
Tanpa sadar, mereka berdua tertidur dengan saling berjauhan. Egnor memiringkan tubuhnya ke arah jendela, sementara Claudia juga memiringkan tubuhnya menghadap Egnor.
Tepat pukul 5 subuh, Claudia membuka matanya. Dia melihat punggung Egnor yang sangat bidang dan tegap dengan tersenyum.
Claudia kini membuka sedikit selimut yang menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benangpun. Dia mengingat kejadian yang merupakan kali pertama dirinya bersetubuh dengan pria, dan pria ini yang memang menjadi target penjagaan terakhirnya. Claudia akhirnya merasakan senang dan kelegaan luar biasa, karna dapat menjaga bunga kesuciannya hanya untuk orang yang ia cintai.
Claudia sedikit menggerakan tubuhnya untuk mendekati Egnor. Dia lalu mengelus punggung Egnor yang masih setengah tertutup selimutnya. Betapa hangat dan juga agak keras. Claudia menyukainya. Dia terus mengelusnya sampai Egnor pun akhirnya merasakannya.
"Engg, kau jangan menggodaku sayang!" Lenguh Egnor merasakan kelembutan telapak tangab istrinya.
"Aku tidak menggoda, aku hanya mengelus yang kini sudah menjadi hak ku!" Saut Claudia bangga.
Egnor kini berbalik. Dia mendekatkan dirinya juga menarik tangan Claudia untuk masuk dalam pelukannya.
"Kita memang harus melakukannya lagi sayang." Kata Egnor mengecup puncak kepala Claudia.
"Hem, aku tidak percaya, kau baru melakukannya kak!" Kata Claudia mengelus dada Egnor.
"Begitulah, selama ini hanya dengan tanganku!" Egnor begitu jujur.
"Bukankah kau banyak penggemar?" Selidik Claudia masih sedikit ragu.
"Tidak juga. Tidak ada yang sepertimu sayang." Kini Egnor meraih dagu Claudia. Dia lalu mengecup bibir Claudia perlahan. Claudia mengikutinya. Mereka saling menautkan bibir mereka. Egnor kembali ingin bersatu dengan istrinya itu. Claudia pun merasa ingin melakukannya lagi.
Kini bibir dan indera perasa Egnor sudah mengecupi leher Claudia dan beralih ke dada lalu sampailah ke depan dua bulatan kenyal istrinya itu. Egnor sudah menurunkan sedikit tubuhnya sehingga dia bisa menikmati benda ranum nan kenyal itu dengan leluasa. Tangannya pun tak tinggal diam untuk memainkan ujung gundukan itu sehingga terdengarlah lenguhan suara Claudia yang membuat suaminya semakin bergerilya.
Claudia sudah merintih nikmat sambil mencengkram lembut rambut tebal Egnor. Dan sekiranya milik Egnor sudah mengeras, Dia beranjang mengarahkan miliknya ke inti pusat gairah Claudia. Egnor belum memasukannya. Dia menekan nekan terlebih dulu disisi sisi kenikmatan Claudia untuk menggoda nya yang terus memejamkan matanya. Claudia sudah tak tahan. Egnor masih menggoda nya sambil menyeringai sampai Claudia sendirilah yang akhirnya memegang miliki suaminya dan memasukannya pusat gairah cintanya.
Mereka pun melakukannya lagi sampai beberapa kali Claudia telah mencapai puncaknya namun belum membuat suaminya takluk. Claudia terus melayani Egnor yang sengaja menunda nunda puncaknya karna ingin terus berdekatan dengan istrinya itu. Sampai matahari sudah hampir terbit, akhirnya Egnor ambruk di samping Claudia.
Sinar matahari menyeruak masuk melalui jendela kamar Egnor yang telah Egnor buka baru saja. Namun, dia masih berbaring bergabung bersama Claudia yang tampak ketiduran sesaat. Egnor kembali memeluk istrinya dengan sangat lembut namun Claudia terbangun pada akhirnya. Egnor sudah tersenyum memperhatikan wajah Claudia yang luar biasa menggemaskan. Claudia merasa sinar sinar matahari itu membuat matanya silau. Dia pun hendak menghalau sinar tersebut karna ingin meletakan kepalanya di atas dada Egnor. Namun, ketika dia mengangkat tangannya, dia melihat sesuatu yang indah melingkar di jari manisnya.
Claudia terkesima. Dia memperhatikannya terlebih dahulu. Sungguh, memancarkan sinar yang begitu cantik dan elegan. Claudia langsung menatap suaminya. Dia yakin ini perbuatan belahan jiwanya. Tak ada alasan dirinya untuk semakin mencintai dan rela mengorbankan apapun untuk kakak dari Viena itu.
"Terimakasih kak, ini sungguh indah!" Pekik Claudia. Egnor hanya mengangguk tersenyum dan kembali memeluk Claudia dengan sangat erat. Claudia juga memeluknya dengan terus tersenyum. Dia sangat bahagia atas semua ini dan berharap masalahnya akan kandas karna pernikahannya.
...
Claudia berusaha menggerakan kakinya. Dia sudah mencoba duduk di sisi tempat tidur setelah dia berbohong pada suaminya kalau dirinya baik baik saja. Kenyataannya seluruh tubuhnya agak pegal dan kakinya keram. Dia tidak habis pikir kalau suaminya begitu kuat dan dirinya tak dapat dipungkiri juga menginginkan Egnor melakukannya.
Dia terus menggerakannya sampai dia merasa harus mencoba berdiri dan berjalan. Dia sudah meraih selimut untuk menutupi tubuhnya. Akhirnya Claudia berhasil berdiri dengan sekuat tenaganya. Namun, ketika dia berusaha melangkahkan kakinya, dia pun hendak terjatuh. Untung saja Egnor telas selesai membersihkan diri dan langsung menahan tubuh Claudia.
"Kau bilang kau tidak apa apa, mengapa hendak terjatuh seperti ini, Clau?" Tanya Egnor memeluk Claudia.
"Kakiku keram kak!" Jawab Claudia merintih.
"Sudahlah, berbaring saja di tempat tidur sampai pulih tenagamu, Clau!" Saran Egnor agak cemas.
"Kau tega ya membiarkan diriku penuh dengan aroma dan kringat dirimu?! Aku juga harus membersikan kepunyaanku. Ini semua sangat membuatku tidak nyaman." Sungut Claudia sangat ingin membersihkan dirinya.
"Bukannya kau suka aroma tubuhku?" Egnor menaik turunkan alisnya. Entah mengapa dia sungguh gemas dengan istrinya ini.
"Iya sih, tapi kak, masa kau tidak mengerti?" Claudia terus menggerutu.
"Ya, aku mengerti, aku saja yang membawamu ke bath tub!" Kata Egnor dan akhirnya menggendong istrinya ala bridal style ke bath up dalam kamar mandi.
__ADS_1
Egnor lalu membaringkan Claudia ke bath up setelah dia melepas selimut yang terlilit pada tubunya. Egnor mengisi air pada bath tub nya dan memberikan sabun cair di dalamnya.
"Sudah kak, aku bisa melakukannya sendiri." Kata Claudia yang sudah merasakan mata dan tangan Egnor sedang menjelajahi kedua buah benda kenyal nan lembut miliknya.
Egnor terkekeh dan menarik tangannya lalu beranjak dari sisi bath up.
"Hem, pengacara mesum!" Umpat Claudia menekuk wajahnya.
Ting! Egnor mengedipkan matanya dan keluar dari kamar mandi.
Egnor pun telah bersiap dengan setelan jas nya namun dia belum mengenakan jas nya. Dia lalu akhirnya yang membuat sarapan roti lapis untuk dirinya dan istrinya.
Egnor menyantap sarapannya di sofa sambil membaca surat kabar. Dia juga telah membuat kopi hitamnya juga segelas susu hangat untuk Claudia. Tak berapa lama, Claudia keluar dengan kemeja fit body yang dipadu dengan rok span berwarna biru senada dengan blazer yang belum ia kenakan.
"Selamat pagi sayang, aku sudah menjadi lebih baik. Sabun cair itu sepertinya memiliki aroma therapy yang sangat menenangkan." Claudia keluar dari kamar dengan cukup segar dan menuju ke meja makan. Dia agak terkejut dengan roti lapis dan susu hangat yang telah tersedia.
"Makanlah apa yang sudah kubuat, kita harus ke kantor. Aku masih harus berbincang dengan notaris soal peraturan pemerintah kemarin." Kata Egnor menoleh ke belakang dan melihat istrinya. Seketika Egnor terperangah dengan penampilan rambut Claudia yang dibuat ikal di bagian bawah dan menggunakan poni. Istrinya tampak menggemaskan. Egnor memandangi sesaat karna Claudia telah menyantap sarapannya.
"Baiklah kak, aku sudah selesai. Ayo berangkat!" Ajak Claudia sudah mengenakan blazer nya.
Egnor pun menutup korannya lalu beranjak menghampiri Claudia.
"Sepertinya besok saja aku menemui notaris." Kata Egnor memegang pinggang Claudia dan mendekatkan dirinya.
"Memang kau belum membuat janji?" Tanya Claudia merapikan dasi suaminya.
"Sudah, tapi bisa kubatalkan." Egnor menempelkan bibirnya di dahi Claudia dengan matanya yang terpejam.
"Kau ini kenapa hah? Kau sudah rapi dan tampan seperti ini, ayo kita pergi!" Claudia berusaha mendorong tubuh besar itu.
Egnor menciumnya lagi dengan sesekali menggigit bibir bawahnya. Entah sejak kapan, Claudia sudah mengalungkan tangannya ke leher Egnor. Tangan suaminya itu kini membuka blazer istrinya.
"Kak, kita mau berangkat bekerja." Claudia menarik diri dan mengingatkan pada Egnor.
"Hemm, sehari ini tidak masuk tak apa Clau!" Jawab Egnor yang kini agak memiringkan tubuhnya karna hendak memainkan dada Claudia yang yang menjorok ke depan itu. Claudia melenguh tak karuan karna cengkramab lembut suaminya yang sekarang hendak membuka kancing kancing kemejanya.
"Kau sudah kecanduan, Egnor sayang!" Claudia mengelus pelipis Egnor yang kini wajahnya memang sedang dibenamkan di depan dadanya.
"Begitulah Claudia sayang!" Saut Egnor ikut melenguh memuji keindahan lekuk tubuh Claudia.
Hem, pasangan pengantin itu melakukannya lagi di meja makan, sofa ruang tamu dan berakhir di bawah pancuran shower dan tempat tidur mereka. Dan satu harian Egnor dan Claudia saling mengecup, bersentuhan dan terus mengatakan i love you ..
...
Di sisi lain, betapa dua pria paruh baya ini nelangsa merenungi nasibnya yang tak tentu arah.
"Entah bagaimana lagi aku meminta uang pada Claudia kalau dia sudah menjadi istri si pengacara tamak itu!" Sungut Jack menimang nimang gelas kecil berisi wine.
"Seharusnya bagus, kau bisa mengancamnya mungkin dengan apapun yang bisa membuat keponakanmu takut, Jack!" Saut Nicolas di sebrang Jack.
Mereka sedang berada di sebuah bar di pinggiran kota.
"Untuk sekali dua kali mungkin bisa, aku takut Claudia sudah memberitahu pada Egnor semuanya, sehingga dia tidak mau memberikannya!" Kata Jack lagi agak cemas dengan pundi pundi uangnya.
Tak berapa lama Nicolas mendapat panggilan. Seseorang di sebrang sana merupakan pelanggan Nicolas yang memesan wanita wanita muda untuk pengusaha pengusaha yang membutuhkan. Namun kali ini pelanggannya meminta sesuatu yang baru, kalau bisa yang masih terjaga kesuciannya. Entah, mengapa Nicolas jadi memikirkan Claudia. Selama ini, dia juga ingin menculik Claudia dan dijadikan pekerjanya namun selalu gagal. Mungkin sekarang dengan bantuan Jack, dia akan mendapatkannya.
__ADS_1
"Jack, apa kau benar benar menginginkan uang dalam jumlah banyak? Dan rasanya kau tidak akan kekurangan lagi." Nicolas menyeringai ketika mematikan panggilan.
"Bagaimana?"
"Kau harus membantuku!" Saran Nicolas.
"Apa?"
"Pertama tama kau harus merelakan keponakanmu untukku!" Nicolas meminum wine nya.
"Kenapa dia?" Jack sedikit melirik.
"Em, walaupun dia sudah pernah menikah dengan Ricardo, apa menurutmu dia pernah melakukan hubungan intim?" Selidik Nicolas sesuai pesanan kliennya.
"Sepertinya tidak, karna Claudia tidak menyukai Ricardo dan Ricardo selalu menuruti Claudia." Jawab Jack sepengetahuan nya.
"Lalu dengan Egnor?"
"Entahlah, kemarin aku membuat Egnor kesal, mungkin mereka juga belum melakukannya, ada apa?! Kau membuatku penasaran!"
"Kemarilah, akan kuberitahu."
Nicolas lalu membisikan apa yang ada di pikirannya mengenaik Claudia. Awalnya wajah Jack menegang dan sedikit marah namun lama kelamaan dia malah menyeringai. Tampak mimik wajahnya menjadi sumringah seakan mendapat secercah harapan dirinya untuk tidak lagi menjadi orang susah dan akan selalu bersenang senang.
...
...
...
...
Eleh nor nor, dirimu bukan hanya dapat mengendalikan kasus di meja sidang ya tapi juga di meja makan 😝😝
Daann, jack and nick, entahlah .. kalian TAK PENTING!!
.
Next part 35
Apa yang akan diperbuat dua ortu bejat ini yak?
Sampai hati kau Jack 😭😭
.
Adduuuhh, diriku mau curahan hati manjalita haha .. jd sebenernya episod ini uda tayang kemarin pagi, tapi diriku memang ekstrem ngetiknya di depan tuan putri ku yang super aktif, jadi singkat cerita episode yang sudah kususun rapi hilang dan vii membuatnya ulang 😭😭
Jadi mohon komennya kalau kurang sreg atau ada yang mengganjal atau malah sebaliknya, tolong diungkapkan agar vii lebih kreatif lagi dan hati hati 😁😁
.
Jangan lupa kasih LIKE .. Kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa 😍😍
.
__ADS_1
Thanks for read and i love you ❤️