Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 74: Special FRANK GRACE 6: Mine


__ADS_3

Cobalah mensyukuri apa yang kita miliki dengan melihat segala kelebihannya saja dan pura pura tidak tahu akan kekurangan yang ada kalau melupakan lebih menyakitkan. Elizabeth sudah merupakan wanita paling beruntung memiliki pria terbaik seperti Holland, ayah Frank. Namun, karna dia terlalu melihat kekurangan yang ada, dia pun terjerumus pada hal ke tidak puasan dan kekurangan malah melingkupinya. Sedangkan Grace? Grace hanya melihat suratan takdir dan membina hubungan yang baik dengan Frank padahal nyawanya terancam. Karna apa? Karna Grace selalu melihat kelebihan Frank yang sangat tulus mencintainya. Mengesampingkan orang orang yang hendak meruntuhkan dinding cinta mereka dengan kesabaran dan kerendahan hati. Namun, apakah semua ketulusannya bersama Frank dapat mempengaruhi orang tua mereka, khususnya Elizabeth?


...


"Jadi, Tuan Egnor Victor Jovanca, apa yang hendak anda sampaikan sebagai saksi dari penuntut?" Tanya jaksa ketika Egnor dipersilahkan menjadi saksi untuk menambah bukti kesalahan tergugat.


"Tidak panjang karna sebenarnya kami sudah menang kan? Begini aku memang selalu berjaga jaga karna aku seorang penegak keadilan. Ini dunia hukum aku tidak bisa main main. Jadi aku membuat duplikat setiap video yang menjadi buktiku dan menyimpannya." Egnor memulai kata katanya. Seketika semua menjadi agak menegang. Pasalnya seorang pengacara handal di sana yang menjadi saksi, pasti memiliki senjata rahasia.


Sang pengacara dari Japanis melirik terkejut ke arah Egnor. Dia lalu merasa harus berbuat sesuatu.


"Keberatan yang Mulia Hakim." Kata si pengacara Japanis. Egnor terdiam juga memejamkan matanya.


'Ternyata orang ini lebih bodoh dari Moses, mungkin lebih bodoh dari Gabe! Mana bisa dia menyanggah ku yang sedang berbicara ini?! Aku kan sedang menjadi saksi!' batin Egnor dalam hati memutar bola matanya malas.


"Keberatan di tolak Tuan Miller! Saksi memiliki kesempatnya sendiri. Kini Tuan Egnor merupakan saksi bukan penasihat hukum." Balas hakim Benedict.


Pengacara Japanis yang bernama Miller itu menepuk dahinya. Dia melupakan siapa Egnor saat ini di persidangan ini. oh, habis sudah derajatnya hanya karna menyela Egnor.


"Lanjutkan Tuan Jovanca." Pinta Benedict.


"Aku jadi benar benar tidak selera. Aku seperti datang ke persidangan kasus pencuri makanan di food truck food truck taman. Hem! Sudahlah Hakim Benedict, jadi aku mempunyai duplikasi video CCTV yang sesungguhnya yang memiliki suara. Video dimana Nyonya Elizabeth menggedor pintu apartemen Tuan Frank dan Nyonya Grace sembari memberikan sumpah serapah dan umpatan serta jangan lupakan, ancaman yang bertubi tubi. Membuat Grace Frustasi namun tetap menahannya karna menghargai Nyonya Elizabeth sebagai orang tuanya. Permisi!" Kata Egnor dan dia meninggalkan bangku saksi. Setelah itu Moses memutarkan semua video yang sudah kembali diberikan oleh Egnor.


Bukan hanya bisikan atau cibiran yang menguar pada ruang sidang itu tetapi juga tatapan tajam dan benci dari para penonton yang beberapa ada yang merupakan saudara tiri Elizabeth dan pegawai kerja perusahaan suaminya. Mereka semua tidak menyangka kalau seorang wanita yang harusnya memberi perlindungan pada anak anaknya malah memberikan sumpahan yang tidak enak. Padahal sepenglihatan mereka semua, semua melihat Frank tampak menerima apa adanya kondisi Grace.


Frank memang terlihat memperhatikan kondisi Grace di persidangan ini. Sebenarnya Grace belum bisa keluar rumah sakit. Tapi dia memaksa. Dia hendak melihat ibu mertuanya katanya untuk terakhir kali bilamana benar terbukti bersalah. Grace saat ini diam saja melihat ibu mertuanya. Tidak ada perasaan apapun. Tatapannya datar namun tetap sedikit sendu. Kecuali Frank. Frank sudah sangat muak melihat ulah dan tingkah ibunya. Dia sampai berpikir mungkin saja sejak menikah, ibunya hanya menginginkan harta ayahnya saja tanpa ada cinta sedikitpun.


"Baiklah Tuan Moses, apakah ada saksi lainnya yang hendak anda panggil?" Tanya Benedict memastikan seturut proses jalannya sidang.


"Ya Tuan Hakim Benedict, satu lagi supaya genaplah laporan yang saya berikan . Saya panggilkan saksi kedua sekaligus yang terakhir, Tuan Franky Leonard. Silahkan Frank." Kata Moses memberi ijin pada Frank.


Frank meneguk salivanya. Dia akan menjadi saksi untuk kasus istrinya yang melawan ibunya. Dia tidak dilema, dia hanya akhirnya telah memantapkan dirinya memberi peringatan pada ibunya dengan harapan ibunya bisa berubah dan menerima wanita yang ia pilih dengan tulus hatinya.


Sesaat Grace menahan tangan Frank ketika Frank hendak berjalan ke depan. Frank menatap Grace dan berjongkok lebih dulu di depan Grace.


"Sayang, percayalah, ini bentuk cinta kasih kita terhadap orang tua itu. Aku tidak akan mengarahkan hal yang berlebihan. Percayalah padaku. Diamlah di sini bersama Nyonya Claudia. Aku tidak akan lama. Aku harus menegakan keadilan mu, ini hak mu sayang!" Kata Frank dan mengecup punggung tangan Grace. Grace hanya mengangguk dan tak meresponi apa apa lagi.


Frank pun menuju ke arena persidangan namun Frank tidak menuju ke kursi saksi melainkan menghampiri ibunya ke depan bangku terdakwa. Ibunya menatap Frank dengan lelehan air mata.


"Akhirnya aku bisa membawa mu ke pengadilan setelah mengumpulkan banyak keberanian ku! Apa kau tahu kenapa aku mempertahankan Grace di hatiku? Karna aku tidak menemukan sosok ibu yang selama ini kucari cari. Aku mencari cari perhatian seorang ibu dan mencari cari dari arti kasih seorang ibu yang sesungguhnya. Tetapi aku tidak menemukannya di manapun termasuk di dalam matamu yang terdalam . Aku yakin. Dan semua yang kubutuhkan, teman, sahabat, saudara, kekasih bahkan seorang ibu, aku temukan di dalam diri wanita yang duduk di kursi roda sana. Bahkan tadinya dia akan memberikanku seorang anak jika kau tidak muncul dan mengancam untuk bunuh diri. Sekarang, aku hanya ingin kau mengingat dan menjawab dalam hatimu saja apa yang menjadi pertanyaanku.


Kau di mana ketika aku meratapi kubur ayahku, mantan suamimu?


Kau ada di mana ketika aku bersedih mengenang mendiang ayahku?


Kau ada di mana ketika aku harus sendirian di rumah besar itu?


Kau di mana ketika aku merasa gagal ketika aku merasa kesepian dan terlebih lagi,


Kau di mana ketika aku sakit?


KAU ADA DI MANA??????!!!!!!


aku bertanya pada anda, MOM!!" Kata Frank dan menatap tajam ibunya.


Mata Frank memerah karna dia tidak bisa mengeluarkan air matanya. Sementara penghuni persidangan itu sampai si pengacara Miller berkaca kaca. Grace dan Claudia sudah menangis. Sementara Egnor dan Moses hanya menundukan kepalanya meratapi kesengsaraan Frank selama ini. Frank tidak pernah serendah ini. Frank selalu ceria dan menutupi seluruh masalahnya. Ya, memang hanya Grace yang mengetahuinya. Hanya Grace tempat curhatan batin dan hati kecilnya.


"dan baiklah aku tahu kau terlalu sibuk dengan cinta sejatimu yang ternyata bukan ayahku, Heng! Terimakasih telah melahirkanku, SAJA! Tapi kenyataannya segala perhatian, cinta kasih, teman, rasa saling memiliki aku mendapatkannya dari wanita lain. Wanita yang seharusnya hanya menjadi kekasihku saja tetapi. Ketika aku bertemu Grace. Semua yang kucari dari mu ada padanya. Dia menemani ku ketika aku bersedih. Dia mendengarkan semua keluh kesah ku. Dia menemaniku mengunjungi nisan ayahku. Dia yang bersama sama denganku mendoakan ketentraman ayahku. Dia yang menyeka keringatku ketika aku lelah. Dia yang membuatku tersenyum bahkan Mom! DIA, KAU LIHAT MOM! LIHAT WANITA DI KURSI RODA SANA LIHAT!! DIA YANG MENGOMPRES KU KETIKA AKU SAKIT, DIA! DAN BUKAN KAU! BAHKAN DIA YANG MEMBERIKU MAKAN DAN MINUM! KAU MEMINTA DIRIKU TAPI KAU BAHKAN TIDAK MENYUAPIKU SESENDOK NASI! sudah! Aku sudah cukup sabar padamu. Terimakasih, inilah kesaksian hidupku bukan kesaksian kesalahan wanita tua ini. Sekarang saja aku tidak tahu SIAPA DIA! Permisi!" Frank melanjutkan dan kembali menuju Grace.


Elizabeth Sama sekali tak bergeming. Entah apa yang ia rasakan. Sejujurnya memang dia tidak pernah mencintai Holland Leonard. Karna dirinya hanya seorang rendahan, seorang penyanyi bar yang disukai oleh Holland. Berbeda ketika dia bertemu Ron. Entahlah apa yang Elizabeth rasakan. Pria muda itu memang anaknya yang dikandung oleh dirinya dan sekuat tenaga ia lahirkan namun bagaimana dirinya mengasihi sepenuhnya jika dia saja tidak mencintai intinya. Elizabeth sedikit tersentuh namun dia hanya bisa menangis dan menunggu keputusan atas dirinya. Dia kembali menunduk, entahlah harus seperti apa. Dia saja tidak mengerti apa yang dirasakan hatinya.

__ADS_1


Frank melihat Grace dari atas dan Grace langsung memeluknya. Melingkarkan tangan lemahnya pada pinggang pria yang saat ini benar benar terjatuh ke kawasan paling dalam. Frank akhirnya menangis. Dia merasa dirinya sangat berdosa karna sekarang dia tidak menganggap ibunya lagi. Orang yang pernah ia dewa dewakan tetapi nyatanya sudah merobek hatinya sampai tak dapat disatukan atau bahkan di rekatkan sekalipun.


Frank pun memeluk Grace juga berjongkok ke bawah.


"Maafkan ibumu Frank! Ibumu masih hidup, kau jangan sampai menyesal, aku mohon. Aku tidak membencinya aku bersumpah. Maafkan dia Frank." Grace menguatkan dan menyakini suaminya.


Frank hanya menggeleng mendengar penuturan istrinya. Dia tidak mau lagi mendengarkan kebaikan hati wanitanya. Dia harus memberi pelajaran dan semoga menjadi peringatan bagi ibunya. Dia tahu siapa ibunya.


"Baiklah, sidang kita lanjutkan." Kata jaksa melanjutkan proses persidangan yang panjang dan penuh drama ini. Dia pun menyeka binar binar yang ada di matanya. Ya, para jaksa dan hakim juga merasa hanyut akan perkataan Frank . Hakim Benedict yang mengenal Frank tidak menyangka kalau seorang Frank yang periang dan selalu membuat lelucon memiliki latar belakang seperti ini. Dia juga menyeka air mata yang hendak terjatuh pada matanya.


"Jadi, semua saksi sudah dihadirkan oleh pihak penuntut dan pihak terdakwa apakah memiliki saksi untuk pembelaan sebelum kita ke hasil akhir?" Tanya jaksa pada pihak hukum Elizabeth.


"Aku tidak mau menjadi saksinya! Aunty Elizabeth sangat jahat terhadap anak dan calon menantunya! Aku tidak tahu kalau kejadiannya seperti ini. Ayo kita pulang mom!" Kata seorang gadis kira kira berusia dua puluh tahun berbicara pada ibunya. Mereka merupakan saudara dari Ron.


"Iya benar! Aku seorang ibu tidak sampai hati seperti itu. Aku bahkan terus menghubungi anak pertama laki laki ku yang tinggal di Oriental. Setiap hari menanyakan sudah makan apa belum tapi dia bahkan tidak menyukai anak lelakinya itu. Hem, entahlah Ron mendapat sihir apa bisa mencintai dia! Ayo nak kita pulang!" Saut ibunya juga ikut berdiri dan akhirnya meninggalkan ruangan. Mereka membatalkan menjadi saksi bagi Elizabeth.


Elizabeth hanya bisa menunduk pasrah. Dia mengepalkan tangannya. Betapa nistanya dirinya sekarang.


"Bagaimana pengacara Miller, apakah ada yang lainnya?" Hakim Benedict angkat bicara meyakinkan. Miller menggeleng juga pasarah dengan hasil sidang.


"Oke baiklah. Sepertinya hasil dari persidangan kali ini tidak perlu dirundingkan kembali karna sejak tadi para hakim pendamping saya bahkan jaksa sudah memberikan kode dan berbisik pada saya. Bukan hanya kesaksian hidup Tuan Frank, tetapi juga dari bukti yang terpapar dengan sangat jelas bahwa Nyonya Elizabeth benar adanya telah melakukan tindak kekerasan yang sangat disengaja yang menyebabkan Fisik, Mental dan Kejiwaan dari Penuntut terganggu. Maka dari itu, pengadilan memutuskan bahwasanya Nyonya Elizabeth Keanu BERSALAH!! Bukan hanya tindak kekerasan yang sengaja tetapi juga penyerangan secara terang terangan serta memberikan kesaksian palsu dan tidak sebenarnya. Oleh sebab itu, pengadilan memutuskan hukuman Nyonya Elizabeth Keanu mendekam di penjara selama lima tahun sesuai hukum yang berlaku atas pelanggaran ini." Kata Benedict namun Frank memberanikan diri untuk menyela nya.


"Maaf, hakim Benedict, saya sebagai anaknya mohon kan saya memberi kan nya hukuman." Kata Frank mengangkat tangannya. Benedict menunggu kata kata Frank sementara Elizabeth sudah menangis di sana.


"Frank, kau tidak waras! Sudah jangan membebani ibumu lagi! Atau sebaiknya pikirkan permintaan ku!" Grace menahan Frank. Grace takut Frank kurang puas dengan kurungan penjara atau Frank ingin penyiksaan seperti ayah tirinya.


"Grace, kau diam saja! Biarkan Frank yang menentukan yang terbaik!" Celetuk Claudia.


"Frank, aku mohon jangan terlalu kejam." Pinta Grace.


"Hakim Benedict, biarkan saya meminta pada hakim agar membuat Nyonya Elizabeth Keanu


Deg! Seketika hati Elizabeth benar benar sakit karna Frank tidak lagi memanggilnya mom atau mengatakan dirinya ibunya. Dia bahkan hanya memanggil namanya dengan nama keluarga bukan nama keluarganya.


Egnor menatap Frank. Egnor tersenyum kalau sekarang Frank sudah sangat berubah pesat benar benar tidak seperti pertama kali bertemu yang agak arogan dan ceroboh. Kini Frank berpikir ke depan dan bijak sana. Sesaat Egnor juga melirik Grace, salah satu orang kepercayaannya juga. Grace tersenyum dan memegang tangan Frank. Hem, Egnor sangat yakin, sebenarnya ini permintaan Grace bukan Frank. Sementara Claudia menatap suaminya yang tersenyum pertanda baik.


"Kak, benar tidak apa Nyonya itu hanya di asingkan." Selidik Claudia agak cemas.


"Sudah keputusan mereka, biarkan saja. Kau tenanglah!" Balas Egnor merangkul istrinya dan Claudia akhirnya tidak bergeming. Egnor memang tidak mau ikut campur dengan apa yang sudah menjadi keputusan Frank dan Grace selama itu masih dalam batas normal dan sesuai.


...


"Frank, kalau kau membalasnya dengan kejahatan dan memberikan hukuman yang keji untuk ibumu walaupun hanya penjara lima tahun tetapi di sana ibumu akan menerima kekerasan yang akan semakin mengkontaminasi pikirannya untuk mungkin bisa berbalas dendam. Sementara, jika kita utus beliau ke panti sosial dan bekerja di sana seperti di Indian, beliau bisa menyadari arti kasih dan hati yang tenang. Percaya padaku, ibumu akan berubah." Kata Grace sebelum datang ke persidangan pagi itu setelah Moses menghubunginya . Frank menatap Grace lekat lekat.


"Grace, mengapa hatimu seperti ini terus hah? Apa sebenarnya aku tidak pantas menjadi pendampingmu ya?" Tanya Frank yang sangat malu dengan kebaikan hati Grace.


"Sayang, dokter ada untuk menyembuhkan orang yang sakit, aku ada untuk melengkapi setiap kekuranganmu jadi tidak ada yang pantas atau tidak pantas. Tidak ada dokter mendatangi orang sehat sayang. Begitu juga dengan ayahmu yang mengambil ibumu menjadi istrinya. Semua nya ada sebab akibat dan saling keterkaitan. Dan sekarang kita ada di sini untuk menyembuhkan ibumu dari kejahatan ini. Kita seorang penegak keadilan. Ayo Frank kita juga tegakan keadilan bagi ibumu. Kau mengerti maksudku kan?" Grace memegang wajah Frank.


"Cukup Grace! Entah bagaimana lagi aku membalas semua kebaikanmu, ijinkan aku selalu bersamamu, jangan pernah berpisah, aku tidak sanggup!" Frank mengecupi telapak tangan istrinya.


"Tidak akan Frank, aku juga ingin selalu bersamamu! Karna aku adalah tulang rusukmu!" Gumam Grace.


"Grace, aku mencintaimu!"


"Aku juga, sangat mencintaimu! Hanya kau pria yang melihat diriku tanpa melihat kelebihan ku! Kau mengerti diriku meski belum mengetahui apa apa. Terimakasih Frank."


Dan pasangan itu berciuman lalu berpelukan, tentu saling menangis dan akan menguatkan cinta mereka.


...

__ADS_1


Selang beberapa Minggu kemudian, ketika usia kandungan Claudia mencapai 22 Minggu, Tuhan memang beserta umatnya yang berserah dan percaya, Grace dipercayakan mengandung kembali. Usia kandungannya yang sudah mencapai empat Minggu. Grace dan Frank teramat bersyukur dengan semua ini. Grace lebih menjaga dan merawat dirinya untuk anak keduanya ini.


"Tidak akan kusia siakan lagi kesempatan Tuhan kali ini. Anakku, kau milikku selalu sampai kau melihat dunia bersamaku bersama Daddy mu! Fransisca, lihat adikmu, akan menggantikan mu menjaga Mommy dan Daddy." Kata Grace di depan kaca menunjukan perutnya.


Dia memutuskan memberi nama anak pertamanya Fransisca. Walau mereka belum mengetahui jenis kelamin ya, namun sesuai mimpi Frank yang di datangi seorang anak perempuan berkepang dua dan memberikannya permen loli, mereka meyakini kalau anak pertama mereka pasti perempuan.


"Fransisca jika milik kita sayang. Dia hanya sedang berlibur ke surga. Suatu saat nanti kita akan menyusulnya." Tiba tiba Frank sudah datang memeluk Grace dari belakang dan memegang perut istrinya itu.


Grace mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke kepala Frank.


...


Tamat ..


...


Pesannya Uda banyak yak yg bisa diambil, ga usa Vii jabarin lagi 😁😁


.


Em sampai jumpa di cerita Frank dan Grace yang nyelip nyelip sama tuan dan nyonya nya ya 😍😍


...


...


...


...


...


Oke terimakasih gaes telah menjadi saksi cinta Frank dan Grace : F&G (dah kek logo merek, bagus ni buat usaha Frank, Grace wkwkwk) bacanya ef en ji 😅😅


.


Next part 1 yang ditunggu tunggu :


AFTER MARRIAGE EGNOR & CLAUDIA


yeaayy bakalan ada apa ya?


Sesuatu yang menegangkan, penuh drama, permainan kata hati dan batin menjadi satu, penuh aksi, keromantisan, kemesraan dan tetap jangan lupakan : rasa memiliki yang keterlaluan 😍😍


.


Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya:


----- LOVE IN FRIENDSHIP -----


ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁


.


Pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.

__ADS_1


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


.


__ADS_2