
Claudia : sampai kapanpun dan dimanapun kau berada kak, ingatlah namaku, percayalah kalau aku akan menjadi sayap pelindungmu. Ketika duniamu kelam dan memudar, doaku akan selalu mengimbuhkan namamu. Tunggu aku sebentar, sebentar saja dan tolong jangan membenciku ...
Egnor : susah payah aku bekerja untuk semua, susah payah aku mempertahankan semua ini, aku ingin percaya sepenuhnya padamu karena aku merasa mencintaimu sangatlah mudah tapi ketika kau tak ada, bagaimana aku membentuk sebuah cinta dan kasih lagi? Entahlah Clau, aku hanya membutuhkanmu, tidak ada yang lain, tapi ...
...
Richard, Kevin, Claudia dan Emma yang menggendong Willy dan Wilson tentu saja kembali berlari ke arah dalam pekarangan mansion Alex. Masih ada penjaga Alex yang berusaha menghadang Kingsler dan tambahan anak buah Bruce lainnya.
Mereka ber enam bersembunyi di dalam labirin rumput tinggi di belakang mansion Alex.
"Tuan, sepertinya mereka melacak keberadaan ponselku dan ponselmu! Tinggalkan saja ponsel ini dan kita pergi dari sini! Kalian di sini dulu dan aku akan mengambil mobil di depan perlahan lahan!" kata Kevin kemudian yang sejak tadi menelaah mengapa mereka semua bisa menemukannya.
"Kevin! Nanti kau akan tertembak!" sela Claudia khawatir.
"Tidak tenang saja! Mereka sedang mengarah kemari. Aku akan cepat! Tunggu semua di sini!" Tutur Kevin dan dia segera berlari keluar dari mansion melalui pintu samping.
Beruntungnya ketika Kevin keluar, ada sebuah taxi yang melintas. Kevin langsung saja menghadang dan memberikan semua isi dompetnya untuk meminjam taxi tersebut.
"Kau harus bertanggung jawab pada perusahaan taxi nya!" pekik si pengemudi taxi.
"Ya kau tenang saja, sudah kau turun tuan! Aku akan mengurusnya! Kalau kau menyerahkan taxi ini maka kau akan menyelamatkan istri si pengacara handal!" balas Kevin.
Si supir tidak mengerti dan segera meninggalkan mereka karena juga mendengar suara tembakan di sekitar mansion Alex.
Kevin kembali lagi memanggil Richard, Claudia dan Emma. Mereka berjalan mengendap endap dan dengan terpaksa meninggalkan ponsel mereka menuju ke taxi yang Kevin bawa.
"Richard, aku belum menghubungi Egnor, aku harus memberitahu dia!" kata Claudia memikirkan kekhawatiran Egnor nanti.
"Tenang saja Clau! Aku sudah memberitahu Lisa, Bertho dan anak buahnya juga pasti akan memberi tahu. Lebih baik kita mengasingkan diri dulu! Aku punya kapal di pelabuhan. Kita harus pergi dari sini dulu sampai Egnor memulihkan semuanya. Kau harus percaya kalau suamimu pasti akan memenangkan semuanya. Sekarang pikirkan anak anakmu. Kalau mereka sampai mati di tangan Bruce dan ayahku, Egnor malah semakin hancur. Kita akan kembali lagi, kau tenang saja!" tutur Richard menjelaskan.
"Tapi Richard, aku sudah berjanji untuk selalu bersamanya dan ketika dia pulang, aku harus terlihat olehnya!" decak Claudia yang sangat bingung dengan keadaan ini.
"Tenang Clau! Percayalah, Egnor pasti akan mengerti dan dengan begini, kita bisa meringankan beban Egnor dengan tidak khawatir padamu dan anak anak. Dia bisa dengan cepat dan lugas dalam menjalankan misi keadilan dan penyelamatan ini. Kau mengerti maksudku kan?" kata Richard lagi memberi pengertian pada Claudia.
Claudia hanya mengangguk. Dalam hatinya hanya ingin suaminya. Dia tidak tahu bagaimana tanggapan Egnor nanti ketika dirinya tidak menetap dan tidak mendengarkan pesan terakhirnya sebelum pergi ke Indian pagi tadi. Namun, yang dikatakan Richard juga benar. Kalau dia bersembunyi dengan aman, maka suaminya akan bekerja dengan bebas dan dapat cepat menumpas kejahatan ini.
Meski begitu, Claudia merasa bersalah pada Egnor. Satu tetes air mata telah terjatuh dan mengenai Willy yang tetap tertidur pulas.
"Maafkan aku kak, aku pergi sebentar! Semoga kau mengerti, doaku akan selalu besertamu! Aku percaya kau akan selamat, jaga dirimu kak, aku hanya sebentar lalu kita bisa kembali bersama tanpa ada lagi yang menentang negara ini. Aku mencintaimu kak!!" Kata Claudia dalam rintihannya mendekap Willy.
Richard hanya bisa memandang dengan kesedihan. Dia sangat terpaksa melakukan hal ini. Sudah cukup korban yang berjatuhan. Terakhir kali saja dia sangat menyesal dan terus meminta maaf pada Frank karena kematian Elizabeth. Apalagi kalau dia tidak bisa menjaga Claudia beserta Wilson dan Willy, Istri dan anak anak dari pejuang negara ini.
Satu harapannya, semoga Lisa dapat memberikan kabar pada Johanes dan menyusulnya karena Wilson dan Willy pasti membutuhkan perawatan selain dari Emma.
__ADS_1
...
Sementara itu, di Indian.
Egnor, Gabriel dan Moses beserta dua bodyguard kepercayaan Bertho lainnya mendarat di lapangan luas Indian. Mereka juga bertemu dengan Leon di sana. Leon datang bersama kepala polisi Felix yang merupakan kepala Polisi Legacy.
"Selamat siang dad!" sapa Leon mengulurkan tangannya berjabat tangan.
"Cih, bagaimana kabar istrimu?" tanya Egnor setelah berjabat tangan.
"Aman terkendali," jawab Leon tersenyum.
"Kalau kau selalu menggunakan pengaman tidak akan berhasil," saut Egnor bergurau.
"Haha, bukan itu maksudku! Maksudku anakmu sehat sehat saja, tuan!" kata Leon lagi tertawa.
"Aku merindukannya Leon!" tiba tiba Gabriel menghampiri memberi celetukan.
"Diam kau! Hampir saja dia pernah menyangka kau yang memberikan kejutan beberapa bulan lalu. Padahal aku yang memberikannya!" dengus Leon masih tidak senang dengan Gabriel padahal mereka harus bersekutu kali ini.
"Begitu saja kau cemburu! Wanita Gabriel sebanding dengan Lexa!" sela Egnor.
"Dia memang menyukai Lexa, tuan!" dengus Leon lagi.
"Ke daerah terpencil dengan rawan penduduk, tuan," jawab Leon.
"Baiklah!"
Mereka belum menyalakan ponsel mereka karena langsung menuju ke daerah daerah terpencil di negara itu dan mengunjungi area penyelundupan ilegal. Namun, Egnor merasa ada yang mengganjal dan merasa ada yang tidak beres. Dia pun menyalakan ponselnya ketika mobil mengarah pada area penyelundupan ilegal yang Moses ketahui dari situs pencarian. Mungkin saja Benedict dan Gerrardo ada di sana.
cast Gabriel : Choi Tae Joon
cast Leon : Choi Seung Hyun
cast Egnor : Dennis Oh
cast Moses : Dong Ha
-------------------------------
"Richard menghubungiku sampai belasan kali! Ada apa ini?" gumam Egnor bertanya tanya.
__ADS_1
"Hubungi kembali dad!" saut Leon.
"Ah benar Leon, sebentar," balas Egnor dan ia segera menghubungi Richard tapi tidak ada jawaban.
"Richard tidak menjawab!" keluh Egnor agak cemas.
"Paling paling dia mau memberitahu kegilaan ayahnya di pemerintahan, tuan!" celetuk Gabriel sekenanya.
"Ya, kau benar Gabe! Nanti saja kuhubungi lagi!"
Mereka pun tiba di kandang para pecandu obat obat terlarang. Felix sudah memperhatikan dan siap mengerahkan aparatnya untuk meringkus semua orang ini keesokan harinya. Pihak pemerintah Indian memang tidak dapat berbuat apa apa kecuali bantuan dari negara negara tetangga.
Nihil. Kawanan Egnor tidak menemukan Benedict dan Gerrardo di sana.
"Apa kalian tahu Bruce Dalton?" tanya Moses pada salah satu pecandu.
"Beberapa kali kami melakukan transaksi dengan anak buahnya tapi akhir akhir ini kami melihat mereka seperti sedang melakukan perdagangan manusia secara ilegal! Mungkin dekat kepulauan di pinggir Indian!" jawab salah satu dari mereka.
Mereka segera ke sana tapi lagi lagi tidak ada hasil. Malahan mereka sulit mendapatkan signal. Mereka terpaksa menetap di sana karena hari sudah malam. Egnor belum juga mengetahui kabar Claudia.
Pagi menjelang, mereka menuju ke daerah terpencil lainnya sampai akhirnya Frank bisa menghubungi Egnor.
"APA?!!! Bertho tertembak?" pekik Egnor dengan luapan emosinya.
"Iya tuan dan yang parahnya lagi ..." kata Frank lagi sedikit ragu mengatakan.
"Apa?"
"Claudia menghilang bersama Emma dan anak anak. Tuan Johanes mengatakan kalau mereka pergi bersama Richard dan Kevin, tapi kami tidak bisa mengetahui keberadaan mereka," kata Frank membuat Egnor serasa tertembak jiwanya saat itu juga. istrinya menghilang.
Pak!
Egnor menjatuhkan ponselnya.
'Clau, mengapa kau mengabaikan pesanku? mengapa kau pergi?' gumam Egnor bergetir dalam hatinya.
...
bersambung ...
next part 142
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊
__ADS_1
Thanks for read and i love you 💕