Kate makan dan menolehkan wajahnya ke Egnor. Egnor mengangguk dan tersenyum. Kate menghela napasnya yang akhirnya ikut bergabung di maja makan.
Claudia menyingkirkan dulu pizza buatannya ke meja kitchen set. Dia lalu menyajikan masakan masakan buatannya seperti chicken spicy, soy miso dan udang tepung saus mayonaise serta fried noodle.
"Wah Clau, ini kau yang membuatnya?" Tanya Kate sedikit kagum dengan semua masakan yang dihidangkan Claudia. Seketika Kate berpikir, pasti hal ini juga yang membuat Egnor sangat menyukai Claudia. Selain mandiri dan cantik, Claudia juga pandai memasak.
"Tidak Kate, aku memesannya." Jawab Claudia bergurau sambil menyajikan piring pada suaminya dan Kate.
"Cih, selalu merendah!" Gumam Egnor tersenyum.
"Kau ini Clau! Kau jangan membuatku seperti tidak bisa melakukan apa apa dong! Lain kali, kalian ku undang ke apartemenku. Aku juga bisa memasak seperti ini!" Decak Kate tidak mau kalah.
"Oke, kapan kapan aku akan berkunjung!" Egnor menantang, karna ia merasa masakan terenak yang pernah ia makan adalah masakan ibunya dan Claudia. Masakan Anne dan Viena saja tidak begitu mengena di lidahnya.
"Oke! Kau datang dengan Claudia kak, jangan sendiri nanti istrimu merajuk, hihi!!" Kate terkekeh membuat Claudia hanya tersenyum saja.
Tak lama, Grace dan Frank juga Joe datang. Mereka sedikit terkena traffic jam.
"Waaahh Nyonya Claudia, kau memasak lagi? Aku sungguh rindu masakanmu, menghemat uang pengeluaran ku, haha!!" Kata Joe langsung menuju ke meja makan dengan semangat.
"Oh, jadi selama aku menghukum Claudia, kau yang menyantap masakan istriku, Joe?" Kata Egnor menepuk bahu Joe yang masih berdiri di samping Egnor dan menopang tangannya di meja menyaksikan mahakarya makanan Claudia.
"Tentu Tuan! Setiap hari Nyonya Claudia memasak untukmu tapi kau tidak datang, kau sungguh jahat menyia nyiakan wanita terhebat seperti Nyonya Claudia, hati hati Tuan akan ada laki laki hebat yang melebihimu yang akan meraihnya, hahaha!!!"
Claudia terbatuk mendengar gurauan Joe. Sedangkan Frank dan Grace sudah terkekeh tapi juga merasakan aura ketajaman mata Egnor menatap Joe.
"Aku tidak ikut ikutan, haha! Grace, tolong siapkan piringku sayang." Kata Frank menghambur ke meja makan dan duduk di samping Egnor sebelahnya.
"Sudah Tuan, tidak usah marah, Nyonya Claudia sudah cinta mati denganmu, kau pengacara handal terbaik!" Tambah Joe yang sudah terasa lapar. Mereka semua tertawa kecuali Egnor yang masih agak geram dan sedikit sensitif.
"Aku akan selalu mencintaimu kak!" Bisik Claudia pelan dan mengambilkan makanan pada Egnor. Egnor pun akhirnya tersenyum tenang mendengar ucapan istrinya.
"Joe Joe, kau berani sekali membuat gurauan pada bos mu itu!" Celetuk Kate yang kini juga sudah menikmati makanan mereka.
"Ada satu lagi Nyonya Kate." Saut Joe mengingatkan.
"Siapa?"
"Tuan Gabrianne. Kau mengenalnya kan?"
Seketika Claudia terbatuk mendengar nama keluarga mantan suaminya itu.
"Kau kenapa sayang?" Tanya Egnor merangkul bahu Claudia yang sudah duduk di sampingnya setelah Frank bergeser. Claudia menggeleng dan meraih air minumnya. Grace sudah mengernyitkan dahinya. Dulu juga Claudia agak tersedak mendengar nama Richard.
"Ah iya aku sangat kenal Joe! Tadi aku bertemu dengannya." Kata Kate menanggapi perkataan Joe.
"Kau bertemu dimana?" Tanya Egnor menoleh ke arah Kate.
"Di bawah apartemenmu kak! Aku tidak menyangka dia menjadi terkenal di Honolulu." Decak Kate terkagum.
"Jam terbangnya sudah kemana mana Nyonya Kate." Tambah Grace.
"Ya, kau benar Grace, dia juga sedikit agak lebih tampan."
"Awas kau menyukainya Kate!" Celetuk Egnor sedikit terkekeh.
"Ah aku takut tak terbalas. Dia sepertimu kak, dia masih mencintai mantan istrinya. Tadi dia bercerita dia sudah pernah menikah." Kata Kate lagi.
Hem, Claudia .dia seperti di ambang ambang jurang. Terjebak dalam suasana yang membuatnya sesak dan semakin merasa bersalah pada Egnor. Sampai sekarang pun dia masih belum berani mengatakannya pada Egnor.
"Benar Nyonya Kate! Tuan Richard masih mengharapkan mantan istrinya. Dia sampai terus membawa kata kata bijak mantan istrinya ketika dia mengisi acara." Tambah Frank kemudian yang membuat Claudia meneguk habis air minumnya.
"Em, kak, aku ke kamar kecil dulu." Tiba tiba Claudia ijin hendak ke kamar kecil di dalam kamar nya. Egnor hanya mengangguk. Grace lagi lagi curiga.
__ADS_1
~hem, apa Claudia ada hubungannya dengan ini? Aku sudah ingat pria yang waktu itu tertabrak di bank ternyata Kevin, asisten Tuan Gabrianne. Jangan jangan!~ gumam Grace dalam hati memperhatikan gelagat tidak jelas Claudia. Grace agak menggeleng. Dia takut kalau benar terjadi, dia memikirkan sikap tuannya lagi. Ahh, Grace jadi bergidik membayangkannya.
Mereka melanjutkan makan mereka sambil membicarakan apapun. Kadang masih juga membicarakan Richard. Tapi Egnor tak bergeming dan tidak menanggapi apapun karna rasanya dia agak tersaingi dengan ketenaran Richard saat ini. Sedangkan Claudia pun terkadang menunduk dan dia diam saja dengan pembicaraan mereka semua yang datang dalam makan malam itu.
Keesokannya, Claudia nyatanya tidak ingin ikut ke kantor. Egnor tidak memaksakan. Claudia beralasan ingin menjadi seorang istri yang menunggu suaminya di rumah. Awalnya Egnor ragu, namun hari pertama, kedua bahkan seterusnya, Claudia benar ada di rumah dan menyambutnya dengan senyum terbaiknya.
Jack dan Nicolas sudah digiring ke penjara oleh Egnor dan mereka benar akan dipenjara seumur hidup. Setelah Egnor memberitahu kondisinya lada Claudia, barulah Claudia berani terkadang mengikuti Egnor ke kantor. Tapi, Claudia tidak menjadi asisten lagi. Dia hanya menunggu sesekali membantu Grace. Lagi lagi Grace yang merangkap menjadi asisten Egnor juga. Egnor tidak mau mencari asisten karna kehidupannya dengan Claudia sudah membuatnya bahagia, jadi dia tidak terlalu terbeban jika banyaknya kasus yang harus diselesaikan.
...
Sudah hampir satu bulan lebih, mereka menjalani kehidupan suami istri yang hanya diketahui beberapa orang saja. Kenyataanya, Johanes dan Anne benar benar belum mengetahuinya. Sampai ketika Egnor pun mulai mempertimbangkannya. Dia sudah mulai mengajak Claudia bermain ke rumah ayahnya. Johanes dan Anne sangat menerima Claudia. Dan akhirnya Egnor mengatakan kalau dia akan menikahi Claudia. Johanes dan Anne pun senang. Egnor dan Claudia akan segera menggelarnya setelah semuanya diurusin dengan baik.
Namun, apakah acara pernikahan tersebut akan terselenggara dengan cepat?
Ketika tanggal reuni perguruan tinggi Egnor di Honolulu tiba. Claudia benar benar tidak bisa mengelak untuk ikut bersama Egnor. Claudia hanya berharap, dia bisa menghindari Richard. Atau semoga Tuhan masih baik memperkanankan cara untuknya menghindar dari Richard. Claudia memilih dress hitam formal untuk berpadanan dengan suaminya yang sangat rapi. Dia juga tidak lupa membawa kaca mata hitam dan syal sifon hitamnya, untuk berjaga jaga.
Belum saja bertemu, dia sudah agak bergidik. Richard sedang berpidato di aula universitas yang sampai di siarkan di monitor luar universitas dekat lapangan karna banyak sekali mahasiswa yang ingin melihatnya namun sudah penuh di aula. Egnor sebentar meninggalkan Claudia di depan monitor tersebut karna hendak mengambil sesuatu untuknya yang diberikan dosen tua kesayangannya. Claudia mendengar semua pembicaraan Richard yang sungguk menakjubkan. Tak lama Egnor kembali dan langsung mengajak Claudia untuk masuk ke dalam rektorat untuk bertemu dengan semua orang orang yang berjasa untuknya. Egnor hendak memperkenalkan Claudia sebagai istrinya.
Frank juga merupakan junior Egnor, jadi dia juga ikut datang. Frank lalu mengajak Egnor untuk ke sebuah ruang pertemuan untuk makan siang. Frank mengatakan kalau di sana ada teman teman Egnor yang sudah tinggal di luar kota honolulu yang sangat ingin bertemu dengannya.
Ketika hendak menuju ruang pertemuan tersebut, ternyata teman teman Egnor keluar terlebih dahulu untuk berfoto bersama. Claudia yang bukan merupakan bagian dari mereka menawarkan untuk yang mengambil gambarnya karna khusus teman teman suaminya saja. Setelah beberapa gambar, Claudia pun menyerahkan ponsel teman Egnor.
Tiba tiba, ketika Claudia hendak bergabung dengan Egnor ...
"Nyoya Claudia?" Panggil seorang pria yang beberapa bulan lalu Claudia hindari. Egnor yang mendengarnya agak mengernyit tapi masih bersama teman temannya.
Claudia menoleh ke arah pria itu dan sangat sangat terkejut. Itu Kevin. Dia pun terdiam dan tampak gugup. Dia sudah tidak bisa lagi lari kemana mana.
"Nyonya, kau Nyonya Claudia kan? Ya, ya aku sangat yakin. Nyonya, di sini ada Tuan Richard. Mau ku panggilkan? Dia sudah mencarimu kemana mana Nyonya." Kata Pria itu lagi. Claudia masih terdiam dan kini menunduk. Egnor merasa ada yang tidak beres lalu menghampiri Claudia.
"Ada apa ini? Kevin? Kau mengenal istriku?" Selidik Egnor.
"Apa?! Istrimu? Nyonya Claudia adalah istrimu, Tuan Egnor?" Kevin tampak sangat terkejut dan sedikit tidak terima.
"Ada apa Kevin?" Tiba tiba Richard yang menyusul Kevin, datang dan sangat terkejut melihat Claudia yang dirangkul oleh Egnor. Claudia menunduk dan menautkan tangannya agak takut. Richard seketika merasa Claudia sedang bingung.
"Tuan lihat, ini Nyonya Claudia. Kata Tuan Egnor, ini istri Tuan Egnor.".
Deg! Hati Richard terasa terbelah berkeping keping. Dia langsung mengambil kesimpulan. Kini dia tahu, siapa pria yang dicintai oleh Claudia. Siapa pria yang selalu menjadi harapan hidup wanita yang ia cintai itu.
"Kevin, mungkin kau salah orang. Dia bukan Claudia kita." Kata Richard menanggapi kata kata Kevin.
...
...
...
...
...
Oh God! 😱😱
.
Next part 44
Apakah Egnor menyadari?
Bagaimana sikap Egnor setelahnya?
Stay tune gaess 😁😁
.
bebeb sekalian minta LIKE & KOMEN nyaa biar rating dan performa Egnor & Claudia meningkat 😁😁
kasih juga RATE & VOTE DI DEPAN PROFILE NOVEL YAA 😍😍
.
__ADS_1
THANKS for read and i love you somuch 😊😊