
Seindah indah nya langit, tidak akan mengerti dan merasakan kepedihan seorang Claudia. Claudia hanya berharap Egnor dapat meluaskan hatinya seperti hatinya menerima semuanya dan semoga ketika pertemuan nanti, tidak ada keraguan di antara mereka walau Claudia ragu akan ada maaf untuknya ...
...
Kingsler berjalan tertatih sambil memegang lengan yang tertembak oleh Kevin masuk ke dalam mansion rahasia Bruce dan Richie. Dia sempat melilitnya dengan koyakan tirai jendela yang menghiasi apartemen Dimitri tapi darah tetap mengalir dengan cepat.
"Maafkan aku Tuan, kami kehilangan jejak Tuan Richard beserta asisten dan juga Nyonya Claudia," ucap Kingsler memegang tangannya yang kembali mengeluarkan darah.
Bruce menghela napas dan beranjak.
"Heng, sudah berapa kali kau melakukan kesalahan Kingsler?!" decak Bruce melayangkan satu pukulan ke wajah bodyguard kepercayaannya itu.
"Mereka sangat cepat dan Tuan Richard memang cepat berkelit, tuan!" sungut Kingsler sedikit terbatuk.
"Anak itu memang lebih pintar dari ayahnya! Yasudah cepat kau sembuhkan luka tembakmu dan segera kerahkan semua aparat untuk mencari keberadaan mereka. Kau, siapkan data data masa lalu Richard dan Claudia. Aku tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja dan Egnor mencarinya. Mari kita membuat permainan hati dan emosi, sahabat?" Decih Bruce menautkan kedua tangannya dan tersenyum picik.
"Bruce, Alex menuntut kerusakan mansionnya dan kehilangan Claudia! Aku tidak bisa menemukan anak itu!" decak Richie yang baru saja tiba.
"Apa dia tidak bersama kekasihnya?" tanya Bruce dengan tenang.
"Aahh, Lisa? Aku akan mengutus orang untuk bertanya padanya dan pasti istriku mengetahui keberadaan Richard!" saut Richie.
"Tidak usah terburu buru! Buat saja peringatan siapa yang menemukan motivator handal itu akan mendapat sejuta keuntungan dariku!" tutur Bruce lagi.
"Bagaimana kalau Egnor kembali membawa Benedict dan Gerrardo, Bruce? Dawney sudah sangat ketakutan akan terdengar oleh Andreas karena sepertinya surat yang Claudia kirimkan sampai ke Nederland," keluh Richie sedikit bingung.
"Kau ini tidak bisa bekerja hah?!" Pekik Bruce beranjak dan pertama kalinya meraih leher Richie lalu mencekiknya.
"Bruce, tenang!" kata Richie berusaha melepaskan cekikan tangan Bruce.
"Kau hanya bisa bertanya padaku!! Lebih baik kau cari Claudia sampai dapat dan langsung hancurkan Benedict beserta Gerrardo! Mengapa tidak dari dulu kau membunuh mereka sebelum Egnor mencarinya!" Decak Bruce lagi menghempaskan Richie.
"Kau berikan Claudia padaku setelah itu kubuat pulih negara ini untukmu dan Dawney! Jika Claudia tidak ada maka kau juga akan mati!" Ancam Bruce pada Richie.
"Baiklah, kau jangan marah! Selama surat itu ada pada kita, mereka tidak dapat melakukan apapun!" kata Richie lagi membenarkan jas nya.
"Jadi kau juga jangan memusingkan si Kwan itu! Ratakan semua hunian kebangsawanannya agar mulutnya itu tidak terus berkata yang tidak tidak! Kapan Egnor kembali?"
"Belum ada kabar!"
"Sebentar lagi dia akan hancur! Jangan salahkan aku kalau aku yang akan menguasai negara ini jika kau tidak memberikan Claudia padaku!"
"Heemm!!" Gumam Richie dan dia harus menemukan Richard beserta Claudia.
Kalau tidak, sama saja dia menjadi anak buah Bruce. Dia tidak boleh meremehkan Bruce. Semua senjata dan pengamanan kuat ada padanya. Morris sudah menetapkan dia sebagai penguasa Japanis dengan syarat menyeimbangkan kesejahteraan. Tidak menutup kemungkinan jika Bruce juga akan membuat negara ini terhebat dengan sebuah pengakuan.
__ADS_1
...
Gambaran jarak negara per negara (vii version)
Nederland - Eco Park Land - Japanis - Honolulu (Honoland) - Greenville - Springfield - Legacy - Summer - Oriental - Sinailand - Oak Country - Indian
Really Land / Rililand
Pulau kecil milik Negara Greenville tak berpenghuni yang dibeli Richard dan dibangun sebuah mansion kecil di dalamnya.
-------------------------------------
Sementara itu, Richard sudah tiba di sebuah pulau kecil yang belakangan ini ia beli dari pemerintah Greenville bersama Kevin, Claudia, Emma dan si kembar. Pulau ini belum terdapat di peta karena pulau tak berpenghuni ini biasanya hanya menjadi tempat singgah para nelayan. Karena sulitnya mendapatkan hati Lisa, Richard malah berinisiatif membeli pulau kecil ini dan bagaimana bisa Lisa menolak? Bukan karena Lisa menyukai pulau itu tapi lebih melihat pada hati Richard yang sungguh sungguh mencintainya.
Claudia masih terdiam dengan menggendong Willy. Untung saja Wilson sudah terbiasa dan kerasan dengan Emma sehingga dia tidak begitu rewel. Perjalanan memakan waktu satu hari. Semua keperluan ada di kapal yang ditumpangi Richard dan yang lainnya.
Claudia memikirkan suaminya ketika pulang nanti. Padahal awalnya dia yang tidak menginginkan Egnor pergi tapi sekarang malah dia yang tidak menepati janji.
"Claudia, ini hanya sementara, setelah semua sudah aman, kita akan kembali," kata Richard menyadarkan Claudia dari lamunannya.
"Bagaimana kalau Egnor membenci ku Richard?" pekik Claudia sedikit membuat Willy terganggu.
"Aku tidak yakin Richard. Karena aku juga merasa kak Egnor sedang membutuhkanku. Dia membutuhkan dukungan dariku, jadi aku memang ingin selalu di dekatnya," saut Claudia sambil menimang Willy agar tidak menangis.
"Sabar sebentar, Clau. Apa kau tidak memikirkan anak anakmu? Bruce dan ayahku memegang kekuasaan akan Kepala Pemerintah, kau tidak tahu kan kalau Bruce menyukaimu!" decak Richard sedikit membuka pemikiran Claudia.
"Apa?! Menyukaiku?!" kedua mata Claudia mendelik. Apa ini permintaan Dawney waktu Egnor menyerangnya di tempat tidur beberapa hari lalu? Claudia malah semakin merindukan suaminya.
"Ya, dia dendam dengan suamimu, dia ingin mendapatkan apa yang Egnor miliki. Mungkin sama sepertiku tapi aku tidak bisa memaksakan kalau cintamu hanya untuk Egnor. Bruce ingin menguasaimu dan akan membunuh anak anakmu. Dia ingin membuat suamimu menderita! Jadi lebih baik biarkan Egnor melakukan aksinya sementara kau aman di sini. Egnor akan senang jika tahu kau menjaga anak anak kalian dengan baik. Percaya padaku! Aku begini karena ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk perjuangan suamimu. Beri aku kesempatan untuk menebus semuanya. Menebus kesalahan ayahku! Tolong Claud kau tenang dan jangan bersedih!" pinta Richard dengan serangkaian penjelasannya.
Claudia hanya menunduk dan merenungi kata kata Richard. Semua yang Richard ucapkan sangat benar.
'Kak, tolong percaya padaku, maafkan aku. Aku akan menjaga anak anak kita dan kita akan kembali pada jalan yang sama. Tunggu aku dan berjuanglah. Aku hanya memberikan jalan yang nyaman untukmu agar kau dapat menjalaninya dengan nyaman. Cintaku hanya untukmu, tidak mau yang lain my only one, my best man, i love you!' gumam Claudia dalam hati sambil memandang Willy dengan seksama. Willy jauh lebih mirip dengan Egnor ketimbang Wilson.
Mereka pun berjalan menuju mansion di tengah tengah pulau itu. Mansion itu tidak terlalu besar dan mewah karena memang untuk private mansion Richard dan Lisa ketika sudah menikah. Richard sudah merancang semuanya hanya untuk Lisa. Pulau kecil ini hanya diketahui Richard dan Lisa sendiri. Kevin saja tidak tahu menahu tentang ini. Richard meminta tolong pada adik dari ibu Lisa yang mengurus pariwisata di Greenville tapi ibu Lisa juga tidak tahu menahu tentang pulau ini.
"Richard, terimakasih telah menyelamatkanku dan kedua anakku. Pulau dan mansion ini sangat bagus. Apa kau akan tinggal di sini bersama Lisa?" selidik Claudia yang ikut senang dengan hubungan mereka.
"Benar, Clau, hanya ini yang bisa kubuktikan pada Lisa," saut Richard menunduk karena belum sepenuhnya mendapat hati Lisa.
"Lisa pasti menerimamu Richard,"
"Baiklah Clau, mungkin nanti malam atau besok Lisa akan menjemput kita. Kita akan aman di sini karena pulau ini belum ada di dalam peta. Aku yang memintanya agar tidak ada yang tahu, apalagi ayahku!" tutur Richard memberi tahu mengenai pulau ini.
__ADS_1
"Memang apa nama pulau ini Richard?" tanya Claudia penasaran.
"Really Land tapi kata Lisa lebih kepada Rililand, Pulau Richard dan Lisa, astaga Clau, aku tidak seharusnya menceritakan ini. Biar Lisa yang mengatakannya. Lebih baik kau beristirahat, aku hendak ke atas dulu," saut Richard salah tingkah dengan apa yang sudah ia berikan pada Lisa ini. Sejatinya Richard malu dan belum siap mengutarakan ketulusan hatinya ke Lisa pada orang sekitarnya. Lisa juga yang mengatakan agar tidak terlalu mengumbar kemesraan pada keadaan seperti ini.
Claudia tersenyum tipis. Dia tahu dan merasa kalau Richard sedang jatuh cinta pada Lisa. Dan, mungkin akhir akhir ini Lisa sudah mulai membuka hati untuk mantan suaminya itu.
"Mereka sedang memulai Nyonya Claudia. Maafkan Tuan Richard yang agak canggung bercerita," kata Kevin kemudian.
"Tidak apa apa Kevin. Em, aku hanya ingin tahu bagaimana kita bisa mengetahui keadaan Honolulu sementara di Greenville saja sulit sekali signal?" tanya Claudia juga ingin tahu kabar suaminya.
"Lusa aku akan ke pusat pemerintahan Greenville untuk melihat perkembangan informasi. Kita tidak bisa menggunakan alat komunikasi agar tidak bisa diketahui siapapun nyonya. Aku yakin Tuan Egnor akan percaya padamu, Nyonya," saut Kevin.
Claudia hanya mengangguk. Dia membaringkan Willy di tempat tidur di kamar bawah. Begitu juga dengan Emma yang membaringkan Wilson di samping saudara kembarnya. Kevin pun ijin keluar menemui Richard.
Claudia menuju ke dapur hendak membuat sesuatu. Tanpa sadar dia malah membuat bubur jagung untuk sarapan pagi ini. Claudia tidak bisa menahannya. Dia merindukan Egnor. Apa kabarnya hari ini ? Apa dia sudah mengetahui kabar tentangnya yang menghilang dari Honolulu? Apa dia sudah menemukan Benedict dan Gerrardo lalu kembali ke Honolulu? Apa suaminya merindukannya? Apa suaminya sudah makan? Semua pertanyaan itu mengitari pikirannya. Akhirnya air mata itu terjatuh lagi. Mengapa dia harus menghadapi keadaan seperti ini lagi? Berpisah dengan suaminya entah sampai kapan? Untung saja kedua anaknya sudah lahir. Setidaknya dia bisa merasakan kehadiran Egnor lewat kedua anaknya. Namun, Claudia tetap memikirkan Egnor. Bagaimana dengan Egnor sendiri?
"Aku yakin kau kecewa padaku kak, maafkan aku kak, maaf, aku akan kembali, pasti! Berjuanganlah dan jangan menyerah kak, aku akan selalu di hatimu! Doaku akan selalu menyertaimu! Tuhan, jaga suamiku untukku, berikan ia keselamatan dimana pun ia berada dan apapun yang ia lakukan. Kak Egnor i love you, always and forever," ucap Claudia menghapus air matanya dan kembali membuat sarapan pagi itu.
Elisa Cornwel
cast Lisa : Kim Hyun-ah
------------------
Malam menjelang, Lisa datang dengan satu tas jinjing yang tidak terlalu besar. Dia membawa beberapa vitamin imunitas dan Susu menyusui untuk Claudia. Lalu vaksin imunisasi untuk Willy serta beberapa sereal dan cemilan sehat untuk mereka semua. Richard menyukai sereal.
"Lisa, akhirnya kau datang, bagaimana keadaan Honolulu?" Tanya Richard menghampiri Lisa yang baru saja tiba di daun pintu.
"Ayahmu keterlaluan dan tidak mempunyai hati, Richard! Dia membuat pengumuman pencarian dirimu dan Claudia!" decak Lisa tidak habis pikir seorang Richard memiliki ayah sejahat Richie.
"Apa suamiku sudah kembali, Lisa?" tanya Claudia benar benar ingin mengetahui kabar suaminya.
"Belum Clau. Tidak ada tanda tanda Egnor melakukan penyerangan. Tapi Frank dan Grace sangat mencemaskan kalian. Aku sudah memberi tahu Tuan Johanes, dia akan mencoba bicara pada suamimu nanti. Kau tenang saja. Apa kedua anakmu rewel?" tanya Lisa mencemaskan si kembar.
"Tidak Lisa, semoga akan terus seperti ini. Tidak ada yang tahu bagaimana ikatan ayah dan anak. Aku yakin suamiku baik baik saja," jawab Claudia menundukan kepalanya. Lisa pun mendekati dan memeluknya.
"Kita hanya bisa berdoa Clau. Semoga semua ini dapat berakhir dan kita kembali ke Honolulu. Kau jangan khawatir, aku akan membantu menjelaskan pada Egnor saat kita kembali,"
Claudia mengangguk. Sekarang bagiannya menunggu kondisi aman selanjutnya dan mendoakan keselamatan untuk suaminya. Mereka pun makan malam. Claudia masih sering terdiam dan hanya bicara pada anak anaknya. Lisa dan Emma yang terus menenangkan Claudia.
...
lanjut di bawah yuks part 143 😊
jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN nya yaaa
__ADS_1
thanks for read and i love you 💕