Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 135: Support - 2


__ADS_3

Lanjutan part 134 ..


tolong tetap tenang dan hayati alurnya. vii ngerasa ini agak berat jadi tetap jaga hati dan pikiran untuk membacanya, jika tidak sanggup dan menganggap bertele tele segera tinggalkan karena vii akan tetap dalam alur yang uda vii rangkai dan TOLONG DIINGAT, INI ADALAH CERITA FIKSI !! 😇😇


...


Egnor menugaskan Frank dan Gabriel menghubungi para advokat dan pengacara setempat untuk melakukan pertemuan. Merek harus menyusun strategi untuk membentuk sebuah perkumpulan yang bisa menentang pemerintah sehingga mengurungkan niat mereka untuk merubah negara republik ini menjadi negara adikuasa. Egnor mendengarkan kata kata istrinya untuk tidak berburuk sangka.


Namun, setelah beberapa hari Frank dan Gabriel memberikan undangan pertemuan tersebut, beberapa advokat menolak. Mereka mengatakan mendapat ancaman dari pemerintah kalau melakukan perdebatan. Pemerintah akan mencabut profesi mereka sehingga tidak bisa menegakan hukum dan membantu para kliennya lagi. Hal ini tentu membuat Egnor semakin yakin kalau pemerintah sedang merencanakan sebuah perubahan besar pada negara ini. Perubahan besar ke arah yang membawa keuntungan bagi pihak pihak tertentu saja.


"Gawat Tuan Egnor, pemerintah kini memecat banyak pegawai. Mereka hendak meningkatkan teknologi untuk mengurangi pengeluaran negara. Selain itu mereka juga menerapkan di beberapa perusahaan yang mendapat sodokan dana dari pemerintah. Sementara para buruh tidak diberikan ganti rugi atau pekerjaan baru sehingga mereka melakukan demontrasi. Parahnya, aparat ditugaskan untuk malah membunuh mereka yang menentang. Selain itu, banyak kasus hukum yang dihentikan bahkan tidak di tindak lanjuti karena pihak bersalah melakukan penyuapan. Hal ini diterima secara terbuka oleh pengadilan. Semua ini sangat tidak bisa diterima Tuan, kita harus melakukan sesuatu," kata Frank melaporkan program terbaru pemerintahan untuk beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah.


"Aku tahu Frank, oleh sebab itu aku ingin mengumpulkan semua yang menentang hal ini agar bersatu sehingga bisa memberikan pencerahan bagi kepala pemerintah karena aku tidak memiliki kuasa penuh lagi. Surat itu ada di tangan Richie. aku sangat yakin!" Tutur Egnor dengan wajah menegang.


Belum saja Frank kembali memberikan pendapat, Moses datang memberitahukan ada tamu untuk Egnor.


"Permisi Tuan Egnor, Tuan Alexander Kwan dari kaum bangsawan dan Perkumpulan Perusahaan Industri Honolulu datang berkunjung. Beliau hendak menemuimu," kata Moses memberitahu.


"Alexander?" Seru Egnor berpikir. Terlalu banyak kenalan Egnor yang harus ia ingat semua.


"Ya, Tuan Alexander Kwan," tambah Moses menjelaskan.


"Suruh dia masuk,"



Alexander Kwan (ayah dari Piere & Patrick Kwan)


cast Alex : Gao Wei Guang


-------------------


"Selamat siang Tuan Egnor Jovanca. Terakhir kau mengundangku dalam perayaan ucapan syukur anakmu satu bulan yang lalu. Jangan bilang kau lupa padaku!" Sapa seorang pria berjas sangat rapi dan lengkap memasuki ruangan Egnor setelah Moses mengijinkannya. Dia bersama satu asisten pribadinya.


"Tentu tidak Alex, aku tidak akan lupa dengan pemimpin yang selalu mempertahankan kaumnya!" Balas Egnor berjabat tangan dengan Alex yang merupakan aktifis penggerak kaum bangsawan yang menjalankan perindustrian di Honululu.


"Itu tidak benar Egnor," keluh Alex tiba tiba dan duduk bersebrangan dengan Egnor.


"Ada apa? Ada yang bisa kubantu? Atau kau yang akan membantuku?" Desis Egnor juga duduk di bangku putarnya.


"Tampaknya semua sedang dalam masa krisis sejak pergantian kepala pemerintah. Aku tidak habis pikir mengapa Dawney sampai terpilih dengan angka pemilih meningkat dengan cepat mengalahkan Gerrardo," keluh Alex lagi dengan nada bicara yang serius.


"Kau mengenal Dawney?" tanya Egnor melirik Alex.


"Ya, tadinya dia mengikuti kaumku Egnor dan entah mengapa dia keluar dan berpindah ke Legacy. Dia membantuk perkumpulan kebangsawanannya sendiri tapi tak lama pemerintah Legacy menolak karena perjanjian yang dibuat tidak sesuai. Katanya dia hendak memberikan gaji buruh besar pada setiap industri tapi nyatanya dia mempekerjakan mereka bagaikan budak. Pilihannya hanya dia menghentikan semua usahanya atau ia mengganti rugi. Dengar dengar, dia pindah kemari karena ada seseorang di belakangnya Egnor," cerita Alex mengenai Dawney.


"Siapa?" tanya Egnor tentang orang yang bisa membebaskan Dawney dari masalah. Egnor yakin pasti masih dalam ranah kejahatan Richie.


"Masa kau tidak tahu musuh bebuyutanmu yang pernah bersumpah akan mendatangimu dan membunuhmu? Aku mendengar forumnya satu Minggu sebelum dia mengasingkan diri ke Japanis," kata Alex terkekeh. Ternyata pikiran Egnor sedikit meleset dan lagi lagi terlintas nama Bruce.


"Bruce?"


"Kau memang pantas dinobatkan sebagai doktor termuda dan terpintar di Honolulu oleh Gonzaga, sir!"


"Ada apa dengan dia Alex? Banyak isu yang mengatakan dia kembali ke Honolulu. Apa tujuannya?"


"Membentuk aliansi bersama jajaran pihak pemerintah. Dengan kata lain, pemerintah saat ini sedang dikuasai oleh Bruce Dalton dan tangan kanannya Richie Gabriane! beberapa kali aku melihat mereka berdua selalu berdampingan di perusahaan Gabriane," kata Alex membut sekujur tubuh Egnor meluap.


Brak!


Egnor menggebrak meja dan berdiri. Semua anak buahnya ikut menegang. Tuannya memang tidak pernah salah prediksi.


"Laki laki tua itu memang dalang dari semua ini! Kau tahu Alex, sekarang aku tidak mempunyai kuasa apapun. Surat otentik itu ada di tangan mereka. Aku sangat yakin!" decak Egnor menolak pinggang.


"Cobalah bicara dengan Dawney. Kau memiliki hak untuk mendapatkan surat itu karna kau pemimpin para advokat dan pengacara di Honolulu. Selain itu kita harus menegakan keadilan ini Egnor. Kalau tidak kaum ku juga terancam. Mereka hendak menguasai seluruh perusahaan industri ku Egnor dan menutup sistem kebangsawanan pada kaum ku. Kaumku dan aku sendiri akan diasingkan ke pulang tak berpenghuni untuk membuat kesatuan ku sendiri. Mana bisa seperti itu Egnor! Sejak dulu kaum ku yang menyokong pendapatan para kaum awam. Kami yang memberikan mereka pekerjaan dan untuk mensejahterakan mereka, bagaimana bisa ditutup?" dengus Alex yang sedang menyemangati Egnor agar terus melakukan segala cara.


Egnor menatap Alex dengan sangat serius. Dia sungguh benci dengan keadaan seperti ini. Semua tergantung padanya. Dia yang seharusnya memiliki kekuasaan selama Gonzaga tidak ada. Dan surat itu sudah diatas namakan padanya.


"Kalau Dawney merupakan kaki tangan Bruce dan Richie, kita akan sulit mendapatkannya, kecuali secara paksa," gumam Egnor mulai berpikir.


"Berikan penawaran keuntungan baginya Egnor. Kita bisa membuat dia berkuasa dan membentuk kaummnya sendiri. Setelah kita mendapatkan surat itu, kita bisa kembali mengadakan pembenahan," kata Alex mencoba memberikan saran dan masukan untuk Egnor terus berjuang.


"Penawaran?" desis Egnor mencoba memahami maksud Alex.


"Benar! Jangan takut, aku akan membantu untuk biayanya. Jangan sampai membiarkan mereka apalagi Bruce ikut menguasai pemerintah lebih lama. Intinya kita harus mempengaruhi Dawney secara perlahan. Mereka sudah kehilangan Ron kan? Tidak ada ramuan ramuan aneh lagi. Sekarang gunakan semua kekuatan yang ada. Aku mendukungmu Egnor! Aku, Eleazar dan beberapa orang berpengaruh di Legacy. Dion Prime adalah adik iparmu kan? Ajak dia! Ceritakan semuanya. Leon Janson, asisten Dion Prime mengenal semua aparat di Legacy dan Springfield. Jika pada akhirnya harus berperang, lakukan saja demi surat sakti itu Egnor. Aku yakin, alasan Gonzaga membuat surat itu berlaku untuk selamanya karena dia percaya suatu saat nanti kau yang akan menjadi pemimpin negara ini walau aku tahu kau tidak akan menurutinya," kata Alex lagi terus meyakinkan Egnor dengan sedikit melemah dan kecewa karena mengetahui sahabatnya yang tidak terlalu suka mendominasi secara menyeluruh.


Egnor menatap Alex lagi. Alex sungguh memberikan informasi dan juga peringatan yang berguna padanya. Dia juga memberi dukungan agar Egnor tidak menyerah begitu saja. Negara ini sedang kacau. Negara ini membutuhkannya. Bukan hanya kesejahteraan tetapi juga keadilan.

__ADS_1


"Egnor, aku tidak punya hak, apalagi Eleazar karena kami berdua hanya pengusaha yang meminjam daerah pada negara ini. Tapi jika negara ini menentang kami, kami harus kemana? Sementara kau merupakan ahli hukum. Kau yang seharusnya memegang surat itu! Kau harus meminta hak mu!" Kata Alex lagi.


"Tuan, semua yang dikatakan Tuan Alex sangat benar. Kita harus menyelamatkan negara ini Tuan! percuma negara ini menjadi negara terkuat tali menutupi keterpurukan masyarakat di dalamnya! ayo semangat tuan, kami semua mendukungmu!" kata Frank dengan nada yang sangat antusias.


Egnor menatap mereka semua yang memberikan dukungan serta saran membangun. Perjuangannya belum selesai. Sekarang dia akan berusaha berbicara pada Dawney. Tidak menutup kemungkinan kalau Dawney juga akan menjadi mangsa mereka berdua.


"Baiklah, besok aku akan menemui Dawney!" kata Egnor akhirnya.


"Aku percaya, kau pasti bisa meyakinkannya. Kita tidak boleh menghancurkan negara yang sudah dibangun dengan asas keadilan yang tinggi dan tingkat kesejahteraan yang memadahi, Egnor!" saut Alex mengingatkan.


Egnor mengangguk. Dia harus mempersiapkan semuanya. Alex benar, selama banyak yang mendukungnya, Egnor harus memperjuangkannya. Jangan sampai dirinya kalah dengan keserakahan dan menghancurkan semua yang suda dibangun dengan benar.


Keesokan harinya Egnor bangun pagi pagi sekali. Selain karena tangis dari Willy, dia juga hendak berdoa agar pertemuan hari ini lancar. Egnor berusaha untuk tidak berpikir negatif karena dengan mudahnya Frank dapat membuat janji dengan Dawney. Mereka akan bertemu selesai jam makan siang. Egnor melihat istrinya tampak lelah karena hanya dibantu oleh suster dan Lina sudah harus kembali bekerja. Egnor membiarkan Claudia tetap tidur bersama Wilson sementara dia menggendong anaknya agar kembali tenang.


"Willy, doakan dad agar pertemuan kali ini lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Suatu saat nanti kau akan mengerti tentang pekerjaanku. Tidurlah ..." Kata Egnor dengan lembut.


Setelah Willy tenang, Egnor kembali membaringkannya di keranjang bayi. Saat itulah Claudia bangun. Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi.


"Kak, kau harus bersiap," kata Claudia memijat pelan pundak suaminya.


"Pertemuan setelah makan siang Clau," gumam Egnor memegang satu tangan Claudia.


"Ya, kau harus tetap berhati hati sayang. Jangan sampai lengah dan percayalah ini hanya proses. Kita pasti bisa mengalahkan kejahatan yang sedang berkuasa di negara ini," tutur Claudia menguatkan.


"Doakan aku Clau agar tidak melakukan kesalahan!" pinta Egnor setengah menoleh.


"Aku yakin, kau akan melakukan yang terbaik," saut Claudia dan mengecup pipi suaminya itu.


"Persiapkan semuanya, hari ini kau di rumah dad and aunty, Clau!" suruh Egnor mengelus lembut pipi Claudia.


"Baiklah kak,"


Egnor dan Frank mengantar Claudia dan si kembar ke rumah Johanes dan Anne. Egnor khawatir ini merupakan pancingan karena dengan mudahnya dia bisa menemui kepala pemerintah padahal sebelumnya banyak alasan untuk bisa menemuinya.


Egnor dan Frank yang ditemani Bertho memasuki gedung pemerintahan pusat. Mereka bertiga dikawal oleh beberapa aparat keamanan pemerintah juga seorang bodyguard kepala pemerintah menuju ruangan khusus. Ketika masuk ke dalam, sudah ada Dawney yang memang menunggu kedatangan Egnor. Egnor tetap memasang wajah datar. Entah mengapa perasaannya tidak enak dan ingin sekali mengeluarkan semua kemarahan dan kejanggalan dalam hatinya.


"Selamat siang, selamat datang Tuan Egnor Jovanca. Suatu kehormatan akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Mengapa panggilan pemerintahan hari lalu kau


tak datang?" sapa Dawney menyambut Egnor untuk berjabatan tangan.


"Masih banyak urusan di kantor pengacaraku. Terimakasih karena kau mau bertemu denganmu," balas Egnor menjabat tangan Dawney.


"Terimakasih, aku tidak berlama lama di sini. Seperti kau ketahui, mengenai kasus pembobolan apartemenku yang tidak kau tanggapi," tutur Egnor.


"Dia sudah tewas, Egnor, untuk apa dipermasalahkan?" sela Dawney meremehkan.


"Ya aku tidak akan mempermasalahkan untuk menghabisimu karena menolak kasus itu!" decak Egnor dengan lugas dan sinis.


"Cih, kau bahkan berani mengancamku di tempatku," saut Dawney terkekeh.


"Karena seharusnya Gerrardo yang sepantasnya duduk di singgasana yang sudah kau kotori!" sambung Egnor tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Entah dia ada di mana, mengapa kau terlalu memikirkannya? Jadi, sebenarnya aku tahu apa yang kau inginkan," gumam Dawney menyeringai.


"Berikan surat otentik hak ku! Aku mewakili para advokat yang memperjuangan setiap keadilan di negara ini. Surat otentik dan kuasa hukum ku hilang dicuri. Sepertinya Ron memberikannya pada Richi dan mungkin kau juga tahu. Aku berhak atas surat itu!" kata Egnor memberitahu tujuannya datang menemui si pengecut ini.


"Aku sudah mengetahuinya Tuan Egnor yang terhormat. Surat itu sudah ada di tanganku! Kau sendiri yang membuat aku melakukannya secara paksa! Tapi Egnor aku mempunyai penawaran baik untukmu!" kata Dawney berkata dengan santai.



Egnor terdiam. Dahinya mengerut dan tatapannya menusuk sampai Dawney sesekali menghilang dari pandangannya.


"Sebelumnya aku hanya menjalani perintah dan kau pasti sudah tahu siapa orang yang menjaga dan menguatkanku!" tambah Dawney lagi makin berlagak.


"Katakan! Jangan bertele tele!"


Dawney menyeringai. Dia sedikit membungkukan tubuhnya dan mendekati wajah Egnor.


"Aku bisa memberikan surat sakti itu dan bahkan aku juga bisa pergi dari sini bersama Tuan Bruce lalu menyerahkan Richie Gabriane untuk kau adili, tapi satu permintaan kami, kau harus menyerahkan wanita bernama Claudia Stephanie Jovanca pada Tuan Bruce!" katanya sontak membuat amarah Egnor menaik melampaui ujung kepalanya dan tidak dapat dibendung.


Buak!


Tidak ada pikiran lagi selain memberikan satu pukulan keras pada pipi Dawney. Egnor memukul wajahnya dengan penuh amarah dan kekesalan mendalam sampai Dawney terjatuh dari sofa. Tidak sampai di situ, Egnor beranjak dan kembali meraih kerah baju Dawney untuk diberikan satu pukulan lagi. Dawney tidak diberi kesempatan untuk merasakan sakit pukulan Egnor yang dengan cepat ia layangkan.


"Negara ada di tanganmu Egnor!" kata Dawney lagi membuat Egnor semakin ingin membunuhnya.


Para aparat hendak melerai tapi Bertho lebih dulu menghampiri Egnor.

__ADS_1


"DIAM KALIAN DI SANA JANGAN ADA YANG IKUT CAMPUR ATAU KU HANCURKAN GEDUNG PEMERINTAHAN INI! TIDAK USAH ADA KEPEMIMPINAN KEPARAT SEPERTI INI!" Teriak Eggnor menghempaskan Bertho sampai terjatuh. Semua pun terdiam karena tatapan Egnor benar benar mengarah kepada mereka secara intens dan mengeliling.


Egnor pun kembali membuat Dawney berdiri dengan mencengkram kuat kerah kemejanya.


"Siapa yang mau inginkan? aku tidak dengar! beraninya kau menyebut nama istriku dengan mulut busukmu!" bentak Egnor membenturkan tubuh Dawney ke dinding. Dawney berusaha melepaskan cengkraman tangan Egnor namun sangat sulit.


Buak!


Egnor kembali melayangkan pukulan.


"Tuan, tenang tuan," kata Frank hendak menghampiri Egnor.


"DIAM!!!!" Egnor menoleh ke arah Frank dengan tajam membuat Frank tak berkutik.


"Egnor, kau serakah sekali! Seharusnya kau bisa memilih salah satu agar semua lebih mudah!!!" saut Dawney masih ingin membuat Egnor kesal.


"Masih berani kau bicara, biadap!!"


Buak! Buak! Buak!


Egnor makin menggila. Egnor kembali memukul Dawney dengan bertubi tubi sampai tidak membiarkan Dawney bisa melawan bahkan bernapas. Dia tidak peduli dengan apa yang terjadi nanti. Bisa bisanya mereka juga menginginkan istrinya. Egnor semakin yakin kalau mereka sebenarnya adalah mengincar dirinya. Egnor pun menghempaskan tubuh Dawney ke lantai.


"Kalian semua, mengapa diam saja?! Cepat tahan pengacara gila itu!" Perintah si bodyguard dan akhirnya semua aparat mengamankan Dawney. Karena melihat pukulan Egnor yang membabi buta, mereka tidak berani menahan Egnor sehingga Bertho dan Frank yang akhirnya bersama berusaha memegang kuat tuannya.


"Tenang tuan, tenang!!" Frank dan Bertho menahan Egnor.


"Tenang bagaimana tenang Frank?! Kau tidak mendengar dia menginginkan siapa? Dia ingin aku menukarnya dengan siapa? KAU DENGAR TIDAAAKK!!!" bentak Egnor pada Frank.


"Cih, uhuk uhuk, sebegitunya kau marah Egnor! Bukankah kau akan melakukan apapun demi keadilan negara ini?" saut Dawney masih berdecih.


Egnor ingin kembali menghajarnya tapi Bertho menguatkan diri untuk menahan Egnor.


"Lepaskan aku! Biar kuhabisi dia!" pinta Egnor meronta pada Bertho.


"Egnor, kau sudah menjadi tawanan! Kau sudah memukul ku dan itu sangat melanggar! Tapi tentu saja, aku tetap menerima uang jaminan. Apalagi jaminan tubuh istrimu untuk tuanku Bruce Dalton!" pekik Dawney masih kesal karena pukulan Egnor yang sepertinya menghancurkan tulang hidungnya.


"DIMANA DIA?! PENGECUT! SURUH DIA MEMINTANYA LANGSUNG PADAKU! APA DIA BERANI? MANA ADA KETUA MAFIA YANG BERSEMBUNYI DI BELAKANG MANUSIA BODOH SEPERTIMU! PAKAI OTAK KALIAN JIKA INGIN MENJADI PENGUASA! KALIAN BERTIGA TIDAK LEBIH DARI SEORANG PECUNDANG! AKU TIDAK AKAN MENYERAH APALAGI DENGAN BODOHNYA MENYERAHKAN CLAUDIA. DIA ISTRIKU! BUKAN BARANG PENAWARAN!" teriak Egnor dengan penuh luapan emosi. Dia menghempaskan Bertho dan Frank untuk melepaskannya dan hendak keluar dari ruangan itu.


"Egnor, sampai jumpa di pengadilan," ledek Dawney lagi.


Egnor menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Jangan menyebut namaku dengan mulut pecundang kalian! Lihat ini Dawney!" Kata Egnor berbalik dan menunjukan telapak tangannya.


"Tangan ini, tangan ini yang akan mendapatkan surat itu dan tidak akan menukarnya dengan seorang wanita hebat yang selamanya hanya boleh menjadi milikku! Satu lagi, tangan ini juga yang akan menghabisi tuan mafia gadungan yang kau bangga banggakan itu! Camkan baik baik! Seorang Egnor Victor Jovanca tidak akan pernah KALAH SEBELUM ATAU SESUDAH PERANG! Kalian sudah membisikan mantra iblis yang ada dalam diriku!" desis Egnor dengan nada suara menajam lalu pergi dari ruangan itu.


...


...


...


...


...


Pusing pala, dah tidur dulu saya 😴😴


.


Selanjutnya cerita ini akan semakin mencapai klimaks, perjuangan Egnor, pengorbanan Egnor, apa yang harus ia pertaruhkan demi mempertahankan negara ini! Jaga hati dan pikiran, anggap cerita ini hiburan jangan jadikan beban! 😁😁


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2