
Ingatlah cerita ini tentang sepasang pria dan wanita yang memutuskan hatinya hanya untuk satu orang. merasakan cinta pertama untuk terakhir kalinya. sejak pandangan pertama sampai hanya ingin mereka yang menjadi penantian akhir dua insan itu. walau banyak halang rintang, emosi, keegoisan dan prilaku tidak menyenangkan, jangan salahkan kalau orang itu yang akan tetap di hati satu untuk selamanya ...
ingatlah diriku juga teman teman sekalian ...
aku agak sedih dengan cerita ini karena terdapat true story dan kehidupan sehari hari ..
dua episod menjelang tamat semoga bisa mengambil makna dari semuanya ...
...
Cleona di sana sedang menikmati secangkir teh sambil menikmati suara burung burung dan dia pun bersenandung. Betapa Egnor dan Claudia terkejut ketika mendengar senandung lagu kesukaan mereka berdua. One and Only by Adele. Mungkin Cleona pernah mendengarnya di beberapa tempat yang ia kunjungi. Dan akhirnya Cleona menyelesaikan senandung itu dengan lirik yang sebenarnya.
"So come on and give me the chance
To prove that I am the one who can, walk that mile, Until the end starts ..."
(Jadi, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa akulah satu satunya yang bisa berjalan sejauh apapun dari awal sampai akhir!)
Dan Cleona menoleh ke arah kehadiran Egnor dan Claudia. Entah mengapa lirik lagu akhir itu seperti diarahkan pada Egnor yang meminta kesempatan pada Claudia satu kali lagi. Claudia agak gugup tapi Egnor menggandeng tangannya agar lebih mendekati Cleona.
Cleona menatap Claudia dengan seksama. Dia mengingat sesuatu. Dia pun berdiri. Tangan Claudia bergetar tapi Egnor terus menggenggamnya dengan erat sampai dia merasa nyaman. Claudia akhirnya berani mendekat perlahan lahan.
"Clau, Clau, Clauna, kau Clauna, akhirnya aku menemukanmu, aku percaya kau belum meninggalkanku, kau kakakku! Saudara kembarku, jiwa ragaku! Clauna ..." Kata Cleona perlahan dan mendekati Claudia lalu memeluknya.
Claudia juga memeluknya dan membiarkan bibinya menyadari dirinya adalah Clauna, ibu Claudia.
"Bibi ..." Panggil Claudia perlahan. Cleona membelalakan matanya dan menarik diri.
"Apa kau bilang?" kata Cleona memastikan.
"Bibi! Bibi, aku Claudia, Claudia Stephanie Gie. Anak dari saudara kembarmu," jawab Claudia.
"Claudia? Claudia anak Clauna dan Devian?" Cleona memastikan.
Claudia mengangguk merasa senang dengan respon Cleona yang seperti orang normal.
"Claudia, di mana ibumu?" tanya Cleona.
__ADS_1
"Ada di hatiku! Ada di hatimu! Ada di hati kita semua! Satu-satunya tidak akan tergantikan! Kau sudah dekat dengan saudara kembarmu sejak dulu bahkan sejak lahir. Jadi bibi, ikutlah denganku! Jangan terus berpergian tak tentu arah seperti ini. Kita pergi menjalani kehidupan bersama sama. Bagaimana?" kata Claudia dengan segala kedewasaannya, dia harus melindungi bibinya , saudara ibunya. sama saja wanita ini adalah ibunya.
Cleona masih memandang Claudia dan tak lama dia menangis. Dia kembali memeluk Claudia. Cleona pun melihat Egnor di belakang Claudia.
"Devian? Apa itu ayahmu?" kata Cleona kemudian.
"Oh bukan bibi, dia, dia, dia suamiku! Egnor Jovanca!" jawab Claudia menyerongkan tubuhnya.
Seketika Cleona memicingkan matanya. Dia mengingat sesuatu dan ternyata dia mengetahui Egnor.
"Kau Egnor Jovanca? Perawakanmu seperti Devian sangat gagah dan tampan! Kau cocok sekali dengan Claudia. Aku seperti melihat saudara kembarku bersama suaminya! Kalian berdua benar benar serasi. Ini takdir yang tidak bisa disembunyikan. Dan aku mengucapkan terimakasih padamu karena kau telah menghancurkan perbudakan di negara ini. Ayah Bruce Dalton yang telah membunuh ayahku! Kau sudah membalas dendam ku Egnor. Kau luar biasa. Aku berterimakasih karena telah menjaga anakku, Claudia. Terimakasih," ucap Cleona perlahan menghampiri Egnor.
"Sama sama bibi, aku senang bisa menemukanmu untuk Claudia . Dia sangat ingin bertemu denganmu," balas Egnor sudah meraih pergelangan tangan Cleona yang tampak seperti ibunya, seperti Anne, auntynya. Namun tak lama Cleona kehilangan keseimbangan dan dia kehilangan kesadarannya.
Mungkin karena lelahnya sudah terbayarkan. Dia begitu senang dan tenang telah melihat sekali lagi saudara kembarnya dan mungkin akan seterusnya.
Claudia dan Egnor pun membawa Cleona ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Cleona masih tak sadarkan diri sementara dokter memanggil Claudia ke ruangan konsultasi psikis dan kejiwaan. Egnor membiarkan Claudia masuk ke dalam dan dia menunggu di luar. Sesekali Egnor memandang wajah Claudia dari luar. Wajah Claudia tampak bersinar dan bahagia karena masih mempunyai kerabat keluarganya.
"Clau, kau begitu bahagia bertemu dengan bibimu, berbeda ketika bertemu denganku kemarin. Hem, aku memang sudah sangat bersalah padamu. Kalau kau sudah tidak bisa menerimaku, aku tidak akan memaksamu, aku kembali Clau. Aku hanya berharap kau selalu bahagia. Malam ini aku akan berkemas dan besok aku tidak akan menganggumu, sekali lagi maafkan aku! I love you now and until end my only one," kata Egnor pelan dan dia meninggalkan rumah sakit menuju ke motel. Dia harus menepati janjinya agar Claudia tidak membencinya.
Ketika Claudia keluar dari ruang konsultasi, dia tidak menemukan Egnor di depan ruang tunggu. Bahkan di seluruh rumah sakit. Claudia hendak mengucapkan terimakasih dan bisa kembali ke motel bersama terlebih dulu. Namun, Egnor tidak ada di sana. Claudia bertanya pada petugas keamanan mengatakan sudah pergi sekitar beberapa menit yang lalu.
"Kak?" panggil Claudia.
Egnor menoleh.
"Kau sudah pulang, Clau? Apa bibimu sudah sadar?" tanya Egnor berusaha mengalihkan kegundahannya Karena harus menepati janjinya.
"Belum kak, kata dokter biarkan dia beristirahat terlebih dulu sebelum menjalani serangkaian test,"
"Ah bagus sekali! Tenang saja, aku sudah membayar semua administrasi rumah sakit sampai bibi mu sembuh. Aku mohon jangan menolaknya. Hanya ini yang bisa kuberikan padamu untuk yang ..."
Belum saja Egnor menyelesaikannya, Claudia sudah membungkam mulutnya dengan kecupan. Claudia mencium Egnor sambil mengucapkan terimakasih. Egnor pun tak menyia nyiakan kesempatan ini. Dia juga membalas kecupan istrinya. Mereka terus berciuman sampai akhirnya mereka kembali menyatukan diri mereka.
Kali ini Claudia sadar akan apa yang ia lakukan dengan Egnor. Kegiatan cinta yang begitu mereka sukai. Egnor melakukannya dengan terus memandang Claudia. Claudia sampai tak bisa berkata kata karena perlakukan suaminya begitu manis. Egnor mampu menguasai dirinya dan menjajaki tubuhnya sehingga Claudia begitu menikmatinya.
__ADS_1
Dan akhirnya mereka mencapai puncak kepuasan mereka. Egnor menarik Claudia masuk ke dalam pelukannya. Hari sudah malam dan Claudia memutuskan kembali ke rumah sakit besok subuh. Begitu juga dengan Egnor yang sudah meminta pegawainya menyiapkan pesawat. Egnor dan Claudia masih di sana di atas tempat tidur. Egnor tidak berharap apapun. Memeluk istrinya seperti ini saja dia sudah sangat bahagia.
"Claudia, bisakah aku bertanya sesuatu?" tanya Egnor seketika.
"Apa kak?"
"Aku hanya ingin tahu, ke mana kau pergi waktu itu? Ketika Richard dan Lisa membawamu dan Wil Wil?"
"Hem, Richard membawa kami ke pulau pribadi kak. Pulau tersebut bernama Rililand. Katanya pulau Richard dan Lisa. Mereka saling mencintai kak. Richard membawa kami ke sana karena pulau mereka belum ada di peta sehingga Bruce dan tuan Gabriane tidak bisa menemukan kita kak," Claudia menjelaskan.
"Aku tahu, aku terlalu panik sehingga begitu gelap mata padamu Clau. Kau tahu kan aku tidak pernah menang dari Richard," keluh Egnor merasa bersalah.
"Richard sudah sangat mencintai Lisa kak dan Lisa juga mencintainya. Richard memberikan pulau pribadi pada Lisa agar mereka bisa memiliki tempat privasi. pulaunya tidak terlalu besar kak tapi memang sangat indah dan menenangkan. Udaranya juga sejuk walau siang kadang sangat terik,"
"Hem, Lisa sangat beruntung tidak sepertimu yang selalu tersakiti olehku. Aku benar benar minta maaf Clau. Aku ingin selalu seperti ini denganmu, tapi aku tidak akan memaksa. Kau yang menentukan pada akhirnya Clau. Tapi Clau, kalau kau tidak keberatan. Lihatlah anak anak mu sesering mungkin. Kalau kau tetap ingin cerai denganku, aku juga tidak bisa menahanmu karena inilah resiko yang harus kuterima. Aku sudah berjanji denganmu aku tidak akan ingkar," kata Egnor dengan terus mendekap Claudia. Claudia cukup terharu tapi dia tetap diam. Dia mengelus lengan Egnor sampai Egnor yang tertidur. Claudia masih belum tahu dan bingung.
Di satu sisi kata kata Egnor masih membekas di hatinya tapi di sisi lain Egnor yang selalu ada di dekatnya. Egnor yang ia cintai sekarang dan selamanya. Claudia memikirkan sampai akhirnya dia yakin dengan apa yang ia putuskan. Besok pagi dia akan mengatakannya pada Egnor.
Namun, keesokan paginya ketika Claudia bangun, Egnor malah tidak ada. Dia benar benar menyesal selalu tertidur sangat nyaman ketika berada di pelukan pria itu. Claudia merutuki dirinya. Dia mencoba menghubungi Egnor tapi dia mendapatkan sebuah pesan dari Egnor.
EGNOR JOVANCA
Clau, aku harus kembali ke Honolulu. Viena menghubungiku dan Wil Wil terus menangis sejak malam tadi sampai pagi ini. Aku harus menenangkan mereka. Kau tenang saja aku bisa mengatasi ini dan aku yakin kalau bibimu akan segera sembuh dan bisa menjalani kehidupan bahagia bersamamu. Maafkan aku kalau aku tidak bisa menjadi bagian dari kebahagiaanmu. Tapi Clau, kalau kau membutuhkanku, segera katakan padaku, aku akan datang juga membawa Wil Wil menemui neneknya. Ternyata Wil Wil masih memiliki seorang nenek. Titip salamku untuk Bibi Cleona. Katakan kalau aku begitu bahagia pernah memiliki wanita terindah sepertimu, satu satunya yang ada di hatiku. Jangan lupa Clau, hubungi aku jika kau juga sudah memaafkanku. Atau kalaupun kau meminta surat cerai padaku maka dengan sangat terpaksa aku akan memberikannya. Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak tahu aku menyerah atau tidak tapi yang pasti aku selalu menunggu maafmu. SELALU! Akan selalu ada nama mu di hatiku, satu-satunya tidak akan terganti.
Penuh cinta, Egnor ...
Claudia menitikan air matanya. Sekarang dia bimbang karena dia juga harus merawat bibinya. Claudia lagi mencoba menghubungi Egnor tapi belum ada jawaban. Frank dan Grace juga tidak mengangkat. Claudia menarik napas. Mungkin nanti dia akan menghubungi Egnor lagi karena dokter bibinya juga sudah menghubunginya untuk datang ke rumah sakit.
Dokter mengatakan kalau Cleona hanya mengalami depresi karena tidak menerima kepergian saudara kembarnya. Namun, karena kehadiran Claudia dan Egnor, dia merasa seperti kembali ke masa itu dan kembali memiliki kehidupan baru. Cleona terus tersenyum memerhatikan Claudia sampai wanita paruh baya itu menanyakan kehadiran Egnor.
Biar bagaimanapun hanya Egnor yang akan selalu menjadi pusat perasaannya. Kalau tidak ada Egnor dia pasti sudah terperosok jauh ke dalam lubang yang tak ia ketahui.
...
besok lagi ya
dua episod menjelang tamat siapkan hati dan pikiran ..
__ADS_1
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa
thanks for read and i love you 💕💕