
Dukungan dan doa terindah yaitu datang dari seorang istri yang dengan tulus menyayangi dan mencintai. Keterbukaan akan menyelamatkan segalanya dari keterpurukan sementara kebohongan dan tipu muslihat pada akhinya akan membawa pada sebuah penyesalan yang mendalam. Bagaimana Egnor akan menjelaskan pada Claudia apa yang terjadi? Apakah Claudia ikut ambil bagian dalam setiap persoalan di tuan pengacara?
...
Egnor tidak menemukan Claudia di kamar selesai dirinya membersihkan diri. Egnor hendak meminta pakaian padanya. Dia lalu mencari istrinya di luar. Claudia terlihat sedang menonton tv dengan wajah yang geram juga sangat dingin menurut Egnor. Egnor terheran. Baru saja beberapa menit yang lalu Claudia tampak senang melihat anak anak bersamanya tapi mengapa sekarang seperti orang sedang marah?
"Honey, what's wrong? Any problem?" Tanya Egnor menghampiri Claudia perlahan.
"Baca saja pesan dari kekasih hatimu! Besok aku akan ke Oriental, aku akan bawa anak anakku dan tinggal di rumah bibiku, meminta bantuan pada Nyonya Emily dan Tuan Ronald serta membuat roti untuk mencari nafkah!" Ucap Claudia menatap Egnor dengan pandangan yang tajam, menusuk dan mencekam.
Deg!
Egnor tersentak! Dia lupa memberitahu pada istrinya. Dia harus memberitahunya dengan tenang karna di apartemen ini mereka sudah tinggal ber-empat. Egnor terkekeh membuyarkan ketegangan. Claudia makin melebarkan matanya dan berdiri menantang Egnor.
"Honey, be calm. Aku akan menjelaskan padamu. Don't be angry and trust me!" saut Egnor memegang lengan Claudia.
"Begitu terus bicaramu! Sudah, malam ini kau tidur di luar, aku ingin mempersiapkan kepergianku besok!" decak Claudia menghempaskan tangan Egnor dan hendak menuju ke kamar.
"Clau, tunggu dulu, kau salah paham?" kata Egnor menangkap pergelangan tangan istrinya.
Claudia menoleh kembali menatap Egnor dengan sangat dingin.
"Aku sedang menjebak Kate," kata Egnor kemudian.
Claudia memicingkan matanya
"Aku sedang membuat dirinya kembali ke Honolulu sehingga dia bisa mengatakan apa yang terjadi. Aku akan merekam segala pengakuannya sehingga aku sudah memiliki bukti kuat untuk menangkap Richie Gabriane. Kau mengerti maksudku?" kata Egnor lagi menjelaskan.
Claudia masih terdiam menatap suaminya.
"Percayalah, masa kau langsung percaya hanya melihat sebuah pesan?" ujar Egnor menatap penuh kehangatan.
"Karena kau yang memulai! Semua istri akan menganggap hal yang sama jika kalian saling mengirim pesan dengan begitu mesra dan penuh kelembutan. Aku cemburu!" dengus Claudia mengernyitkan dahinya dan memalingkan wajahnya.
"Kalau bukan aku yang memulai, mana mungkin sekarang dia terjebak masuk dalam perangkapku. Seperti dirimu yang waktu itu memulai memutuskan untuk mengambil hatiku lagi, kini aku terjebak dalam hatimu dan tidak bisa kemana mana sampai sampai kau juga terjebak dalam hatiku. Kita saling terjebak dan menghasilkan Wilson dan Willy, bukan begitu?" Ujar Egnor merengkuh pinggang Claudia dan memeluknya dari belakang.
"Jadi kau juga akan terjebak bersama Kate dan kau akan menghasilkan anak lagi?!" Decak Claudia dengan setengah menoleh ke belakang dan tatapan memburu.
"Dia yang terjebak, aku tidak. Kan sudah kukatakan kalau aku sudah terjebak di hatimu, bagaimana bisa aku keluar?" tutur Egnor masih mengeluarkan kata kata manisnya.
"Cih, bicaramu kalau sudah bertemu dengan Leon dan Dion manis sekali seperti sarang madu sampai sampai seperti biangnya madu!" Claudia berdecih sinis.
"Ya, sampai ingin dilumat oleh bibir tajammu!" goda Egnor menyeringai.
"Hem, aku masih marah padamu, kau tidak mengatakannya di awal sebelum melakukan itu!" keluh Claudia masih mengerutkan bibirnya.
"Bukan begitu, Clau! Kemarin kita mengurus segala keperluan untuk hari ini kan? Aku tidak mau pikiran mu terbelah belah. Aku ingin perayaan yang penuh suka cita dan rasa syukur tanpa memikirkan apapun. Lihat sekarang, Sangkin aku bahagia memiliki istri cantik dan baik sepertimu juga si kembar, aku sampai lupa memberitahu rencana gilaku ini untuk menjebak Kate karena hal itu sebenarnya tidak penting bagiku tapi harus kulakukan. Mengertilah Clau, aku ikut ambil bagian dalam menegakan keadilan di Honolulu ini. Percayalah, aku tidak akan mengkhianati mu," kata Egnor sudah membalikan tubuh istrinya untuk menghadapnya. Claudia masih menunduk. Dia masih sangat cemburu. Kata kata suaminya begitu manis sampai seperti mereka benar benar berhubungan. Claudia tidak bisa menutupi dirinya untuk hal ini. Dia terlalu mencintai Egnor.
__ADS_1
Egnor tersenyum tipis menyaksikan istrinya yang masih belum mengerti maksudnya. Egnor lalu meraih dagu Claudia dan mendongakan kepalanya.
"Kau masih belum percaya?" selidik Egnor.
"Percaya tapi aku cemburu! Biasanya kau hanya mengatakan semua kata kata manis itu untukku, tapi sekarang kau berbaginya pada wanita lain!" sungut Claudia bersedih.
"Oh God! Ini hanya acting, honey. Acting! Mana mungkin aku seperti itu, itu hanya kata kata manis biasa, tidak ada tambahan gula atau tambahan pemanis, bi a sa!" jelas Egnor sampai mengeja kata biasa.
Claudia masih mengerucutkan bibirnya.
"Oke, kalau kau tidak percaya, aku akan menghubungi sutradara dari semua film ini, kalau perlu aku akan memanggil penulis dari kisah kita untuk menjelaskannya! aku hanya korban, sial!" dengus Egnor meraih ponselnya di meja tamu.
"Kisah apa?! Jangan jangan kau memang seorang aktor yang menyamar menjadi pengacara kan?" decak Claudia bermaksud membuat Egnor kesal.
"Benar! Ketampanan suamimu sudah menjadi momok di mana mana Clau!" balas Egnor menanggapi Claudia yang sudah mulai melunak.
"Cih!"
Egnor pun menghubungi Richard untuk menjelaskan semuanya. Richard sedang berada di rumah Lisa oleh sebab itu dia bisa mengangkatnya. Richard bicara pada Claudia menjelaskan maksud dan tujuannya. Pada akhirnya Claudia harus mempercayainya. Sampai sampai Egnor mau mengajaknya. Namun, Claudia berpikir tidak baik juga seorang ibu menyusui mencurigai suaminya yang sedang bekerja. Apalagi membawa nama bangsa dan negaranya. Sebisa mungkin Claudia menerimanya dengan satu syarat, Egnor tidak boleh bersentuhan sedikitpun dengan Kate, maupun itu menyentuh tangan atau berangkulan. Claudia bahkan menyuruh Frank mengawasinya terus. Claudia akan menjanjikan penambahan gaji dua kali lipat jika Frank melapor hal yang dilarang Claudia. Egnor hanya bisa menarik napas dan menggelengkan kepalanya. Claudia memang istri yang sangat protektif.
...
Kate sudah menunggu Egnor di Cafe Kondominium Rafles sore itu. Tampak luka lebam membiru di sekujur tangan putihnya. Bruce benar benar membuatnya tak berdaya. Pria itu menekan, mencengkram seperti kehilangan akal. Kate terus menurutinya agar dia bisa terlepas dari kungkungan itu dan mungkin bisa hidup bahagia dengan Egnor. Pikiran dan anggapannya.
Kate melihat lihat kehadiran Egnor yang belum kunjung datang. Dia mengambil sebuah syal panjang dan lebarnya untuk menutupi lebam karena perbuatan Bruce.
Sementara itu, Egnor sudah tiba bersama Frank, Bertho dan teman Bertho yang cukup mirip dengan Egnor. Bentuk tubuhnya, model rambut sampai penampilannya sengaja dibuat sesuai dengan Egnor. Di mobil lain ada Richard dan Kevin. Mereka turun dari mobil dan bertemu di depan Kondominium mewah itu.
"Kau siap, Eg?" Tanya Richard
"Tidak!" dengus Egnor malas.
Richard dan semuanya menolah padanya memberikan pandangan penuh keheranan atas keraguan Egnor.
"Oh, come on! Aku menangkap orang yang menipu, mengapa sekarang aku yang kalian jadikan penipu?!" rengek Egnor masih ingin menyelamatkan dirinya dari penyamaran ini.
"Semua ini untuk membongkar penipuan, Tuan Egnor Victor Jovanca, lawyer sekaligus advokat papan atas!!" decak Richard memperingati.
"Argh, yasudah cepat apa yang perlu dipasang di tubuhku?!" Decak Egnor menyetujui dengan sangat berat hati. Di perjalanan menuju ke sini, Claudia sudah memberikan banyak ultimatum padanya dan sempat sempatnya mengatakan kalau ASI nya berkurang. Egnor memijt tulang hidungnya sambil menggeleng. Frank sudah menyemangatinya dengan memukul pelan punggung tuannya.
Frank pun sudah memasangkan mini earphone pada telinga Egnor agar mendengar arahan yang Richard berikan karena mereka takut Egnor akan naik pitam sehingga belum saja mendapat bukti, semua sudah ketahuan. Egnor juga tidak mengerti apa yang harus ia perbuat.
"Bicarakan hal basa basi yang membuat hatinya luluh setelah itu ingat pukul setengah tujuh malam kau harus bisa mengajaknya ke club Rafles di lantai 8. Kau harus mengajaknya minum sampai dia mabuk dan saat itu kau berganti peran dengan August. Kau mengerti Egnor?" kata Richard memberi arahan.
"Heemm!! Ini kali pertamaku menjadi umpan, awas kalian semua!" Ancam Egnor masih kesal.
"Demi kesejahteraan dan keadilan bangsa dan negara, aku yakin kalau kau mengatakan mengikuti pemilihan kepala pemerintah kau langsung jadi pemenangnya, sir!" tutur Frank menepuk pelan pundak Egnor.
__ADS_1
"Shut up! Keep attention and watch me!"
"Siap bos!" Frank malah memberikan hormat.
Egnor berdecih dan memasuki cafe. Richard dan yang lainnya juga masuk melalui lorong samping cafe tersebut. Mereka juga bergaya setelan suit casual dengan kacamata hitam dan berlagak seakan akan pengunjung. Mereka menduduki kursi kursi luar.
"Kate?" Panggil Egnor menarik kursi cafe tersebut. Kate mendongakan kepalanya memandang Egnor dengan kekaguman.
"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Egnor mendapatkan celah berbicara dan duduk di sana. Dia memang agak terheran dengan sisi bibir Kate yang agak terkoyak.
"Ah ini ketika di bandara aku tertabrak troley yang membawa tumpukan koper yang banyak," jawab Kate berdalih sambil memegang sisi bibirnya. Bruce benar benar brutal kemari. Dia mencium dan menggigit Kate dengan sangat rakus.
"Ooh, kau harus lebih berhati hati, jaga mata dan pikiranmu agar bisa bekerja dengan sinkron," saut Egnor tersenyum tipis.
"Terimakasih kak! Apa kabarmu? Dan, apa kau bertengkar dengan Claudia? Mengapa sampai beraninya kau menemuiku? Aku kira kita sudah seperti musuh," kata Kate sedikit penasaran dengan Egnor yang tiba tiba menghubunginya
"Kau terlalu banyak berpikir, Kate! Biar bagaimana pun kau junior ku dan kita pernah dekat kan?" gumam Egnor menguatkan senyum manisnya.
Kate mengangguk angguk tersipu malu.
"Em, aku tidak bertengkar dengan Claudia, tapi aku hanya merasa dia sedang tidak mempedulikanku karena anak anak ku. Hem, seharusnya dia bisa bertindak adil," kata Egnor berdalih.
"Andai saja kau memilihku kak, aku malah akan memprioritaskan mu," kata Kate merayu.
'Wanita menjijikan! Kalau aku tahu kau begini, aku bahkan tidak mau mengenalmu! Seenaknya dia tidak mau mengurus anak anakku! Sedangkan Claudia sampai menangis melepasku pergi tadi karna ingin berada di dua tempat dan mengurus suami dan anak anaknya!' decak Egnor dalam hati mengumpat Kate. Tatapan Egnor sedikit berubah menundukan kepalanya dan tangannya mengepal bergetar. Frank mengetahuinya dan harus mengingatkan tuannya.
...
...
...
...
...
cut dulu ya di bawah hehe biar sok sok an double up 😝😝
.
next part sweet trap part 2
.
tapi ini tolong PART INI DI LIKE DAN KOMEN dlu ya geess 😁😁
thankyou for read, love you 💕
__ADS_1