
Egnor memicingkan matanya melihat Claudia di sana sangat tersiksa. Dia terus mendekati istrinya. Ketika sudab sampai di depan tempat tidur, Istrinya beranjak dan meraih kerah coat Egnor.
"Mengapa kau melakukan ini padaku?!" Tanya Egnor memegang pergelangan tangan Claudia dengan wajah kecewa.
"Aku tidak tahu kak!" Jawab Claudia dengan napas tersenggal. Seluruh tubuhnya bagai terserang bara api.
"Begitu terus jawabanmu! Kau anggap aku apa Clau?! Apa?!" Kata Egnor nelangsa.
"Suamiku! Tolong aku kak, ini sangat panas. Sekali ini saja tolong aku kak. Maafkan aku!" Claudia memohon dengan wajah yang memerah padam dan memelas.
Egnor meraih wajah istrinya.
"Aahh kak, sentuh semua kak, ini menjadi lebih dingin kak! Kaakk.." Claudia melenguh mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Egnor.
"Aku harus memberimu hukuman Clau! Kau sungguh bedebah! Kau selalu menghancurkan hatiku sejak dulu! Kau membuat hatiku merana dan menangis! Kau tidak menghargaiku!" Desis Egnor mendorong tubuh Claudia ke tempat tidur dengan sangat kasar.
Dia lalu membuka coatnya, jas nya sampai hanya menyisakan kemeja dan dasinya. Claudia di sana sudah mendesah sambil memegang kedua buah dadanya.
Egnor melepas dasinya dan mengikatkan pada kedua tangan Claudia ke atas.
"Kakak! Jangan begini, ini sungguh menyiksaku! Tubuhku panas kak!!!" Keluh Claudia karna tidak ada yang membuat dirinya lebih nyaman.
"Kau rasakanlah agar kau tahu begini jadinya kalau kau tidak membicarakan semuanya pada suamimu!!!" Bentak Egnor di depan wajah Claudia.
"Maafkan aku kak!" Ucap Claudia terus menerus dan wajahnya semakin memerah.
Egnor tak menggubris. Dia lalu membuka tali pinggangnya juga celananya siap bersatu dengan istrinya itu. Biar bagaimanapun dia begitu mencintai istrinya ini.
Egnor lalu menghujamkan miliknya di dinding2 kenikmatan Claudia dengan sangat cepat dan kasar sampai Claudia hanya dapat berteriak dan mengikuti gerakan suaminya.
"Pelan kak!" Pekik Claudia merasa sakit dan nikmat menjadi satu.
"Tidak ada kata pelan untukmu, kau mengingingkannya kan?!" Saut Egnor terus memajumundurkan tubuhnya.
"Sakit kak, ahhh, ahhh.." Claudia merintih dalam kenikmatannya sambil mencengkram tubuh Egnor. Sebenarnya ini membuat Claudia lebih baik karna dia telah mencapai puncaknya lebih awal dan seluruh tubuhnya seketika melemas dan tidak panas lagi. Namun gerakan Egnor yang kasar membuat daerah keintimannya agak mememar dan kakinya terkulai lemas. Claudia meneteskan air mata ketika Egnor sudah mencepai pelepasannya karna penekanan Egnor jauh lebih kencang.
Egnor lalu meraih dagu Claudia dengan sangat kencang sampai membuat Claudia mendesis.
"Sekarang kau menangis? Kau sudah menyesali apa yang kau perbuat apa tidak CLAU?!" Bentak Egnor membuat Claudia semakin sesenggukan dan kepalanya menjadi pening. Perut nya mual dan pandangannya kabur.
"Kau rasakan semua kesakitan ini. Ini tidak ada apa apanya dengan kekecewaan hatiku! Kau paham?! Aku harus menghukummu!" Kata Egnor lagi.
"Ma maaf kak." Ucap Claudia dan tak lama ia tak sadarkan diri.
Seketika Egnor melihat jelas bekas tamparan menghiasi pipi mulus istrinya. Egnor menghela napas dan akhirnya memeluk istrinya. Dia membaringkannya dulu dan merapikan dirinya.
Egnor membuka pintu sambil menggendong Claudia yang sudah ia tutupi dengan coatnya.
"Kembali ke Honolulu sekarang!" Perintah Egnor.
"Bagaimana Claudia Tuan?" Tanya Grace khawatir melihat Claudia tak sadarkan diri.
"Panggil dokter pribadiku suruh ke apartemen, Grace!" Kata Egnor berjalan pelan keluar dari ruangan.
"Baik Tuan!"
"Tuan, bagaimana Jack dan Nicolas?" Tanya Frank.
"Bawa semua ke Honolulu, akan ku adili mereka di sana. Disini bukan lahanku. Jangan sampai Pemerintah pusat Japanis memblokade kita mengurus kasus pemerintahan Frank!" Kata Egnor.
"Benar Tuan!"
"Bagaimana si tengik ini Tuan?" Tanya Bertho yang menjambak rambut Aaron yang sudah babak belur itu.
__ADS_1
"Frank, buat laporan akan orang ini, tutup casino nya ini. Tuntut dia atas nama ku karna sudah melecehkan istri ku, Claudia Stephanie Jovanca!" Perintah Egnor lagi lada Frank.
"Beres Tuan!"
Dan mereka kembali ke Honolulu saat itu juga. Mereka tiba keesokan harinya ketika subuh. Semua pulang ke tempat masing masing setelah Joe mengurung Jack dan Nicolas di ruang bawah tanah gedung pengacara Egnor. Egnor pun menuju ke apartemennya bersama Claudia dan dia mengganti baju istrinya itu dengan piyama tidur yang tertutup. Tak berapa lama dokter pribadinya datang.
Sang dokter mengecek kondisi Claudia yang tidak terjadi apa apa namun Claudia agak sedikit lelah dan gangguan ulu hati karna menelan secara paksa wine dan obat perangsang itu. Lambungnya juga menjadi perih. Dokter sudah memberikan obat yang cocok untuk Claudia mengingat Claudia memiliki alergi. Dokter pun ijin pamit.
Egnor pun ikut beristirahat karna hari pun menjelang pagi. Egnor tidur di sofa besar single yang ada di kamarnya. Dia tidak ingin terlihat bangun di samping Claudia. Dia hendak membuat Claudia merasakan sebuah kehilangan jika dirinya berarti bagi istrinya itu.
Tepat sekitar pukul 10 pagi, Claudia mengerjapkan matanya. Dia berusaha untuk bangun walau kepalanya sangat berat. Dan ketika dia bergerak sesaat, selangkangannya terasa nyeri. Dia mendesis. Tak berapa lama setelah perjuangannya membuka mata akhirnya dia melihat langit langit kamar apartemennya ini. Dia lega akhirnya dia berada di kamar apartemennya, namun dimana suamiku. Begitu pikirnya.
Dia lalu melihat sekitar dan di sana menemukan suaminya dengan masih mengenakan kemeja putih dan celana bahannya duduk tertidur di sofa. Claudia tersenyum. Dia berdua baik baik saja walau Egnor tampak lelah. Claudia berusaha untuk duduk.
"Aaahhhh...!!!" Claudia mengeluh sakit pada selangkangannya dan daerah pinggangnya.
"Mengapa jadi perih seperti ini? Pinggang ku? Panas sekali!" Kata Claudia lagi berhasil duduk namun memegang pinggangnya. Hal ini sontak membuat Egnor bergerak dari tidurnya dan sedikit melirik Claudia yang di tempat tidur sedang merintih.
"Ada apa?" Tanya Egnor acuh.
"Pinggangku sakit kak!" Jawab Claudia berharao Egnor menghampiri namun tidak.
"Jadi?" Tanya Egnor lagi masih di sofa nya.
"Kau kenapa kak? Mengapa dingin seperti ini?" Tanya Claudia memegang pinggangnya.
"Tidak apa. Itu hanya ngilu saja. Nanti juga sembuh. Maka dari itu, besok besok kalau kau selemah ini, kau jangan pergi sendirian, kau punya suami kan?" Sindir Egnor.
Seketika Claudia terdiam dengan penuturan suaminya. Dia memang bodoh. Dia memang sudah membohongi suaminya. Claudia hanya menatap Egnor saja tanpa berani bersua.
"Kenapa diam? Sudah tau bersalah atau belum?" Tanya Egnor beranjak dari sofanya dan duduk di sisi tempat tidur. Claudia menunduk.
"Bukankah kemarin aku menyuruhmu untuk tidak kemana mana dan segera pulang ketika Grace pulang? Clau? Jawab!" Tanya Egnor lagi masih dalam nada pelan. Claudia mengangguk dan masih menunduk.
"Bukankah kemarin kau sendiri yang mau tinggal untuk menjaga kantor dan tidak ingin ikut bersamaku? Iya kan?"
"Tapi kenapa kau tiba tiba menemui pamanmu dan ikut ke Japanis? Kenapa?" Tanya Egnor terus menerus seperti sedang memberi pernyataan pernyataan di persidangan.
Claudia terdiam.
"KENAPA CLAU?!" Tanya Egnor membentak sambil memukul kasur dan dia berdiri.
"KAU TAHU TIDAK AKU HAMPIR MATI KARNA TIDAK MENERIMA JAWABAN PONSELMU, AKU HAMPIR MATI KETIKA PONSELMU TIDAK AKTIF, DAN KAU CLAU, KAU HAMPIR DINIKMATI PRIA LAIN, BAGAIMANA PERASAANKU CLAU? KAU MENGHARGAI ATAU TIDAK?! JAWAB JANGAN HANYA DIAM MENGANGGUK MENUNDUK, JAWABBB!!!!" Egnor meledak. Dia tidak pernah seperti ini.
Dia selalu sabar menghadapi semuanya, apalagi masalah Claudia, dia selalu pelan dan penuh perencanaan. Namun, sekarang rasa rasanya dia harus tegas dengan wanita nya ini. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, hati kecilnya, dia benar benar tidak mau lagi kehilangan Claudia. Cukup delapan tahun berpisah dengan wanita ini membawanya dalam kesengsaraan. Menjadikan dirinya bukan dirinya sendiri. Harus memendam perasaan sendiri dan mencemaskan sesuatu terjadi pada wanita nya ini. Dia tidak mau lagi.
"Aku hanya tidak mau membuatmu khawatir kak.." jawab Claudia akhirnya mendongakan kepalanya sambil menangis. Dia tidak menyangka kalau suaminya bisa semarah ini padanya.
"Khawatir kau bilang? Kau seperti ini malah benar akan mencabut nyawaku, kau tahu tidak Clau?!!!" Kata Egnor lagi kini memegang lengan Claudia dan menghentak hentakan tubuh kecil itu.
"Aku hanya tidak mau terlihat rendah dimatamu kak, mengerti lah kak? Aku dilema, aku kalut, semua ku lakukan karna mereka telah merawatku kak, mereka yang menampungku, mereka yang memberiku makan. Aku minta maaf, aku hanya tidak mau kau melihatku sebelah mata. Hanya itu kak. Maafkan aku." Jawab Claudia menatap Egnor dan memegang wajahnya dengan lelehan air mata yang menghias pipinya.
Egnor lalu berdiri. Dia tidak mau Claudia memanfaatkan kesempatan dirinya yang tidak tega melihat tangisan itu.
"Baiklah, kau di sini saja dulu! Aku lelah sangat sangat lelah! Kau renungi saja perbuatanmu dulu disini!" Kata Egnor berjalan mondar mandir menolak pinggang dan satu tangannya memegang dagunya.
"Aku menghukumu Clau! Kau disini jangan kemana mana, tidak usah ke kantor, tidak usah bekerja. Diamlah kau di sini sampai kau mengerti arti kehilangan dan kecemasanku. Dan kita tidak akan bertemu. Aku akan di rumah ayahku! Grace dan Frank yang akan kemari membawakanmu bahan makanan untuk kau olah! Sekali lagi JANGAN KEMANA MANA! jangan mencoba untuk kabur entah melalui apapun karna kemana pun kau pergi Clau, AKU PASTI TAHU!!" Kata Egnor kemudian dan menatap tajam Claudia.
Claudia tak bergeming. Dia hanya menunduk. Dia memang sangat bersalah dan tidak dapat berkelit.
"Ini obat mu, minum dan habiskan! Ah, satu lagi, aku minta maaf karna harus tegas dengan pamanmu, aku tidak mau dia menyakitimu dan merepotkanmu lagi! Masalah bibimu sendirian di Oriental, tenang saja aku akan mengirim orang untuk membantunya." Tambah Egnor
"Tidak usah kak, dia baik baik saja." Saut Claudia masih berbohong.
__ADS_1
"Cih, terus saja kau menipuku!" Egnor berdecih pelan.
"Jadi kau sudah jelas kan apa yang ku katakan kan?" Egnor kembali memastikan dengan nada bicara kesal.
Claudia mengangguk.
"Aku harap anggukan mu itu adalah jawaban mengerti dan TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI!!" decak Egnor hendak keluar ruangan setelah meraih jas nya.
"Tunggu kak!"
Egnor menoleh.
"Aku mencintaimu kak." Kata Claudia dan dia mencoba untuk bangkit, dia hendak memeluk suaminya sebelum dia harus sendiri selama hukuman ini. Namun antara kedua kakinya benar benar sakit sehingga dia terjatuh di bawah tempat tidur. Wanita itu merintih, Egnor hendak membantu namun dia terpaksa bertahan. Dia harus benar benar tegas dan tidak boleh luluh dulu.
"Argh, sakit! Kak, aku hanya ingin memelukmu, kemarilah!!!" Kata Claudia menangis, membuka tangannya seperti anak kecil berharap Egnor meraihnya namun ternyata tidak.
"Kau peluk saja dirimu dan semua kebohongan yang telah kau buat padaku!!" Kata Egnor dengan sangat terpaksa membiarkan Claudia tersungkur di lantai dan pergi dari apartemennya itu. Sementara dia masih di balik pintu masih mendengar tangis Claudia yang menguar dan karuan. Tangis penyesalan dan permintaan maaf. Sesekali wanitanya itu memanggil namanya dan menyuruhnya kembali.
"Kak Egnor maafkan aku, kembalilah kak peluk aku, aku tidak mau sendiri, kak Egnooorr.... Huhuhuhu.." begitulah terus Claudia menangis namun Egnor tak kembali.
Egnor masih dibalik pintu dan hatinya benar benar hancur. Dia melakukan hukuman ini melebihi dirinya membuka aib para tersangka. Kini dia benar benar memperlakukan istrinya melebihi tersangka. Dia terpakasa melakukannya karna dia tidak mau kehilangan Claudia lagi. Dia sudah bertekat, kali ini dia tidak akan lengah dari Claudia.
...
...
...
...
...
sukses diriku merinding kalo tega tega begini deh!!
v : kak egnor?
e : hemmm?
v : ga jadi
e : menyusahkan!!
yayayaa tau eke 😭😭
ga jelas skip skip (niat hati mo belain clau tapi dia melihatku tajam aku ngeri, sory y team clau, kali ini aku team babang eg dlu hihi)
.
next part 39
kapan pertengkaran ini berakhir?
kapan Egnor luluh lagi?
ada hal apa lagi di depan sana yang menjadi rintangan hubungan mereka?
stay tune gaes 😁😁
.
Jangan lupa kasih LIKE dan KOMEN nya ya sayang sayangku 😍😍
Kasih juga VOTE dan RATE di depan profil novel yaa 😘 😘
__ADS_1
.
Thanks for read and i laf youu 🌹🌹