Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 88: Brilliant


__ADS_3

Seorang yang baik terlebih pintar akan menjadi bahan gunjingan dan perdebatan bahkan menimbulkan sebuah iri yang kadang tak masuk di akal. Entah mengapa Egnor dan Claudia menjadi banyak sasaran banyak orang. Mereka hendak menyakiti maupun melakukan cara apapun agar melumpuhkan kinerja seorang pengacara yang bahkan mengedepankan pemikiran yang cerdas ketimbang kekerasan. Bagaimana Egnor menyikapi semua ini sementara dirinya juga harus membagi waktu dan perhatiannya terhadap istri dan anak yang masih dalam kandungan? Ya, menjadi seorang penting dan berderajat itu terlihat nyaman namun sulit menghadapinya.


...


Egnor dan Claudia kembali ke Honolulu tepat pagi hari Senin ini. Claudia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur kamarnya. Sejatinya dia merindukan kamar tidurnya yang lebih nyaman dari apapun. Dia harus mengistirahatkan dirinya setelah lagi lagi dia harus muntah ketika turun dari pesawat. Ini semua karna Claudia masih terlarut sedih atas kepergian pamannya yang sangat tiba tiba. Egnor sudah berusaha menenangkan namun ya kenyataannya mereka masih memiliki hubungan keluarga . dengan belaian tangan suaminya pada belakang leher sampai punggungnya, hal ini menjadi lebih singkat dan tidak terlalu merepotkan pikirnya. Sampai Claudia berpikir tidak lagi memerlukan obat. Obatnya hanya tangan seorang pengacara cintanya.


Claudia sudah merebahkan dirinya sambil mengelus perut buncitnya. Sementara Egnor masih sibuk melihat ponselnya membaca setiap email laporan yang Gabriel dan Frank berikan padanya mengenai beberapa kasus yang membutuhkan analisisnya. Sebenarnya Egnor tidak mengurusi masalah ini. Masalah ini merupakan urusan Frank, namun Frank banyak menemukan kejanggalan yang tidak bisa ia analisis sendiri. Selain itu, Lisa memang sangat meminta Egnor yang juga turun tangan agar semua kepelikan ini berakhir. Dan juga, Egnor pun harus menghormati mendiang paman mertuanya apapun keadaannya. Dia sudah berjanji pada Claudia untuk memberitahukan penyebab kematiannya.


"Kak, kalau kau ingin langsung ke kantor, pergi saja, aku tidak apa apa. Sebentar tidur akan kembali normal." Kata Claudia mencoba menenangkan suaminya yang agak bingung apa yang hendak ia lakukan.


"Iya Clau, aku harus kembali ke kantor tapi aku sudah meminta aunty Anne untuk kemari menemanimu. Keadaannya sedang tidak bagus. Kau tidak boleh sendiri sayang!" Jawab Egnor menunduk dan memegang wajah Claudia.


"Ya aku mengerti. Kapan aunty Anne datang?" Tanya Claudia memegang sisi belakang tangan suaminya.


"Sekitar pukul 9, dia sedang menyiapkan sarapan ayahku dan akan segera kemari. Kau tunggu ya? Aku harus segera ke kantor. Banyak berkas yang harus kupelajari dan Frank sudah menunggu di bawah." Ujar Egnor dengan tatapan yang seketika sangat teduh bagi Claudia.


"Iya sayang, pergilah, hati hati!" balas Claudia dengan nada lembut dan mesranya.


"Kau juga, jangan membuka pintu untuk siapapun yang tak kau kenal, oke?" Egnor memperingati.


Claudia mengangguk tersenyum. Egnor juga tersenyum. Dia mencium bibir Claudia dan mereka berciuman sesaat.


"Tunggu aku pulang." Kata Egnor masih menatap mata indah istrinya. Claudia lagi lagi mengangguk tersenyum . Claudia merasa nyaman dengan kata kata suaminya padahal suaminya hanya pergi ke kantor dan malamnya mereka akan bertemu lagi namun rasanya suaminya seperti ingin pergi jauh saja.


Egnor pun segera menuruni apartemennya untuk pergi bersama Frank ke kantornya. Claudia masih berbaring dan melihat ponselnya ada sebuah gambar alarm pada layarnya. Dia membukanya dan ternyata beberapa hari dia genap berusia 29 tahun. Claudia menghela napas.



Claudia Stephanie Jovanca


-----------------------------------------------


"Apa kak Egnor mengingat ulang tahun ku?" Gumam nya dan kembali berbaring. Apapun itu, Claudia bahagia di tengah kedukaannya suaminya akan selalu ada di sampingnya. Egnor sudah merupakan hadiah ulang tahunnya yang mungkin dikirimkan oleh ayah dan ibunya di surga juga dikirimkan oleh paman dan bibinya.


...


Egnor memasuki kantor dan Gabriel sudah di meja kerjanya berdiri menyambutnya. Grace yang di belakang Egnor juga sudah menduduki meja kerjanya. Sementara Frank menuju ke ruangan nya terlebih dahulu hendak mengecek surat atau berkas yang baru masuk dan di urus Gabriel.



Gabriel Lynch


Cast : Choi Tae-joon


--------------------------------------------


"Selamat pagi Tuan. Selamat datang kembali. Ini kopi hitam anda." Ucap Gabriel memberikan secangkir kopi hitam Egnor.


"Pagi Gabe! Mulai besok aku ingin secangkir green tea hangat saja, sepertinya itu lebih menenangkan." Balas Egnor sedikit melirik ke Gabriel sambil mengenakan kacamatanya.


"Baik Tuan. Em, ini berkas berkas yang harus anda setujui dan ini berkas berkas laporan secara umum mengenai kasus Pendeta Rudolf Cornwell dan baru saja dilaporkan Frank mengenai kematian Tuan Jack Gie, paman dari Nyonya Claudia Jovanca, istri anda." kata Gabriel lagi menunjukan berkas berkas yang sudah ia siapkan sebelum Egnor datang.


"Kerjamu sangat cepat Gabe, sekarang panggil Frank secepatnya kemari!" perintah Egnor kemudian.


"Baik Tuan."


Gabriel segera kembali ke meja kerjanya untuk menghubungi Frank. Sementara Egnor membaca berkas berkas yang sudah dirangkum oleh Gabriel dan Frank selama dirinya di Oriental satu Minggu ini. Sesaat Grace memperhatikan mimik wajah tuannya. Dia baru saja mem-print sebuah satu laporan mengenai pengakuan tersangka pendeta Rudolf Cornwel. Dan benar apa yang ditakutkan Grace mengenai respon tuannya yang akan membuat dirinya naik pitam dan akan ada drama emosi yang meletup letup lagi.


"BERKAS APA INI GABRIEL LYNCH?!!! CEPAT KAU KESINI DAN JELASKAN PADAKU!" begitulah Egnor menggelegar ketika dirinya baru mengetahui bahwa tawanannya Nicolas Cage melarikan diri dan menjadi tersangka atas kematian Jack Gie, paman dari Claudia.


Gabriel sedikit terkejut, apa yang dicemaskan Frank ternyata benar terjadi.


"Iya Tuan?" Gabriel kembali memastikan apa yang terjadi dengan sedikit takut.


"Mengapa Nicolas bisa melarikan diri?! Dan apa yang menyebabkan kematian Jack? Racun?" Egnor melepas kacamatanya dan mendelikan matanya.


"I i iya Tuan. Menurut otopsi, Jack meninggal karna ada kandungan dalam minumannya yang sering ia konsumsi." Gabriel menjelaskan dengan analisa dirinya dan Frank kemarin.


Tak berapa lama Frank datang. Dia membawa satu bunde map yang sepertinya berisi sesuatu yang bisa dipelajari tuannya.


"Frank?" Egnor menunggu.


"Sebentar Tuan, sebaiknya anda membaca semua ini dulu." Frank menahan Egnor agar tuannya membaca terlebih dulu penjelasan yang telah tersedia dari beberapa penyelidikan yang sudah dilakukan Frank, Gabriel dan Moses.



Egnor Victor Jovanca

__ADS_1


___________________________


Frank memberikan isi map tersebut. Egnor pun membaca dengan seksama.


ISI LAPORAN:


Perawat bernama Arthur menyerahkan diri telah membunuh Pendeta Rudolf Cornwell karena perintah Reinder Cornwell yang tak lama Reinder tidak dapat memenuhi panggilan kepolisian karna mendadak sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Reinder tidak berkata kata seperti shock setelah membaca surat panggilan.


Di waktu bersamaan Jack Gie mengalami tidak enak badan. Menurut sistem keamanan penjara ada seseorang yang secara rutin mendatangi Nicolas Cage. Pertemuannya singkat jadi tidak mengundang sebuah kecurigaan. Nyatanya ketika Jack tidak sadarkan diri di penjara dan harus dilarikan ke rumah sakit, Nicolas malah melarikan diri dengan mengambil pistol seorang polisi dan menembakkannya ke Jack sehingga semua perhatian menjadi teralihkan. Nicolas pun berhasil melarikan diri. Ternyata ketika diotopsi terdapat sebuah unsur kimiawi yang mengendap di tubuh Gie.


Ditelusuri lebih dalam, si pengunjung Nicolas ternyata memberikan sebuah serbuk berukuran sangat kecil tetapi bukan obat terlarang karna Nicolas tidak pernah melakukan hal yang tidak baik.


Egnor menjadi sangat sangat kesal. Semua terjadi secara bersamaan dan semuanya sangat tersusun rapi menurutnya. Egnor menunduk. Dia mencoba berpikir dan menyusun sesuatu di dalam akal sehatnya. Mencoba mengait ngaitkan untuk berjaga jaga. Masalah obat obatan dan unsur kimiawi pikirannya berpusat pada Ron Keanu. Entah mengapa dia jadi mencurigai orang tersebut . Dan satu lagi orang yang benar benar menjadi sasaran pikirannya adalah RICHIE GABRIANE. ayah dari Richard.


"Kalian semua tidak bisa diandalkan! Bagaimana bisa Nicolas melarikan diri seperti ini dan menghabisi Jack?!" Egnor menegakan kepalanya membuang laporan tersebut.


"Ma maaf Tuan, Jack meninggal karna minuman yang diberikan oleh Nicolas secara berangsur." Jawab Frank menundukan kepalanya.


"Klasik! Cepat temukan dia sebelum satu minggu ini frank!! Dan perketat penjagaan Ron! Perhatikan setiap orang yang menemuinya! Aku sangat sangat curiga dengan semua keanehan ini!" perintah Egnor sedikit memaksa dengan pencarian Nicolas yang entah kemana pria paruh baya itu.


Frank sedikit bertanya tanya ketika tuannya menyebut nama ayah tirinya.


"Mengapa jadi dia Tuan?" tanya Frank mencoba memahami maksud tuannya.


"Entahlah aku sangat mencurigainya ketika membaca unsur kimia, obat obatan, seperti berkaitan satu sama lain! Gabriel, sekarang juga kau pergi ke rumah tahanan khusus Ron Keanu, Grace berikan alamatnya dan minta rekaman CCTV siapa saja yang menjenguk Ron! Sekarang sekarang kau berangkat! Kalian semua terlalu membuang buang waktu!" Perintah Egnor dengan segala umpatannya.


"Ya Tuan!" Jawab Gabriel sedikit meneguk salivanya. Dia merasa tuannya ini sudah mulai menunjukan kecerdasannya dengna sangat cepat. Pantas saja Egnor memuji dirinya karna kecepatannya menyiapkan apa yang dibutuhkan tuannya. Gabriel segera menjalankan perintah tuannya. Dia mengambil note dan ponselnya keluar dari kantor dan menuju ke rumah tahanan khusus Honolulu.


Sementara Frank dan Grace juga merasakan apa yang dipikirkan Gabriel . Tuannya sedang mengeluarkan pikiran pikiran briliannya. Kini Egnor sedikit berpikir lagi. Dia harus selangkah di depan dan memang harus membuat sebuah perhitungan dan peringatan. Dia tidak mau bertele tele sehingga akan melakukan yang seharusnya ia lakukan sejak awal.


"Em Frank?" Egnor menegakan kepalanya lagi dan Frank siap menerima perintah.


"Nanti katakan pada Gabriel untuk membuat pertemuanku dengan Richie Gabriane, SECEPATNYA!" Kata Egnor menatap nanar Frank. Kini Frank yang meneguk salivanya. Tuannya ingin berbicara pada tersangka yang belum tentu secara frontal.


"Kau yakin Tuan?" Frank memastikan dengan wajah sedikit ngeri.


"Kenapa tidak? Dan satu lagi, aku ingin bertemu dengan Reinder Cornwell. Keanehan yang satu ini harus segera terkuak!" Tutur Egnor dengan sangat pasti.


Tatapannya menjadi sinis dan mulai menyusun setiap langkah yang harus ia lakukan. Kalau tupai bisa sangat pintar melompat maka dia harus bisa melampaui itu. Dia harus menjadi apa yang bisa membuat tupai itu berhenti melompat bahkan kalau perlu tiada dari permukaan.


"Baik Tuan. Aku akan mengatur dirimu bertemu dengan Tuan Reinder. Aku akan bertanya Nona Lisa kapan waktu yang tepat." kata Frank segera menjalankan perintah tuannya.


"Lalu Tuan, Minggu depan akan ada pertemuan pendelegasian para advokat pemerintah di Nederlan. Para advokat akan menaiki kapal pesiar menuju ke sana selama dua hari perjalanan pergi dan menetap di sana selama tiga hari lalu kembali dua hari perjalanan juga jadi semua sekitar tujuh hari enam malam." Frank memberi tahukan sebuah event yang harus Egnor ikuti.


"Apa aku harus ikut? Kau saja! Claudia sedang mengandung." jawab Egnor menanggapi.


"Grace juga Tuan, aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi. Aku harus menjaganya." kata Frank lagi menjelaskan maksud dirinya tidak bisa ikut.


"Jadi maksudmu aku boleh melakukan kesalahan pada Claudia?!" ujar Egnor seperti biasa dengan memutar balikan perkataan yang masih sejalan.


"Bukan begitu Tuan. Di sini kau harus datang karna kau merupakan pemimpin dari perkumpulan ini Tuan. Masa kau lupa." Frank mencoba memberi tuannya pengertian.


"Kan selalu kau yang pergi ke pertemuan itu Frank." celetuk Grace tiba tiba. memang Egnor tidak pernah mengikuti pertemuan pada advokat kecuali ada sesuatu yang harus ia urus di sana secara bersamaan.


"Nah, istrimu saja tahu." saut Egnor juga.


"Para advokat juga bisa mengajak keluarga mereka tuan. Menurut laporan sudah ada 3 advokat inti yang mengajak keluarganya." tambah Frank memberitahu tata aturan yang berlaku.


"Yasudah, kau saja mengajak Grace, kalian bisa sekalian apa yang kemarin Claudia katakan Grace?" lagi lagi Egnor memutar balikan nya.


"baby moon!"


"nah, itulah!"


"Kandungan Grace lemah tuan, masa kau tidak mengerti. Lagipula di sini kau sangat diharuskan Tuan. Hakim Benedict dan Tuan Gonzaga juga ikut Tuan. Sudah dua hari ini mereka sangat menanyakan persetujuan anda." Frank terus berusaha membuat tuannya untuk ikut.


"Aku tidak bisa membawa Claudia. dia pasti akan mabuk laut dan aku juga tidak ingin meninggalkannya. Suruh saja Moses." kata Egnor sekenanya.


"Moses bukan Advokat tuan, oh God harus bagaimana ku katakan padamu?! sepertinya aku harus menarik kata kataku mengatakan dirimu seorang yang Brilliant!" dengus Frank hampir menyerah.


"Aku paham maksudmu." saut Egnor lagi.


"Jadi, kau akan pergi kan Tuan?" Frank memastikan.


"Tidak! Sudah jangan bahas lagi aku bilang tidak tidak. Kau kembalilah ke ruanganmu aku mau menandatangani berkas berkas ini." Tutur Egnor kembali mengenakan kacamata beningnya dan membaca setiap lembar demi lembaran pekerjaannya.


Frank menghela napas. Mengapa dirinya jadi selelah ini tapi bahkan tuannya tidak mengerti maksud hatinya? Tuannya harus pergi, ini masalah penting dan yang sebenarnya tidak bisa diwakilkan. Banyak kegiatan yang membutuhkan dirinya dan ada sebuah gelar yang hendak ia dapatkan. Namun, Frank merahasiakannya untuk apresiasi terbaik atasannya, tetapi ya Frank mungkin akan meminta tolong pada Claudia pada akhirnya. Sungguh melelahkan, pikir Frank. Dia lalu menghampiri meja tuannya.

__ADS_1


"Terserah bagaimana pemikiran mu, Tuan. Yang aku tahu seorang Tuan Egnor Victor Jovanca adalah seorang yang profesional tapi entahlah bagaimana kesininya. Ini undangan acara itu. Kau yang mengetahuinya hanya dilakukan tiga tahun sekali. Permisi." Kata Frank sedikit menampilkan sikap kekecewaannya dan meninggalkan ruangan tuannya. Egnor setengah melirik Frank dan lalu membuka kaca matanya menoleh ke Grace.


"Ada apa dengan suamimu? Bawaan emosi kehamilanmu?" Egnor menerka.


"Hem, dia sudah lelah Tuan menerima banyak panggilan selama kau tidak ada. Tapi dia tidak mau menyusahkanmu dengan menghubungimu lagi. Sebaiknya kau pergi ke acara itu Tuan. Ini semua untuk dedikasi kerja kerasmu juga dirinya Tuan. Claudia pun pasti tidak akan keberatan jika harus ikut selama bersamamu." Grace berusaha menjelaskan pada tuannya dengan kondisi suaminya akhir akhir ini.


"Ya nanti akan kupikirkan." Akhirnya Egnor hendak menimba nimba. Sebenarnya dia memang jarang mengikuti acara advokat ini. Ya mungkin sekali sekali boleh juga. Tapi sepertinya dia tidak akan mengajak istrinya.


"Terimakasih Tuan, nanti aku akan bicarakan pada Frank. dia pasti senang. Dan iya Tuan, hanya mengingatkan takut kau melupakannya atau tidak tahu .."


"Ulang tahun Claudia dua hari lagi. Persiapkan kue, dan semua keperluan surprise party yang semestinya dan hubungi Viena kapan dia tiba di sini." kata Egnor memotong pemberitahuan yang hendak Grace berikan. nyatanya Egnor sangat sangat ingat ulang tahun istrinya. dia merasa mungkin istrinya pun melupakannya.


"Oh God Tuan! Kau benar mengingatnya?" Grace memastikan sambil memegang dadanya. hal ini benar benar mustahil di balik sisi dinginnya memang tersimpan kelembutan yang luar biasa bagi istrinya.


"Hemm .."


"Benar benar pria sejati. Baik Tuan, aku akan menyiapkan surprise party terbaik untuk Claudia." Grace tampak antusias.


"Dan Grace?" Egnor memanggil lagi.


"Ya Tuan?"


"Aq melihat sebuah notebook dengan cover berbahan bludru sepertinya dan berwarna merah kesukaan Claudia. Coba kau booking di situs yang ada di beberapa email khusus shopping ku." kata Egnor agak sedikit tidak mengerti tentang pembelian online.


"Special edition classic notebook, itu kah Tuan?" Grace meyakinkan karna sepertinya juga masuk dalam email suaminya.


"Kau mengetahuinya?"


"Ya aku juga ingin namun harganya tidak masuk akal. Kau mau membeli notebook dengan harga 5.999.999 ??"


"Ya, cepat miliki dua hari ini lalu berikan dulu padaku, ada sesuatu yang harus kulakukan pada lembar pertamanya. Tidak usah tercengang, begitulah harga untuk barang barang special, Grace! Dan, jangan lupa berikan request pada kancing penutup notebook dengan inisial EC!" Egnor tetap menginginkannya. ada sebuah janji yang belum ia tepati.


"Baiklah, akan kulakukan. kau pengacara terkaya tak sia sia diriku berguru denganmu." puji Grace kembali berkutat pada komputer nya.


"Kau yang mengatakannya, madam!"


Dan Egnor kembali melanjutkan mengerjakan bagian pekerjaannya.


...


...


...


...


...


Hari hari esok akan sangat panjang, sir .. semangat 😎


.


Next part 15


Waahh, bagaiman surprise party Claudia?


Dan apa yang akan dilakukan Egnor pada lembar pertama notebook tersebut?


Lalu, bagaimana Egnor menindak lanjuti kasus kasus ini?


Staytune gaes akan ada banyak kejadian tak terduga 😊


.


Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya:


----- LOVE IN FRIENDSHIP -----


ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁


.


pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


jika berkenan silahkan kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.

__ADS_1


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


.


__ADS_2