Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 137: Hacked


__ADS_3

Keberanian bukan hanya dilihat dari kekuatan yang dimiliki tapi tekad dan kemauan membantu sesama yang membutuhkan. Dan, yang terpenting karena adanya Cinta. Kekuatan Cinta melebihi kekuatan apapun. Meski harus kehilangan nyawa dan berkorban, selama memiliki cinta, semua akan merasa terselesaikan. Apa yang akan Claudia lakukan demi cintanya pada Egnor dan anak anaknya?


...


"Claudia, kau tetap di sini, jangan kemana mana, Lina akan datang menjagamu dan semua anak buah Bertho akan menjaga apartemen ini!!" Kata Egnor memberi peringatan pada istrinya.


"Aku akan baik baik saja kak," ujar Claudia menatap suaminya.


"Tidak ada yang tidak mungkin Clau, bisa saja seseorang menculikmu, aku tidak ingin mendengar hal itu!" Kata Egnor lagi sambil memeriksa berkas berkas.


"Apa aku bisa ke kamar Grace? Mungkin aku tidak akan terlalu bosan bersama kedua anakku?" Tanya Claudia sedikit takut suaminya tidak menyetujui.


"Bawa suster dan ajak Lina kesana. Kau tidak boleh sendiri dan hanya bertiga saja, kau mengerti kan?!" Kata Egnor dengan peringatan nada yang mencekam.


Claudia menarik napas panjang dan menghampiri suaminya. Dia membenarkan dasi Egnor.


"Tenang kak, kau jangan terlalu emosi dan gegabah. Selesaikan dengan kepala dingin dan intelektual yang sudah melekat dalam dirimu. Ingat aku dan ibumu akan selalu di hatimu memberikan kesegaran. Tuhan juga tidak akan meninggalkanmu! Percayalah, barang siapa berpegang teguh pada perintah Tuhan, dia akan menang!" tutur Claudia menatap dalam suaminya penuh arti.


Setiap kata yang keluar dari mulut istrinya merupakan daya terkuat bagi dirinya. Egnor langsung mencium bibir Claudia. Tidak ada lagi kata kata balasan selain kecupan bibir ini.


"I love you," ucap Egnor dengan nada yang begitu mesra.


"Love you too," saut Claudia tersenyum lalu membelai wajah suaminya juga memberi satu kecupan pipi di sana .


"Aku berangkat! Ingat pesanku! Beri kabar padaku setiap satu jam sekali!" kata Egnor lagi mengingatkan.


"Ya Tuhan kak," seru Claudia merasa suaminya sangat berlebihan.


"Jangan membantah! Itu sudah membuatmu meringankan beban ku Clau!" Egnor melirik tajam istrinya.


"Baiklah!" Claudia menghela napas lagi.


Egnor pun pergi setelah Frank menjemputnya. Claudia memegang dadanya dan berharap akan ada titik terang dari semua permasalahannya.


Claudia sudah mengunci pintu apartemen dan memastikan semuanya aman terkendali. Emma, suster kepercayaan Lisa untuk Claudia menjaga si kembar dengan baik. Dia hanya perlu menunggu Lina dan pergi ke rumah Grace. Baru saja Claudia hendak ke dapur dan membuat makan siang untuknya dan Emma, dia mendengar sesuatu dari televisi yang menyala pagi itu.


"Andreas Morris sekali lagi melakukan gebrakan pada negara negara dengan tingkat kematian yang menjulang tinggi karena wabah penyakit. Pemberian bantuan yang bertubi tubi membuat negara negara tersebut bangkit dari keterpurukan dan mencapi taraf berkembang. Indian sekarang menjadi target penuh pembenahan mendalam. Andreas Morris bertekad akan membuat negara negara bertaraf rendah menjadi negara berkembang bahkan ingin memajukannya. Salam dari gedung pusat United Nations Nederland."


Begitulah isi pesan dari seorang reporter yang sedang melakukan peliputan di sekitar gedung pusat United Nations. United Nations (versi vii) merupakan organisasi internasional yang terdiri dari negara negara yang bertujuan untuk menangani permasalahan hukum dan pengamanan negara, perlindungan sosial bangsa-bangsa di seluruh dunia , dan juga lembaga ekonomi.


"United Nations? Bukankah setiap negara yang masuk dalam organisasi ini akan mendapatkan penyelesaian dari atasannya? Ah, aku kurang mengerti, Grace pasti mengetahuinya!" Gumam Claudia yang tidak mungkin langsung mengatakan pada Egnor. Dia harus mencoba menguasai diri dan membantu Egnor dari belakang agar suaminya tidak terlalu berkecil hati.


Claudia melanjutkan memasak dan sekitar satu jam kemudian Lina datang. Claudia segera mengajak Lina, Emma dan kedua anaknya ke lantai bawah apartemen Grace. Frank juga menyewa satu suster untuk membantu Grace merawat Louise.


"Grace, kau tahu United Nations?" tanya Claudia di sofa ruang tamu. Grace sedang menimang Louise.


"Ada apa Clau?" tanya Grace melirik ke arah sahabatnya.


"Apa mereka bisa membantu kecurangan yang ada di negara kita?" tanya Claudia memicingkan matanya.


"Tentu! Aku dan Frank sudah memikirkannya, tapi permasalahannya Tuan Egnor tidak memiliki akses memberikan laporan karena surat otentik itu!" keluh Grace yang juga merasa cemas dengan suaminya.


"Oh God! Mengapa surat sialan itu yang menjadi patokan suamiku! Karena surat itu seakan akan suamiku hilang jati dirinya. Dia seperti sudah mengabaikan kepercayaan seorang tuan yang sudah membangun namanya!" dengus Claudia sangat iba dengan suaminya.


"Memang begitu Clau! Kau tidak tahu kan kalau Tuan Gonzaga sudah menjabat dua periode menjadi kepala pemerintah karena kebijaksanaannya dan sangat friendly. Apalagi ketika baru satu tahun menjabat beliau mengenal tuan Egnor. Mereka berdua pasangan yang solid. Sebenarnya bersama Hakim Benedict. Dia itu kemana sih Clau! Aku menjadi sangat curiga kalau ini masih ada sangkut paut dengan Richie Gabriane!" decak Grace juga sedikit gemas.


"Oke Grace, aku mengerti, jadi apa kita tidak bisa membuat laporan ke Nederland mengenai kecurangan ini?" tanya Claudia yakin kalau Grace bisa melakukannya.


"Mana bisa? Apalagi aku yang tidak mempunyai apa apa kecuali juga melakukan kecurangan," saut Grace sekenanya.


"Maksudmu?"


"Meretas kode ip negara untuk bisa menerobos masuk ke dalam sistem keamanan jaringan komputer sehingga kita mempunyai akses mengirim pesan sampai ke pusat," jawab Grace sesuai keahlian yang ia ketahui.


"Aaahhh, kau pinter sekali Grace, ayo segera lakukan Grace! Kau bisa kan?!!" saut Claudia bersemangat.

__ADS_1


"Tidak!" balas Grace santai.


"Apa maksudmu, kau jangan bercanda! Laporan negara ini harus kita laporkan ke United Nations maka Andreas Morris bisa membantu Honolulu, aku yakin beliau juga kenal dengan suamiku kan?!" kata Claudia lagi menjelaskan maksud dan tujuannya.


"Semua aplikasi ada di komputer kantor, Clau, kecuali aku bisa meminjam laptop suamimu, semua ada di sana! Dia meminta aplikasi canggih ku waktu itu tapi dia bahkan tidak menggunakannya, bahkan dia tidak mengerti!" decak Grace sebal dengan lagak tuannya yang kadang sok tahu.


"Aku tahu Grace! Laptop itu ada di ruang home theatre aku melihatnya dia pernah mengerjakan sesuatu di sana," kata Claudia memberitahu apa yang dibutuhkan temannya itu.


"Kau serius Clau? Baiklah cepat ambil laptop itu dan kita kerjakan secara diam diam!" bisik Grace juga bersemangat.


Claudia pun bergegas ke ruangan home theatre yang bersebelahan dengan kamar apartemennya. Dia mengambil laptop suaminya dan memberikan pada Grace. Grace pun mulai bekerja. Emma dan Maltha, suster Claudia dan Grace menjaga anak anak sedangkan Lina ikut memperhatikan apa yang diperbuat Grace.


Grace memang ahli tekhnologi komputer dalam pengoprasian sistem dan jaringan internet serta aplikasi.


"Katakan Grace kalau Honolulu sedang melakukan perubahan sistem pemerintahan ke arah adikuasa otoriter. Mereka juga menghentikan para buruh dan pekerja dan menggantinya dengan sistem tekhnologi sehingga mengancam kesejahteraan masyarakat," kata Claudia dan Grace mulai mengetik laporan lalu dikirimkan menggunakan kode ip negara yang sudah didapatkan oleh Grace.


Namun, Grace melupakan mengenai sistem pemberitahuan yang diterapkan negara pusat sehingga bagian IT negara mengetahui kalau ada seseorang yang menggunakan domain negara mengirim pesan ke gedung pusat United Nations.


"Bruce, Dawney mengatakan ada seseorang yang meretas data negara, menggunakan domain negara untuk mengirim pesan pada pemimpin United Nations," kata Richie melapor pada Bruce di markas mansion mereka.


"Maksudmu?" tanya Bruce melirik tajam.


"Ya, seseorang menerobos secara paksa menggunakan kecanggihan tekhnoligi dan mencuri kode ip domain kita agar bisa mengirim laporan mengenai sistem pemerintah yang akan kita ubah ke United Nations," kata Richie lagi memperjelas.


"Mereka mengirim pesan ke Andreas Morris?" selidik Bruce memastikan.


"Sepertinya," balas Richie sedikit panik.


"Kurang ajar!!! Kingsler!!!" Teriak Bruce memanggil Kingsler.


"Ya tuan?" jawab Kingsler menghampiri tuannya.


"Lacak siapa yang dengan beraninya meretas data domain negara! Lalu kerahkan aparat untuk menangkap mereka!" perintah Bruce dengan tegas.


Kingsler pun melacak dengan cepat dan sistem jaringan yang mereka miliki mengarah pada apartemen milik Egnor.


"Tuan, Titik pengiriman terdapat di sebuah apartemen milik Dimitri Apartment lantai 15 dengan nomor kamar 1510," kata Kingsler sesuai titik yang terlihat.


"Kamar milik siapa?" tanya Richie memastikan kamar tersebut.


"Frank Leonard dan Graziella Devischa," jawab Kingsler dan menatap tuannya.


"Tangkap mereka!!" perintah Bruce dengan sangat bengis.


Beberapa orang suruhan Bruce menuju ke apartemen yang ditempati Grace dan Claudia. Apalagi Bruce tahu kalau di sana hanya ada Grace dan Claudia. Mereka tentu melewati para penjagaan anak buah Bertho. Namun beberapa di antara mereka berhasil menyusup sampai ke apartemen Claudia dan Grace. Lina yang menerima kabar dari salah satu penjaga Bertho langsung memberi tahu Claudia dan Grace. Claudia terdiam mendengar kabar itu ketika kebetulan Egnor sedang menghubunginya.


"Claudia! Ada apa?" tanya Egnor cemas di seberang sana.


"Seseorang menyusup ke apartemen kak!" jawab Claudia tak kalah panik.


"Apa?! Tetap disana, jangan lengah dan jaga anak anak, aku akan segera pulang!" kata Egnor tetap mengingat anak anaknya.


"Cepat kak!"


Panggilan dimatikan, Claudia segera ke kamar melihat anak anak yang masih terlelap sementara Grace sedang menutup kembali jaringan yang sedang ia terobos. Grace mengetahui mengapa ada aparat yang menyusup ke apertemen.


"BUKA PINTUNYA! KAMI DARI APARAT NEGARA!" Teriak seseorang di balik pintu.


"Oh God Grace, bagaimana ini?" tanya Claudia sungguh tak tenang.


"Tenang nyonya, jaga saja anak anak," kata Lina menuju ke pintu.


"CEPAT BUKA PINTUNYA ATAU KAMI DOBRAK!" Ancam mereka lagi.


Emma keluar dari kamar dan menyuruh Claudia yang menjaga di dalam. Grace sudah selesai mematikan jaringan dan ikut bergabung pada Claudia dan Maltha. Emma dan Lina saling memberi kode. Lina bersiap dan Emma mulai membuka pintu.

__ADS_1


"Selamat siang! Kami dari aparat negara hendak menemui Nyonya Grace dan Nyonya Claudia," kata seorang aparat berusaha sopat tapi tetap tegas.


"Mereka tidak ada di sini, sedang keluar!" kata Lina juga sangat tegas.


"Periksa!" Perintah kepala aparat tapi ketika mereka masuk dengan paksa, Lina memberikan hantaman keras dengan tangannya pada leher belakang mereka satu per satu. Gerakan Lina sangat cepat sehingga mereka terkapar seketika karena Lina menyerang titik pusat syaraf mereka. Inilah alasan Egnor selalu meminta Lina menjaga Claudia karena Lina telah belajar bela diri sejak ayahnya meninggal. Dia ingin melindungi ibu dan kakaknya.


Salah satu aparat masih ada yang tersadar dan menarik kaki Lina sehingga Lina terjatuh. Beberapa aparat hendak mengamankan Lina tapi Emma lebih dulu menancapkan suntikan berisi obat bius yang sangat kuat ke tubuh mereka. Aparat yang memberi perintah mencari bantuan.


Emma membantu Lina berdiri dan Lina sudah menginjak tangan aparat yang membuatnya terjatuh. Emma dan Lina kembali menutup pintu dan menguncinya. Namun, tidak sampai di sana, beberapa aparat sudah datang kembali dan mendobrak pintu. Mereka memberi satu tembakan pada Lina dan Emma tapi mereka berdua sudah masuk ke kamar.


"Mereka menginginkan aku Grace, aku yang sudah menyuruhmu melakukan hal itu kan?" Kata Claudia sedikit cemas mereka akan mencelakai anak anaknya.


"Diamlah Clau! Anak buah Bertho pasti segera menolong!" Saut Grace sudah menggendong Louise.


Benar saja, sebelum kedua aparat itu menghampiri Claudia dan yang lainnya ke kamar, seorang anak buah Bertho menghadang mereka. Terjadi pertarungan sengit antara mereka bertiga. Dua lawan satu tentu saja penjaga Bertho kalah. Kedua aparat itu mulai menghampiri kamar.


Claudia memutuskan mengorbankan dirinya karena ini menyangkut keselamatan anak anaknya juga. Lina menyuruh Emma tetap mengikuti Claudia yang hendak keluar dari kamar. Grace hanya bisa diam karena Claudia sudah memutuskan. Grace menjaga anak anak mereka. Ketika Claudia keluar dan hendak ditangkap Emma masih berusaha menancapkan suntikan tapi seorang diantaranya menahan tangan Emma. Emma dan Claudia tertangkap untuk mengalihkan mereka agar tidak membawa anak anak.


Claudia dan Emma digiring keluar kamar apartemen. Penjaga Bertho benar benar kalah dan sudah dalam pengamanan mereka. Claudia hanya bisa merapal doa agar suaminya secepatnya datang dan menolongnya.


Mereka sudah tiba di lantai bawah. Claudia dan Emma di bawa oleh lima orang aparat yang tersisa. Claudia pasrah dan hanya bisa meneteskan air mata sambil menyebut nama Egnor dalam hatinya. Dia gagal menolong suaminya.


Namun, ketika mereka hendak melintasi pintu basement, sebuah tangan pria menarik tangan aparat yang memegang Claudia dan memberi satu tembakan ke perut aparat itu. Claudia terbebas dan terjongkok karena takut mendengar suara tembakan. Aparat lain hendak meraih Claudia lagi tapi tangan pria yang lain lebih dulu merengkuh Claudia dan memeluknya. Dia pun menendang aparat yang hendak meraih Claudia itu.


"Claudia, aku di sini, jangan takut!" bisik pria itu dan mendekap Claudia sangat erat. Dia juga sudah menodongkan pistol ke aparat yang hendak menyerangnya.


"Diam di sana kalian sudah terkepung!" teriak suara lain yang keluar satu per satu.


Di sana tampak Moses, Frank, Gabriel, serta kepala polisi Devon keluar dari persembunyian dan menghadang sisa aparat di sana. Bertho menjaga pria yang ia tembakan tadi.


...


...


...


...


...


Dan siapa yang memeluk Claudia?


Wakakakakakakakka 😍😍😍😍😍


.


Maafkan kalo kata kata actionku to the point dan belecetan banget yang penting itulah maksudnya 😁😁


.


Bagaimana kelanjutan laporan yang sudah Grace kirimkan?


Apakah United Nations akan membantu Egnor?


Bagaimana akhirnya Egnor bisa membuat perhitungan pada Bruce dan antek anteknya?


.


next part 137


.


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😁


thanks for read and i love you 💕

__ADS_1


__ADS_2