
Permainan takdir ini tidak ada yang tahu. Realistisnya seekor ular lebih kecil dari seekor singa namun bagaimana jika ular tersebut berubah menjadi hewan yang paling besar yang bisa melilit dan memiliki racun. Jangan salahkan Frank jika dia harus melawan ibunya! Dia tidak bisa terus diam sementara kebahagiaannya digerogoti sedikit demi sedikit oleh ibunya! Dia harus membela Grace. Bagaimana itu bisa terjadi?
...
Frank menghela napas. Ini sudah merupakan hari ketiga Grace tak sadarkan diri dari keguguran yang mengenaskan itu. Wanita malang itu koma berbaring tak berdaya di atas tempat tidur dengan aliran selang asupan cairan serta alat bantu pernapasan. Juga kantong darah yang di salurkan ke tubuhnya . Berulang kali Frank merapal doa hanya meminta kesadaran Grace dan tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Sampai akhirnya dia memikirkan suatu hal yang mungkin bodoh tapi dia mau melakukannya. Dia yakin Grace tidak akan menolaknya.
"Stay with me, please?" Gumam Frank menyentuh ujung ujung jemari Grace yang bahkan tak bergerak sedikitpun. Frank selalu menunggu kesadaran kekasihnya itu. Dia pun bersumpah akan meminta pertanggung jawaban dari ibunya. Dia tidak peduli lagi. Namun dia tetap menyesal. Andai saja dia sudah menikahi Grace dan menjauh dari ibunya, semua tidak akan seperti ini. Dia pun tidak kehilangan anaknya.
Lagi lagi ia keluar dari ruangan intensif itu dengan menghela napas. Belum ada perubahan. Dia tidak bisa menunggu lama. Dia merogoh saku celananya meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Cincin yang kupesan sudah jadi kan?" tanya Frank pada seseorang di seberang sana.
"Sudah, mengapa kau baru menghubungiku? Bukannya lusa kemarin seharusnya kau mengambilnya?" jawab si penerima telepon.
"Calon istriku koma, Hans!" jawab Frank melemah. dia menundukan kepalanya.
"Oh God! Bagaimana bisa?"
"Ceritanya panjang, nanti akan kuceritakan. Em, bisakah kau mengantar cincin itu ke rumah sakit pusat kota Honolulu? Aku tidak bisa meninggalkan calon istriku." kata Frank meminta sesuatu.
"Oh iya tentu tentu Frank, sekalian aku menjenguk calon istrimu." kata Hans menyetujui.
"Ya, ide yang bagus. Thanks Hans!"
Frank mematikan panggilan. Lagi lagi dia menghela napas dan menyandarkan dirinya ke belakang kursi penunggu.
'Sebentar lagi kau akan menjadi milikku selamanya Grace, kita akan mulai sebuah rumah tangga dan keluarga dari awal. Tidak ada yang boleh mengusiknya sedikitpun. Kau akan sadar, kita akan berlibur sesaat. Tuan Egnor pasti memberikan kita ijin. kau harus segera sadar sayang.' gumam Frank menatap langit langit rumah sakit itu. Ada senyum tipis tersungging di mulut Frank membayangkan Grace yang akan tersenyum ketika melihat cincin yang sudah melingkar di jari manis nya ketika sadar nanti.
"Apa Grace sudah sadar? Mengapa kau senang sekali? Tersenyum senyum." Tiba tiba terdengar sebuah suara yang berat nun sangat Frank kenal. Frank segera menegakan dirinya sambil berdiri.
"Selamat siang Tuan! Belum Tuan, tapi ada sesuatu yang ingin kulakukan?" Frank membungkukan tubuhnya memberi salam pada tuannya. Egnor.
"Sesuatu yang bisa menyadarkan Grace?" Tanya Egnor yang kini sudah duduk di depan bangku penunggu.
"Entahlah Tuan, tetapi aku ingin menepati janjiku. Aku akan menikahinya. Mungkin besok atau malam ini. Kau mau menjadi saksi dan wali ku kan Tuan? Bersama Nyonya Claudia?" kata Frank ikut duduk di samping Egnor.
"Memang Grace menyetujuinya?" selidik Egnor hanya sekedar menggoda.
"Pasti Tuan. Dia akan tersenyum ketika bangun nanti dia sudah menjadi istriku." jawab Frank penuh percaya diri dan keyakinan. terakhir kali ia bertanya juga Grace menyetujuinya.
"Kau terlalu percaya diri!" decak Egnor terkekeh.
"Hem, mungkin, tapi jika dia tidak menyetujui hal itu juga wajar, karna sudah banyak penderitaan yang kuberikan padanya." kata Frank bersedih.
"Tapi itu semua hanya masa lalu. Masa depanmu jika Grace tida menerima pernikahan denganmu maka kau harus mengejarnya sekuat tenaga karna sudah tidak ada lagi yang menganggu kalian. Besok kupastikan kedua orang yang hendak kau hukum akan benar benar terhukum. Kalau kau ingin hukuman mati terserah, itu semua keputusanmu dan Grace. Lihat ini." Kata Egnor mengarah pada tuntutan Frank pada ibunya. Frank sudah membuat laporan dan dia sudah menandatangani surat tuntutan pada ibunya tanpa berpikir banyak. Dia sudah sangat membenci dan kecewa dengan ibunya yang nyatanya adalah ibu kandungnya . Frank sampai merasa dia bukanlah anak kandungnya.
Frank melihat tuannya dan mengambil sebuah map yang diberikan pada Egnor. Dia membukanya. Di sana terdapat beberapa lembara seperti hasil laporan dan penyelidikan.
Lembar pertama berisi kasus pembunuhan Holland Leonard. Sesaat hati Frank berdesir tak karuan. Dia mengingat ayahnya. Dia merindukan ayahnya sampai terbesit sewaktu mereka pergi berjalan jalan memberi permen kapas dan kali terakhir Frank membicarakan perkuliahannya dengan tanggapan ayahnya yang begitu perhatian. Namun keesokannya orang terhebat dan terbaik salah hidupnya itu harus pergi dengan cara yang sangat tragis.
Kasus pembunuhan Holland Leonard menyatakan ada sangkut paut nya dengan Keanu Medacine and Medical Enterprise yang merupakan perusahaan obat obatan serta alat alat kesehatan yang dipimpin oleh Ron Keanu, ayah tiri Frank.
"Aku sudah menduganya! Aku sudah tahu semua ini ada hubungannya dengan dia Tuan! Sudah kutetapkan tuan, hukum dia sedalam dalamnya, buat dia menderita lalu Kurung di dalam penjara seumur hidup!!" kata Frank kemudian dengan sangat meletup letup. emosinya menang telah membuncah sejak saat itu tapi ya lagi lagi pendiriannya belum sekuat sekarang.
"Bersama ibumu?" Egnor memastikan.
Frank menoleh tajam ke arah Egnor.
"Ibumu sangat terlibat dalam hal ini, cih!" Egnor berdecih tersenyum kecut. dia juga tidak menyangka seorang ibu dan istri melakukan hal kerji seperti ini. definisi seorang wanita bagi Egnor bukan seperti ini.
Frank kembali terduduk lemas. Dia mengusap rambutnya kasar.
"Begini, Ron dan Elizabeth menyuruh seorang pembunuh bayaran untuk membunuh ayahmu dengan cara yang mengenaskan. Dia menyuruh si pembunuh untuk tidak meninggalkan jejak apapun. Mereka mencoba mengelabui penyidik dengan cara melakukan pembunuhan di tengah jalan yang sepi. Goresan sayatan pisau yang ada di leher ayahmu tersapu dengan aliran darah yang mengalir sehingga kurang bisa di deteksi penyebab kematiannya. Pisau dan sarung tangan yang digunakan untuk membunuh ayahmu dibakar di tengah jalan sehingga ketika ada motor atau mobil melintas menyapu abu abu bakaran itu. Tapi Frank sayang sekali, dia melakukan kecerobohan, dia sama sekali tidak melenyapkan motornya. Motornya terlihat sekilas pada layar CCTV di jalan dekat lampu jalan percis di samping Holland dibunuh. Detektif ku melacak pemilik motor tersebut dan singkat cerita bertemu namun ketika aku dan Sam memdatangi rumahnya, dia sedang tergeletak tak berdaya di ruang tamu. Dia meninggal. Setelah itu kau menyuruhku untuk menghentikan penyelidikan karna ibumu sakit padahal itu semua hanya pura pura karna Elizabeth dan Ron takut kalau aku dapat menguak semuanya. Nyatanya aku terus menyelidikinya . Aku menyuruh Sam dan dia memang sangat penasaran." Egnor merubah posisi duduknya kembali tegak dan menautkan tangannya. dia melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Sam terus menyelidikinya. Pembunuh bayaran tersebut ternyata juga dibunuh. Sebelum dia tewas, dia pergi ke cafe dan ada seseorang yang menyuntikan sebuah cairan pada minuman si pembunuh. Cairan itu ternyata tidak bisa terdeteksi. Jadi si pembunuh dikatakan meninggal karna kurang cairan. Mungkin cairan itu merupakan sesuatu yang dapat menyerap seluruh cairan tubuh sehingga dia dehidrasi. Aku mencoba berpikir bersama Sam apa mungkin cairan tersebut adalah obat yang diciptakan memang tidak bisa terdeteksi? Grace lalu mengingatkan ku pada Adella. Grace dengar, suami Adella bekerja pada dunia ilmu kesehatan. Dia lalu mengatakan kalau cairan atau obat tersebut memang ada. Ternyata suami Adella pernah mengikuti sebuah tim yang membuat obat tersebut. Dan hanya dua perusahaan yang membuatnya. Salah satunya perusahaan ayah tirimu. Sementara ternyata perusahaan lainnya telah terbukti melakukan penyelewengan dan penyalah gunaan dan sudah ditutup. Hem sangat rumit Frank! Karna ketika Sam terus menyelidiki dia mendapat teror dan sepertinya aku harus mengasingkan dia. Jadi aku memberhentikannya dan menyuruhnya pindah ke Summer. Aku tidak mau dia terjadi apapun dan aku juga merasa harus melindungimu. Jadi apa sampai sini kau sudah jelas? Dan ini nama obatnya Zerum 263 KeaNuEnterprise. Si bodoh itu menggunakan nama perusahaan nya untuk obat terkutuk itu. Semua di map ini adalah bukti kongkrit dan terlegalisir. Ayah tirimu sudah di amankan. Besok akan disidang dan lusa nya kasus tuntutan terhadap ibumu. Misi selesai Tuan Frank!" Kata Egnor lagi kini menyandarkan tubuhnya ke kursi penunggu.
Frank mengepalkan tangannya. Dia benar benar tidak menyangka kalau apa yang ia takutkan benar terjadi. Ibunya benar benar tega melenyapkan suaminya sendiri. Orang yang terlibat sebuah cinta bahkan sebuah pernikahan suci namun tega menghabisi nyawa orang itu. Kedua orang yang menyatukan dirinya dalam menciptak dirinya. Ayah kandungnya. Dan dia dengan senang hati menyodorkan tubuhnya pada pria lain.
Namun, dari semua cerita tuannya. Frank menangkap kalau dirinya memang sudah berjodoh dengan Grace. Grace dengan kepintaran dan daya ingatnya ikut membantu penyelidikan yang kini juga mengorbankan dirinya. Frank lalu berdiri. Dia kembali melihat jantung hatinya di sana masih berbaring lewat pembatas kaca bening itu. Egnor memperhatikan Frank. Dia menyadari kalau bawahannya itu benar benar membutuhkan banyak dukungan. Rasa bersalah dan menyesal terus menyelimutinya.
"Baiklah Frank aku sudah memberitahukan mu semuanya. Aku minta maaf kalau ibumu juga harus mendekam di jeruji sel. Untuk kasus ibumu sudah memiliki banyak bukti dari rekaman CCTV yang memperlihatkan betapa kasarnya ibumu menggedor pintu kamar apartemen kalian dan ada satu bukti yang benar benar akan membuat ibumu tidak bisa berkutik lagi. dia benar benar berniat menghancurkan Grace." kata Egnor pelan kembali merangkul bawahannya itu.
Frank menatap Egnor.
"Claudia memiliki rekaman perkataan ibumu yang akan menghancurkan Grace. Hem, entah mengapa dia senang sekali merekam akhir akhir ini." Egnor sedikit terkekeh.
"Lakukan Tuan. Kalau perlu, aku juga mau menjadi saksi atas keadilan untuk Grace ku." Saut Frank dengan aura ber api api. matanya tajam dan penuh dendam. Dia sudah tidak punya hati atau kasih atau mencintai ibunya lagi. Dia merasa wanita itu bahkan tidak pantas disebut seorang ibu. Ibu mana yang tega merestui kebahagiaannya. Ibu mana yang tega memisahkan seorang ayah dan anak bahkan selama lama nya. Dan ibu mana yang tanpa kasih sayang, tidak mau menerima darah dagingnya sendiri, cucunya. Anak dari anak satu satunya. Semua pemikiran itu berkelana di pikiran Frank dan bersatu menjadi sebuah kata BENCI.
...
"Hanya beberapa orang yang dapat masuk ke ruang Intensive Care Unit ini, Tuan. Anda tahu maksud dan tujuan ruangan ini kan Tuan? tidak sama dengan ruang perawatan biasa." kata dokter penjaga ruang ICU ketika Frank meminta ijin akan mengadakan upacara pernikahan sederhana bersama pendeta dan saksi saat ini. sekarang detik ini hari ini dia ingin mengesahkan hubungan suami istri nya dengan Grace. dia tidak memikirkan apa Respon Grace ketika bangun nanti tetapi dia sudah bertekad dan berniat.
"Ya saya mengerti, aku hanya ingin diriku, pendeta dan Tuan Egnor yang ke dalam. Hanya sebentar dok. Tidak sampai tiga puluh menit. Aku mohon." pinta Frank dengan sungguh sungguh.
"Iya Tuan Leonard, saya menghargai usaha mu untuk membantu pemulihan Nyonya Grace. Baiklah aku mengijinkan dengan catatan harus menggunakan pakaian steril." pesan sang dokter penjaga akhirnya mengijinkan.
Frank mengangguk. Dia lalu menghampiri Egnor, Claudia, seorang pendeta dan seorang pegawai di catatan sipil. Frank mengatakan kalau hanya bisa tiga orang yang masuk dan Claudia serta pegawai catatan sipil menyetujuinya. Claudia tidak apa apa menunggu di luar agar semuanya berjalan dengan lancar dan Frank resmi menjadi suami Grace. Claudia juga yakin kalau Grace pasti akan bahagia ketik sadar nanti. Walau juga tak menutup kemungkinan Grace akan sedih karna kehilangan anaknya.
Frank pun masuk bersama Egnor dan Pendeta menggunakan jubah berwarna hijau muda agar hawa hawa luar tidak terkontaminasi pada pasien begitu juga sebaliknya. Grace di sana masih terbujur lemah. Kata dokter karna darah yang keluar terlalu banyak dan ada sedikit komplikasi pada rahimnya jadi kondisi Grace sangat lemah. Sepertinya seluruh tubuhnya menjadi sakit dan suhu tubuhnya kadang menghangat dan mendingin. Tekanan darahnya kadang normal kadang turun sangat drastis. Hanya menunggu hasil dari obat obatan yang di masukan melalui aliran selang infus dan sebuah mujizat.
Sang pendeta pun membuka setiap kalimat kalimat indah nya untuk memulai uparaca pemberkatab pernikahan yang sederhana dan mengharukan ini. Tidak di gereja tidak di rumah melainkan di ruang ICU.
"Maka, dengan berkat Tuhan yang Maha Kuasa, dan para saksi yang menyaksikan, Tuan Egnor Jovanca, saya bertanya pada anda Tuan Franky Leonard. Apakah anda bersedia menerima Nona Graciella Devischa menjadi satu satunya wanita dan istri anda dalam hati anda, dalam suka maupun duka, dalam untung maupun malang, dalam sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kalian?" Tanya Sang pendeta ketika sampai pada tahap peresmian pernikahan.
"Ya, saya bersedia!" Jawab Frank memegang tangan Grace disusul tetes air matanya membasahi ujung puncak tangan Grace. Dia menatap lekat lekat Grace.
Egnor lalu menyerahkan cincin pada Frank.
"Tuan Franky Leonard, sekarang kenakanlah cincin ini pada jari manis tangan istrimu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaan abadi." Kata si pendeta lagi. Frank meraih cincin tersebut dan memasangkannya ke jari manis Grace. Dia lalu mengecup tangan istrinya dengan penuh perasaan yang sangat mendalam.
"Tuan Frank, karna anda sudah sangat yakin kalau Nona Grace pasti bersedia menerima anda, maka Nona Grace juga akan menerima anda dalam suka maupun duka, dalam untuk maupun malang, dalam sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kalian. Dan kenakanlah cincin milik anda di jari manis anda." Tutur sang pendeta untuk pengenaan cincin pernikahan.
Frank pun mengenakan cincin pada jari manisnya. Dan pendeta pun memberkati mereka:
"Atas nama Tuhan dan di hadapan saksi, saya meneguhkan dan menegaskan bahwa pernikahan yang telah diresmikan ini adalah pernikahan yang SAH. semoga berkat atas pernikahan ini menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi Tuan Frank dan Nyonya Grace. Sekarang dan selama lamanya. Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu, apa yang dipersatukan Tuhan jangan diceraikan manusia. Amin!" Tutur sang pendeta juga ikut berkaca kaca karna ini merupakan kali pertama dirinya merasakan sebuah cinta yang kekal dan sejati. Seorang pria yang sangat yakin akan keteguhan cinta wanita nya.
Frank pun menundukan kepalanya memberikan hormat ucapan terimakasih pada sang pendeta dan Tuan Egnor. Dia lalu memeluk Grace yang posisinya setengah berbaring bersandar pada tempat tidur.
"Grace, aku mencintaimu, sangat. Bangunlah, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi untukmu. Di hadapan Tuhan dan pendeta aku berjanji Grace. Ampuni aku, bangunlah aku mohon." Bisik Frank di samping telinga Grace namun tetap tidak ada respon.
"Baiklah Frank, aku dan pendeta keluar dulu, Nyonya mu tidak bisa kutinggalkan lama lama. selamat atas pernikahan kalian." Ijin Egnor dan dia meninggalkan ruangan bersama sang pendeta.
Frank hanya mengangguk. Dia masih duduk di samping Grace memegang tangan Grace dan menungguinya. Dia menangis sambil memegang tangan Grace. Ini merupakan kebahagiaannya akhirnya memiliki istri sebaik dan sehebat Grace. Dia akan melawan siapapun yang akan menyerang Grace. Tidak akan dibiarkan lagi meskipun itu ibu yang melahirkan dirinya. Baginya Grace yang menciptakan kehidupan bahagia untuknya. Kehidupan yang berwarna dan penuh cinta. Dia akan bertahan untuk Grace dan Frank berharap Grace juga mau selalu bersama dengannya.
"Baiklah Grace, aku keluar sebentar, aku harus menandatangani akta pernikahan kita. Nanti aku hanya perlu cap ibu jarimu saja ya?" Kata Frank mengelus dahi Grace sesaat dan berdiri.
Ketika Frank hendak berbalik, dia merasakan ada pergerakan pada jari manis Grace yang telah melingkar cincin pernikahan mereka.
...
Sudah tidak diragukan lagi kekuatan dari seorang yang sudah berkecimpung di ranah hukum. Gelar nya sudah mencapai doktor dan gaya bicara nya yang persuasif di sidang selalu menyudutkan lawan nya dengan serangkaian bukti otentik yang sulit untuk di sanggah. Egnor Victor Jovanca memang selalu memiliki bukti serinci mungkin untuk menyelamatkan klien klien nya. Dia tidak akan mendatangi sidang jika dia tidak memiliki segudang pemikiran yang sulit dicerna oleh orang lain.
Ron Keanu benar benar tidak percaya kalau Egnor menyelidikinya sampai ke hal hal yang kecil. Sampai nama obat yang ia ciptakan dia menemukannya. Dan Sam pun dihadirkan untuk menguatkan setiap pernyataan Egnor mengenai kasus pembunuhan berencana Holland. Ron pun bukan hanya membunuh Holland, melainkan seorang yang bernama Brian Len yang merupakan pembunuh bayaran suruhannya. Selain itu perusahaan Ron pun telah menyalah gunakan kode etik dunia kesehatan dengan menciptakan obat yang tidak berkenan di ranah kehidupan masyarakat.
Ron memiliki cukup banyak pengacara yang pada akhirnya juga tetap tidak bisa mengalahkan apa yang sudah dimiliki Egnor. Egnor hanya duduk di sana mendengarkan hasil keputusan Hakim Benedict.
"Dengan semua bukti yang sudah terpapar jelas, Pengadilan menyatakan bahwa Tuan Ron Keanu dinyatakan bersalah . Sesuai permintaan penuntut, Tuan Ron Keanu harus menjalani hukuman cambuk sebanyak lima puluh kali dan di penjara seumur hidup!" kata Hakim Benedict dengan sangat tegas.
__ADS_1
Tok tok tok!! Pengadilan selesai dan ditutup.
Sementara Egnor menghitung jari jarinya sambil menekuk nya satu per satu.
"Satu, dua, tiga, empat .." katanya pelan namun Sam tetap mendengarnya.
"Tidak sampai Tuan." saut Sam mengoreksi.
"Ah, kau benar Sam! Tidak sampai empat puluh menit sidang ini sudah selesai. Sepertinya sidang istriku kemarin lebih lama." Balas Egnor lalu melihat sinis ke arah Ron yang menundukan kepalanya. Tangannya diborgol ke belakang dengan penjagaan dua bodyguard di belakangnya. Dia masih duduk di kursi terdakwa. Tatapan Ron ke bawah masih sangat bengis dan penuh rasa geram.
Egnor menghela napas. Dia hanya berharap dan harus tetap berjaga jaga semoga Ron tidak melakukan hal yang nekat di penjara sana. Entah melarikan diri atau merencanakan sesuatu di dalam sana, sepertinya Egnor harus kembali berpesan penjagaan sangat ketat pada kepala penjara Honolulu pusat.
tak lama Egnor mendapat pesan pada ponselnya:
FRANK LEONARD
Tuan, aku sudah tahu keputusannya dari Mosen. terimakasih banyak Tuan. andai saja aku bisa kesana. sejak awal aku sudah yakin bahwa kau yang akan menyelamatkan dan memperjuangkan keadilan ku dan Grace. kau seperti dewa keadilan Tuan. Tuhan Memberkatimu. Frank & Grace.
...
...
...
...
...
singing beb:
Oh, won't you stay with me?
'Cause you're all I need
This ain't love, it's clear to see
But darling, stay with me .. by Sam Smith 😁
.
next part 5
part 5 ternyata jeng wkakakak
bagaimana respon Grace ketika mengetahui telah menikah namun kehilangan anak nya?
emm bagaimana sidang nyonya Elizabeth? apa kah benar akan masuk jeruji sel too?
Bae Bae ya mba lakik lu Uda pusing 😭😭
.
rekomendasi novel teen teen bau bau remaja yang menyegarkan mengingatkan masa masa sekolah antara Yoora dan Michael mampir gaes dengan judul:
-- TETAPLAH BERSAMAKU --
dijamin nostalgia abiiss 😍😍
.
Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤