Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 53: Tercurahkan


__ADS_3

Nyonya besar Samantha Gabriane. Dia melihat sosok Claudia dengan sangat bengis. Dia ibu dari seorang motivator terkenal. Dia menaruh harapan banyak pada Claudia. Richard anaknya dulu bukan seorang periang dan low profile seperti sekarang. Dia sosok yang pendiam tapi selalu marah jika apa yang diinginkan tidak terpenuhi. Dia juga sangat perfeksionis. Ketika Claudia hadir di dalam kehidupannya, Richard mengerti arti sebuah perjuangan hidup dan pengorbanan. Perlahan perubahan dalam dirinya terjadi. Dia menjadi sosok yang ceria dan murah senyum. Oleh sebab itu dia merubah arah hidupnya yang sebenarnya dia bergerak di dunia hukum menjadi seorang motivator. Semua karna Claudia. Tetapi, ketika benih benih cinta itu tumbuh, kesepakatan pernikahan mereka berakhir. Sampai masa ditentukan, kenyataannya Claudia tidak bisa melupakan Egnor. Dia bahkan memang memiliki cita cita untuk kembali bertemu dengannya. Jika harus mencari, Claudia ingin mencarinya. Maka dari itu, ketika Frank memberitahu siapa atasannya, Claudia sangat semangat ingin bertemu dengan cinta pertama nya itu.


Claudia tidak mencintai Richard meski beberapa bulan terakhir dia menjadi istrinya, Richard tampak baik dan cukup romantis. Hal yang membuat Samantha, ibu dari Richard membenci Claudia. Apalagi, ketika dia mengetahui Claudia menandatangani surat perceraian yang diberikan anaknya, dia benar benar kecewa dengan wanita itu. Ya, memang sekarang Richard bukan Richard yang dulu, namun Richard masih mengharapkan Claudia.


Samantha tersenyum licik melihat kepergian Claudia dengan menunduk malu. Cibiran yang menggema di lobby utama itu membuat dirinya puas. Begitulah rasa malu yang juga ia rasakan ketika Richard lagi lagi menolak perjodohan yang ia buat dengan anak dari teman temannya. Samantha merasa hal ini sangat pantas untuk Claudia.


Sementara itu Claudia memasuki mobilnya. Dia menangis di sana. Dia memegang dadanya. Sangat sesak dan tak terkira rasa malu bercampur rasa sakit hati atas perkataan wanita paruh baya itu. Apa yang salah dengan hatinya? Dia memang tidak bisa mencintai Richard. Dan dia baru mengetahui kalau Richard belum meresmikan perceraian mereka. Bagaimana ini? Apa dia harus lari dengan semua ini? Namun, bagaimana dengan suaminya? Susah payah dia menemukan Egnor. Susah payah dia mendekati Egnor dan luluh lantah sampai ingin menyerah mendapatkan hati Egnor lagi sehingga Egnor kini sudah memperistrinya.


Sedangkan dia tidak mau bersama Richard, meskipun Egnor yang menyuruhnya atau sebagai syarat lagi dia tidak mau. Dia tidak pantas untuk pria sesempurna Richard karna akan ada penyesalan di dalam hati nya. Dia pasti akan terus menyakiti Richard karna hatinya sudah terisi pria yang selalu ada ketika dia sendiri waktu itu. Pria yang tidak pernah melihat wanita lain selain dirinya. Mungkin Richard juga begitu namun Richard seperti itu karna kasihan dengan Claudia. Sementara Egnor selalu memandangnya secara sederhana dan cinta kasih yang sesungguhnya. Hanya Egnor yang diinginkan Claudia.


Sampai ponselnya berbunyi lagi. Egnor yang menghubunginya, tapi dia tidak melihat na yang tertera di sana sehingga Claudia langsung mengangkatnya karna reflek. Dia masih dalam tangisnya yang begitu menyakitkan hatinya.


"Haaa..loo.."


"Kenapa lagi kau menangis?!" Suara Egnor di sana menggelegar.


Seketika Claudia terdiam. Ini suaminya. Mengapa dia mengangkatnya dalam keadaan seperti ini. Tapi, Claudia merasa ada yang aneh dari diri suaminya. Suaranya terdengar penuh kemarahan. Namun, dia agak tenang mendengarnya. Dia seperti dalam penjagaan dan perlindungan suaminya. Dia ingin sekali memeluk tubuh kekar Egnor.


"Kaakk.. kau??" Kata Claudia sedikit memastikan keadaan suaminya.


"Apa?! Kau kenapa dan DIMANA? CEPAT JAWAB CLAU!" Egnor sangat terburu buru dan kesal. Sepertinya ada yang menyulut emosinya.


"Aku, hug, aku, hiks, aku di basement parkir. Aku, aku, kak Egnor .... Hhhhuuuaaaa aku membutuhkanmu ..." Dan pecahlah tangis Claudia. Meskipun di sana dia tidak tahu apa yang terjadi pada suaminya, tapi kenyataannya Claudia menginginkan Egnor.


"Diam disitu!" Perintah Egnor dan menutup panggilan.


Egnor melempar telepon kantornya yang tanpa kabel itu sampai tak berbentuk. Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Sepertinya ketika di acara perekrutan pengacara tersebut. Egnor segera ke bawah hendak bertemu dengan istrinya.


Ketika sampai di bawah, lagi lagi dia mendengar cibiran para karyawan yang membicarakan istrinya, khususnya mengenai insiden beberapa menit yang lalu. Namun, Egnor hanya mendengar nama Claudia dikatakan wanita murahan. Dia terdiam dan sudah mengepalkan tangannya. Dia melihat resepsionis yang cukup ia kenal.


"LENA?!" Panggil Egnor dengan berteriak sehingga penghuni lobby melihatnya. Lena sang resepsionis segera menghampiri tuannya.


"A, a, ada apa Tuan?!" Kata Lena terbata dan sangat takut.


"Catat dia, dia, dia dan mereka siapapun yang membicarakan istriku, Claudia, catat mereka siapa karna mereka akan ku blacklist dan tidak akan diterima di kantor perusahaan mana pun di Honolulu! CEPAAT!!" Perintah Egnor geram membuat para karyawan itu membelalakkan mata mereka. Mereka terkejut dan tidak menyangka akan seperti ini.


Lena sudah menepuk dahinya. Padahal dia tadi sudah memperingati teman temannya. Dan sepertinya Lena merasa harus memberitahukan sesuatu pada bos besar nya mengenai insiden tadi karna menyangkut Claudia. Sebenarnya, Lena tadi ingin membantu Claudia namun rasanya nyonya itu sangat menyeramkan pikirnya.


"Ba ba baik Tuan. Tapi Tuan ada sesuatu yang harus kukatakan pada anda!" Lena harus memberitahu.


Egnor hanya menoleh menatap tajam Lena.


"Tadi, tadi ada seorang nyonya besar, emm, tunggu tuan, emm sepertinya dia adalah nyonya besar dari perusahaan properti Gabrianes group, ya ya Tuan, itu dia. Dia, dia menyerang nyonya Claudia, Tuan! Dia .."


Egnor kini berbalik dan menunggu semua penjelasan Lena dengan wajahnya yang sungguh menyeramkan. Lena sampai menunduk.


"Nyonya besar itu memaki maki Nyonya Claudia dan mendorong Nyonya, Tuan. Sekarang nyonya menuju ke basement parkir. Sebaiknya kau mencarinya, aku takut terjadi apa apa padanya karna dia menangis, Tuan!" Tambah Lena masih dengan terbata dan menautkan tangannya. Dia hanya mengerjakan tugasnya dan memang sudah cukup lama bekerja dengan Egnor.


~suami dan istri sama saja! Gabriane tua! Kali ini aku tidak bisa diam! Kau sangat benar, sekarang Aku bukan Egnor yang tidak punya apa apa. aku bisa mengirim nuklir atau bahkan atom sekalipun! Tunggu saja kau!~ decak Egnor dalam hati dan menuju ke basement parkir.


Di sana. Egnor melihat mobil merah milik istrinya. Dia yang membelinya, jadi dia sangat tahu, type dan modelnya.


Claudia masih menangis di sana. Entah apa yang harus dikatakan pada suaminya. Dia harus mengadu atau diam seperti biasanya. Namun kalau dia diam sepertinya dia bisa kehilangan Egnor, tapi jika dia mengatakannya dia juga takut Egnor tidak mau menerima perbuatan rendahnya. Padahal Egnor sudah mengetahui yang terjadi.


Tok tok!


Egnor mengetuk pintu kaca mobil Claudia. Claudia segera menoleh dan terkejut. Egnor sudah menyusulnya. Dia segera membuka pintu mobil dan keluar memeluk suaminya. Dia menangis lagi di depan dada Egnor. Egnor memeluknya dengan sangat erat. Dia merasakan kesedihan dan kepedihan istrinya yang begitu malu dan pilu.


"Naiklah ke atas!" Ajak Egnor.


Claudia menggeleng. Dia ingin menyembunyikan tangisnya namun nyatanya dia sangat lemah tanpa Egnor.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan nyonya itu?" Tanya Egnor.


Claudia terkejut. Dari mana Egnor mengetahuinya? Sepertinya Claudia memang harus berkata kata semuanya. Dia hanya ingin Egnor. Intinya seperti itu.


"Dia ingin aku kembali bersama anaknya kak! Aku tidak maaaauuuu!!!!" Pecahlah lagi tangis Claudia. Egnor semakin geram. Dia ingin menenangkan istrinya dan juga dirinya. Dirinya teramat kesal dengan pasangan Gabriane tua itu!


Tanpa banyak bicara dan berkata, Egnor malah menggendong Claudia ala bridal style. Claudia terkejut.


"Kak?" Selidik Claudia sesaat memandangi wajah suaminya dengan lelehan air matanya.


"Aku tidak akan membiarkanmu malu! Kau pemilik gedung pengacara ini!" Tutur Egnor dan berjalan memasuki gedung.


Setelah sekian lama acara perekrutan itu, akhirnya selesai juga tepat menjelang sore itu. Beberapa petinggi perusahaan sudah pulang namun ada juga yang tampak belakangan. Sangat kebetulan, ayah Richard, Richie Gabriane bersama beberapa rekannya serta Samantha berpapasan dengan Egnor yang sedang menggendong Claudia.


Samantha semakin geram dan kalau saja suaminya tidak menahan, dia ingin menyerang Claudia lagi. Mereka berdua berpapasan dan ada juga Frank melihat tatapan sengit ini. Egnor tidak mengatakan apapun. Sementara Claudia menyembunyikan wajahnya. Dia benar benar malu bercampur takut dan dia tidak tahu kalau mereka semua berpapasan.


Egnor merasa tidak ada yang perlu dibicarakan selain :


"Sampai bertemu di pengadilan!" Kata Egnor menatap nanar Samantha lalu berlalu menuju ke lift. Saat itulah Claudia menyadari kalau mereka sedang berpapasan dengan seseorang tapi Claudia sudah lelah dan tidak mau memastikan apa apa.


Semua mata yang ada di lobby itu khususnya satpam, Lena dan teman resepsionisnya tampak kagum melihat atasannya yang melindungi istrinya dengan sangat posesif.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Richie pada istrinya.


"Memberitahukan wanita itu sesuatu yang benar!" Jawab Samantha acuh.


"Kau sangat tidak mengetahui situasi, Samantha! Aku ragu Richard ingin selalu bersamamu atau tidak jika mengetahui hal ini!" Saut Richie terheran.


"Kau berlebihan! Anak itu pasti di pihakku!" Decak Samantha berjalan lebih dulu. Suaminya menarik napas dan menyusul istrinya.


...


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Egnor.


"Aku hanya ingin dirimu! Aku tidak mau uangmu kak, percayalah! Aku bahkan hanya berharap bisa dekat saja denganmu tidak ada maksud lain! Kalau kau menganggap ku wanita yang ingin materi, baiklah aku akan pergi menjauh darimu! Kalau saja kau mau, pergilah bersamaku meninggalkan semua kekayaan ini, aku hanya ingin hidup bersamamu! Aku tidak mau menyusahkan siapapun atau bahkan membuat Richard begitu mencintaiku, aku tidak bermaksud kak! Kak, aku mohon percaya padaku, aku hanya ingin dirimu, hanya kau di hatiku. Satu satunya yang kuinginkan yaitu dirimu! Selamatkan aku kak!" Claudia berkata kata dalam tangisnya.


SejatinyaSejatinya dia takut Egnor tidak mengindahkan kata katanya. Dia menutup wajahnya namun tak berapa lama Egnor Manarik tangan itu dan mendekatkan wajahnya pada Claudia. Dia memegang leher Claudia dan mencium bibir istrinya. Perlahan dengan lembut.


Claudia tidak membalas namun indera perasa Egnor menerobos sela sela bibir Claudia dan akhirnya Claudia membalasnya. Dia pun melingkarkan tangannya pada kepala suaminya. Egnor terus menciumnya dan mulai beranjak mendorong istrinya sampai ke tengah tempat tidur.


Dia menyibakan rok dress Claudia dan mengelus lembut tungkai pahanya. Egnor dan bergulat dalam kecupan bibir mereka. Emosi dan hasratnya telah tercampur menjadi satu. Mengingat kata kata pahit yang juga keluar dari seorang Richie Gabrianes ketika acara pembuka perekrutan tadi.


"Dulu kau tak punya apa apa dan sekarang kau bahkan bisa memiliki apa yang tidak bisa dimiliki anakku, yaitu Claudia! Hebat kau Egnor! Aku bisa saja jadi bangga padamu ketimbang anakku sendiri, hahaha!" Begitulah kata kata Gabriane tua itu yang mana secara tidak langsung, Richie mengatai dirinya merebut istri yang seharusnya bukan miliknya.


Sebuah pelecehan emosi yang mendalam bagi Egnor. Bukan Egnor menyesal namun pada kenyataannya Claudia adalah miliknya jauh sebelum Richard mengenalnya.


Kini Egnor di sini menyatakan dirinya yang mempunyai Claudia sepenuhnya. Dia mau bertaruh apapun demi wanita ini. Egnor mencurahkan kesedihannya dan kebahagiaannya karna memiliki Claudia saat ini dan tidak bolah ada yang menganggu gugat.


Dengan gairah yang memuncak, Egnor membuka jasnya dan Claudia membantunya membuka dasi dan kemejanya. Egnor melepaskan juga dress putih yang melekat pada tubuh istrinya. Mereka melakukannya di kamar peristirahatan itu. Claudia pun yang merasa cara inilah yang bisa membuatnya lupa akan segala hal. Ketika Egnor dengan lihainya mampu membawanya sampai ke langit. Menikmati setiap belaian dan hentakan halus suaminya. Menikmati tatapan gelora cinta suaminya yang selalu memandangnya ketika tubuhnya menyatu penuh dengannya. Dengan semua kesempurnaan suaminya, Claudia merasa puas dengan kenikmatan cinta ini.


"Clau! Aku akan selalu bersamamu, argh!" Decak Egnor di sela sela pergulatannya.


"Jangan tinggalkan aku kak! Rasanya aku ingin selalu seperti ini!" Balas Claudia dengan terus mendesah tak karuan.


Egnor terus menghujam istrinya sampai dia pun melenguhkan desahannya dengan suara yang berat membuat libido Claudia semakin meningkat. Dia berhasil memberikan kepuasan bagi suaminya.


"Clau, mari lakukan bersama, keluarkan lagi sayang!" Ajak Egnor hendak menyudahi permainan.


"Iya kak, sebentar, masukan terus kak! Ah, sebentar kak, ah terus kak!" Claudia mengimbangi tubuhnya dengan ritme pergerakan suaminya menjelajahi lorong cinta nya.


"Sudah?" Egnor memastikan dan ia mempercepat gerakan nya karna semakin memuncak.

__ADS_1


"Iya kak! Aaahhh .." tampaknya Claudia sudah di ujung kenikmatannya dan ..


"Argh!" Egnor melenguh agak panjang dan cairan cairan itu menyatu di dalam sana. Sebuah kenikmatan yang hanya Egnor inginkan bersama istrinya. Begitu juga sebaliknya dengan Claudia.


Mereka pun berpelukan dalam lilitan selimut. Mereka sangat berhimpitan karna tempat tidur itu agak kecil.


"Clau! Sebaiknya kau di apartemen dahulu untuk beberapa waktu ke depan. Aku akan mengurus semuanya." Egnor memberi peringatan untuk menghindari seperti ancaman dan serangan yang mungkin di dapatkan istrinya lagi. Ini sungguh membuatnya tak kuasa untuk hanya berdiam diri jika ia mengetahuinya.


"Apa yang ingin kau lakukan kak?" Tanya Claudia dengan wajah tak berdaya dan sedikit lelah.


"Membuat mereka tidak bisa berkata kata lagi pada kita!" Kata Egnor mengecup ujung punggung Claudia.


"Kau tidak perlu menuntut nyonya Samantha kak!" Claudia masih memikirkan jenjang mereka adalah orang tua.


"Mereka bukan manusia, Clau! Mereka binatang yang benar benar tidak memiliki akal Budi dan hati nurani!" Decak Egnor menarik diri dan beranjak dari tempat tidur kecil itu. Dia hendak menghubungi Frank namun Ponselnya lebih dulu menayala menandakan ada sebuah panggilan.


"Ya Dion?"


Adik iparnya yang menguhubungi..


"Keponakanmu sudah lahir kak! Katakan pada ayah mertua ku dan aunty Anne kak! Segeralah kemari, Viena terus menanyakan kalian semua.


"Selamat Dion! Kau sudah menjadi seorang ayah, aku akan segera kesana."


Panggilan terputus dan di sana Claudia tampak tertidur. Dia tersenyum tipis, dia juga ingin secepatnya Claudia hamil. Namun, sepertinya ada yang harus dia kerjakan terlebih dulu.


...


...


...


...


...


Lah, ternyata si bapake nyerang babang eg ku juga gimana mata hampir mo keluar 😅😅


.


Next part 54


Apa yang akan dikerjakan Egnor?


Apakah Richard akan mengetahui ulah ibunya?


.


Yuhhuu maav ya aku baru up sebenernya Uda mau ku up tp aku ngantuk terus aku ga tau Uda ke up apa blm. Aku Uda bobo cantik kek clau haha .. ternyata eke belum up, lah vii ywd sih ga usa curhat , hiks diriku juga manusia yak hihi 😁😁


.


permirsah .. eh pembaca wakakak soorryy maap abisnya kadang ada yg bilang kek nonton drachinnn wkwkwk iya baeklah jd intinya vii cuma minta LIKE dan KOMEN sih haha .. jangan lupa juga kasih VOTE dan RATE bintang 5 biji di depan profil novel yaa 😊😊


.


oke dahh thanks for read i don't forget i loph you pull like Egnor with Claudia ahahahaayy 💕💕


.


xoxo, @viiyovii (one and only 😘)

__ADS_1


__ADS_2