Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 163: Dilemma


__ADS_3

Begitulah jika cinta tak menggunakan logika hanya yang terlihat dan menjunjung keegoisan yang ada hanya kehilangan, penyesalan dan dilema. Egnor kini merasa sepi karena Claudia tidak lagi menganggunya semata mata wanita itu memang menurutinya. lalu, bagaimana akhirnya hubungan ini? Claudia akan tetap dengan keputusannya atau Egnor yang masih berdiam diri dan merasa kesal tak karuan?


...


Egnor sedang menandatangani laporan dengan wajah terus mengerutkan dahinya. Semalaman dia tidak bisa tidur. Kemarin dia melewati rumah Lisa bahkan mansion Richard tapi tidak ada sehelai rambut Claudia. Egnor menerka pasti wanita itu sudah menyerah amannya. Egnor malah makin mencurigai kalau Claudia memang sudah tidak mencintainya lagi.


"Claudia ada tuan, tapi dia memang tidak mau ke mana mana atau mungkin waktu kau melintas, dia di dalam atau sedang pergi jadi tidak bertemu. Kalau kau mau bertemu, seharusnya kau turun dari mobil, kau ketuk pintu rumah Nona Lisa, tok tok, Lisa apa ada Claudia? Seperti itu!" Decak Frank memberitahu pada tuannya yang setiap hari uring uringan padanya dan Grace. Pada akhirnya pasti akan seperti ini.


"Seharusnya aku memberitahu Claudia agar tidak merayumu, suruh Claudia menjauh maka Tuan Egnor akan mendekat, bukan begitu Tuan?!" tambah Frank lagi meledek.


"Diam kau! Jangan terus meledekku!" decak Egnor menatap tajam Frank.


"Kau yang tidak mau menemuinya, maka sekarang dia juga begitu, kau yang mai menceraikannya sekarang ini sudah kubuatkan suratnya, ayo tanda tangan lalu aku akan mengantarkan pada Claudia. Ayo tuan?!" sindir Frank dengan melambai lambaikan surat cerai yang sebelumnya salah Frank cetak.


"Frank!" panggil Grace juga kasihan terhadap bosnya.


"Biar saja Grace, kita kan menuruti apa perintah si tuan pengacara cinta kita ini, ayo tuan di tanda tangan ini, kalau masalah cerai menceraikan, aku jagonya, kau salah menyuruh orang. Kalau kau menyuruh Bertho maka dia akan menghajar Claudia, hahaha!" kata Frank lagi tidak takut lagi tidak mendapat bonus. dia tahu perasaan Claudia.


Egnor melirik tajam Frank. Dia meraih surat blangko cerai itu dan malah merobeknya dan pergi dari apartemen Frank dan Grace. Dia ke apartemen itu berharap menemukan Claudia sedang membersihkan diri atau sedang memasak atau tidur ternyata tidak ada juga, kosong!


Meski begitu, Egnor masih saja menjaga imagenya. Dia tidak mau bertanya pada Lina atau Gabriel. Pasangan itu pasti akan memberitahu Claudia. Padahal dia hanya ingin mengetahui dalam diam keadaan Claudia. Sekarang malah jadi begini. Lina juga tidak ada omongan apapun ke Gabri tentang Claudia. Egnor menyuruh Frank bertanya basa basi dan jangan melibatkan dirinya.


Dan beginilah hari hari Lina dan Gabriel di kantor bersama Egnor. Selalu menegang, tidak ada canda tawa sedikit pun. Dingin dan terasa mencekam sejak pertama kali Claudia tidak lagi mengirimi makanan.


"Tu, tu, tuan Egnor, maaf," kata Lina kemudian. Egnor mendongak menatap tajam Lina.


"Ada, ada, ada kakakku, eh maksudku Nona Lisa datang ingin bertemu," kata Lina lagi.


Deg!


Entah mengapa pikiran Egnor kalau Lisa akan membawa Claudia datang kemari.


"Suruh masuk!" Kata Egnor singkat.


Dan tak lama Lisa datang dengan senyum merekah.


"Selamat siang Egnor Jovanca!" sapa Lisa.

__ADS_1


Egnor menegakan tubuhnya tapi juga langsung bersandar pada kursi putarnya.


"Apa hari ini terasa indah? Ups, maaf Gabe, Lina, tuanmu ini tidak mempunyai istri lagi ya jadi agak membeku semua ruangan, begitulah kalah tidak ada tangan tangan kasih sayang," sindir Lisa tersenyum kecut.


Lina dan Gabriel hanya menunduk. Setelah Lisa pergi mereka yang akan kena imbasnya walau hanya tatapan tajam dan kata kata singkat .


"Sorry Egnor aku baru sempat mengantarkan ini!" Kata Lisa menyerahkan kartu undangan pernikahan dirinya dan Richard dengan sebuah sapu tangan bermotif abstrak.


"Aku mengadakannya di Motel Prime! TOLONG HADIR ATAU SEMUA AKAN BERAKHIR!" Kata Lisa dan berbisik sinis pada bagian akhir.


Rencana sudah tersusun rapi. Claudia akan pergi ke Japanis satu hari setelah pernikahan Lisa. Namun, Lisa tidak mau Egnor dan Claudia berpisah. Lisa tahu di dalam lubuk hati kedua orang bodoh ini masih sangat sangat mencintai dan membutuhkan. Kalau tidak mana mungkin Egnor diam sejenak sejak Claudia tidak mengirim bekal makanan dan Claudia juga menjadi mendekam di rumah sejak tidak ada lagi yang bisa ia lakukan pada pujaan hatinya.


Egnor memandang undangan itu. Rasanya seperti tamparan keras dari Claudia padanya kalau Claudia sudah tidak akan berurusan dengan Richard. Kini Egnor memang selalu kalah telak dari wanita itu. Egnor akui, Egnor memang lemah terhadap semua emosi dan rasa cinta ini. Oleh sebab itu dia tidak tahu cinta atau wanita lain selain Claudia. Karena sejak cinta pertama itu bersemi, dia hanya tahu kalau cinta itu Claudia. Satu satunya yang ada di hatinya.


"Kalau begitu aku permisi, oiya sapu tangan itu taruh di saku jas yang akan kau kenakan sebagai formalitas seragam dariku. dan baiklah, aku pergi, aku tidak membawa coat, di sini sangat dingin, bbrr!!" Kata Lisa lagi menyindir suasana kantor ini. Dia berjalan keluar hendak mengunjungi Frank.


"Lina, Gabe! Aku butuh laporan dari Dokter Lim mengenai Bruce? Apa dia sudah sadar atau belum? Tanyakan langsung ke rumah sakit sana! Aku ingin sendiri di kantor ini. Setelah dari rumah sakit, kalian kirimkan saja laporannya melalui email dan pulang. Besok lagi kalian bekerja, cepat!" Kata Egnor kemudian. Lina dan Gabri terkejut Egnor memerintahkan ini. Mereka tentu senang bukan kepalang. Mereka cepat berkemas dan pergi dan ruangan yang sperti kutub Utara itu. Setiap hari dingin dan mencekam!


Setelah kedua asistennya pergi, Egnor meraih undangan itu. Di lihat di undangan merah itu tercetak nama dengan tinta emas Lisa & Richard. Dia jadi ingat pernikahan dirinya dan Claudia dulu. Undangannya bahkan lebih mewah dari ini. Egnor membuka dan melihat di sana ada sebuah foto prewedding Richard dan Lisa yang begitu mesra. Hati Egnor bergetar tak karuan. Dia tahu dia salah, dia tahu dia terlalu kekanak Kanakan, terlalu egois! Dia sadar akan semua itu dan kini wanita nya telah membuktikan satu hal kalau wanita itu tidak pernah salah ketika dirinya merasa yang selalu benar.


"Tidak usah frustasi lagi tuan, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Datang ke pernikahan itu dan lihat ada Claudia di sana atau tidak. Kalau ada katakan maaf, kalau tidak dimaafkan itulah konsekuensi nya, sudah kita pulang. Anak anak mu menunggu. Kau tidak membiarkan ibunya melihat maka kau yang harus bertanggung jawab!" decak Frank yang harus menyadarkan otak aneh majikannya.


Egnor melirik tajam Frank yang semakin pandai bicara. Akhirnya dia beranjak dan pulang. Dia bermain dengan anak anaknya sampai anak anaknya tertidur di pangkuannya ketika menunjukan sebuah slide show berisi semua foto ibunya yang waktu itu Egnor iseng membuatnya. Waktu itu dalan keheningan merindukan Claudia yang di bawa Richard dan Lisa ke Rililand. Dia menyatukan semua foto Claudia dan mengiringinya dengan lagu One and Only oleh Adele.



Claudia Stephanie Gie a.k.a Nyonya Jovanca


cart Claudia : Elvira Cai


--------------------------------------


Hari pernikahan pun tiba. Ternyata Lisa memberikan gaun Claudia yang berbeda dengan yang lainnya. Claudia diberikan gaun putih dengan motif abstrak di dalamnya. dan kini Claudia sedang memandangi Lisa yang tampak sangat tidak seperti biasanya. Lisa begitu anggun dengan hiasan yang selalu mencerminkan hawa dingin dan ketegasannya. Dengan gaun pengantin type mermaid gown memperlihatkan lekuk tubuh Lisa yang indah.


"Kau sangat cantik, Lisa," kata Claudia tersenyum.


"Hem, aku sedih melihatmu seperti ini, Clau! Semoga pujaan hatimu datang dan kau bisa melihatnya untuk terakhir kalinya. Besok kau akan meninggalkan kami semua," keluh Lisa bersedih.

__ADS_1


"Hem, aku tidak berharap dia akan datang memintaku kembali, sekalipun iya aku tidak tahu, aku aku bingung, kata katanya terlalu menyakitkan dan merendahkan ku! Asal dia merawat Wil Wil dengan baik, aku tidak masalah. Besok aku hanya akan menemui Daddy Johanes," tutur Claudia mengelus lengannya.


"Lakukanlah apapun Clau, lakukan yang membuatmu bahagia. Aku mendukungmu," kata Lisa meraih tangan Claudia.


"Terimakasih Lisa, terimakasih sudah mau menjadi sahabat dan selalu ada untukku. Kau memang layak untuk Richard. Richard juga begitu mencintaimu. Dia juga pria yang baik," kata Claudia.


Lisa dan Claudia pun berpelukan.


Acara di awali dengan pemberkatan yang di adakan di restoran yang terdapat di motel Prime tersebut. Setelah itu mereka semua berpindah ke taman motel Prime. Acara dibuat dengan konsep garden party. Claudia sudah memberi pengarahan pada Wedding organizer sesuai keinginan Richard dan Lisa.


Dan di sana, Lisa dan Richard sedang menerima ucapan selamat dari para kerabat dan saudara. Claudia jadi mengingat resepsi pernikahannya yang tak kalah meriah juga mewah. Si pengacara itu yang membuatkannya. Claudia sesaat kembali mrngingat. Namun, dia sudah membulatkan tekadnya untuk mencari ibunya. Dia mengelus cincin pernikahannya yang diberikan pada Frank satu hari setelah ia kembali. Dia pikir karena dia menjatuhkan cincin itu maka Egnor tidak menerimanya lagi ternyata cincin ini masih layang ada di jari manisnya.


Benar yang dikatakan Lisa, kenyataannya Claudia memang mencari kehadiran Egnor tapi tidak ada sama sekali. Claudia yakin Egnor memang tidak mau bertemu dengannya, apalagi dengan Richard. Claudia sudah bertemu dengan Frank dan Grace tadi. Mereka mengatakan juga tidak tahu tentang kehadiran Egnor. Padahal Claudia tidak bertanya tapi dari sana Claudia mengetahui kalau sepertinya mereka sudah tidak sejalan lagi.


'Hem, harga diri nya sangat besar. Dia pasti tidak akan datang! It's oke, aku masih bisa melihatnya di foto dan tv atau majalah. Wajahnya ada di mana mana, aku tidak akan merasakan rindu malah semakin lama akan bosan dan akhirnya melupakannya. Ya, kau memang cerdas Claudia!' gumam Claudia merutuki dirinya sendiri padahal semua itu tidak bisa mengalahkan hasratnya yang memikirkan kalau Egnor datang, pria itu pasti sangat tampan. Dua atau tiga kali dari semua pria yang ada di sini. Claudia tersenyum kecil.


"Kau membayangkan kita berada di pelaminan itu lagi?" Sebuah suara muncul dari sampingnya.


Deg! Deg! Deg!


Claudia tidak mau menoleh. Claudia merasa ini hanya halusinasi saja. Claudia mengelus lengannya.


"Apa kau sedang membayangkan diriku ada di sampingmu, sekarang?" Katanya lagi. Suara itu sangat dekat di sampingnya.


Akhirnya Claudia menoleh dan memastikan kalau tidak ada siapa siapa di sampingnya. Namun, ternyata ada, ada dan nyata dan sangat tampan! Claudia akui! Dengan setelan jas biru Dongker yang pekat dan di dalamnya kemeja putih lalu ada seperti sapu tangan di saku jas depannya. sapu tangannya seperti motif abstrak gaunnya.


Claudia malah kembali melihat ke pelaminan. Dia tidak mau terlalu memikirkan dan Claudia masih menyangka ini di bawah alam sadarnya.


...


who is?😁


lanjut di bawah ya


tetap LIKE dan KOMEN part ini ya 😁😁


thanks for read and i love you 💕

__ADS_1


__ADS_2