Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 35: Tidak Habis Pikir


__ADS_3

Akhirnya hari ini Claudia bisa bernapas lega setelah mengimbangi hawa nafsu yang melingkupi suaminya sejak kemarin. Pagi ini suaminya sudah pergi terlebih dahulu karna harus kembali ke Oriental. Urusan antar pemerintahan ini memang mengharuskan suaminya itu bolak balik luar kota seperti ini.


"Kau bahkan belum ke kantor, sayang?" Kata istrinya masih berbaring di tempat tidur subuh tadi pukul empat pagi sambil menopang tanganya.


"Untuk apa? Kau bisa memberikan cap tanda tanganku pada berkas berkas itu kan?" Saut Egnor sambil mengancingi kemejanya.


"Tanda tanganku juga bisa kan? Aku kan istrimu!" Claudia beranjak meraih dasi dan memasangkannya pada kerah baju suaminya.


"That's right! Dua hari ini kau semakin pintar!" Egnor mencubit kecil pipi Claudia.


"Benar, aku tidak perlu memasakan sesuatu?" Tanya Claudia masih sibuk membuat simpul simpul pada dasi Egnor.


"Kopi hitam saja, sebentar lagi Frank dan Joe menjemputku." Jawab Egnor merapikan pergelangan kemeja panjangnya.


"Kali ini kapan kau kembali?" Tanya Claudia lagi mengelus dada Egnor.


"Mungkin besok sore. Kau tak apa kan?" Egnor memegang lengan Claudia.


"It's oke! Aku bisa menginap di apartemen Grace." Claudia segera keluar dari kamar dan membuatkan kopi hitam untuk suaminya.


"Ya, itu ide yang bagus!" Saut Egnor meraih jas nya juga keluar kamar.


...


Claudia berjalan memasuki ruang kantornya dengan memegang leher belakangnya. Sebuah sambutan semangat luar biasa dari Grace memekakan telinganya.


"Bravo Claudia! Akhirnya kau sudah memenangkan hati pemimpin balok es kita kan?" Kata Grace menghampiri Claudia yang agak memucat.


"Kau ini, pagi pagi berisik sekali!" Claudia meminggirkan tubuh Grace perlahan.


"Ya! Ini sudah jam 10, untung saja kau sekarang adalah istri Tuan Egnor jadi kau dengan leluasa masuk kantor ya?!" Sungut Grace menolak pinggangnya.


"Kepalaku pening Grace! Dia tidak membiarkan ku barang satu menit bernapas. Aku jadi curiga, sepertinya dia pernah melakukannya dengan wanita lain, karna permainannya seperti pria yang berpengalaman!" Claudia menduduki meja kerjanya.


"Aku yakin tidak Clau! Tuan Egnor tidak suka pergi ke bar atau club club malam. Kalau dia frustasi, dia minum sampai mabuk di apartemennya bersama Frank, Joe dan kadang aku juga ikut." Saut Grace menghampiri sahabatnya itu.


"Oke, seharusnya aku mempercayainya karna dulu aku sejak mengenalnya juga dia adalah pria baik baik." Claudia menyalakan komputernya.


"Kau jangan meragukannya, hanya denganmu dia seperti ini. Jadi, perlihatkan pink diamond mu? Mengapa Frank sangat bersemangat ketika menyiapkan acara makan malam waktu itu?" Grace juga tampak bersemangat.


"Ini!!! Cantik bukan? Dia memang pengacara luar biasa, Grace! Aku begitu mencintainya!" Claudia memperlihatkan cincin bermata berlian merah muda itu.


"Indah sekali Claudia, ya ampun, aku baru tahu, ketika kita pernah menghadiri ulang tahun Nona Lisa Cornwel, kau masih ingat?" Grace memberi tahu karna Frank yang menceritakan.


"Hemem?" Claudia mengangguk penasaran.


"Ternyata Tuan Egnor sebelum menghadiri acara itu, dia mengikuti acara penglelangan pink diamond ini Clau! Frank yang memberitahuku!"


"Are you seriously, Grace?"


"Benar Clau, ternyata memang sejak dulu Tuanku hanya mencintaimu Clau, kau harus bangga!"


"Hem, tapi baru saja menikah aku sudah di tinggal tinggal begini!" Claudia mulai kembali muram.


"Kau sudah merasakan dirinya sehari semalam, kau ini! Lama lama kau ikut mesum seperti nya ya?!" Decak Grace.


"Dia yang mengajariku!"


"Sudahlah Clau, aku senang atas pernikahan kalian. Aku berharap Tuan Egnor segera memberitahunya pada ayah dan aunty nya."


"Benar Grace, aku sangat menantikannya. Aku juga ingin acara pemberkatan, sehingga tidak dimata negara saja, tetapi juga di mata Tuhan." Claudia sungguh mendambakan hal itu.


"Kau harus bersabar Clau, kau kan tahu bagaimana Tuan Egnor begitu gigih dengan pekerjaannya ini. Sejak bulan pertama aku sudah ikut dengannya. Bersama Frank dari hanya kantor pengacara dua lantai sekarang kau lihat ada berapa ratus orang yang ia pekerjakan dan bagaimana tingginya gedung ini." Cerita singkat Grace.


"Iya Grace, aku sangat mengerti!"


"Baiklah, saatnya melanjutkan pekerjaan!" Grace kembali ke meja kerjanya. Dia harus mengetik laporan perjalanan Egnor dan Frank kemarin ke Oriental.


Sementara Claudia disibukan dengan berkas berkas yang harus ia baca sebelum ia tanda tangani. Jangan sampai dia melakukan kesalahan dan membuat suaminya marah. Ya, kalau kemarahannya sekarang ia tuangkan seperti apa yang mereka lakukan kemarin, Claudia sangat tidak keberatan. Claudia tersenyum memikirkannya.


"Kerja yang benar jangan senyum senyum memikirkan kepunyaan suamimu!" Ledek Grace.


"Grace! Kau menjijikan! Aku ke toilet dulu! Belum setengah hari, tapi kenapa hari tampak panas hah?!" Claudia branjak dari kursi kerjanya dan mengebas ngebaskan tangannya di depan dadanya.


"Cih, dia yang memikirkan, dia yang mengataiku, sebenarnya siapa yang menjijikan!" Dengus Grace melihat kepergian Claudia ke toilet.


Di kamar kecil itu, Claudia membasuh wajahnya dan mulai meriasnya. Tadi dia hanya sempat mengenakan bedak dan lisptick. Kini dia tampak agak segar jika tidak menerima panggilan dari ponselnya. Dia pikir suaminya, ternyata nomor yang tidak ia kenal. Mungkin pamannya. Namun dia sudah menyimpan nomor pamannya agar dia tahu sewaktu waktu dirinya tidak harus mengangkatnya. Akhirnya Claudia mengangkatnya dengan sedikit takut.


"Ha, ha, halo?"


"Halo, apakah ini Nona Claudia Stephanie Gie?" Tanya seorang pria di sebrang sana.


Claudia : "Ya saya sendiri, ini siapa?"

__ADS_1


Dokter : "Saya Dokter Barley, dokter jantung Nyonya Siren Gie. Apa dia adalah bibimu?"


Claudia : "Oh iya benar dok! Dia bibiku! Bagaimana keadaannya? Saya memang ada niat untuk menghubungi anda namun belum sempat." (Agak panik dengan menggigit kecil jari jari tangannya.)


Dokter : "Tidak apa nona. Begini, bisakah anda datang ke rumah sakit pusat kota Oriental?"


Claudia : "Maaf, saya tidak bisa. Saya bekerja di Honolulu." (Bernada sedih)


Dokter : "Oh iya. Itu jauh sekali untuk kesini."


Claudia : "Ada apa dengan bibiku, dok?"


Dokter : "Ya, saya hanya meminta persetujuan anda, kalau bibi anda harus melakukan operasi perbaikan katub jantungnya. Karna kondisinya semakin mengkhawatirkan. Ini merupakan operasi jantungnya untuk kali pertama."


Claudia : "Oh iya Dok, lakukan saja dok, lakukan jika itu bisa membuatnya jauh lebih baik. Berapa jumlah dana yang dibutuhkan, dok?" (Menunduk membayangkan wajah bibinya tersenyum)


Dokter : "Oh tidak perlu. Ada seorang yang sudah membiayainya."


Claudia : "Em, apa saya boleh mengetahui siapa orangnya dok."


Dokter : "Em dia hanya menyebutkan namanya Jonathan. Sepertinya dia hanya seorang dermawan yang memang senang menyumbang."


Claudia : "Bisakah aku meminta nomor ponselnya untuk berterimakasih


Dokter : "Mohon maaf, dia tidak mencantumkannya."


Claudia : "Oh, baiklah. Kalau sekiranya anda membutuhkan sesuatu, segera kabari saya dokter."


Dokter : "Tenang saja nona! Baiklah, saya menunggu anda mengirimkan scane tanda tangan anda melalui email. Nanti saya akan mengirimkan email saya melalui pesan


Claudia : "Baik Dok. Terimakasih banyak."


Dokter : "Sama sama Nona. Selamat siang."


Sang dokter mamatikan panggilan.


Jonathan? Siapa Jonathan pikir Claudia? Nama asisten Richard itu Kevin bukan Jonathan. Claudia benar benar tak berpikir kalau itu adalah nama kepanjangan dari Joe, boyguard nya Egnor. Claudia tak berpikir panjang. Yang terpenting adalah kondisi bibinya. Semoga setelah operasi satu kali saja, bibinya dapat sembuh dan membaik. Claudia jadi merindukan bibinya. Seharusnya dia disana merawat bibinya. Dia masih belum bisa mengatakan pada Egnor. Egnor pasti akan mencari pamannya. Claudia jadi memikirkan kedua orang yang telah menampung dan merawatnya selama ini.


Ketika Claudia keluar dari toilet, ada lagi seseorang menghubungi Claudia. Claudia merasa ini pasti dari pihak rumah sakit meskipun nomornya berbeda dengan yang tadi. Tapi Claudia tetap mengangkatnya.


"Halo"


"Bawa uang 20 juta atau paman mu mati!"


"Bawa uang 20 juta, pamanmu bermain judi dan kalah telak, dia juga membuat kekacauan di bar ku! Cepat kau kesini atau aku bunuh saja pamanmu yang tak berguna ini!"


"Jangan jangan !! Baiklah, dimana aku bisa datang?"


"Bar Venue di pinggir jalan menjorok dekat alun alun kota."


"Iya iya aku akan datang segera!"


Claudia mematikan panggilan. Dia benar benar tak habis pikir mengapa pamannya selalu seperti ini. Claudia benar benar ingin tidak peduli tapi rasanya sulit sekali. Akhirnya dia kembali bekerja terlebih dulu. Menunggu ketika jam makan siang. Egnor sudah memberikan dua kartu kredit dan debet padanya. Mungkin dia bisa menggunakan kartu debet karna pasti transaksi tidak akan terlapor. Sekalipun terlapor, Claudia sudah menyediakan jawaban lain.


Memang dewi fortuna sedang membantunya. Sebelum jam makan siang, Grace sudah pergi ke bawah lantai. Dia hendak meminta salinan laporan para sekertaris team team pengacara Frank. Claudia hanya meninggalkan pesan pada Grace di ponselnya.


Claudia segera memasuki bar yang ditentukan. Dia juga sudah menarik uang 20 juta untuk menebus pamannya. Ketika masuk ada seorang pria yang menggiringnya masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Selamat datang istri Tuan Pengacara tersohor di Honolulu ini. Aku yakin kau pasti datang dengan uang recehan ini." Sambut seorang pria bertubuh besar duduk di kursi putar.


"Dimana paman ku?" Tanya Claudia to the point dengan wajah menegang.


"Disana!" Si pria menunjukan pamannya yang sudah duduk terkapar tak berdaya. Claudia melihat nya namun seperti biasa saja. Dia jadi mengingat bibinya. Claudia lalu kembali menatap pria pemilik bar itu.


"Dia terus berlagak sok jadi ya anak buahku memberinya pelajaran. Dan, belum lagi Nyonya Jovanca, pamanmu yang dungu itu meledek suamimu. Aku kesal!! Aku pernah berurusan sekali dengan suamimu, aku tidak mau lagi! Terkadang suamimu sering menyuruhmu menjadi bodyguardnya jika harus menghadapi orang orang tengil seperti pamanmu! Aku hanya meminta dua puluh juta sebagai ganti rugi saja, kalau terlalu banyak nanti suami datang kemari, tamatlah riwayatku!" Pria itu bercerita dan Claudia tetap terdiam namun bersyukur. Di saat saat seperti ini, suaminya, Egnor tetap membantunya secara tidak langsung.


"Baiklah terimakasih atas penghormatanmu. Ini uang ganti ruginya. Sekarang biarkan pamanku pergi!" Kata Claudia datar.


"Pasti, kau tenang saja.. hey, antar Tuan Jack keluar dari ruangan ini!" Perintah si pria itu.


Para anak buah pria pemilik bar itu lalu mengangkat tubuh Jack untuk keluar dari ruangan dan duduk di kursi kursi makan bar. Claudia mengikutinya.


"Kau benar benar tak punya perasaan paman!" Claudia memukul kecil meja bar itu.


Pamannya terdiam.


"Kau tahu tidak, bibi akan menjalani operasi, istrimu!! Dia sedang melawat maut, tapi kau malah disini sesiang ini sudah membuat ulah. Untung saja dia kaki tangan Egnor. Bagaimana kalau tidak?!!! Kau sudah mati!!!" Claudia mulai menaikan nada bicaranya.


"Aku memang mau mati saja!" Sungut Jack menunduk.


"Ya matilah kau! Tapi Jangan di depan mataku! Aku sangat menghargaimu sebagai orang yang merawatku, menampungku, tapi kenapa kau tidak mengharagaiku paman! Oh God! Kenapa aku memiliki paman seperti mu!" Claudia mengusap wajahnya kasar.


"Maafkan aku Clau. Aku akan kembali ke Oriental!" Kata Jack muram.

__ADS_1


"Darimana kau mendapat tiket pesawatnya hah? Lagi lagi kau akan meminta padaku kan?! Oh tidak, kau akan meminta pada menantumu, suamiku. Iya, pria yang sudah kau kata katai itu! Aku benar benar sudah pusing dan frustasi memikirkan mu paman!!!" Sindir Claudia dan semakin ingin bersama suaminya.


"Aku masih ada simpanan sedikit, aku akan kembali Claudia." Kata Jack lagi entah tulus atau tidak. Claudia sudah tidak tahu lagi.


"Baik! Pegang kata kata paman dan kembalilah ke Oriental! Bibi membutuhkanmu!!" Claudia kembali memperingati.


Jack mengangguk menampilkan wajah menyesal. Claudia pun pergi dari bar itu.


Sinar matahari begitu terik. Kepala Claudia memanas. Dia benar benar tak habis pikir. Mengapa dirinya memiliki paman kandung sepertinya? Ayahnya yaitu adik dari Jack tidak seperti ini, mengapa kakaknya seperti ini?! Claudia mengusap dahinya. Dia menjadi sangat lelah dan entah mengapa merindukan suaminya.


Dia memikirkan bibinya yang sedang melawat maut, sendiri disana. Seharusnya dia ikut bersama Egnor ke Oriental. Tapi suaminya tidak akan mengijinkannya. Gedung itu juga membutuhkan dirinya. Kenapa masalahnya menjadi seperti ini. Semoga pamannya benar kembali ke Oriental sehingga bisa menemani bibinya. Seketika air mata Claudia menetes. Dadanya sesak memikirkan pamannya, bibinya dan masa lalunya. Entah bagaimana dia harus menceritakan yang sebenarnya pada Egnor.


Dia menjadi sangat merindukan Egnor. Dia ingin masuk dalam pelukan pria itu sehingga dia lupa dengan masalah dan beban yang ia hadapi sekarang. Akhirnya dia mengirim pesan pada Egnor .


💌CLAUDIA


Kak, kalau sekarang juga aku membutuhkanmu, apa kau akan kembali malam ini dan meninggalkan pekerjaanmu?


Pesan terkirim. Egnor menerimanya karna baru saja sampai ke hotel sebelum menemui para koleganya siang ini sampai ketemu sore.


Egnor tersenyum membacanya.


💌EGNOR


Heng, sama sama kecanduan! Aku akan berusaha mencari tiket.


Hati Claudia bergemuruh. Dia hanya ingin suaminya sekarang. Hanya dengan ini dirinya bisa tenang. Claudia akhirnya kembali ke kantornya. Dia membantu Grace agar bisa melupakan pergumulan hidupnya ini. Kalau dia sudah kesal dan benar benar depresi, sepertinya dia tidak bisa menahan lagi. Suatu saat nanti dia akan bilang semua kebusukan pamannya pada Egnor dan dia tidak mau peduli lagi.


...


Belum ada kabar apa apa lagi dari Egnor pulang untuk Claudia. Claudia semakin merindukan pria itu. Dia jadi ragu untuk kembali. Akhirnya dia ikut pulang bersama Grace. Namun setibanya di rumah Grace, selesai dia membantu Grace memasak dan makan malam, dia malah mau kembali saja ke apartemennya.


"Kau sangat tidak jelas Clau!" Decak Grace bingung dengan sikap temannya sejak pergi siang tadi.


"Maaf Grace, aku ingin tidur di tempat tidurku!" Claudia mulai mengemasi tas nya.


"Apa mau aku menemanimu di apartemenmu?" Tawar Grace melipat tangannya di depan dadanya.


"Tidak usah Grace, kau masih harus mengurus yang lain kan?"


"Ya sih, yasudah aku akan mengantarmu." Grace bersiap mengambil kunci mobilnya.


Grace pun mengantar Claudia sampai depan gedung apartemen berkelas itu. Claudia segera menuju ke kamar apartemennya. Kira kita sudah pukul 9 malam dia tiba. Di rumah Grace, dia belum membersihkan diri. Dia segera membersihkan dirinya di bawah pancuran shower. Claudia kembali mengingat semua penderitaan yang ia alami di sini ketika pertama kali dia pindah. Dia sempat dilecehkan atasannya. Bukan hanya itu. Dia seperti buronan bersama bibinya karna melarikan diri dari renternir yang hendak menangkap pamannya. Sekarang mengapa pamannya masih saja terus berulah.


Claudia sampai menangis jika sekarang dia harus mengingat bibinya sendirian di Oriental. Dia ingin sekali memeluk bibinya. Hanya bibinya yang sungguh menganggapnya seperti anak sendiri. Claudia mendongakan kepalanya. Air mengucuri leher sampai sekujur tubuhnya.


Dia mengelusi tubuhnya, dia tidak fokus terhadap apapun termasuk sebuah tangan yang tiba tiba telah menelusup melingkar di pinggangnya dengan lembut. Lalu naik ke atas ke daerah buah dadanya.


Claudia tersentak namun tak berlebihan ketika tahu siapa yang melakukannya. Dia memejamkan matanya bersandar di depan dada bidang itu dan merasakan kecupan di lehernya sangat lembut dan terdengar berirama kecap bibir bersautan dengan pancuran air yang membasahi tubuh mereka.


Dan tak lama tangan kekar itu mengarahkan wajahnya untuk melakukan ciuman bersemangat dengan pria yang telah ia tunggu tunggu.


...


...


...


...


...


Hajar lagi nor sampe gada pikiran nya lagi istri lu 😂😂


.


Next part 36


yakin jack balik ke ori?


apakah egnor akan selalu ada untuk clau?


.


Jangan lupa ayoo LIKE DAN KOMEN JUGA KASIH RATE DAN VOTE DI DEPAN profile novel 😁😁


.


Selamat membaca


Terimakasih sudah membaca


Dan i love you ❤

__ADS_1


__ADS_2