Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 119: Sadness


__ADS_3

DI LIKE DULU GES BIAR GA LUPA 😍😍


...


Ada tertulis mata ganti mata, gigi ganti gigi, kalau hal itu yang harus dilakukan untuk sebuah keadilan sepertinya akan setimpal. Serentetan cara baik sudah dilakukan Egnor untuk menggagalkan para musuhnya tapi sekarang sepertinya dia harus mengandalkan cara ini. Cara yang mungkin terdengar menipu karena sudah merasa ditipu dan dikhianati. Apa yang akan Egnor lakukan untuk menjaga semuanya stabil? Menjaga negaranya, kerabat dan khususnya istri beserta anak anaknya.


...


Claudia menggandeng lengan tangan Egnor memasuki rumah duka rumah sakit pusat kota. Claudia begitu terkejut ketika malam mendapat kabar dari Lina, adik Lisa bahwa Mytha telah meninggal. Paginya cepat cepat Claudia mengantar Wilson dan Willy ke rumah kakek dan neneknya sementara dia dan suaminya hendak mengantar Mytha ke tempat peristirahatan terakhir.


Sesampai di sana hanya beberapa orang saja tapi rata rata Claudia dan Egnor mengenalinya. Tampak Richard duduk di kursi penunggu di sisi ruangan bersama Frank yang memegang punggungnya. Juga ada Grace di samping suaminya


Sementara di seberangnya Gabriel yang terus ditemani Lina. Sementara Lisa berdiri memandangi peti berisikan jenasah Mytha itu. Dia masih tidak menyangka Mytha pergi secepat ini. Terhitung sudah satu bulan lebih Mytha mendapatkan perawatan. Lisa sangat menyesal karena yang ia perkiraan tidak sesuai. Dia pikir Mytha masih bisa bertahan sekitar dua tiga bulan lagi sementara dirinya masih memantapkan mengenai obat yang dibutuhkan Mytha. Dan, yang paling membuat Lisa merasa bersalah adalah menjalin hubungan dengan Richard tanpa status. Lisa menundukan kepalanya dan menyeka air mata yang kembali terjatuh.


"Kau mau menghampiri Lisa, Clau?" Tanya Egnor pada istrinya.


Claudia mengangguk menautkan tangannya. Dia merasakan kesedihan yang melingkupi Lisa.


"Hampirilah, aku menunggu di bangku sana mengunjungi Gabriel," kata Egnor lagi.


Claudia mengangguk lagi dan menuju ke tempat Lisa berpijak. Claudia memeluk Lisa dengan memegang pundaknya. Lisa setengah menoleh dan tak kuasa menyimpan tangisnya ketika melihat sahabatnya datang. Lisa berbalik dan memeluk Claudia.


"Aku merasa bersalah Clau, andai saja aku tidak berhubungan dengan Richard, aku tidak akan sesedih ini. Dia hanya butuh cinta, tidak yang lain. Dan, andai saja aku lebih memperhatikannya ketika Gabriel terdampar. Dia mungkin berharap padaku tapi karena keegoisan perasaan cintaku aku membiarkannya. Dia terus bersama Richard dan mengharapkan hal yang lebih tapi aku tidak bisa juga memaksakan perasaan Richard padaku. Aku menyesal Clau, aku menyesal. Aku belum sempat meminta maaf padanya. Malah dia mengucapkan terimakasih padaku. Manusia macam apa aku ini, Clau! Lagi lagi aku menyakiti seseorang. Dia hanya seorang gadis murni. Dia gadis murni, Clau. Mytha begitu baik dan bertanggung rada, aku menyesal Clau, aku menyesal!" Tutur Lisa menangis di pelukan Claudia. Claudia mengelus punggungnya agar merasa lebih tenang.


"Sudah Lisa, sudah! Aku yakin Mytha sudah memaafkanmu, Mytha sudah menerima semuanya. Dia gadis yang baik. Dia bukan gadis pendendam, Lisa. Percayalah. Sebaiknya kita doakan dia agar jiwanya tenang sampai ke surga dan dapat duduk di sebelah kanan penciptanya. Sudah, kau jangan menangis. Semua tampak kacau, tidak hanya kau saja. Aku pun bersedih. Aku dan Egnor yang membawanya kemari untuk mendapatkan hidup yang layak. Siapa yang tahu kalau dia pergi dengan tenang di kampung halamannya ini. Kita seharusnya ikut merasakan ketenangannya. Sudah Lisa, sudah!" Kata Claudia menenangkan sahabatnya. Lisa mengangguk angguk masih dalam tangisnya.


Claudia lalu menarik diri dari pelukan itu dan memghapus air mata Lisa dengan tangannya.


"Apa kau sudah sarapan?" Tanya Claudia mencari cari wajah Lisa yang menunduk. Lisa menggeleng.


"Baiklah, sebaiknya kita makan dulu sesuatu sebelum mengikuti upacara pemakaman," ajak Claudia. Dia lalu melirik Grace yang sudah memandangi mereka sejak tadi. Claudia memberikan kode untuk mengikutinya dan Lisa. Grace pun beranjak dari sana dan mereka bertiga menuju ke cafe rumah sakit.


Sedangkan Egnor di sana mengucapkan bela sungkawa pada Gabriel. Lina yang melihat kedatangan Egnor segera beranjak memberi waktu bagi mereka.


"Silahkan, Tuan Egnor," kata Lisa berdiri dan membungkukan tubuhnya. Egnor juga menganggukan kepalanya. Dia pun duduk di samping Gabriel.


"Mytha sudah sembuh, sir! Sebelumnya, aku minta maaf karena aku melibatkan mu dalam perjalanan ke Nederland. Seandainya aku tidak mengajakmu, kau pasti akan lebih memperhatikan Mytha sehingga Richard tidak masuk dalam kehidupannya," kata Egnor memegang punggung Gabriel.

__ADS_1


"Sayangnya di dunia ini tidak ada seandainya , Tuan. Seandainya akan terdengar jika sudah terjadi sebuah peristiwa jadi kau tidak usah minta maaf. Seharusnya aku berterimakasih padamu, karena kau dan istrimu mau menampung kami anak Yati piatu ini di kampung halaman kami lagi. Aku juga senang karena Mytha meninggal di sini, di Honolulu. Terimakasih Tuan," saut Gabriel menoleh ke arah tuannya.


Egnor mengangguk dan tersenyum tipis. Dia menepuk nepuk pelan punggung Gabriel. Gabriel masih menunduk dan menautkan kedua tangannya. Sesaat Egnor melihat Richard bersebrangan dengan mereka. Wajah Richard juga tidak kalah jauh bersedih dan sedikit frustasi. Egnor sangat tahu perasaannya.


"Gabe, aku hanya ingin berpesan. Berbesar hatilah pada Richard. Dia juga sangat merasa bersalah dengan semua ini walaupun Mytha terserang penyakit. Kau harus memaafkan siapa saja yang mungkin sudah mengecewakan adikmu dan hatimu," kata Egnor lagi menginginkan Gabriel menjadi seorang yang bijak.


Gabriel menggeleng mendengar penuturan tuannya. Entah mengapa hatinya masih sangat kesal dengan Richard. Keadaan Mytha memburuk sejak memikirkan kisah percintaannya. Cintanya pada Richard merupakan cinta pertamanya yang kini telah dibawa bersamanya sampai mati. Betapa Gabriel merasa sangat kasihan dan bersedih atas kisah tragis adiknya ini.


"Kau seorang pria yang baik, Kakak yang bertanggung jawab, kau pasti tahu maksud hatiku mengatakan ini. Kau akan menjadi pria yang lebih kuat dan mengerti mengenai kehidupan ini," kata Egnor lagi.


"Beri aku waktu tuan, kalau sekarang rasanya aku ingin mengusirnya dari ruangan ini. Aku bahkan tidak rela dia mengikuti upacara kremasi Mytha," balas Gabriel menatap nanar Richard.


"Aku sudah mengatakannya padamu. Biar bagaimanapun aku yang hendak mendidikmu. Aku ingin kau menjadi pria yang bergada besi dan berkarakter," tutur Egnor mengingatkan.


"Terimakasih tuan, aku juga akan selalu mengapdi padamu. Kau sudah seperti kakak dan ayahku," balas Gabriel menatap da


"Anggaplah seperti itu. Aku tidak masalah. Kau tidak sendiri dan kau lihat wanita yang berdiri di sana. Dari sorotan matanya, dia menyukaimu, boy!" Kata Egnor menepuk punggung Gabriel lagi. Gabriel menatap wanita yang menjadi arahan Egnor.


"Aku juga menyukainya, tuan. Namun, entahlah, aku pun masih tidak enak dengan kakaknya," saut Gabriel mengarahkan pandangannya pada wanita bergaya casual dan berponi itu, Lina.


"Ya tuan, agar abunya dapat ku bawa kemana mana sehingga aku masih merasa akan memilikinya. Sebenarnya itu perkataannya dua hari yang lalu," tutur Gabriel menundukan kepalanya mengingat percakapan dengan adiknya itu.


"Kak, ketika aku pergi nanti, aku ingin dikremasi saja. Abunya bisa kau simpan dan kau bawa kemana mana sehingga kau tidak merasa kesepian karena adikmu selalu besertamu," begitulah kata Mytha dua hari yang lalu pada Gabriel. Tentu saja Gabriel tidak menanggapi dengan serius tapi ternyata itu merupakan permintaan terakhir pada nya.


Egnor mengangguk angguk mendengar cerita Gabriel. Dia sungguh mengerti keadaan kakak dan beradik ini. Egnor kembali memiliki tanggung jawab untuk menjadikan Gabriel seorang yang kuat. Egnor kembali bertekad akan selalu membimbing dan mendampinginya.


...


Selang beberapa hari setelah Mytha meninggal, Gabriel harus terus melanjutkan hidupnya. Dia harus terus berusaha agar suatu saat nanti impiannya terwujud untuk menjadi seorang pria yang kaya raya.


Gabriel dan yang lainnya seperti Frank dan Moses sedang sibuk mempersiapkan pemilihan kepala pemerintah. Pegawai inti pada kantor pengacara Egnor ditugaskan sebagai pembantu serta asisten panitia penyelenggara di kantor pemerintah pusat. Mereka menyiapkan segala keperluan dan perlengkapan seperti surat pemilihan, surat undangan pada masyarakat, surat pertemuan para calon dari setiap kota sampai tempat tempat pemungutan suara.


Egnor ditetapkan sebagai salah satu calon tetapi Egnor enggan untuk mengikutinya. Padahal Frank, Moses dan Gabriel sangat mendukungnya. Namun, seperti beberapa tahun silam ketika dia baru saja di tetapkan sebagai doktor hukum terpintar di Honolulu, dia tidak selera mengikuti serangkaian acara politik ini. Egnor hanya ingin menjadi pemain pembantu dalam menggerakkan kesejahteraan serta keadilan Honolulu. Dia tidak berniat menjadi pemeran utama di dalam Honolulu ini.


Sudah beberapa belakangan hari ini Egnor sering duduk di sisi ranjang setelah memastikan Wilson dan Willy tertidur. Dia juga sering datang terlambat. Egnor memikirkan permasalahan yang belum bisa ia buktikan, yang belum bisa ia selesaikan secara hukum. Seperti pembunuhan Rudolf Cornwell, ayah Lisa sampai penyalahgunaan laporan perkiraan cuaca yang menyebabkan terjadinya kecelakaan dan meninggalkan kepala pemerintah.


Sebenarnya mereka sudah menemukan pembunuhnya yang juga sudah mengakhiri hidupnya. Namun, Egnor masih belum puas untuk meringkus siapa dalang yang sebenarnya. Egnor juga sangat yakin kalau yang menukar laporan cuaca dan mencoba menduplikasi surat otentik adalah orang yang sama. Yang ingin menyerangnya dan menguasai Honolulu.

__ADS_1


Claudia kembali memasuki kamarnya dan melihat Egnor duduk menundukan kepalanya. Sedikit terheran sampai pukul 9 pagi Egnor belum kunjung pergi. Kemarin Egnor juga seperti ini pikirnya. Claudia yakin kalau suaminya sedang memikirkan sesuatu yang besar dalam pekerjaannya menjaga dan melindungi Honolulu ini. Claudia menarik napas dan tersenyum. Dia mendekati suaminya.


...


...


...


...


...


pilu dan sesak bang eg 😔😔


Mimi Clau, he needs you 😭😭


.


next part 120 ya dibawah hehe


.


rekomen novel baper dari seorang wanita yang sempurna dengan alur menarik dan beda dari lainnya, mampir yaa ::


- KEHIDUPAN SEORANG PUTRI TUNGGAL -


dijamin ketagihan deh, banyak pesan moral kehidupan dan nilai nilai berharga, bukan hanya percintaan 😍😍


.


pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2