Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 82: It's Ok Not To Be Ok


__ADS_3

Ketika bisikan hati sudah berkata kata maka langit dan bumipun tidak bisa bertindak. Meskipun mencintai dalam diam dan jauhnya jarak ia akan kembali pulang. Egnor berusaha tenang agar semuanya terkendali, agar Claudia melihat ketulusannya bahwa semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apakah kali ini Claudia akan melemah? Dan apakah Egnor akan pergi begitu saja?


...


Egnor lalu menuju ke kamar mandi yang ditunjukan Emily dan membersihkan dirinya . Bersamaan dengan itu Claudia juga terbangun. Dia duduk sebentar dan merenggangkan otot otonya. Kehamilan ini tidak mudah. Sejak belum diketahui saja, Claudia sudah sangat lemah dan saat itu suaminya tidak pernah membiarkannya sendiri. Selalu ada Egnor di sela sela kelemahannya. Claudia sekarang di sini. Dia menghela napas. Mengapa rindu ini menjadi menggebu gebu. Claudia tidak langsung keluar kamar. Dia hendak membersihkan dirinya.


Claudia membersihkan dirinya di kamar mandi di dalam kamar Jenice. Kamar mandi yang digunakan Claudia dan kamar mandi yang digunakan Egnor ternyata bersejajar.


Mereka lalu membasahi tubuh mereka dengan shower yang ada di atas sana. Mereka berdua saling memejamkan mata. Seperti merasa sangat dekat. Sampai Claudia mengeratkan tubuhnya dengan kedua tangannya merasakan suaminya sedang memeluknya dan memeluk perutnya. Sudah banyak pergulatan cintanya yang dilakukan di air. Dan hampir semua cinta yang tumpah ruah itu mereka lakukan di air. Di bawah shower, di dalam bath tub , betapa Claudia merindukannya hanya melihat kucuran air ini. Sangat terasa tangan tangan kekar Egnor menyelimuti dirinya.


Sementara Egnor seperti sedang mengecupi perut buncit Claudia. Sama seperti Claudia yang ingin sekali merasakan pelukan Egnor, begitu juga dengan Egnor, Egnor ingin sekali memeluk istrinya di bawah pancuran air ini. Air matanya pun turun namun tak sadar karna pancuran air dibuat sangat deras.


Egnor lebih dulu selesai dan dia sudah cukup segar. Dia keluar dari kamar mandi itu, ketika itu dia hendak menjauh dari kamar mandi dan pintu kamar yang ditempati Claudia, dia mendengar suara batuk dari dalam. Dia mengenal suara ini. Dia jadi sangat yakin ini adalah Claudia.


Egnor melihat lihat sekitarnya dulu takut kalau kalau Emily melintas. Setelah ia merasa aman, dia mendekati pintu kamar itu. Dia meraba sesaat. Dia meraba raba dan menempelkan dahinya di pintu itu. Perasaannya membuncah. Sepertinya dia tidak bisa menahan lagi. Dia harus bertemu dengan istrinya dan menjelaskan semuanya.


"Clau, aku sudah menemukanmu, aku yakin kau disini!" Gumamnya pelan dan dia hendak menekan tuas pintu kamar itu.


"Tuan Egnor, apa yang kau lakukan?!" Tanya Emily yang tiba tiba sudah ada di belakang Egnor.


Dari dalam Claudia mendengar. Jantungnya berdebar tak karuan.


"Tuan Egnor? Kak Egnor? Dia di sini?!" Gumam Claudia dan dia benar benar bingung apa yang harus ia lakukan. Akhirnya dia terdiam. Dia segera menuju ke pintu pelan pelan dan mengunci pintu kamarnya.


'maafkan aku kak, maafkan aku, kau pasti tidak akan mengijinkan aku berlama lama di kedai bibiku. Aku ingin di sini dulu. Kau pulang saja kak, aku tidak apa apa. Maafkan aku. Oh my twins maafkan aku . Sebentar saja nak. Sebentar saja kak aku pasti pulang.' Claudia meneteskan air matanya dalam diam. Dia juga merasa bersalah pada suaminya. Dia hanya ingin ketenangan sebentar.


Selang berapa lama, Claudia sudah tidak mendengar suara Emily ribut ribut. Dia mendekat ke pintu setelah sudah mengenakan pakaiannya. Dia membuka sedikit pintu dan mengintip. Di sana hanya ada Emily sedang membaca koran di meja makan yang berhadapan langsung dari kamar. Dia keluar perlahan menghampiri Emily.


"Nyonya, apa tadi suamiku kesini?" Tanya Claudia lirih.


"Ya, dia melihatmu masuk kesini tapi sudah kutangani. Mereka bertiga sudah pergi." Jawab Emily menyiapkan piring untuk dirinya dan Claudia makan.


"Bertiga?" Claudia menaikan satu alisnya.


"Iya satu asistennya dan satu si motivator Ricardo siapa ya? Aku lupa, Ronald pasti tahu." Gumam Emily.

__ADS_1


"Gabriane nyonya."


"Nah! Ya, mereka sudah pergi. Kau tenang saja." Jelas Emily menegaskan.


Claudia menarik napas lega walau dalam hati kecilnya ingin sekali melihat wajah suaminya.


"Jadi Clau, makan lah dulu setelah itu aku bisa mengantarmu ke kedai." Ajak Emily sudah menyediakan makanan.


"Iya Nyonya. Terimakasih." Kata Claudia. Dan dia segera menuruti perkataan Emily. Dia makan dalam diam. Sesekali tersedak namun ketika dia mengelus perutnya, dia kembali makan dan Emily terus memandangnya.


"Clau?" Panggil Emily pelan .


Claudia hanya menoleh dalam sendunya. Di pikirannya berkeliaran wajah dan tubuh suaminya. Entah apa yang sedang ia rasakan. Hormonnya bergejolak karna mengingat permainan cinta mereka di bawah kucuran air.


"Apa tidak kau menemui suamimu? Dia sangat frustasi Clau. Dia sangat lelah dan dia sepertinya baru membersihkan dirinya. Em, aku yakin dia begitu mencintaimu. Em, aku mungkin tidak tahu masalahnya, tapi percayalah ini hanya kesalah pahaman yang bisa diluruskan. Kau mengerti maksudku kan?" Emily mencoba meluruskan dan menasihati masalah mereka.


"Aku hanya butuh waktu Nyonya dan aku ingin menghormati mendiang bibi ku sampai hari ketujuh. Mengertilah." Hanya itu yang bisa Claudia jelaskan. Terlalu sakit jika harus menjabarkan semuanya dari awal.


"Baiklah, aku mengikuti apa yang terbaik bagimu." Emily mengalah. Dia hanya ingin membalas Budi dari setiap kebaikan Siren dan Claudia sendiri ketika mereka pernah mengalami kesulitan.


"Kau bisa lebih dulu Clau, aku akan menyusul." Kata Emily.


"Ah iya Nyonya, aku akan menunggu di samping pintu kedai." Claudia menyetujui.


Claudia pun melangkahkan kakinya menuju ke kedainya. Dia melihat ke kanan dan ke kiri, sudah tidak ada mobil sedan hitam seperti tadi lagi. Dia sedikit bernapas lega dan menuju ke pintu samping kedai. Claudia mengulurkan kunci pintu kedai tersebut dan terlihat sekitar kedainya sudah rapi. Namun ketika dia memutar kunci pada lubang pintu itu, sebuah tangan memegang lembut lengan Claudia. Claudia berbalik dan membuat dirinya sangat terkejut dan deru jantungnya berdetak tak karuan.


...


...


...


...


...

__ADS_1


Dannn .... Apakah apakah?


Aku juga jadi mo maen


.


.


Maen Aer 😂😂


.


Next part 9


Masih maen kucing kucingan ga neh? Haha


Siapa yang memegang lembut lengan Claudia?


Apa itu Egnor, Richard, Emily atau orang yang bantuin Claudia bersih bersih? Wakakak


.


Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya ::


💕💕💕LOVE IN FRIENDSHIP 💕💕💕,


ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁


.


pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.

__ADS_1


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


__ADS_2