
lanjutan part 172,
Di sana benar saja. Nicolas sedang berusaha mengakhiri hidup Claudia. Nicolas mencekik Claudia sampai ingin menjatuhkannya ke bawah. Ada juga dua bodyguard yang menjaga Nicolas agar tidak terganggu oleh siapapun. Egnor tidak boleh salah. Ketika dia menembak satu bodyguard pasti bodyguard lain akan melihat juga Nicolas yang bisa saja langsung menjatuhkan Claudia.
Sekelebat Claudia melihat Egnor di sana. Dia mengulurkan tangannya meminta tolong. Egnor berlari dengan cepat menyerang saraf leher belakang kedua bodyguard itu dengan cepat. Mereka tak sadarkan diri seketika. Ketika Nicolas menoleh, Egnor pun sudah meraih kerah kemeja pria tua itu dan menariknya. Dia menghempaskan Nicolas dengan sangat kasar. Kepala Nicolas terbentur pipa pendingin ruangan yang terbuat dari besi.
Sementara Claudia hampir jatuh karena tersenggol tubuh Nicolas. Egnor dengan cepat meraih pergelangan tangan Claudia dan menariknya masuk dalam pelukannya.
"Kak Egnor! Aku tahu kau akan datang! Kau hidup dan matiku, jangan pergi lagi kak, aku ingin selalu bersamamu!" Ujar Claudia dalam tangis dengan napasnya yang tersenggal. Egnor juga sudah memeluk istrinya dengan sangat erat.
Namun, Nicolas masih berusaha bangun sambil memegang kepalanya yang sudah berlumuran darah. Egnor menyadari dan tampak sangat geram. Matanya berapi api dan menatap Nicolas dengan sangat tajam. Dia menarik diri dan hendak menghampirinya. Claudia tentu menahannya. Egnor sudah menahan setiap emosi yang meletup letup dalam dirinya beberapa hari ini akhirnya bisa ia luapkan. Dia melepas tangan Claudia dan menghampiri Nicolas.
Buak!
Egnor memberikan satu pukulan pada Nicolas sampai dia terjatuh lagi. Claudia tak tinggal diam, dia kembali menarik lengan suaminya.
"Jangan kak! Biarkan dia mendapat hukumannya. Jangan menyakitinya. Kau bisa membunuhnya. Kau bukan pembunuh kak, kau penegak kebenaran, kini aku sadar keadilan seperti apa yang seharusnya kau dapatkan! Aku, aku akan selalu bersamamu kak, tidak pernah meninggalkan apapun yang terjadi," kata Claudia lagi memegang wajah Egnor. Egnor melihat wajah Claudia yang begitu tersiksa tanpanya.
Egnor pun beranjak dan langsung mencium Claudia. Claudia pun sudah melingkarkan tangannya di leher Egnor. Mereka berciuman dengan bergairah dan penuh kerinduan. Bersamaan dengan itu Richard sudah sampai menyusul dan menyaksikan pemandangan indah dan romantis itu. Ada seburat darah dari Nicolas di punggung tangan Egnor. Richard tahu, pada akhirnya semuanya akan berakhir baik. Semua penjahat tertangkap dan pahlawan sebenarnya adalah Egnor. Egnor telah berhasil mengalahkan semuanya termasuk harga diri dan ego nya. Dan semua karena cintanya pada Claudia.
Tak lama semua kerabat Egnor termasuk Willy dan Wilson juga di bawa ke balkon itu. Aaron Pei dan anak buahnya sudah di amankan. Frank sempat melawan mereka smua bersama Gabriel dan Moses.
Lisa memegang pundak Richard. Richard pun merangkul istrinya itu. Sementara Bertho, August dan Moses mengamankan dua bodyguard itu dan Nicolas menuju ke ruang perawatan setelah itu mereka harus menerima hukuman yang semestinya.
Egnor dan Claudia masih di sana saling bercumbu dan berpelukan dengan sangat erat. Grace menyadari kalau ini waktunya. Dia menyenggol Gabriel untuk memberikan apa yang sudah dibuat mereka kemarin. Gabriel mengangguk dan berjalan ke arah mereka.
"Ehem, tuan maaf menganggu kemesraan kalian tapi ini surat yang harus kau berikan pada Nyonya Claudia, tuan," kata Gabriel berdehem.
Egnor dan Claudia pun tersadar. Claudia menundukan kepalanya karena malu. Egnor tersenyum tipis lalu mengambil map yang Gabriel berikan.
"Claudia," panggil Egnor mendongakan kepalanya dan mengarahkan tubuhnya ke mereka yang datang.
Claudia benar benar tak percaya. Ada Wil Wil di sana. Dia sangat merindukannya. Claudia tak bisa menahan diri. Dia mendekati kedua anaknya itu. Egnor membiarkan terlebih dulu.
Claudia sudah di depan Wilson dan Willy. Claudia membelai belakang kepala Wilson.
"Wilson, Willy, ini ..." kata Claudia hendak memberitahu keberadaannya tapi suara bayi itu memotongnya.
"Mommy!" Panggil Wilson yang sudah menoleh.
"Mommy!" Begitu juga Willy. Willy lebih kencang dan mengulurkan tangannya pada Claudia. Dia hendak digendong Claudia.
"Mommy! Mommy!" Wilson dan Willy terus bersautan mengatakan Claudia ibunya. Willy menepuk nepuk pelan pipi ibunya.
Claudia tak percaya kalau Wilson dan Willy sudah memanggil nya dengan sangat jelas padahal mereka baru berusia 7 bulan.
"Nyonya, setiap hari Tuan Egnor menunjukan foto mu yang besar pada Wil Wil. Setiap hari Tuan Egnor memberitahu pada mereka kalau wanita yang di foto itu adalah mommy. Dirimu. Pasti mereka selalu mengingat nya," kata Emma menjelaskan. Memang itu yang Egnor lakukan sebelum ia berangkat ke kantor. Pulang makan siang dan malam setelah makan malam. Egnor harus terus memberitahu pada kedua anaknya kalau ibunya selalu bersama mereka.
Claudia terharu mendengarnya. Dia sudah menggendong Willy dan mengecupi Wilson. Wilson terus memanggil manggil nama Claudia.
"Claudia, kembalilah pada Egnor," kata Johanes yang menggendong Wilson. Claudia pun menoleh ke arah suaminya. Emma kembali meraih Willy dan Claudia menghampiri pria yang masih menjadi suaminya itu.
"Kak ..."
"Sstt, biar aku yang berkata kata," sela Egnor menutup bibir Claudia dengan telunjuknya.
"Clau, apa kau tahu kalau setiap hari aku tetap memikirkanmu? Bahkan setiap detik. Setiap hari aku menyesali apa yang kulakukan padamu kalau ternyata ya memang aku belum cukup baik untukmu. Emosi yang meluap padamu yang tak terhitung lagi berapa jumlahnya. Aku minta maaf. Entah kata maaf ini masih terdengar agung atau tidak. Yang pasti aku memikirkanmu meski kau tidak mengetahuinya Clau. Semoga kau tahu harapanku, mimpiku untuk selalu bersamamu di setiap musim dan tidak ingin terlewat satu haripun tanpamu. Aku akan melakukan apapun demi bisa melihat senyum dan indah matamu setiap pagi dan malam. Meski nanti akan tetap ada masalah mengusik hubungan kita, aku ingin kita merasakan luka itu bersama sama. Saling menbalut diri dan berpelukan. Satu kali ini saja Clau. Beri aku kesempatan," kata Egnor sambil memandang mata Claudia yang telah berkaca kaca.
__ADS_1
Sungguh, semua kata kata pria ini menyegarkan seluruh jiwa raganya. Benar sudah apa yang dikatakan bibinya. Claudia pun tersenyum. Air matanya pun telah terjatuh.
"Sebelum kau memberikanku jawaban, lihat ini Clau. Terserah kau menganggap aku mengikuti Richard atau bukan, tapi aku benar ingin memberikan ini padamu untuk menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup kita atau kau menjadikannya sebagai kenangan terindah kita," kata Egnor lagi menunjukan dua akta kepemilikan pulau. Di sana tertulis Claudia Stephanie Jovanca dan Claudia Stephanie Gie.
"Apa ini kak? Kepemilikan Cloudy Island atas nama Claudia Jovanca dan Claudia Gie. Apa maksudnya kak?" ujar Claudia tidak mengerti.
"Aku memberikan pulau ini padamu. Aku sudah mengganti namanya. Di pulau itu terdapat sebuah taman bunga yang memiliki warna biru bercampur putih seperti awan. ketika aku melihat Padang bunga itu, aku lantas mengingat dirimu. jadi agar tempat itu menjadi seperti namanya Cloudy Island. selain namamu di sana, ada ciri khas dari tempat itu yang seperti lautan awan.
Aku ingin memiliki tempat khusus untukmu. Namun, aku sadar atas kemarahanmu. Aku ingin kau memilih. Kalau kau memilih Claudia Jovanca, berarti kau bersedia menjadikan pulau ini tempat privasi kita. Tempat kita berbagi cinta bersama lagi. Tapi kalau kau memilih Claudia Gie. Aku ingin menjadikan pulau itu kenangan terindah yang kuberikan untukmu," jawab Egnor menundukan kepalanya.
Semua yang mendengar di sana sangat berdesir dan tidak menyangka Egnor singgung berbesar Hati. Dia tidak memaksakan istrinya bahwasanya istrinya adalah manusia biasa yang memiliki perasaan sama sepertinya.
Claudia sangat tersentuh. Pria ini benar benar sangat baik. Pria yang dipercayakan ayah dan ibunya. Ayah dan ibunya begitu yakin dengan Egnor ketika pertama kali bertemu. Memang pria ini meski banyak luka yang sudah ia buat, tetapi pria ini masih ingin merasakannya lagi dengannya.
"Tentu aku memilih ini, Egnor Jovanca!" Pekik Claudia meraih akta kepemilikan beratas nama Claudia Stephanie Gie. Semua tercengang juga Egnor yang hendak mendongakan kepalanya tapi tak mampu.
Namun, apa yang dilakukan Claudia? Dia merobek akta itu sampai berkali kali dan membuangnya asal.
"Sekali aku mengatakan janji itu di depan altar bersama pria yang sangat kucintai. Aku tidak akan melakukannya lagi dengan siapapun. Aku sudah memilihmu. Meski kau menyakitiku lagi dan lagi, sama sepertimu, aku masih ingin melakukannya. Aku ingin berbagi luka hanya bersamamu. Dengan begitu kita bisa saling menyembuhkan. Namaku sekarang Claudia Stephanie Jovanca begitu seterusnya kak, sampai maut memisahkan kita dan semoga kita masih berpegangan tangan ketika ajal menjemput. Hanya kau dan aku yang bisa saling memahami, aku mencintaimu kak, sangat dan terjatuh dalam," kata Claudia berhadapan wajah dengan Egnor. Egnor tersenyum dan meneteskan air matanya. Dia kembali mencium istrinya.
Claudia dan Egnor saling berciuman dengan tangis air mata bahagia mereka. Saling menyembuhkan satu sama lain. Itulah yang sebenarnya dinamakan kasih yang melebihi cinta.
"Hebat! Egnor memang yang terbaik bagi Claudia. Pada akhirnya dia tetap berkelakuan baik. Penegak keadilan. Dia bahkan mampu menahan semua emosinya demi Claudia. Egnor bahkan tidak membunuh lawan lawannya. Mereka semua mati dengan sendirinya. Egnor, kau juga menghargai istrimu, kau menyesal dan memberi semua keputusan pada Claudia. Kau memang pantas disandang Pengacara yang profesional, selamat Egnor , Claudia!" Kata Richard sambil bertepuk tangan. Semua juga ikut merasakan kebahagiaan mereka.
Setelah itu mereka pun makan bersama di sebuah restoran. Cleona juga ikut dengan menggunakan kursi roda. Aaron tidak berbuat apa apa pada Cleona yang histeris untuk meminta pertolongan. Cleona pada akhirnya terdiam sambil memandang mereka semua dengan tajam.
Mereka semua merayakan kebahagiaan Claudia dan Egnor. Claudia menggendong Wilson sedangkan Cleona menggendong Willy. Cleona sangat bersyukur mendapatkan semua kebahagiaan di sisa hidupnya ini.
Keesokan harinya, Claudia pun kembali ke Honolulu tentu bersama Cleona. Claudia harus terus bersama bibinya itu. Egnor juga sangat ingin memberikan yang terbaik baik Cleona. Di rumah Egnor, Cleona bisa bercakap cakap dengan Anne.
Egnor pun mengajak Claudia dan kedua anaknya melihat pulau milik Claudia itu. Egnor juga mengajak Johanes, Anne dan Cleona. Dia juga mengajak Viena, Dion dan Dior tapi Viena sedang mendapat beberapa proyek iklan yang cukup besar jadi dia tidak bisa menolaknya.
Egnor menyerahkan semua pekerjaan pada Frank. Dia hendak berlibur dan menetap sampai Wil Wil berusia dua tahun di sana.
Cloudy Island,
Mansion Pribadi Claudia dan Egnor
--------------------------
Cloudy Island,
Padang Bunga dengan warna seperti awan
------------------------
Sedangkan Claudia melihat kalau pulau ini cukup besar dan memiliki kekayaan alam hutan dan laut yang begitu indah serta Padang bunga yang dikatakan Egnor. Karena sebuah puisi yang Cleona utarakan pagi itu ketika melihat ombak, Claudia memutuskan untuk menjadikan pulau ini tempat wisata sementara Claudia hanya menginginkan mansion minimalis yang sudah Egnor bangun untuknya.
"Egnor," panggil Claudia ketika Egnor sedang memeriksa email di laptopnya. Egnor langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu. Dia selalu berdesir ketika hanya namanya saja yang istrinya sebutkan. Claudia sudah berada di belakang punggung Egnor dan memijatnya tapi Egnor malah menariknya untuk duduk di pangkuannya. Claudia melingkarkan tangannya di leher Egnor.
"Apa yang kau inginkan? Aku sudah mengurus ijin tempat pariwisata di pulau ini," kata Egnor menyelipkan rambut halus ke belakang telinga Claudia.
"Benarkah?"
Egnor mengangguk tersenyum.
__ADS_1
"Em kak,"
"Kak lagi," keluh Egnor.
"Aahh sudah terbiasa. Tadi aku memanggilmu karna menggoda mu. Em kak, aku ingin semua pemasukan tempat pariwisata ini di serahkan sebagian pada panti biarawati Aino Hana tempat Bibi Cleona dan ibuku bersekolah lalu sebagiannya lagi berikan pada pemerintah Japanis. Bagaimana kak?" kata Claudia meminta saran suaminya.
"Tidak ingin untukmu?" Egnor sudah menyibak rok hitam yang Claudia gunakan.
Claudia menggeleng.
"Sudah cukup kekayaan yang kumiliki. Daddy Johanes, Aunty Anne, Bibi Cleona, keluarga Viena, keluarga kantor pengacaramu, dan khususnya Wil Wil, mereka berdua sungguh kekayaan ku yang sangat melimpah," jawab Claudia.
"Oohh begitu, baiklah," saut Egnor agak bersedih karena Claudia belum menyebutkan dirinya tapi Egnor berusaha tetap tenang.
"Hem, aku tahu apa yang ada dipikiranmu, memang kau tidak tahu kekayaan ku yang terbesar dan sangat istimewa? Memiliki tempat di hatiku yang sangat besar karena untuk menampung hatimu satu satunya yang kuinginkan membutuhkan ruang yang luas. Kau kekayaanku yang paling kuinginkan, Egnor. Bisa mendapatkan hatimu yang hanya untukku adalah sesuatu yang butuh pengorbanan serta kesabaran. Terimakasih Egnorku, pengacara cintaku, hidupku, start and end. My good man, my good ending," ujar Claudia lagi memegang wajah Egnor.
Egnor sudah tersenyum sangat lebar dan menerima kecupan dari Claudia bertubi tubi. Mereka mengakhiri percakapan sore itu dengan pergulatan cinta di sofa ruang kerja Egnor itu.
...
***TAMAT ...
...
pesan yang diambil Uda ya di good ending part 1 hehe 😁😁
...
Omego omegat aegoo
TAMAT SUDAH SAUDARA SAUDARA
puas lahh ya 175 episode kisah Egnor dan Claudia .. seimbang lah sama mantan terindah yang mana Viena dan Dion hanya sekitar 120 episode dan assistant Love Assistant juga hanya 120 episode khusus cerita Lexa dan Leon.
Nantikan cerita Wil Wil biar adil sama mantan dan asisten di aplikasi berbeda ya? Rencana vii mau buat di nome(n*velme) dengan judul WILSON WILLIAM (tanpa dan karena mereka punya kisahnya masing masing tapi vii buat dalam satu novel)
Nanti VII kasih spoilernya . Tapi ditunggu aja ya vii pasti infokan 😊
.
So, vii mengucapkan banyak terimakasih sudah mengikuti perjalanan cinta Egnor Claudia, Frank Grace dan Richard Lisa.
Untuk memperingatinya, yuk berikan VOTE POIN dan KOMEN TERBAIK untuk keluarga Satu-satunya yang Kuinginkan dan Keluarga Jovanca akan memberikan hadiah pada kalian semua hihi ...
Hadiahnya untuk :
5 pemberi vote terbanyak di bagian periode
3 pemberi vote terbanyak di bagian semua
2 pemberi KOMEN TERBAIK pada part ini
Akan mendapatkan PULSA dari vii ya 😊
pastikan sudah mem follow akun vii
.
Pada akhirnya vii tetep ingatkan jangan lupa LIKE DAN KOMEN ..
Thanks for read and i love you all 💕😍
__ADS_1
God Bless You All ... 😇💕