
Intinya adalah saling mendukung ketika mendapatkan sebuah masalah yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Terkadang mudah mengatakan hal hal baik pada seseorang tapi nyatanya sangat sulit untuk kita lakukan sendiri. Malahan kita terjebak di dalamnya dan tidak mau mengandalkan orang lain meskipun sangat butuh. Dalam keadaan begini, Egnor masih mencari waktu memberitahu rencananya pada Claudia. Memang tidak ada cara lagi selain mengorbankan dirinya sendiri. namun, Egnor masih akan tetap berjaga jarak. Semua ini hanya pancingan. Bisakah Claudia menerimanya? Bagaimana Egnor memainkan perannya?
...
EGNOR
Halo, apa ini masih nomor Kate?
KATE
Kak Egnor? Ada apa mengirimiku pesan?
EGNOR
Ini benar Kate? Kau di mana? Sudah lama sekali aku tidak melihatmu, bahkan ketika Claudia melahirkan kau tidak datang
KATE
Oh itu, bagaimana aku menjelaskannya ya? Claudia tidak menyukaiku untuk apa aku datang? Aku hanya takut dia marah sehingga menggangunya. Maafkan aku kak
EGNOR
Sudah lama kita tidak saling bicara. Aku mencarimu sampai ke rumahmu tapi kata ibumu kau tidak ada. Kau pergi kemana?
KATE
Aku sedang berlibur di Japanis menghilangkan penat banyak nya pekerjaan setelah Tuan Gonzaga meninggal
EGNOR
Hem mengenai hal itu aku membutuhkan saranmu. Kapan kau kembali dari Japanis? Sebenarnya aku sangat merindukanmu ❤️
"Oh God! Aku benci dengan keadaan ini, sangat menggelikan!" Dengus Egnor masih mengirim pesan dengan Kate.
Sementara di Japanis sana Kate tampak sumringah dan jantungnya berdegup.
'Apa kini kau sadar akan perasaanmu kak? Claudia pasti melakukan kesalahan yang tidak bisa diterima seorang Egnor, Heng rasakan kau! Ternyata aku hanya perlu duduk manis dan menunggu!' gumam Kate dalam hati.
KATE
Besok atau lusa kak, aku akan pulang besok, di mana kita akan bertemu?
EGNOR
Terserahmu! Katakan padaku di mana kita akan bertemu dan katakan juga kalau kau sudah kembali ke Honolulu. Kau jangan ingkar ya? Cepat pulang karena aku sungguh merindukanmu ❤️❤️
Kate sangat senang hanya melihat dua simbol hati di sana dan Egnor terus mengatakan kerinduannya. Kate tidak menyadarinya karena sesungguhnya dia terlalu mencintai Egnor. Padahal beberapa waktu silam dia malah membencinya. Memang sejak itu mereka tak saling bicara dan bertemu. Tidak ada sebuah hal yang sangat genting. Kate mengalah perlahan walau hati tetap kesal.
Belum saja Kate membalas pesan Egnor, Bruce sudah menarik tangannya masuk dalam pelukannya.
"Kau mengirim pesan dengan siapa?" Tanya Bruce mengelus wajah Kate.
"Dengan ibuku, dia sakit tuan dan aku harus kembali ke Honolulu, apa kau ingin ikut denganku?" Kata Kate masih menggunakan cara licik untuk mengelabui Bruce. Padahal Bruce sudah mengetahuinya, tapi Bruce hendak mengikuti cara permainan Kate sendiri.
"Pergilah lebih dulu, belum saatnya aku muncul di sana, tapi sebelumnya kau harus mengerjakan tugasmu, sayang!" Balas Bruce mendekatkan lagi tubuh Kate padanya.
"Dengan senang hati tuanku sayang!" Balas Kate memainkan dasi Bruce dan membukanya. Dia memainkan aksi tangan dan seluruh gerak geriknya untuk memuaskan Bruce. Untuk sementara hanya ini yang dapat Bruce lakukan untuk mencegah Kate kembali ke Honolulu. Membuat Kate lelah dan tak berdaya. Bruce meminta Kate melayaninya berulang ulang dengan alasan akan lama saling bertemu lagi. Kate sangat tersiksa tapi dia tidak bisa menolak. Dia hendak kembali ke Honolulu dan menemui Egnor.
Sementara itu Claudia memperhatikan Egnor yang saat itu terus memegang ponsel dan seperti sedang chating dengan seseorang. Apalagi ketika Claudia menyuruhnya menunggui si kembar yang sedang tidur seperti sore ini. Egnor sudah kembali dan dia sudah mulai saling mengirim pesan pada Kate. (Pesan yang di atas ya.)
"Kak ..." Panggil Claudia memegang punggung Egnor dengan sangat lembut. Egnor terkesiap dan langsung menekan tombol kunci pada ponselnya. Claudia agak curiga tapi berusaha normal. Egnor masih ragu mengatakannya pada Claudia. Namun, dia memang akan mengatakannya.
"Apa ada yang kau sembunyikan?" Selidik Claudia.
"Aku hendak menyiapkan acara yang luar biasa indah untuk 1 bulan anak kita besok. Kejutan," jawab Egnor berdalih. Dalam hati dia meminta maaf pada istrinya.
"Benarkah? Sudah kubilang jangan terlalu mewah kak, apa Viena dan Dion akan datang bersama Dior?" selidik Claudia memastikan.
"Itu masih dirahasiakan. Kau tenang saja," saut Egnor tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah, aku ingin membersihkan diriku, tolong jaga Wil Wil dulu," pinta Claudia.
Egnor malah menahan tangan Claudia. Dengan semua hal yang ia lakukan rasanya dia sangat merasa bersalah pada istrinya padahal dia melakukan dengan sangat terpaksa. Mungkin ketika acara syukuran bayi kembar mereka selesai, Egnor akan mengatakannya. Egnor akan mengatakan sebelum dia bertemu dengan Kate. Egnor tidak mau Claudia bersedih dan cemas memikirkannya di acara syukuran 1 bulan anak anaknya.
Claudia menoleh padanya. Egnor menariknya dan masuk dalam pelukan. Egnor memeluk Claudia sambil meraba seluruh tubuh Claudia. Claudia juga memeluknya.
"Ini sudah satu bulan, Clau," bisik Egnor mengelus pinggang Claudia.
"Lalu?"
"Sejak kemarin aku sudah membayangkan ingin bersatu denganmu," kata Egnor lagi.
Claudia tersenyum malu. Egnor menarik dirinya dan memegang dagu Claudia. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Claudia. Claudia tentu saja menanggapinya. Satu tangan Egnor memegang lembut salah satu buah dada Claudia yang sudah semakin besar. Egnor pun menggiring Claudia masuk ke kamar mandi.
"Selagi Wil Wil sedang tidur. Aku menginginkanmu Clau!" Bisik Egnor lagi sudah melucuti pakaian Claudia. Mereka menuju ke bath tub. Dengan aliran kecil dari keran bath tub, mereka melakukannya perlahan namun dengan hasrat yang telah terpendam selama satu bulan ini. Kenyataannya sebenarnya malah Claudia yang menginginkannya ketika Egnor melakukan erotic Lactating. Egnor begitu menghayati dan menyentuh area sensitif Claudia itu dengan sangat lembut.
...
Suasana taman belakang Motel Prime sudah berhiaskan pita pita dan kain berwarna biru muda. Seluruh dekorasi bertema biru muda dan putih. Beberapa set meja makan beserta kursinya sudah tertapa rapi di Padang ramput taman itu. Claudia dan Egnor hanya mengundang kerabat terdekat saja. Claudia juga sudah mengenakan pakaian berwarna sama dengan tema acara. Begitu juga dengan Egnor dengan jas biru muda dan kemeja putih di dalamnya. Claudia juga mengenakan Wilson dan Willy denga kemeja putih dan berpita biru muda.
Semua tampak serasi sampai Grace sangat gemas melihat Wilson dan Willy di kereta bayi kembar itu. Grace dan Frank memang menjemput keluarga Jovanca itu menuju ke Motel Prime.
"Aku jadi tidak sabar untuk bertemu anakku," gumam Grace tersenyum lebar menatap Wilson dan Willy.
"Dia akan menjadi teman Wilson dan Willy, Grace ," saut Claudia juga tersenyum.
"Begitulah," balas Grace mengingat anak mereka juga laki laki. Grace lalu membantu Claudia mendorong kereta bayi itu menuruni apartemen. Anne dan Johanes langsung menuju ke Motel.
Sementara Egnor dan Frank juga jalan berdampingan .
"Apa kau sudah menghubungi Kate, tuan?" tanya Frank.
"Ya, kau tenang saja. Sekarang permasalahannya aku harus mengatakan pada Claudia sebelum aku bertemu dengannya," saut Egnor dengan nada pelan.
"Cepat katakan saja sebelum Claudia mengetahuinya sendiri," ujar Frank memperingati.
"Ya kau benar, lalu bagaimana? Apa Bertho sudah menemukan orang yang memiliki tubuh sepertiku?" tanya Egnor lagi memastikan.
"Aku mengerti Frank tapi sebelum Kate mengatakannya otomatis aku akan terus bersamanya kan? Dia akan terus meraba raba ku, aku tidak mau dan Claudia pasti tidak akan setuju. Jadi, ketika Kate mabuk saat itu aku bertukar peran dengan orang yang berkarakter sama denganku. Begitu maksudku," jelas Egnor.
"Ahh kau juga jenius tuan, baiklah sekarang selesaikan dulu acara Wil Wil ,"
Egnor mengangguk dan mereka semua menuju ke Motel Prime. Di sana sudah berkumpul para kerbatat Egnor dan Claudia. Tak ketinggalan Hakim Benedict juga datang bersama istrinya. Ada juga Alexander Kwan dan Eleazar Dimitri. Mereka semua masih bersama istri pertama mereka. Rosaline Kwan dan Clara Dimitri. Ada juga Samantha yang datang didampingi Kevin. Richard tampak di dekat Lisa tapi Lisa masih memancarkan wajah dinginnya. Tak ketinggalan Gabriel selalu berdampingan dengan Lina juga Moses, Lena, Bertho. Semuanya yang Claudia kenal datang. Pejabat kenalan Egnor juga datang Tuan Gerrardo Mendez yang merupakan andalan Egnor mengikuti pemilihan kepala pemerintahan nanti.
"Egnor, selamat kau sudah menjadi seorang ayah dan semoga kedua anakmu sehat dan bertumbuh baik juga pintr sepertimu. Tidak lupa penuh perhatian seperti istrimu," ucap Gerrardo memberi salam pada Egnor.
"Terimakasih atas kedatangan anda Tuan," balas Egnor.
"Sama sama, Egnor. Jadi, apa kau benar tidak akan mengikuti pemilihan kepala pemerintahan?" tanya Gerrardo memastikan.
"Tidak tuan, kau yang pantas, aku percaya penuh padamu! Mengingat kau juga sahabat tuan Gonzaga," kata Egnor memberi semangat pada Gerrardo.
"Terimakasih Egnor, aku akan melakukan yang terbaik. Dengan dukungan mu, aku pasti akan bisa membawa Honolulu ini menjadi lebih terjaga dan maju!" ujar Gerrardo bersemangat.
"Tentu, kita berjuang bersama tuan,"
Mereka kembali berjabat tangan dan berangkulan. Semua pun menikmati pesta. Claudia masih menunggu kejutan yang suaminya buat padanya. Mereka duduk berdekatan. Egnor terus merangkul pinggang Claudia dan terkadang mengecupi punggung kecil istrinya itu. Sementara Wilson dan Willy setia tertidur sangat pulas di kereta bayi mereka. Sesekali Anne juga Grace memperhatikan mereka. Hampir semua yang datang memberikan hadiah pada Wilson dan Willy.
"Kak, kau jangan menempel terus begini denganku!" Keluh Claudia merasa suaminya terus duduk di sampingnya setelah menyambut para tamu
"Lalu aku mau bagaimana? Kau cantik dan sangat menggoda dengan pakaian ini Clau," balas Egnor masih mengecupi punggung Claudia.
"Seharusnya aku memilih model dengan lengan ya," gumam Claudia.
"Tidak perlu, ini sangat cantik dan manis," puji Egnor tiada henti.
"Jadi apa kejutannya? Sebenarnya aku sudah tahu apa kejutanmu?" kata Claudia melirik menggoda suaminya.
"Apa?"
__ADS_1
"Viena yang akan datang sebentar lagi bersama Dion dan Dior kan?" Claudia menerka.
"Bukan hanya mereka tapi lihatlah di sana. Mereka berlima datang kemari!" kata Egnor menunjuk ke arah pintu masuk taman yang kebetulan sudah dipersiapkan Egnor.
Claudia melihat ke arah pintu masuk utama taman tersebut. Ya di sana Viena, Dion dan juga Lexa yang sedang menggendong Dior serta Leon berjalan ke arah acara.
Claudia menutup mulutnya. Setelah sekian lama dia bisa bertemu dengan Lexa. Terakhir mereka bertemu ketika pernikahan Claudia saja. Claudia bangkit dari sana menunggu mereka mendekat lagi dan lagi.
Pertama Tama Claudia memeluk Lexa setelah Lexa memberikan Dior pada Leon.
"Selamat mom, kau sudah menjadi seorang mommy yang sesungguhnya," ujar Lexa terkekeh.
"Sama sama sayang, kau juga, aku sangat yakin kau akan mengandung," balas Claudia mendekap Lexa dengan erat.
Lexa mengangguk angguk.
"Aku sangat merindukan dan mencemaskan keadaanmu Lexa setelah menghadapi banyak masalah," kata Claudia lagi menarik diri dari pelukan mereka.
"Sebenarnya aku dan Leon masih agak ragu kemari, tapi Tuan Egnor menjanjikan penjagaan ketat pada kami,"
"Karena aku ingin sekali bertemu denganmu,"
"Jadi, dimana dua adik adikku, mom?" tanya Lexa yang waktu awal lahir juga belum melihat mereka.
Claudia setengah berbalik dan menunjukan Wilson dan Willy di dalam kereta bayi. Lexa lalu melihatnya. Dia cukup senang walau dia mengingat buah hatinya yang telah gugur tapi melihat kedua anak Claudia dan Egnor sudah sangat mewakili.
Semua rangkaian acara di tutup oleh foto bersama. Ada juga foto bersama Claudia dan Egnor yang menggendong masing masing bayi mereka. Mereka semua mengucap syukur atas karunia terindah yang Tuhan berikan pada keluarga mereka. Claudia dan Egnor berharap agar mereka selalu bersama. Tidak ada hal yang bisa memisahkan mereka.
Malamnya Egnor dan Claudia kembali berangkulan memandangi kedua anak mereka yang sudah tertidur. Ketika acara mereka hanya bangun satu kali dan sekarang mereka kembali tertidur. Hal ini sangat wajar apalagi Claudia menyusuinya dengan sangat teratur. Claudia tidak keberatan ketika di acara tadi pun dia bolak balik ke kamar untuk menyusui Wilson dan Willy. Tentu saja dengan suaminya yang selalu menemani. Egnor masih agak takut membiarkan Claudia sendiri mengingat kejadian ketika Claudia melahirkan.
"Mengapa semua anak kita mirip denganmu sayang?" Keluh Claudia bertanya tanya
"Tidak juga, ketika mereka membuka matany, ada sebuah garis di bawah seperti matamu Clau dan bukaan matanya lebih lebar," balas Egnor mencoba menjelaskan fakta lain yang tidak Claudia sadari.
"Namun, aku tidak masalah jika dia mirip denganmu sekalipun, berarti aku sudah memiliki 3 Egnor, apa itu sangat bagus? Ketika besar nanti mereka yang akan menjagaku sebelum mereka menjaga istri istri mereka," saut Claudia sangat bangga.
Egnor tersenyum dan merangkul Claudia lagi.
"Baiklah, aku akan membersihkan diri, besok banyak pekerjaan yang harus kulakukan," ijin Egnor mengecup pelipis Claudia.
Claudia mengangguk. Egnor menuju ke kamar mandi. Egnor melupakan sesuatu apa yang ingin dia katakan pada istrinya sampai harus istrinya yang menanyakan. Sebuah pesan masuk pada ponsel Egnor. Mungkin batin seorang istri yang ingin sekali melihatnya. Dari beranda terpampang nama Kate. Claudia mengernyitkan dahinya.
KATE
Kak Egnor, akhirnya aku berhasil pulang. Besok kita bisa bertemu. Mungkin di Cafe Kondominium Rafles. Aku juga merindukanmu ❤️
...
...
...
...
...
next part 122 ya smoga secepatnya karena masih sambungan haha 😍😍
apakah Mimi akan mengerti?
dan apakah semuanya berjalan lancar dan tidak sia sia?
.
.
pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤