
Mengalah bukan berarti kalah. Memaksakan kehendak juga tidak akan merubah. Walau pedih, walau seperti tersayat untuk yang kesekian kalinya dan merasakan perih sekali lagi, harus tetap bertahan. Tetap harus baik baik saja. Keesokan bangun tetap harus bernapas. Semua memiliki pilihan. A atau B semua pilihan harus dijalani dan diterima dengan lapang dada. Mungkin bukan sekarang atau besok, pasti ada saatnya sebuah kebahagiaan melingkupi pasangan itu. Bagaimana hubungan Lisa dan Richard selanjutnya? Bisakah Claudia atau Egnor sekalipun membantu mereka? Ada apa dengan Mytha?
...
"Mengapa anakmu ada di kediaman keluarga Cornwell?!!" Tanya Richie pada istrinya.
"Aku tidak tahu! Bukannya bagus dia dekat dengan seorang dokter? Kau tidak tahu dia juga dekat dengan asisten dokter itu yang tidak tahu bagaimana keluarganya. Aku menyetujui dia bersama Dokter Lisa, kau mau apa?" Samantha malah menantang suaminya.
"Kau ini tahu apa pura pura bodoh atau memang ingin menentang ku hah? Keluarga Cornwell telah menghina kita dengan menolak permintaan kerja sama dengan kita, selain itu sekarang istri si Rudolf itu bersekutu dengan Johanes. Alasan seperti apa lagi yang harus kuutarakan padamu untuk melarang Ricardo dekat dengan anaknya?!" decak Richie tidak terima.
"Hah, karna kau sudah tersangka makanya kau takut kan? Apa yang sebenarnya kau lakukan pada Pendeta Rudolf? Benar kau yang membunuhnya?!" selidik Samantha yang awalnya tidak mau percaya.
"Diam kau Samantha! Aku tidak akan setuju jika Ricardo bersanding dengan Lisa atau orang orang rendahan itu! Lebih baik kau menjodohkannya dengan Kate!"
"Mana mau anakmu dengan si pengadu domba seperti Kate?!" Samantha sudah menyadarinya.
"Bukannya kau menyukainya?"
"Dan bukannya juga kau tidak mau mengatur siapa yang akan dinikahkan Richard? Sekarang aku tidak mau mengaturnya, biarkan dia menentukan wanita yang membuatnya bahagia! Aku setuju dengan Dokter Lisa, dia cantik dan berpendidikan!" Samantha tetap menyetujui Lisa.
"Samantha! Berani sekali kau membantahku! Aku tidak peduli, kau harus memperingati Ricardo! Dia tidak boleh bersama Lisa! Sampai aku tahu dia masih dekat dengan Lisa, aku akan menghabisimu!" ancam Richie.
"Kau keterlalu Richie! Mengapa kau jadi seperti ini?! Seharusnya kita kembali menetap di Oriental saja!" sergah Samantha.
"Kau turuti perintahku! Aku memiliki banyak orang di Honolulu, bahkan aku juga bisa mengawasimu!"
Tit!
Samantha mematikan panggilan. Suaminya sungguh sudah benar benar gelap mata. Bisa bisa nya sekarang dia memberikan pengintai untuk Richard. Anak mereka sendiri.
Ya, kenyataannya, Richie menyuruh David untuk mengintai Richard setelah David mengatakan kalau Egnor mengirim surat penangkapan dirinya. David melapor pada Richie kalau Richard sampai malam di rumah Lisa. Richie hanya cemas kalau Richard dekat dengan Lisa ini akan menjadi bumerang. Richard akan memberitahukan semua informasi yang sudah ia susun dengan sangat baik. Segala rencana tidak sepenuhnya gagal. Gonzaga tewas dan tidak begitu buruk untuk memasuki pemerintahan serta semua ketentuannya. Namun, jika keluarganya malah menjadi sekutu musuhnya, ini akan menjadi hal yang sangat menghambat juga menjadi duri dalam setiap rencananya.
Sementara, Samantha. Kini ia ingin merubah dirinya. Sudah banyak waktu yang ia lewatkan untuk memperhatikan anaknya. Anak semata wayangnya. Samantha ingin menebus kesalahannya dengan mendukung setiap kegiatan yang Richard lakukan. Sekarang saja, Samantha sering ikut menyaksikan seminar seminar Richard. Walau terkadang Richard tidak memberitahukannya, Kevin membantunya, memberitahukan lokasi Richard mengisi acara. Dan terkadang, Samantha juga bertemu dengan Lisa. Samantha menyukai Lisa karna sangat sopan melebihi Claudia. Lisa memang sangat berpendidikan dan berkelas. Samantha baru menyadarinya kalau Lisa lebih di atas segala galanya dari Kate.
...
Gabriel membawa Egnor dan Claudia ke rumah sakit. Dia memperlihatkan kondisi Mytha saat ini. Sungguh, semua diluar dari perkiraan dan dugaan Gabriel. Gabriel benar benar sangat menyesal terlalu cepat memutuskan pengobatan Mytha ketika di Legacy. Gabriel merasa ketika semuanya terlihat sembuh, Mytha sudah seperti wanita normal tapi nyatanya? Mytha masih sakit. Segala gejala gejala timbul sejak Gabriel mengalami kecelakaan dan terdampar bersama Egnor. Karena, Mytha yang selalu bersedih dan memikirkan hal yang tidak tidak, dia jadi sedikit frustasi.
Kini Mytha terlihat berbaring di tempat tidur itu dengan sangat lemah. Dia menatap ke jendela rumah sakit dan memegang perutnya. Claudia dan Egnor cukup prihatin. Mereka berdua jadi mengingat ketika di Legacy, Mytha begitu menderita dengan luka lembam serta belum tak sadarkan diri.
"Mytha mengidap Kangker Serviks stadium akhir, Nyonya dan sudah berubah menjadi tumor. Tumornya cukup ganas dan besok dia harus menjalani operasi. Walaupun operasi besok hanya untuk pemberian obat serta mengikis perlahan tapi kesempatannya untuk hidup tetap kecil. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana. Sementara dia ..." tutur Gabriel lalu terdiam menghentikan bicaranya. Dia takut mengatakannya karena merasa sangat tidak pantas.
"Dia kenapa Gabriel? Bicara yang lengkap!" Claudia sangat sangat ingin tahu.
"Mytha ..."
"Gabe! Bicara!" perintah Egnor.
"Satu Minggu yang lalu, Mytha dan Tuan Richard ..." Gabriel benar benar bingung.
"Kenapa?! Kau sudah membuat istriku penasaran dan kau sekarang membuatku kesal kau bicara seperti wanita! Cepat bicara yang tegas Gabriel!" Egnor semakin penasaran.
"Mytha dan Tuan Richard memiliki hubungan, Tuan!" Kata Gabriel menundukan kepalanya dan menutupnya. Mereka memang masih berada di luar kamar di kursi penunggu.
"Oh God! Lisa!" Gumam Claudia seketika. Dia malah memikirkan sahabatnya itu.
Egnor menolak satu pinggang dan satunya lagi mengusap dahinya.
"Padahal aku sudah memperingatinya Tuan, Nyonya. Percayalah aku tidak tahu kalau mereka menjadi sangat dekat sejak kita terdampar, Tuan," kata Gabriel lagi menautkan kedua tangannya.
"Ini bukan salahmu, Gabriel. Inilah yang dinamakan takdir," ujar Claudia memegang bahu Gabriel.
"Aku sudah mengatakan padanya kalau Tuan Richard dekat dengan Lisa, tapi dia malah mengatakan kalau aku terlambat
mengatakannya. Dan, dia tidak mengindahkan perkataanku. Dia malah menyatakan cinta pada Tuan Richard dan aku tidak tahu bagaimana perasaan Tuan Richard pada Mytha sehingga dia menerima Mytha dan juga mengatakan cinta. Aku jadi bingung, Tuan, Nyonya," keluh Gabriel tidak tahu apa yang harus ia perbuat.
"Jadi, apa rencanamu sekarang?" tanya Egnor.
"Rencana bagaimana Tuan? Sekarang Mytha berdiam diri sejak kemarin. Tuan Richard menemui Nona Lisa untuk berbicara soal kasus Pendeta Rudolf. Sepertinya Tuan Richard sudah mengetahui kasus itu, Tuan," saut Gabriel.
Egnor mengangguk angguk.
"Katanya Tuan Richard mau menemuinya kemarin malam tapi sampai sekarang dia tidak menghubungi adikku. Dia juga tidak mengangkat panggilan Mytha. Mungkin saja Tuan Richard menghindar karena menyesal dengan keputusannya memilih adikku. Mytha kembali memikirkan dan dia pingsan, Tuan. Ketika aku menyadarinya di kamar, terdapat bercak darah yang cukup banyak di sekitar tubuhnya. Aku langsung membawanya ke rumah sakit. Kata dokter sebenarnya Mytha sering mengalami nyeri perut dan muncul flek seperti datang bulan. Ketika semua di observasi, ya beginilah jadinya. Aku tidak tahu lagi bagaimana memberi pengertian pada Mytha. Sepertinya hanya Tuan Richard yang dapat menghibur dan menenangkannya. Kata dokter mungkin umurnya tidak lama lagi. Jika Mytha dapat berjuang dan melakukan perawatan selama dua tahun ini, dia bisa sembuh, tapi kesempatannya sangat kecil. Sementara aku tidak yakin bisa meyakinkan Tuan Richard," kata Gabriel menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Kak, kau harus bicara pada Richard," pinta Claudia menarik narik tangan Egnor.
__ADS_1
"Percuma! Dia tidak akan mendengarkanmu! Wanita yang akan ia dengarkan hanya Lisa!" decak Egnor.
"Mengapa begitu?"
"Dia akan melakukan apapun untuk wanita yang dia cinta seperti waktu itu denganmu! Namun, ya seperti itu, dia memang kurang tegas jika ada seseorang yang meminta belas kasihannya. Sepertimu meminta tolong padanya kan?" Egnor agak sedikit menyindir. Egnor sebenarnya kesal ketika mengetahui sifat buruk Richard yang satu ini kembali terulang terus menerus.
"Kakak! Aku sudah tidak ada urusannya lagi dengan dia!" bantah Claudia.
"Aku hanya memberitahu sifat Richard! Kami mengemban ilmu bersama selama 2 tahun, jadi aku sangat tahu bagaimana dirinya!"
"Apa aku harus berbicara pada Nona Lisa? Aku tidak enak Nyonya, Tuan. Dia sangat baik pada adikku, tapi malah adikku yang kesannya mengkhianatinya," tutur Gabriel frustasi.
"Cobalah berbicara, Gabe! Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mempunyai harapan dan tekad," kata Claudia lagi menyemangati Gabriel. Claudia juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia bisa saja bicara pada Richard tapi dia juga tidak yakin bisa meyakinkannya. Apalagi Richard sampai benar benar ingin menghindar dari Mytha.
"Egnor, Claudia, Gabriel? Sedang apa kalian di sini? Claudia? Apakah kau hendak melahirkan?" Sapa seseorang menanyakan keberadaan mereka bertiga.
Ternyata Lisa tak sengaja lewat hendak m
Ke ruangannya. Dia baru tiba dan sudah agak membaik. Gabriel yang melihatnya lantas berdiri. Egnor juga membantu Claudja untuk berdiri.
"Nona Lisa?" Sapa Gabriel dan membungkukan tubuhnya memberi hormat.
"Halo, Gabe? Sedang apa kalian di sini? Claudia pastinya belum melahirkan kan? Dan, siapa yang sakit?" Tanya Lisa lagi mendekati mereka dan melihat ke dalam ruangan melalui kaca bening di bagian pintu.
Deg!
Jantungnya berdegup. Di dalam sana ada Mytha yang terbaring lemah. Seketika dia mengingat Richard. Apakah Richard sudah memutuskan Mytha sehingga Mytha bersedih dan menjadi sakit?
"Mytha? Ada apa dengan Mytha, Gabriel?" Tanya Lisa mencoba menormalkan dirinya dan seperti tidak terjadi apa apa. Mana mungkin dia mengatakan apa yang akan Richard perbuat.
"Lisa, biar aku memberitahumu, ayo ikut denganku!" Ajak Claudia kemudian. Claudia lalu ijin pada suaminya dan Gabriel. Lisa pun menyetujui ajakan Claudia.
Claudia pun menceritakan apa yang terjadi pada Mytha. Lisa benar benar tidak menduga hal ini akan menimpa Mytha. Dia juga baru tahu tentang masa lalu Mytha. Lisa merasa sangat kasihan bukan merasa jijik atau menjadi membencinya. Dia jadi prihatin dan ingin membantu pengobatan Mytha. Claudia pun tidak lupa menceritakan dirinya yang seperti putus harapan terhadap cintanya pada Richard. Lisa hanya mengangguk. Dia sudah tahu apa yang seharusnya ia perbuat. Sekarang permasalahannya bukan mengutamakan perasaannya tetapi bagaimana jika Lisa ada di posisi Mytha.
"Lisa, aku percaya, kau pasti akan melakukan hal yang terbaik untukmu, untuk Richard dan Mytha. Dan, tenang saja, aku tidak akan menyuruhmu untuk mengalah karena sudah cukup kau menahan perasaanmu dan saatnya kau memperjuangkan cintamu,
"Tenang saja Clau, aku akan melakukan sesuai kata hatiku dan aku akan memperjuangkannya dengan caraku," balas Lisa tersenyum memegang punggung tangan Claudia yang hinggap di bahunya.
Lisa lalu menemui Mytha. Dia sudah menerima semua laporan dari dokter spesialis kandungan dan dokter onkologi (spesialis kanker) bahwa benar hasil pemeriksaan Mytha mengarah pada penyakit yang menyerang leher rahim itu. Lisa benar benar tertegun sesaat memperhatikan wajah Mytha yang kini sedang tertidur. Dia mengelus wajah Mytha. Dia seperti melihat Lina sebagai adiknya juga. Lisa mengingat kebersamaan dirinya dengan Mytha dan juga Lina ketika mereka menginap sewaktu Gabriel terdampar. Lisa merasa memang Mytha telah melewatkan masa masa bahagia.
"Aku tidak bisa melakukan apapun selain memberikan perawatan dan pengobatan terbaik. Kau harus bertahan, Mytha. Tenang saja, aku akan mendatangkan Richard untukmu. Kau pasti akan senang dan kembali pulih. Membantuku lagi, kau tenang saja," kata Lisa memegang tangan Mytha. Lisa mengusap matanya agar tidak menangis dan meninggalkan Mytha.
Air mata Mytha menetes. Inilah takdir yang harus ia terima. Mytha menghapusnya dan meraih ponselnya. Dia melihat foto foto dirinya bersama Richard dan juga ada beberapa bersama Lisa. Mereka bertiga terlibat cinta segitiga.
...
Hari itu Richard menghubungi Lisa. Mereka saling menanyakan kabar dan ternyata Richard sedang berada di Legacy. Seorang sahabat dekatnya meminta dirinya menjadi bintang tamu di acara sekolahnya. Richard memenuhinya. Lisa tidak berani berkata apapun karena takut menganggu Richard.
Namun, keesokan harinya, dokter onkologi memberikan hasil observasi terbaru mengenai Mytha. Dikatakan sel kanker Mytha telah menyebar ke hati oleh sebab itu Mytha menolak makanan yang masuk serta daya tubuhnya semakin melemah. Dokter tidak menjanjikan beberapa operasi dapat berjalan dengan baik atau akan percuma.
Lisa memijat tulang hidunya. Dia juga tidak tahu kapan Richard kembali. Lisa takut menanyakannya. Sampai akhirnya Gabriel menemuinya.
"Satu kali ini Nona Lisa, aku meminta bantuanmu sekali lagi! Tuan Richard tidak mengangkat panggilanku, dia juga tidak mengangkat panggilan dari ponsel Mytha. Aku yang menghubungi beliau menggunakan ponsel adikku. Sementara ketika aku meminta tolong pada Frank untuk sekedar menanyakan kabar, Tuan Richard membalasnya. Sepertinya Tuan Richard memang ingin menjauh sesaat dari adikku, Nona. Jadi, mungkin kalau Nona yang menyuruhnya menemui Mytha untuk yang terakhir kalinya, dia akan mau. Terakhir kalinya saja, Nona," pinta Gabriel menundukan kepalanya pasrah.
Yang bisa Gabriel lakukan sekarang hanya menemani adiknya dan menguatkannya. Merawatnya dan masih terus membujuk untuk bisa makan atau minum dengan benar.
"Kau tenang saja Gabriel, dia pasti akan menemui adikmu, aku berjanji!" Kata Lisa tersenyum. Gabriel mengucapkan terimakasih dan kembali ke kamar perawatan Mytha.
Lisa lalu meraih ponselnya dan menulis pesan untuk Richard.
ELISA ❤️
(Kontak nama pada ponsel Richard)
Temui aku di rumah sakit besok pagi. bisa kan?
RICARDO GABRIANE
Tentu! Kau sedang apa?
ELISA ❤️
Memeriksa seorang gadis pengidap kanker serviks stadium akhir. Dia begitu kasihan karena menunggu kekasihnya yang tak kunjung datang
RICARDO GABRIANE
__ADS_1
Tuhan memberkatinya. Pesawat ke Honolulu akan segera terbang, tunggu aku ya?
Lisa tidak membalas lagi. Dia melempar ponselnya dan entahlah apa yang akan terdai lagi nanti.
Keesokan harinya, Richard menghubunginya karena tidak menemukan Lisa di ruangannya.
ELISA ❤️
Temui aku di kamar Angel Deluxe VIP no 669
Richard sedikit bingung ketika, mengapa Lisa menyuruhnya ke ruang perawatan, tapi Richard tetap menuruti Lisa. Dia menuju ke sana dan langkahnya terhenti ketika melihat Gabriel duduk di depan kamar itu. Dia sedikit tidak enak. Dia belum sanggup bertemu dengan Mytha dan karena kesibukannya. Dia juga belum siap mendengarkan suara atau kata kata Gabriel yang pasti akan membicarakan ini.
"Gabriel? Apa yang kau lakukan di sini?
"Maafkan aku, Tuan! Sebenarnya, aku ingin sekali menghabisimu! Tapi, aku sudah berjanji dengan Tuan Egnor untuk tetap tenang menghadapi permasalahan. Kau sudah menyakiti adikku dan kau tidak bertanggung jawab! Kau sunggu pria pengecut, tuan! Aku benar benar salah menilaimu sebagai pria yang hebat," kata Gabriel menanggapi Richard. Dia masih duduk dan menautkan tangannya.
"Apa maksudmu Gabriel? Oh iya, aku tahu!" Balas Richard menolak pinggangnya dan satu tangannya mengusap dahinya.
"Maafkan aku! Maafkan aku belum menemui adikmu, aku sungguh belum siap," kata Richard lagi lalu Gabriel memotongnya.
"Sudahlah, percuma juga kau menemui adikku! Tidak ada gunanya! Kau lihat saja ke dalam dan aku mohon untuk yang terakhir kalinya, temui dia! Permisi!" Kata Gabriel beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Richard.
Richard lalu melihat ke dalam ruangan melalui kaca di pintu itu. Tidak ada Lisa dan dia sungguh tersentak melihat siapa di dalam. Mytha berbaring sangat lemah dan tak berdaya. Tanpa sadar Richard menekan tuas pintu dan masuk ke dalam.
Mytha menoleh ke arah siapa yang datang. Dalam hatinya sangat bergetar. Jantungnya berdegup kencang. Dia sangat senang melihat pria yang ia cintai itu. Mytha hanya tersenyum kecil karena tubuhnya sudah semakin tak berdaya. Mytha mencoba mengangkat tangannya ke arah Richard dan mengulurkannya.
"Sa, sa, sa, sayang, akhirnya kau datang," ucap Mytha terbata dan agak sulit.
Richard benar benar dilema. Dia benar benar seperti berdiri di ujung tebing yang kecil dan tidak bisa kemana mana. Namun, rasanya dia harus meraih tangan kecil, kurus dan lemah itu lalu memeluknya.
Di luar sana Lisa melihat hal itu. Walau hatinya meringis dan sedikit pedih karena mengingat setiap kecupan dan pelukan Richard padanya, dia harus tegar, dia harus menerima keputusannya, dia juga harus mengalah, dan dia harus baik baik saja.
Sebuah telapak tangan mengelus punggungnya. Lisa berbalik dan menemukan Claudia di belakangnya. Lisa tak kuasa dan memeluk Claudia. Egnor juga berada tak jauh di belakang Claudia tersenyum tipis pada Lisa hendak memberi kekuatan.
"Menangislah! Bahuku akan selalu menopangmu, Lisaku," ucap Claudia mendekap erat sahabatnya.
...
...
...
...
...
aku jadi mau nyanyi : 😭😭
walau pedih, tapi ku baik baik saja
tak usah kau tangisi pergi ku ..
(ada yg tau ga lirik lagu apa? hihii 😂😂)
.
next part 110
lanjut lanjut Mimi Clau n Daddy Eg lagi
kita tinggalkan proses Richard, Mytha dan Lisa dulu yang pastinya tetep akan nyambung menyambung yaa 😊😊
.
rekomen novel baper dari seorang wanita yang sempurna dengan alur menarik dan beda dari lainnya, mampir yaa ::
- KEHIDUPAN SEORANG PUTRI TUNGGAL -
dijamin ketagihan deh, banyak pesan moral kehidupan dan nilai nilai berharga, bukan hanya percintaan 😍😍
.
pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤