Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 129: The Real Mom - 2


__ADS_3


Untuk apa bersama tapi menyakitkan, bukankah cinta tak harus memiliki? Cukup dirasa dan melindungi lewat doa. Apa yang akan terjadi pada ikatan ibu dan anak itu? Claudia dan Willy, bagaikan jantung di dalam raga sedangkan Wilson dan Willy? Bagaikan Jantung dengan Hati.


(Mohon agar mengambil pesannya saja dan selalu mengingat inti dari cerita ini:)


...


Claudia terus berlari sambil menggendong bayi tersebut menuju ke lift tapi sepertinya akan lama. Claudia berbelok ke arah tangga darurat.


Dor!


Satu tembakan di hempaskan ke pintu tangga darurat oleh Leola. Untung saja Claudia sudah masuk ke dalam dan menuruni tangga.


Sedangkan Egnor dan Frank yang mendengar tembakan tersebut tentu saja langsung masuk ke dalam apartemen tanpa mempedulikan kemarahan Leola nanti. Egnor langsung berlari ke arah tangga darurat dan menaikinya. Dia merasa, mungkin istrinya nekat melarikan diri membawa anaknya dan menuruni tangga karna terburu buru.


"BERHENTI DI SANA!" Pekik Leola lagi. Claudia masih terus menuruni tangga dan herannya bayi itu tetap tertidur.


Dor!


Satu kali lagi Leola menembakan peluru ke arah Claudia tapi lagi lagi meleset. Dan ternyata pada lantai yang kedua Claudia terpeleset karena dia sudah lelah dan dia membawa bayi. Claudia pun terjatuh.


"Hahahaha! Kau mau kemana? Kau lelah kan? Makannya jangan sok kuat dan berani!" Decak Leola mulai menghampiri Claudia. Bersamaan dengan itu Egnor dan Frank juga sudah sampai pada lantai yang Claudia duduki.


"Hosh! Hosh! Kak gendong Willy!" Kata Claudia menyerahkan bayi itu. Leola mengambil celah untuk mengancam Claudia saja. Dia lalu menarik Claudia dan mengarahkan pistolnya ke leher Claudia.


"Serahkan bayiku! Aku rela membunuh orang asal bersama bayiku! Sini! Kalian melanggar perjanjian!" Pekik Leola.


"Kak, bawa Willy kak, biar aku di sini kak!" Perintah Claudia mencoba menguatkan suaranya.


"Kau akan mati jika kalian membawa Nehemia ku!" Teriak Leola di depan wajah Claudia.


"Biar saja! Asal tidak bersama wanita gila sepertimu!" Balas Claudia tidak takut.


"Kau yang wanita gila, kau yang mengarang ngarang itu anakmu padahal itu anakku!" Leola meringis sambil menekan pistol pada pelipis Claudia.


"HENTIKAN! JANGAN LAGI KAU MENGANCAM KAMI! CEPAT SELESAIKAN MASALAH INI KE PENGADILAN!" Teriak Egnor menatap tajam Leola. Egnor dalam keadaan tidak baik juga kembali dihadapkan sesuatu yang sulit ia pilih.


"Kembalikan anakku! Biar aku yang menggendongnya!" Pinta Leola juga tak kalah menajam.


"Aku saja yang menggendongnya!"


Tiba tiba sebuah suara muncul. Seorang pria berseragam polisi. Kepala Polisi Devon yang sudah ditugaskan Benedict untuk menjemput Egnor dan Claudia juga Leola.


"Aku Kepala Polisi Devon. Biar aku saja yang menggendong bayi tersebut sampai ke pengadilan. Aku bukan siapa siapa Nyonya dan juga Tuan Egnor," kata Devon lagi.


Leola cepat cepat menyimpan pistol kecilnya di saku celana dan sudah menegakan tubuhnya. Egnor membantu istrinya bangun dan merangkulnya.


"Clau, maafkan aku, seharusnya aku mengurus semua surat surat anak kita," ucap Egnor melemah.


Claudia menggeleng dan memeluk suaminya dengan napas yang masih tersenggal. Kini dia sudah agak tenang karena polisi sudah bertindak. Mereka semua menuju ke pengadilan.



Hakim Benedict Russell


cast : Jeon No-min


---------------------------------


Sesampainya di pengadilan, sudah ada Hakim Benedict dan tim medis.


"Benedict, kau lihat siapa yang Devon bawa! Willy atau Nehemia?" Decak Egnor memerintahkan Benedict. Benedict sangat mengenal Willy. Dia sering melihat bayi itu.


"Tenang Egnor, kita harus menerapkan sistem hukum karena kau tidak memiliki surat surat resmi Willy kan?" kata Benedict mencoba netral tapi tetap mengerti keadaan Egnor dan Claudia.


Egnor terdiam dan terus merangkul Claudia yang tampak pucat.


"Siapa nama anda Nyonya?" Tanya Benedict pada Leola.


"Leola Grill. Suamiku Abed Grill sebentar lagi akan datang kemari," jawab Leola dengan wajah angkuh.


"Ah Nyonya Grill. Apakah benar ini anak anda?" tanya Benedict lagi.


"Tentu saja! Suamiku akan membawa semua data kelahirannya!" kata Leola lagi.

__ADS_1


"Baik kita akan menunggunya!"


Sekitar satu jam kemudian seorang pria bernama Abed Grill datang membawa sejumlah map berisi data sang bayi. Nehemia Grill lahir dua bulan yang lalu dan terdapat foto di sana percis Willy.


"Semua itu rekayasa! Aku sangat yakin!" Decak Egnor lagi.


"Tenang Tuan Egnor! Kita bisa buktikan ke langkah berikutnya," tutur Benedict.


"Lakukan saja test DNA pasti anak itu adalah anak kami!" Pekik Leola lagi menantang.


Akhirnya Benedict melakukan test DNA dengan menggunakan sehelai rambut. Rambut diambil dari milik Claudia, Egnor, bayi tersebut, Leola dan Abed agar hasilnya memuaskan. Hasil diketahui setelah dua hari. Selama dua hari, bayi tersebut harus tinggal di rumah sakit pusat kota agar adil. Claudia sempat merajuk pada Egnor tapi Egnor tidak bisa berbuat apa apa. Memaksa pun tak ada gunanya. Hukum juga memberikan kompensasi bagi Claudia dan Leola jika ingin mengunjungi bayi tersebut.


Selama dua hari tentu saja Claudia dan Leola berlomba lomba lebih dulu menggendong dan memberi bayi itu asupan. Namun, lagi lagi bayi tersebut akan tenang jika mendapat ASI dari Claudia. Claudia juga tidak bisa terus menetap di rumah sakit karena Wilson juga membutuhkannya. Dan selama dua hari tersebut, Wilson pun tampak tidak tenang. Egnor juga jadi sangat enggan bekerja. Dia memikirkan istri dan anaknya. Masalah Richie terbengkelai lagi. Tuntutan sudah di ajukan tapi belum ada pemanggilan. Egnor fokus pada anaknya. Selama dua hari itu juga dia yang mengantar Claudia melihat anak yang sangat mereka anggap anak mereka. Leola dan Abed juga selalu mendatangi bayi tersebut.



Sampailah waktu yang ditentukan. Mereka semua berkumpul. Bahkan Grace, Johanes, Anne, Bertho, Gabriel, Lina, Moses, Richard dan Lisa yang selalu menggendong Wilson datang. Mereka juga mencemaskan Willy. Frank tidak hadir karena ditugaskan Egnor menyelidiki Leola dan Abed bersama Detektif Kyle selagi Leola dan Abed ada di pengadilan.


Hasil pemeriksaan telah keluar dibawa oleh seorang petugas medis. Dia memberikan pada Bendict dan Benedict membacakannya .


"Hasil DNA menyatakan bahwa bayi yang berusia kira kita 60 hari atau dua bulan ini adalah anak dari pasangan Abed dan Leola Grill," kata Benedict dengan sangat tegas.


Sekujur tubuh Claudia tentu meremang panas. Hatinya meluap penuh dengan amarah.


"MANA MUNGKIN! HAKIM BENEDICT! MANA MUNGKIN ITU ANAK MEREKA! ITU ANAK KU!!" pekik Claudia hendak menghampiri Benedict.


"Benedict sebaiknya kau baca yang benar!" kata Egnor memastikan.


"Aku sudah membacanya dengan benar Tuan Egnor. Kalau anda tidak percaya, suruh orang kepercayaanmu yang membacanya," saut Benedict menawarkan Egnor.


Egnor lalu menoleh ke Frank dan ke ayahnya. Frank dan Johanes lantas maju ke depan dan membaca hasil yang ada pada Benedict. Hasilnya benar seperti yang dikatakan Benedict. Benedict juga sebenarnya bingung mengapa hasilnya bukan menunjukan anak Egnor.


"Heng, kalian sedari awal sudah kalah, seharusnya kau malu Tuan! Kau percaya diri sekali pakai segala menyebutkan nama lengkapmu! Kau tidak ada apa apanya, darah ibu dan anak sama sama kental!" decak Leola menyombongkan dirinya.


Egnor sangat curiga dan melihat gelagat Abed yang tampak biasa saja. Dia seperti hanya menuruti perintah istrinya tanpa berkata apapun.


"Hakim Benedict, lakukanlah test sekali lagi, dia anakku, kau tahu sendiri kan? Dia saja hanya mau bersamaku ketimbang wanita itu !!" tutur Claudia memohon dengan sangat dan mendalam.


"Hasil sudah berkata Nyonya," saut Benedict juga tidak bisa berbuat apa apa.


Egnor sudah kehabisan akal dan juga kesal. Dia melirik Bertho untuk melakukan tindak kekerasan. Dia tidak peduli akan masuk ke dalam penjara asalkan anaknya bisa bersama Claudia yang sejak tadi terus menangis.


Belum saja Bertho beraksi, ketika Leola sudah mengambil bayi tersebut, Claudia merasa sangat tidak terima. Dia menghampiri Leola dan merebut paksa bayi itu lagi.


"Ini anakku! Berikan padaku! Kau seenaknya mengakuinya! Aku tidak peduli dengan apapun, INI ANAKKU!" Claudia menarik bayi tersebut dan menatap Leola dengan sangat tajam. Leola sempat bergidik dan melemah. Claudia hampir saja mendapatkannya tapi Leola kembali menarik sampai akhirnya bayi yang menjadi perebutan itu menangis bersama dengan Wilson juga. Kedua bayi tersebut menangis di dalam ruang pengadilan tersebut.


Claudia dan Leola masih berebut sampai Benedict mengetuk palu pengadilannya.


"DIAMM SEMUAAA!!!" Teriak Benedict. Wilson dan bayi itu tetap menangis.


"Ambil anak itu!" Perintah Benedict pada asistenya. Sang asisten tentu mengambilnya dari tangan Claudia dan Leola.


"Begini saja! Aku bingung dengan kalian berdua yang tidak mau mengalah! Nyonya Leola maaf kalau sebelumnya saya memang pernah melihat bayi ini yaitu anak Tuan Egnor dan Nyonya Claudia tapi semua surat resmi mengarah pada anda. Namun, bisa dibenarkan juga anak ini adalah anak Nyonya Claudia karena dia yang bisa menenangkan anak tersebut tanpa memiliki surat resmi. Kalau kalian berdua ingin memiliki anak tersebut, kita bagi dua saja!"


Semua mata membelalak mendengar penuturan Benedict. Entah kekuatan dari mana Benedict mengatakan hal tersebut. Dia hanya mengingat sebuah cerita yang kondisinya sama seperti ini. Semoga apa yang ia katakan tidak salah. Hati nurani seorang ibu tidak bisa diragukan. Pikirnya.


"Bagi dua bagaimana Hakim Benedict? Ini seorang bayi bukan harta benda!" Kata Johanes cukup bingung.


Benedict meneguk salivanya.


"Ya dibagi dua, dipotong menjadi dua, adil kan?" kata Benedict lagi yang memprediksi bagaimana kemarahan Egnor padanya. Dia sudah yakin dengan apa yang ia katakan.


Benar yang dipikirkan Benedict, Egnor mengepalkan tangannya dan hendak menghampiri Benedict tapi Claudia menahannya.


"BENEDICT! KAU SUDAH GILA! INI ANAKKU!" Teriak Egnor dalam pelukan Claudia dan Claudia kembali meneteskan air mata.


Sementara tampak senyum jahat keluar dari bibir Leola.


"Tapi kalian tidak mau menerima hasilnya! Lebih baik kubagi dua. Belah anak ini menjadi setengah dan setengah. Setengah bagian untuk Nyonya Claudia, setengah bagian untuk Nyonya Leola. Adil kan?" kata Benedict lagi menghapus keringat yang sudah menghiasi pelipisnya.


Claudia sudah memegang dadanya. Dia menangis. Mengapa nasib anaknya seperti ini. Sementara Leola masih terdiam. Benedict memperhatikan keduanya dan mengusap dahinya.


"Nyonya Leola? Bagaimana pendapatmu?" Tanya Benedict pada Leola. Benedict sudah merasa Leola sudah terpancing. dia sudah mencium aroma kejahatan.


"Eemm aku? aku tentu saja tidak setuju Hakim Benedict, tapi jika semua yang dilakukan tidak membuat dua orang ini jera, yasudah aku rela saja, mungking ini keputusan yang terbaik," saut Leola tanpa ada kesedihan sedikitpun.

__ADS_1


Seketika Claudia melirik tajam Leola. Dia sudah sangat kesal dan menahan emosi. Claudia menghempaskan tangan Egnor yang merangkulnya lalu menghampiri Leola.


Pak!


Claudia menampar Leola.


"Kau jahat! Ibu macam apa kau seperti ini? Lidah memang tak bertulang dan kau keterlaluan! Kalau kau menginginkan anakku baiklah, silahkan! Tapi jaga dia baik baik, aku masih akan mengawasimu, tak segan segan aku bisa membunuhmu!" ancam Claudia menusuk dan sangat serius.


Claudia lalu menoleh ke arah Benedict.


"Hakim Benedict, berikan saja anakku pada nya, aku rela dengan tulus, tapi jangan kau membelahnya. Dia seorang bayi. Sembilan bulan aku menjaganya di dalam kandungan tapi kau malah seenaknya mau membelahnya. Dia bukan harta atau sebuah kue yang bisa dipotong dan dibagikan. Dia darah dagingku! Dia anakku dan akan terus seperti itu walau tidak bersamaku. Dan, Walaupun itu bukan anakku, aku juga tidak akan membiarkan seorang anak tak bersalah menjadi korban. Sudah, aku menyerah! Aku mengalah. Berikan saja anak itu padanya! Aku ikhlas," kata Claudia menarik napas. Mana mungkin dia dengan tega membiarkan seorang anak dibagi dua. Meskipun itu bukan anak kandungnya.


Claudia menunduk dan berbalik. Dia berjalan ke arah suaminya dan menggandeng tangannya itu. Dia lalu berjalan kearah Lisa yang sudah menangis sambil menggendong Wilson. Claudia meraih Wilson dan hendak pergi dari ruang pengadilan itu bersama Egnor. Egnor hanya bisa diam. Matanya sudah berkaca kaca dan semua sudah diwakilkan istrinya.


Egnor benar benar terkesima dengan ketulusan dan keikhlasan istrinya. Claudia begitu lapang dada meskipun hatinya sangat sakit. Dan meskipun dia tahu kalau anak itu adalah anak mereka. Untuk saat ini mungkin dia hanya bisa mengikuti istrinya dulu.


"Berhenti Nyonya Claudia, Tuan Egnor!" Perintah Benedict kemudian.


Egnor menahan Claudia untuk berhenti.


"Nyonya Leola, mohon maaf, anak itu anak Nyonya Claudia!"


Leola membelalakan matanya dan menatap Benedict.


"Tidak ada seorang ibu yang membiarkan anaknya tersakiti, oh bukan hanya itu, TIDAK ADA SEORANG IBU YANG DENGAN TEGA MELIHAT SEORANG ANAK TERANIYAYA DAN TERSAKITI! KAU BUKAN SEORANG IBU DAN BUKAN IBU DARI ANAK ITU! Kepala Polisi Devon, tangkap Nyonya Leola dan Tuan Abed. Periksa siapa mereka sebenarnya!"


Dan Leola meronta ketika petugas menangkapnya. Frank pun tiba hendak memberikan kesaksian yang sebenarnya dengan wajah penuh kesedihan dan kesesakan. Sampai sampai istrinya, Grace menghampiri dan memeluknya sesaat.


...


...


...


...


...


Tamatt ...


Wakakakak ngak Deng


Ini masuk dalam bagian penumpasan penjahat satu per satu aja 😁😁


.


Mon map ini masih agak panjang tapi akan dipercepat tenang aja ..


Sudah menjelang perlawanan Egnor kok 😁😁


.


Next part 129


apakah semua akan terungkap dan terhukum satu per satu?


bagaimana respon mereka semua?


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2