Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 64: Prepare


__ADS_3

Siapa bilang kita tidak boleh bermimpi terlalu jauh dan tinggi. Jangan mimpi terlalu tinggi nanti kalau jatuh terasa sakitnya sampai ke tempat tempat terkecil di dalam tubuh kita. Lalu bagaimana Claudia menanggapi ini? Ketika semua rasanya telah hilang. Kedua orang tuanya, yang menciptakan dirinya menjadi seorang gadis pergi begitu saja. Claudia tidak mempunyai saudara perempuan atau laki laki. Ibunya memiliki saudara kembar yang tidak tahu entah dimana tinggalnya. Sementara ayahnya hanya dua bersaudara bersama Jack Gie. Orang yang membuat dia menikahi pria yang tidak ia cintai dan yang sudah menjualnya. Hem, rasanya Claudia ingin menyusul kedua orang tuanya saja.


Ketika masih tersisa harta warisan yang ditinggalkan ayah dan ibunya, nyatanya tidak bisa membuatnya hidup dengan layak. Bibi dan pamannya datang membawanya pada sebuah harapan yang hanya sebentar. Namun, Claudia kembali merasakan kasih sayang dari seorang ibu lewat bibinya. Sayangnya naas, pamannya tidak begitu padanya. Pamannya malah membuat dirinya terhina. Membuat dirinya jauh dari cintanya, membuat dirinya merasakan dilecehkan dan membuat dirinya seperti anak yang harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan mereka bertiga tinggal di negri orang. Sampai sampai Claudia rela membuat cinta nya membenci dirinya.


Lalu, dia mencoba menciptakan banyak mimpi di setiap tidurnya. Memikirkan suatu saat nanti dia bisa bertemu dengan Egnor dan berbagi pengalaman hidup yang menegangkan sekaligus membuatnya menderita lalu dengan penuh kelembutan kakak kelasnya itu memberikan perhatian untuknya. Sepanjang hari memikirkan hal itu dan sampailah ia terus bermimpi melihat sosok Egnor yang begitu gagah dan tampan. Andai saja dia menjadi istrinya. Terasa tidak mau yang lain. Egnor, satu satunya yang ia inginkan .


Dan akhirnya dinding penderitaan itu runtuh sedikit demi sedikit sejak bibinya menyuruh ia melamar pekerjaan. Ketika gambar pria itu terpampang, Claudia semakin yakin masa depannya akan kembali cerah. Ya, dia merasa bibinya adalah sumber kehidupannya. Dia tidak pernah takut mengikuti apa yang dikatakan bibinya. Dia tidak bisa melihat masa depan apa yang akan menantinya, tapi Claudia percaya bahwa masa depan yang cerah pasti ada asal di saat bermimpi dan berdoa.


Kini, Claudia telah bersiap dengan mini dress di dalamnya dan berbalut Coat panjang merah yang dibelikan Egnor untuk nya waktu lalu. Egnor sudah tahu Claudia berbohong. Uang dua puluh juta waktu itu nyatanya untuk membayar ganti rugi bar Bertho yang dilakukan pamannya. Namun, Egnor menangkap kalau Claudia menginginkan Coat merah berbahan kulit seperti yang dimiliki adiknya. Jadi dia membelikannya satu untuk Claudia tapi Coat ini berbahan flece berkualitas tinggi yang hanya di produksi satu di Honolulu .


"Lama lama diriku akan menjadi wanita sosialita, hihi! Semoga aku selalu mengingat kalau aku pernah berjualan roti di taman Oriental ." Gumam Claudia terkikik sambil keluar dari kamar apartemennya.


Dia hendak pergi ke Butik gaun pengantin terbesar di Honolulu. Bukan hanya gaun tapi juga segala pernak pernik segala jenis jas dan gaun untuk pernikahan. Claudia tau tempat ini. Beberapa waktu dia sudah mencari tahun mengenai butik gaun pengantin tersohor di Honolulu. Siapa tahu, Egnor akan membawanya ke sana. Ternyata inilah yang terjadi. Egnor sudah menyuruhnya menunggu di lobby apartemennya maka Joe yang akan menjemputnya. Ketika sampai di lobby, Joe sudah menunggu dan siap membawa Claudia ke butik gaun pengantin tersebut.


"Sudah siap memilih gaun kerajaanmu, Nyonya Jovanca?" Sapa Joe menyambut Claudia.


"Kau ini! Claudia!" Claudia menepuk pelan bahu Joe.


"Tidak bisa, kau sudah menjadi istri sah Tuan ku jadi aku tidak bisa memanggilmu hanya dengan nama." Saut Joe mengingatkan.


"Ya, ya terserahmu saja. Ayo kita pergi!"


"Silahkan Nyonya.." Joe menundukan tubuhnya memberi jalan pada Claudia. Claudia sampai tidak enak hati dan memegang dada nya terkesima dengan sikap Joe. Seakan akan dirinya putri dari sebuah kerajaan.


...


Sampailah Claudia dan Joe di depan pekarangan butik tersebut. Pekarangannya seperti bukit buatan yang ditumbuhi Padang rumput yang begitu menyejukkan mata. Dan Benar saja. Butik tersebut terdapat percis di samping Resort and Motel Prime. Gedungnya hanya dua lantai berbentuk minimalis namun cukup luas dan lebar. Egnor sudah menunggu Claudia di depan pintu masuk Gedung tersebut namun belum melihat kedatangan Claudia.


"Aku hanya mengantarmu sampai di sini karna nanti kau pulang bersama Tuan Egnor dan mobilnya Nyonya." Kata Joe mengingatkan Claudia.


"Baiklah, aku hanya perlu berjalan ke atas dan menemui suamiku." Gumam Claudia yang masih memperhatikan tempat indah ini.


"Benar sekali. Semoga mendapat gaun terbaik nyonya." Ucap Joe.


"Terimakasih Joe."


Claudia pun menuruni mobil. Dia dengan segera hendak menuju ke pekarangan gedung butik itu dan memasukinya setelah Joe sudah melajukan mobilnya menjauh.


Namun, belum saja Claudia memasuki pekarangan padang rumput itu, ada seorang pria yang menuruni sebuah mobil dan berlari ke arah Claudia dengan pakaian serba hitam. Claudia tidak melihatnya. Pria itu menarik tangan Claudia yang tidak ia sadari.


"Kau siapa?!" Claudia menahan tangannya.


"Ikut denganku!" Pria itu tetap memaksa Claudia.


"Tidak mau! Kau siapa?!!!" Bentak Claudia terus menahan tangannya.


"Ayo!!"


Claudia terus menahan dirinya agar tidak mengikuti tarikan pria itu. Pria itu tampak kesal dan hendak menghempaskan tubuh Claudia ke jalanan sehingga tertabrak kendaraan namun tiba tiba..


"HEY!!" seorang wanita berteriak dan berlari ke arah Claudia dan pria itu.


"Sini Clau!" Wanita itu mengenal Claudia dan menarik tangan Claudia yang tidak dipegang pria itu. Pria itu tampak kesal dan mengeluarkan pisau kecil yang di arahkan ke tangan wanita itu. Tangan wanita itu terkena sayatan pisau kecil itu namun bersamaan dengan itu wanita itu dengan cepat menendang ************ pria itu.


Pria itu tampak telak dan memegang kepemilikannya.


Claudia dan wanita itu berteriak teriak minta tolong sampai ada sebuah mobil yang berhenti dan pria itu lari tunggang langgang sambil memegang selangkangannya menuju ke mobilnya.


"Claudia, Lisa?" Suara seorang pria turun dari mobil yang berhenti itu


"Richard?" Pekik Claudia yang sejak tadi masih memegangi tangan Lisa yang sudah mengeluarkan darah.


"Ada apa ini?" Richard menghampiri Claudia dan Lisa.


"Nona Lisa, kenapa kau melakukan ini? Tanganmu berdarah karna menyelamatkanku, sebentar aku mempunyai sapu tangan." Kata Claudia hendak merogoh tasnya mengambil sapu tangan.


"Aku saja Clau!" Kata Richard yang lebih dulu mengeluarkan sapu tangannya dan melilitkannya pada tangan Lisa. Lisa agak kikuk dengan perlakuan sigap Richard namun dia tampak diam saja.


Sementara dari kejauhan Egnor keluar dari gedung butik itu karna menunggu Claudia tidak datang datang padahal waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Egnor melihat tiga orang itu dari bawah dan langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Mengapa kau ada di sini Nona Lisa?" Tanya Claudia lagi sambil melihat Richard melilit sayatan Lisa itu. Lisa juga memperhatikan Richard membuatnya jadi gugup dan tidak menyadari perkataan Claudia.


"Nona Lisa!" Panggil Claudia lagi agak meninggikan suaranya.


"Lisa saja Claudia. Atau bahkan aku yang harus memanggilmu Nyonya Claudia?" Saut Lisa yang seketika tersadar.


"Kau sudah membuatku panik masih saja bergurau! Baik kau memanggilku Claudia dan aku memanggilmu Lisa! Kenapa kau di sini?" Claudia kembali bertanya tanya.


"Kalau aku tidak di sini, kau sudah mati tertabrak mobil!" Gurau Lisa lagi.


"Dia menyaksikan seminarku Clau!" Tiba tiba Richard yang menjawab. Lisa sedikit terkesiap kalau ternyata Richard melihatnya.


"Oh begitu. Kalian sudah saling kenal?" Selidik Claudia masih memperhatikan luka Lisa.


"Baru saja berkenalan tapi dia tidak memberitahuku kalau akan menyaksikan seminarku?" Dengus Richard masih sibuk dengan lilitan itu agar terikat dengan kencang.


"Selama aku mendapatkan tiket itu tidak masalah Tuan Richard." Balas Lisa tersenyum ramah.


"Ada apa ini? Clau, aku sudah menunggumu di atas!" Tanya Egnor yang sudah sampai di bawah menjemput Claudia.


"Kak Egnor!" Claudia tanpa sadar berbalik dan berhambur ke pelukan suaminya itu.


"Ada apa?" Tanya Egnor lagi mengelus punggung Claudia.


"Ada seorang pria yang hendak mencelakaiku tapi Lisa datang membantuku. Pria itu malah menggoreskan pisaunya ke lengan Lisa. Dia berdarah kak!" Claudia menceritakannya secara singkat dan menunjuk luka Lisa.


"Siapa? Siapa yang mencelakaiku Clau?! Apa kau baik baik saja?!" Egnor menghadapkan tubuh istrinya di depannya.


"Aku tidak apa apa, tapi pria itu melukai tangan Lisa kak!" Jawab Claudia kembali menunjukan luka Lisa yang masih dililit oleh Richard. Egnor pun menoleh ke arah Lisa.


"Halo selamat Sore Tuan Egnor. Lama tak bertemu." Sapa Lisa.


"Hay Lisa selamat sore. Kau baik baik saja?" Kini Egnor memastikan Lisa.


"Sudah selesai! Sudah kulilit dengan sapu tanganku, Egnor! Tenang saja!" Sela Richard yang sudah memastikan kencangnya ikatan luka Lisa.


"Oh begitu. Tapi sebaiknya kau tetap ke rumah sakit untuk dibersihkan lukanya dan diobati Lisa." Tambah Egnor agak terheran juga ada Richard namun dia lebih fokus pada luka Lisa.


"Richard, bisakah kau mengantar Lisa ke rumah sakit? Aku sangat khawatir." Pinta Claudia.


"Aku bisa pergi sendiri Clau!" Saut Lisa agak salah tingkah.


"Tentu! Aku akan mengantarnya! Em, kalian akan memilih gaun pengantin ya?" Jawab Richard yang tidak mempedulikan perkataan Lisa dan mengalihkan ke hal yang lain.


"Iya benar! Sepertinya Minggu depan kami akan melangsungkan resepsi pernikahan kami!" Jawab Egnor merangkul Claudia dengan erat membuat Claudia terkesiap menatap wajah suaminya. Pasalnya Egnor belum mengatakan apa apa.


"Selamat Claudia, Tuan Egnor. Akhirnya kalian mempublikasikan pernikahan kalian. Ehem, kau harus berterimakasih padaku Claudia!" Ucap Lisa yang masih mengingat kata katanya yang terakhir untuk Claudia. Setelah dia mengatakan itu, dia sudah tidak lagi mengharapkan Egnor. Dia menyadari dirinya. Dia pun segera menuju ke Japanis melanjutkan sekolahnya.


"Ah iya hahaha! Terimakasih Lisa. Sebaiknya kau cepat ke rumah sakit sebelum lukamu infeksi." Claudia kembali mengingatkan.


"Baiklah. Kalian ke atas lah. Semoga semua berjalan dengan lancar dan antarkan langsung undangan kalian padaku, Claudia." Lisa juga mengingatkan.


"Ide yang bagus Lisa. Kau tenang saja. Pergilah!"


"Baiklah, Egnor, Claudia, aku akan mengantar Lisa dulu. Semoga persiapan kalian berjalan sesuai rencana." Ijin Richard menuju ke samping mobilnya.


Egnor hanya mengangguk dan Claudia melambaikan tangannya. Richard pun membukakan pintu untuk Lisa memasuki kursi penumpang bersamanya sementara Kevin yang menyetir.


"Sejak kapan mereka berkenalan?" Tanya Egnor yang masih mempertanyakannya.


"Baru saja katanya." Gumam Claudia.


"Sepertinya selera mantan suami mu itu memang wanita wanita yang berwajah seram!" Gumam Egnor lg membuat Claudia menyipitkan matanya.


"Jadi aku seram?"


"Seram tapi manis!" Egnor langsung mengecup kening Claudia.


"Sudah ayo ke atas, aku sudah sangat penasaran dengan gaunku!" Claudia mendorong tubuh suaminya agar segera ke atas.

__ADS_1


Mereka berdua pun menaiki pekarangan padang rumput itu memasuki gedung butik gaun pengantin itu. Claudia begitu terkesima ketika baru saja masuk, aura pesta pernikahan yang elegan dan suci menaungi sekujur tubuhnya. Semua interior dan warna dinding lobby gedung itu berwarna putih dan bersinar bagai kristal. Banyak hiasan dan lukisan bunga berwarna putih.


"Cantik sekali ruangannya kak?" Seru Claudia tampak kagum.


"Ya memang, tapi tidak bisa disewa untuk mengadakan resepsi!" Jawab Egnor terus menggiring Claudia menuju satu ruangan setelah menyusuri beberapa lorong gedung itu.


Sampailah mereka di depan sebuah ruangan yang memiliki dua handle pintu seperti pintu ruangan kantornya.


Jantung Claudia cukup berdegup. Sepertinya akan ada sesuatu yang istimewa di dalam ruangan ini. Egnor pun membuka pintu tersebut dan membelalak lah mata Claudia serta ia reflek menutup mulut nya. Di sana terdapat dua barisan gaun pengantin di sisi kiri dan kanan dalam jumlah banyak.


"Claudia, saat ini juga aku mengatakan padamu, kalau Minggu depan di hari Sabtu, kita akan mengadakan pemberkatan pernikahan kita dilanjutkan resepsi pernikahan di gedung pertemuan resort prima. Kau setuju kan?" Egnor memposisikan tubuh Claudia di hadapannya. Dia meraih tangan Claudia dan memastikannya lagi sambil tersenyum.


Claudia mengangguk dan air matanya berlinang tanpa persetujuannya. Egnor tersenyum dan menyeka air mata itu.


"Sekarang, pilihlah gaun pengantin yang ada di sini. Gaun pengantin di ruangan ini adalah gaun pengantin yang hanya dapat dibeli dan hanya terdapat satu design di dunia. Karna aku hanya menyukai barang barang yang merupakan satu satunya. Seperti aku menginginimu. Hanya kau satu satunya yang kuinginkan, Claudia." Kata Egnor lagi meraih dagu Claudia. Claudia tidak peduli ada siapa atau terpasang CCTV di ruangan ini. Dia segara berjinjit untuk bisa mencium bibir suaminya.


Setelah puas berciuman, Claudia memilih gaun gaun itu sampai dia bingung namun Egnor tetap menunggunya dengan senyum sesuai kesukaan istrinya itu.


...


Sedangkan di sisi lain.


"Bagaimana, kau sudah menghabisi wanita itu?" Tanya seorang wanita pada sebuah sambungan telepon.


"Gagal nyonya! Ada seorang wanita lagi yang menyelamatkannya!"


"Grace?" Wanita itu memastikan dan menyebut nama wanita yang juga diketahui pria ini.


"Bukan! Wanita lain nyonya!"


"Sial!! Yasudah nanti ku kabari lagi!"


Wanita itu mematikan kasar ponselnya.


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu bersama temannya bebas berkeliaran kemana mana, aku tidak akan Sudi!" Decak wanita itu bersumpah.


...


...


...


...


...


Gaes di part 65 diundang semua ke resepsi babang eg n Mimi Clau yuk cus 😍😍


.


Next part 65


Kondangan kondangan 😁😁


Penampilan bang eg dan Mimi Clau aku tetep taro tapi agak lama munculnya gapapa ya . Yang mau cepet liat visualnya gabung di grup chat aku aja di sini oke?


Scene terakhir abaikan aja . Itu spoiler spoileran wkwkwkwk 😂😂


.


Maapkan kalo dikit di part ini


Diriku masih ga enak body 😭😭


.


Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟


Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍

__ADS_1


.


Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕


__ADS_2