Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 111: Trust Me! - 2


__ADS_3

Percaya, yakin dan lakukan. Hanya itu yang ada di pikiran dua insan ini menjelang kelahiran kedua anak mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?


...


Egnor dan Claudia melakukannya di sofa panjang ruang tamu karena gairah yang sudah memuncak tidak bisa lagi menuju ke kamar tidur. Egnor menggunakan bantal kecil di ruang tamu itu untuk di tempatkan di bawah punggung Claudia. Mereka menggunakan posisi biasa agar Claudia tidak lelah mengingat perutnya yang sudah membesar. Egnor melakukannya dengan pelan agar Claudia bisa menikmatinya dengan benar sehingga tidak meminta minta lagi.


"Ahh Clau, aku akan keluar!!" Desah Egnor masih terus menghentakan tubuhnya.


"Heemmm ..." Claudia melenguh.


"Kau baik baik saja kan?" Egnor masih sempat memastikan istrinya karena dia tidak mau terjadi kesalahan dengan hentakannya yang sudah sangat pelan.


"Iya kak, ahh!"


Dan tersemburlah cairan itu membuat Claudia makin melenguh. Egnor mengatur napasnya dan mengecup kening Claudia.


"Sudah, honey! Lebih baik kan kah?" Tanya Egnor mengelus kening Claudia.


Claudia mengangguk tersenyum. Egnor lalu beranjak dan memakai semua pakaian nya sampai sudah menggunakan jasnya. Claudia masih perlahan mengenakan pakaiannya.


"Benar kau sudah membaik?" Egnor kembali memastikan.


"Ya, pelayanan yang sangat memuaskan!" Ting! Claudia mengedipkan sebelah matanya.


"Kau! Yasudah kita berangkat sekarang? Jangan lupa bawa obat dan vitaminmu!" Kata Egnor mengingatkan.


"Iya kak," balas Claudia tersenyum.


Mereka pun menuju ke kantor sebelum mereka harus ke kantor pemerintahan pusat untuk memperpanjang masa surat otentik.


Setelah meminta data data dari Grace, mereka pergi bersama sama keluar dari ruangan kerja mereka. Grace dan Frank menuju ke kantor badan klimatologi sementa Claudia dan Egnor menuju ke kantor pemerintahan. Gabriel hanya masuk setengah hari ketika pagi pagi sekali atau siang. Dia masih harus memantau kondisi adiknya. Dia tidak mau merepotkan Lisa dan Richard jika harus menjaganya seharian. Egnor memaklumi dan sangat mengerti dirinya yaitu sebagai kakak laki laki yang bertanggung jawab. Egnor selalu mengingat dirinya pernah merawat Viena waktu itu.


Egnor dan Claudia pun sampai di kantor pemerintahan pusat. Mereka berjalan berdampingan menuju ke ruang sekretariat pemerintahan. Di sana sudah tidak ada Kate. Namun, tak berapa lama kemudian seorang pegawai memberitahukan Egnor agar lebih dulu ke ruang kerja Tuan Gonzaga.


"Siapa pejabat yang akan mendampingi?" Tanya Egnor.


"Tuan Gerrardo Mendez, Tuan," jawab sang pegawai memberitahu.


"Oh iya baik. Aku dan istriku akan menunggunya di sana. Em, apa Kate Joyline akan ikut?" Selidik Egnor lagi.


"Sepertinya Tuan karena semua data ada di dia, tetapi sejak tadi aku tidak melihatnya. Seharusnya mereka menunggu kalian terlebih dulu," ujar si pegawai menaati prosedur yang berlaku.


"Baiklah, katakan saja aku menunggu di ruang Tuan Gonzaga," kata Egnor lagi.


"Ya, silahkan Tuan," saut pegawai itu membungkukan tubuhnya.


Egnor dan Claudia menuju ke ruang kerja Gonzaga. Pegawai tersebut sudah memberikan kunci cadangannya pada Egnor karena yang asli terbawa tenggelam oleh kecelakaan kapal pesiar itu. Claudia terus menggandeng Egnor sampai ke depan pintu ruangan itu. Ketika sampai di depan pintu itu, Egnor seperti mendengar seseorang di dalam sana.


"Clau, apa kau mendengar seseorang di dalam?" Bisik Egnor sangat pelan. Claudia mencoba menempelkan telinganya dan benar seperti ada dua orang yang bercakap.


"Iya kak! Bukannya tidak boleh ada yang masuk selain dirimu dan pejabat?" Saut Claudia dengan sangat pelan.


"Memang! Biar kita dengar dulu!"


Egnor dan Claudia pun mendengar percakapan mereka yang sedang membicarakan isi surat otentik tersebut. Mereka juga seperti sedang mencetaknya menjadi dua bagian.


"Sepertinya ada penyusup, Clau," bisik Egnor.


Claudia mengangguk.


"Begini, kau ikut aku! Kau jangan dekat dekat sini! Ayo!" Egnor menggiring Claudia dengan merangkulnya dengan erat.


Egnor pun membawa Claudia menjauh dari sana terlebih dahulu. Claudia lalu menunggu di lobby samping taman kecil yang ada di depan ruang kerja Gonzaga. Egnor lalu meminta Moses dan Bertho untuk datang ke kantor pemerintahan. Egnor juga mengerahkan semua petugas keamanan dan satu polisi yang sedang bertugas untuk mengepung sekitar ruangan itu.


"Kak, kau jangan sendiri kesana!" Pinta Claudia menahan tangan suaminya. Dia sangat cemas terjadi apa apa pada Egnor.


"Aku hanya menangkap orang itu, Clau, kau tenang saja!" Egnor memegang wajah Claudia.

__ADS_1


"Tapi kak," Claudia masih menahan tangan Egnor.


"Percaya padaku, aku tidak akan apa apa. Kau di sini saja, oke?"


"Kak??" Claudia masih menahan tangan suaminya. Entah mengapa perasannya sangt tidak enak.


Cup!


Egnor mengecup bibir Claudia.


"Trust me! I'll be fine!" Ucap Egnor mengelus wajah Claudia sampai dagunya.


"God bless you!" Claudia memberikan tanda salib pada kening Egnor dan akhirnya melepaskan suaminya menuju ke ruangan itu. Claudia menautkan tangannya berdoa agar tidak terjadi apa apa.


Egnor segera menuju ke pintu depan ruang Gonzaga lagi. Dia meraih pistol kecil yang ia bawa di saku jas nya. Sebenarnya dia memang ada perasaan yang tidak enak. Dan untuk berjaga jaga karena dia hendak mengurus surat penting yang sedang diincar seseorang. Sebelumnya Claudia sudah menceritakan semua sewaktu dirinya tidak ada. Egnor sedikit menyesal seharusnya dia tidak membawa Claudia. Namun, semua sudah terjadi. Dia sudah mengamankan Claudia dan bersiap di depan pintu itu. Egnor sudah menarik pelatuk pistolnya siap menggunakannya jika diperlukan.


Dengan satu tangannya yang lain, dia mencoba menekan tuas pintu perlahan dan sangat pelan. Ternyata pintu tidak terkunci dan langsung ia membukanya.


"Jangan bergerak! Kau sudah dikepung!" Ancam Egnor mengarahkan pistolnya pada seseorang di sana. Ternyata hanya ada 1 orang pria dan sebenarnya ada satu lagi wanita kebetulan sedang mengambil kertas yang jatuh.


Wanita itu Kate. Kate mengetahui suara Egnor dan akhirnya dia bertahan di bawah sana. Dia tidak boleh ketahuan oleh Egnor. Dia harus mengumpat dan biar saja temannya yang adalah David yang menjadi mangsa Egnor. David sudah mengangkat tangannya.


"Kau siapa?" Tanya Egnor.


"Aku! Aku! Aku pegawai yang bertugas!" Jawab David terbata bata.


"Kau tidak boleh ada di sini sebelum aku yang berada di sini, KAU SIAPA?!!" tanya Egnor terus berjalan mendekati David. Satu tangan David turun dan hendak meraih pistol kecilnya.


"ANGKAT TANGANMU LAGI!!" Bentak Egnor dan David mengurungkan mengambil pistolnya.


"Aku bisa membicarakannya Tuan Egnor," saut David mencoba membela diri.


"Tidak! Aku tahu kau sedang menduplikat surat otentik kan? Dengan siapa kau?!" Tanya Egnor lagi makin mendekat.


David sudah kehilangan akal dan dia juga harus melindungi Kate. Sepertinya dia harus memberanikan diri melawan Egnor. David akhirnya menghampiri Egnor yang sudah mendekat padanya dan dengan cepat mendorong Egnor. Egnor tersungkur dan David melarikan diri. Egnor segera bangkit lalu mengejar David. Dia melupakan Kate karena terlalu fokus pada David dan dia merasa David juga merupakan kaki tangan Richie.


"TANGKAP DIA!" Perintah Egnor dan semua petugas keamanan hendak menghampiri David.


Namun, David lebih dulu berlari ke arah Claudia. Dia menarik tangan Claudia dan membekapnya. Jantung Egnor seketika berdegup sangat kencang. Istrinya, Claudia sedang hamil dalam bekapan David. Egnor benar benar panik sekaligus takut. Ah, dia benar benar salah melangkah.


"NO NO NO!! Lepaskan dia!" teriak Egnor menghadapkan telapak tangannya ke arah David yang makin membekap Claudia.


"Kak Egnor!!!" Panggil Claudia sangat takut. Dia juga tidak bisa melakukan apa apa karena bekapan David sangat kuat samai sesekali Claudia terbatuk.


"Uhuk! uhuk! Kak Egnor, aku sulit bernapas! uhuk!" keluh Claudia memegang tangan David yang melingkar di lehernya dengan sangat kuat.


"Lepaskan tolong, LEPASKAN ISTRIKU!!!" pinta Egnor dengan suara yang sangat menunggi.


"Tidak! Kau berikan dulu surat otentik asli padaku dan biarkan aku pergi maka aku akan melepaskan istrimu!" ancam David.


David sudah meraih pistol dari sakunya dan mengarahkan pada perut Claudia.


"TIDAK!!! KAU BERURUSAN DENGANKU BUKAN DENGAN ISTRI DAN ANAKKU! LEPASKAN DIA AKU MOHON!!" Egnor masih berusaha membuat David luluh karna kondisi istrinya tapi sepertinya sangat sulit. Otak David sudah seperti dicuci.


"Heng, mudah sekali kau menyuruhku! Serahkan dulu suratnya dan biarkan aku pergi!" David makin menekan perut Claudia dan Claudia kembali merintih.


"Oke oke, aku akan menyerahkan suratnya, tapi tolong jangan kau apa apakan dia!" Egnor menyerah. pikirannya benar benar sulit ia kendalikan. semua yang di sana juga bingung dan takut salah melangkah karena Claudia sedang mengandung.


"Kak Egnor, anak kita ... Tuan kumohon lepaskan aku, biarkan aku melahirkan anak ini dulu!" kata Claudia berusaha berkata.


"Diam kau!" David makin mengeratkan tangannya.


Egnor segera menuju ke sofa tempat istrinya duduk tadi. David masih berjaga jaga dan tidak akan segan segan menembak isi perut Claudia. Egnor meraih tasnya dan mengambil surat tersebut.


Tiba tiba


"Argh! Perutku!" Claudia merintih. Sepertinya Claudia mengalami kontraksi karna tekanan David yang terlalu kuat dan keadaan Claudia yang takut.

__ADS_1


"Kau apakan dia hah?!" Bentak Egnor karena merasa David melanggar kesepakatan. Rahang wajah Egnor sudah sangat mengeras dan urat urat pelipisnya terlihat. Dia begitu takut juga geram terhadap David. sementara Claudia meraih perutnya dan dia merasakan ada sesuatu yang mengalir dari bawah sana.


"Tidak ada! Dia yang merintih!" kata David juga sebenarnya panik. Dia sama sekali tidak ingin membunuh tapi dia juga harus melarikan diri. tanpa sadar, David sedikit merenggangkan bekapannya. Claudia tetap memegang perutnya meringis.


"Tuan hati hati, mungkin istri anda hendak melahirkan," kata seorang pegawai yang menyaksikan semuanya itu.


"Oh God! Cepat lepaskan istriku, ini suratnya!" Kata Egnor mulai menghampiri David dan Claudia. Sekilas Egnor melihat Bertho dan Moses dari belakang David sudah datang. Egnor menggelengkan kepalanya memberi kode pada Bertho. Bertho cukup paham dengan kode yang Egnor berikan.


"Arahkan yang benar!" Kata Moses memperingatkan. Bertho mengangguk dan mengarahkan pistolnya pada tangan David yang membentuk siku.


Duar!


Bertho menembakan peluru percis pada sikut David. David tersentak dan reflek merenggangkan tangannya sehingga dia membuang pistolnya.


"Arghhhh!!!!" David merintih lalu menghempaskan Claudia sehingga Claudia jatuh terlempar membentu sofa lobby. Perutnya tepat mengenai sisi sofa. David meraih sikutnya yang sudah bersimbah darah. Bertho dan beberapa petugas mengamankannya. Sementara Claudia juga mengeluarkan darah dari bawah sana karna lemparan David yang sangat keras. Egnor membuang asal surat itu lalu menghampiri istrinya.


"Claudia!!!" Egnor langsung meraih tubuh Claudia.


"Perutku kak, anak kita kak, selamatkan anakmu ..." Kata Claudia dengan suara yang makin melemah dan akhirnya ia tak sadarkan diri.


"CLAUDIAAAAA!! BUKA MATAMU CLAUU!! BERTAHANLAH!" pekik Egnor sudah menggendong Claudia.


"MOSES AMBIL SURAT ITU DAN KE RUMAH SAKIT SEKARANG SEKARANGGGG!!!! BERTHO AMANKAN DIA TUNGGU SAMPAI AKU DATANG!! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANNYA!!" perintah Egnor menatap David dengan sangat bengis.


Sementara Moses segera keluar menyiapkan mobil untuk tuan dan nyonya nya.


...


...


...


...


...


Mimi ..... be stronger miiii 😭😭😭


sesek aku 😭😭


.


next part 112


apakah Claudia akan selamat bersama kedua bayinya?


apa yang akan dilakukan Egnor pada David?


bagaimana Kate sekarang?


ah tau ah Kate mateko lah kkkaauu 😡😡


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2