Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 162: Cold and Hurtfull - 2


__ADS_3

Seperti ingin bernyanyi: "Jangan pergi dariku, tinggalkanku, bawa daku kemana kau pergi ..." (bisa di searching di ugel atau utub lagu lama haha)


Ungkapan itu yang seharusnya Claudia ingin katakan, begitu juga dengan Egnor. Dua insan yang hanya terjebak pada masa lalu yang salah. Merasa ego lebih penting dan rasa menang sendiri dijunjung tinggi. Mungkin ada perjuangan dan pengorbanan yang terjadi, tapi bagaimana akhirnya hubungan mereka? Harus bertahan atau lepaskan?


...


"Tuan Egnor terlalu lemah jika melihatmu dengan tuan Richard. Karena tuan Richard yang menggantikan tugasnya ketika kau pergi darinya. Tuan Egnor seperti berhutang pada Tuan Richard jadi dia tidak menerima kalau kau bersama Tuan Richard. Apapun bentu alasannya. Maafkan dia Clau. Sejak kau meninggalkannya, Nyonya Viena yang mengatakan kalau sifatnya berubah berbalik. Dia jarang ceria dan sangat menutup diri.


Dia hanya ingin kau satu satunya. Tidak mau berbagi dengan siapapun. Tolong kau juga mengerti dirinya. Aku dan Frank berada di pertengahan kalian. Kau juga ingin melindungi anak anakmu, di satu sisi Tuan Egnor Sangat membutuhkanmu walau pada akhirnya dia bisa bangkit itu semua karena dia tidak mau lemah dimatamu padahal dia rapuh, Clau," kata Grace mencoba menjelaskan dari sisinya melalui cerita dari Frank. Grace pun kembali meletakan Louise di bangku bayi di sebelahnya.


"Tidak bisa! Aku harus bertemu dengannya! Aku harus menjelaskan padanya! Semua tidak seperti yang terlihat, Grace!" Kata Claudia dengan penuh harap.


"Aku mengerti, Clau. Kau temui saja, aku mendukungmu. Selama ini dia bersembunyi di ruangan Frank. Sesekali dia kembali ke ruangannya. Kau pasti bisa menemuinya," balas Grace memegang tangan Claudia memberi dukungan.


"Terimakasih Grace!" Ucap Claudia memeluk Grace.


"Aku berdoa kalian segera kembali rujuk. Sampai saat ini surat cerai nya belum ia tanda tangani Clau. Mungkin itu hanya gertakan dalam dirinya saja. Sejatinya, dia tidak akan bisa terlepas darimu," balas Grace lagi mengusap punggung sahabatnya itu.


Claudia mengangguk dan mengusap matanya.


Biar bagaimanapun Grace dan Frank yang mengerti mereka tapi mereka tetaplah bawahan yang harus tetap menghargai dan menghormati atasannya.


...


"Kak Egnor!" Panggil Claudia memasuki ruang kerja Egnor. Egnor baru saja masuk setelah memastikan Claudia sudah pergi, ternyata Claudia menunggui Egnor keluar dari ruangan Frank.


Egnor menoleh dan terkejut mengapa Claudia bisa menemuinya. Namu ,Sebenarnya dia merindukan Claudia. Setiap siang sudah menikmati bekal wanitanya itu sudah sangat senang walau hatinya tersiksa. Banyak pertanyaan yang berkumandang dalam hatinya yang tidak ia mengerti tapi juga malas untuk menanyakannya. semua kekecewaan masih tersimpan dan belum dimengerti oleh istrinya itu.


Pada akhirnya , Egnor hanya berbalik dan menarik napas. Memasukan tangan ke saku celananya dan menundukan kepalanya.


"Kak Egnor, mengapa kau tidak mengijinkan ku bertemu dengan Wil Wil?" Tanya Claudia jalan mendekati suaminya. Egnor memalingkan kepalanya ke kanan.


"Kak, jawab!" Kata Claudia sudah berada di depan Egnor dan menghadapkan wajah bagai balok es itu ke depannya.


"Apa yang bisa kau berikan agar aku mempertemukanmu dengan Wil Wil?" tanya Egnor memegang pergelangan tangan Claudia yang memegang wajahnya.


"Apa yang bisa kuberikan? Aku tidak bisa memberikan apa apa selain diriku kak, aku sudah tidak punya apa apa, kalau kau tidak menganggapku untuk apa aku menganggap semua kepunyaanmu?" jawab Claudia tidak begitu mengerti apa maksud pertanyaan suaminya. Suaminya seperti meminta imbalan untuk sesuatu yang ia miliki dan sesuatu yang ia inginkan.


Egnor menatap Claudia dalam dalam. Dia mengulurkan tangannya memegang pipi Claudia.


"Heng, sepertinya kau memberikan dirimu juga pada Richard agar kalian selalu bersama sama, bukan begitu? Kalian dekat sekali, sangat dekat !!" Egnor berdecih sinis membuat hati Claudia hancur lebur mendengar penuturan suaminya.


"Apa maksudmu kak? Kau menganggap aku dengan suka rela mau dekat dengan Richard dan aku dengan seenaknya memberikan diriku? Apa yang ada di pikiranmu kak?" balas Claudia dengan berjuta pertanyaan yang tidak ia mengerti.


"Membuatmu mengerti satu hal!" Egnor menarik lengan Claudia ke luar ruangan dengan cukup kasar.


"Apa kak? Apa yang mau kau lakukan?!" tanya Claudia sedikit ngeri dengan perlakuan suaminya.


"Kau mau bertemu Wil Wil kan?" sesaat Egnor setengah menoleh.


"Iya, jangan libatkan rasa cemburumu dengan hubungan antara ibu dan anak kak! Kau salah paham!" decak Claudia memberanikan diri menyadarkan apa yang Egnor pikirkan.

__ADS_1


Egnor berhenti mendengar kata cemburu itu terlontar dengan sangat lantang.


"Cemburu kau bilang?!" ujar Egnor menarik tubuh Claudia ke dalam pelukannya dengan sangat cepat sehingga tubuh wanita itu terhentak keras di depan dadanya.


"Iya, kau cemburu melihatku dengan Richard keluar dari butik pengantin kan? Aku sedang menemaninya memilih gaun pengantin untuk Lisa kak, mereka akan menikah!" kata Claudia kini mencoba menjelaskan pada suaminya dengan nada memancing.


"Oke, aku akan menunjukan bagaimana aku cemburu padamu!" Desis Egnor kembali menarik lengan Claudia ke lift yang langsung mengarah pada basement.


Egnor membawa claudia memasuki mobil dan dia menuju ke apartemen mereka. Di sana Egnor meluapkan kekesalannya dan ya, rasa cemburunya. Seperti yang Claudia katakan. Egnor berusaha ingin terlepas dari rasa tak menentu ini tapi dia tidak bisa membohongi diri kalau dia tidak suka Claudia dekat dengan Richard.


Egnor membuka pakaian Claudia secara kasar. Claudia agak takut tapi dia mengikuti permainan suaminya. Tatapan Egnor kosong tapi tangannya dengan gesit memperlakukan Claudia dengan sedemikian rupa. Egnor mencium bibir Claudia sambil melihat seluruh wajahnya itu. ada rasa sedih, kecewa, marah, ya memang cemburu, bingung, cemas, rindu juga cinta bercampur. egnor sampai menggigit kecil bibir istrinya itu.


"Sakit kak! kak, kembalilah seperti dulu, kita bisa melakukan ini terus dengan lembut dan penuh kasih sayang, bukan seperti ini!" keluh Claudia masih mencoba menyadarkan Egnor walah hatinya telah tersayat.


"Sepertinya tidak lagi karena seperti aku terlalu sering menyakitimu dan kau lebih percaya orang lain!" balas Egnor tidak mempedulikannya. dia malah meremass kedua bongkahan kenyal istrinya dengan cukup kencang sampai Claudia berteriak.


"Kak, apa yang mau kau lakukan? Tidak bisa kah lembut sedikit?" kata Claudia lagi sudah meneteskan air matanya.


"Diam! Kalau kau mau bertemu dengan wil Wil, layani aku seperti kau membantu Richard! sepertinya kau senang kan membantu dan mendengarkan mantan suamimu yang memang JAUH LEBIH HEBAT DARI PADAKU!" desis Egnor kini membuka penutup buah dada Claudia dengan cepat dan membenamkan kepalanya di sana dengan sesuka hatinya mengulum dan menguasai bulatan kenyal itu.


Deg!


Sakit hati Claudia bertambah lagi. Dia membandingkan hal ini dengan dirinya yang hanya membantu Richard memilih gaun pengantin yang bahkan bukan untuk dirinya.


"Kak! Kau jahat sekali padaku, kau membandingkan aku seperti wanita murahan, argh!!!" Claudia tak bisa menahan lagi teriakannya. Egnor sudah bersiap melakukannya di tengah tengah pikiran getir Claudia. Egnor pun melakukan itu dengan gerakan yang cepat, sedikit brutal dan memaksa Claudia mengikuti ritme pergerakannya. Ada air mata yang tertimbun di kelopak matanya dan mengatakan maaf pada Claudia.


'Sepertinya aku sudah mengalami gangguan jiwa karena mu Clau! aku tidak bisa melihat siapapun lebih hebat daripadaku ternyata lebih bisa membahagiakanmu , menjadi tempat perlindunganmu di saat kau sendiri dan menjadi penyelamat di saat kau menyerukan namaku. maafkan aku tidak bisa menjadi semua itu di sisa hidupmu! setelah ini entah kau akan marah atau tidak atau malah benci padaku semoga aku masih bisa merasakan cinta dan semua ini darimu, walau sepertinya akan sulit, aku minta maaf!' ucap Egnor dalam hati. betapa sulit mengatakan rasa obsesi yang berlebihan ini. mungkin hanya beberapa orang yang mengerti posisi nya. selanjutnya dia mungkin akan di anggap pengacara yang gagal cinta dan haus akan harga diri bagi sebaian orang. bukan hanya itu, dirinya lebih mempertahankan ego dan pemikirannya.


Benar saja keputusan hati Claudia. Kini berbalik rasanya kekecewaan menumpuk di punggungnya. Setelah Egnor puas dengan kekesalannya, dia tidak menepati janjinya. Pertama kali dia melakukan ini pada Claudia. Dia langsung mengenakan pakaiannya dan beranjak dari tempat tidur.


"Kak, Wil Wil," Claudia masih memanggil dan mengingatkan Egnor.


"Begitulah rasa sakit hatiku, Clau! Memang tidak beralasan karena alasanku bertahan hanya dirimu tapi sepertinya aku bukan apa apa bagimu. Kau belum mengetahui apa yang kubenci selama ini. Kalau aku hanya ingin aku yang ada di sampingmu. Tapi ketika rasa itu berniat melakukannya, kau pergi , kau pergi dan kau yang menghadirkan orang lain di hidupmu. Maafkan aku menyakitimu dan egoku lebih besar. Jika memang kita tidak bersama, tidak apa apa. Bersenang senanglah seturun hati kecilmu dan tidak usah memikirkanku dan Wil Wil. Wil Wil anak anakku. Aku akan merawatnya sebaik mungkin, kau tenang saja. Kau pikirkan dirimu saja," kata Egnor dengan nada yang pelan dan pergi meninggalkan Claudia yang menangis di sini.


Sudah hilang semua harapan Claudia dan rasanya semua percuma. Egnor sudah benar benar tidak menginginkannya.


"Sudah cukup , Claudia, sudah cukup. Lupakan dia. Jalani kehidupanmu sendiri. Anggap Wil Wil saja kenanganmu paling terindah bersamanya. Jangan lagi mengejar pria itu. Pria itu tidak pantas bagimu. Sejak dulu seharusnya kau sadar, kau tidak pantas menjadi istri seorang hebat sepertinya. Saatnya lanjutkan kemana langkahmu dan jangan berbalik," Isak tangis Claudia membiarkan Egnor pergi. Seluruh tubuhnya sakit, tapi yang paling sakit dan merana adalah hatinya. Rasanya setiap hari Egnor telah menggoreskan tinta merah sedikit, sedikit dan sekarang sepertinya sudah tidak ada tempat lagi bagi pengacara itu menggores pena tajamnya di hatinya karena sudah tergores penuh dengan tinta merahnya.


Claudia pun tertidur di sana. Ketika malam dia keluar dari apartemen itu. Wajahnya suram dan tatapannya kosong. Dia kembali ke rumah Lisa. Dia menceritakan semuanya pada Lisa dan Lina. Lisa tahu apa yang dirasakan Claudia, sedangkan Lina mengetahui kedua hati yang berpisah ini. Egnor dengan keegoisannya dan tidak mau terkalahkan sementara Claudia dengan sejuta perjuangannya nyatanya tidak bisa mengalahkan itu. Claudia tahu ini sudah berakhir dan dia memaklumi itu. Dia pun hanya wanita biasa, memiliki batas akhir yang harus dihentikan sebelum perihnya semakin menyakitkan.


Sejak saat itu Claudia tidak lagi mengirim bekal makan siang untuk Egnor. Dia hanya pergi ke rumah Johanes dan secara diam diam melihat Wil Wil. Claudia tidak menampakan dirinya, hanya melihat dari kejauhan ditemani Lisa atau Kevin. Claudia juga jadi menjaga jarak dengan Richard karena tidak mau ada pembicaraan atau takut dilihat oleh siapapun kenalan Egnor. Dia sedang menunggu surat cerai dari Egnor. Dia mau berpisah secara baik baik.


Sementara Egnor jelas menanyakan Claudia dari Frank. Apa Claudia datang kembali, apa Claudia memberinya makan siang? Apa Claudia menanyakannya? Pertanyaan setiap hari yang Frank dapatkan dan Frank hanya menjawab TIDAK. Egnor cukup kesal tapi dia mencoba tenang dan tetap mempertahankan pendirian yang menyakitkan Dirinya sendiri. Egnor sendiri belum memberikan surat cerainya kepada siapapun. dia masih menahannya dan masih terus mempertimbangkan hal ini. Entah apa yang harus ia lakukan apalagi sudah satu Minggu dia tidak bertemu dengan Claudia. sesekali dia melintas rumah Lisa sendirian tapi tak pernah dia melihat batang hidung Claudia sedikitpun. perasaan menyerah, kembali mencari terus berkeliaran sampai akhirnya dia mendapatkan surat undangan pernikahan Richard dan Lisa.


...


Tiga hari sebelum pernikahan Richard dan Lisa, Claudia membaca sebuah berita di dalam koran dengan seorang wanita paruh baya menjadi gambar berita itu.


*SEORANG WANITA PENYAIR MENGEMBARA SI SELURUH DAERAH JAPANIS. KADANG MENJADI BAHAN OLOK OLOK KARENA SYAIR NYA MENYINDIR BEBERAPA KALANGAN. SELALU DAPAT MENGHINDAR JIKA ADA POLISI LALU LINTAS YANG HENDAK MENANGKAPNYA.*


Perasaan Claudia berkecamuk. Apa ini sebuah tanda kalau Claudia harus pergi dari negara ini dan mencari tujuan hidupnya. Sulit sekali melupakan si tuan pengacara yang masih terlintas di beberapa media karena telah menjadi Penyelamat Honolulu.

__ADS_1


"Mom!" Panggil Claudia. Dia ingat betul wajah itu. Ya, mungkin sudah sekitar 14 tahun yang lalu kecelakaan pesawat itu terjadi. Kecelakaan penyebab dia menjadi anak yatim piatu dan terpaksa harus meninggalkan Egnor.


"Mommy, kau masih hidup?" gumam Claudia mengelus gambar pada surat kabar itu.


"Claudia, ada apa?" tanya Lisa yang kebetulan hendak menghampiri Claudia sore itu.


"Lisa, apakah mungkin seorang yang kecelakaan pesawat dan dinyatakan hilang bisa selamat?" tanya Claudia memastikan.


"Ada dua kemungkinan, kalau kalian tidak menemukan jasatnya atau jasat datang dengan keadaan tidak berbentuk," jawab Lisa.


"Haiz, seketika tubuhku bergidik mendengar kata itu. Jangan membahas lagi. Ini lihat! Sepertinya ini ibuku!" kata Claudia menunjukan gambar wanita paruh baya dengan dress dan topi fedora yang lebar sedang duduk di bangku taman dan tas tangan kecil di dekatnya. wanita itu memang tampak anggun.


"Ibumu? Kau yakin?" Lisa memastikan.


"Sebentar!" Kata Claudia beranjak dan meraih notebook yang diberikan Egnor waktu itu. Di sana Claudia sudah memindahkan foto foto penting dari dompetnya.


"Ini ibuku, ayahku, aku, dan kak Egnor!" Kata Claudia menunjukan sebuah foto yang di ambil ketika ulang tahun Claudia yang ke 17 tahun. Ada nada kesedihan ketika menyebut nama Egnor.


"Claudia kau memang benar benar kurus ya dan rambut Egnor panjang sekali, kalian berdua imut imut. Ternyata kalian sudah selama itu mengenal," gumam Lisa masih memperhatikan foto yang cukup usang itu.


"Tidak usah membahas Egnor. Hatiku sudah mulai melupakannya walau terasa sangat sulit! sangat menyakitkan! tubuhku menjadi panas ketika hanya melihatnya saja berjalan ketika tayang di televisi. aku ingin mendatangi dan memeluknya tapi saat itu aku juga mengingat betapa dia acuh padaku. walau membuatku gemas tetap saja aura itu malah membuatku dingin dan membeku, sakit Lisa!" keluh Claudia tersiksa dan frustasi.


"Clau, tenanglah, sebentar lagi dia akan mencarimu! Besok aku akan memberikan undangan pernikahan ku padanya. aku baru sempat mengantarnya besok," balas Lisa yang sangat yakin kalau mereka berdua masih banyak harapan.


"Lupakan! Aku tidak berharap! Aku sedang membahas wanita yang di koran dengan wanita di samping Egnor!" Kata Claudia membandingkan pada Lisa. Lisa mencoba mengerti dan memang ada kemiripan yang identik.


"Benar Clau, mereka mirip, jadi ibumu ada kemungkinan masih hidup?" ujar Lisa kemudian.


Claudia mengangguk.


"Memang kemarin kami menerima bentuk tubuhnya yang sudah tidak karuan. Mungkin saja mereka salah," kata Claudia lagi menjelaskan.


"Bisa jadi Clau. Jadi apa keputusanmu? apa jangan jangan kau mau menemuinya?" selidik Lisa menerka agak takut.


"Hem, seperti nya aku harus menemuinya, Lisa! Kalaupun aku tidak bisa bersama suami dan anak anakku, aku bisa bersama ibuku. Melakukan hal yang baik di sisa hidupnya, di sisa hidupku, ya seperti itu!" kata Claudia menoleh tersenyum kecut ke arah Lisa. Lisa sangat tahu bagaimana kondisi hati Claudia. dia pun pasti akan melakukan hal sama, bahkan ketika sang pria sudah menolaknya. Namun, Claudia memang wanita kuat. dia masih bertahan meski pada akhirnya dia sia. mungkin ini memang jalan yang terbaik.


"Kau ingin ke Japanis?" tanya Lisa akhirnya.


Claudia mengangguk. Ada rasa sedih, ragu, menyesal tapi dia harus tetap menetapkan sesuatu untuk hidup dan hatinya. cintanya.


'Goodbye Egnor, my love, my one and only, maafkan aku, aku menyerah, semoga kebahagiaan selalu menauingimu beserta anak anak kita," ucap Claudia dalam hatinya dan menunduk.


...


😭


next part 162


8 episod ending keburu ga ya haha 😁


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2