
Membahas sebuah kebencian tidak akan ada habisnya jika dalam satu pihak tidak ada yang mengalah atau menyatakan selesai. Apa yang membuat mereka akhirnya ingin menyerang Egnor sampai menguasai negara yang didudukinya?
Egnor menilik melalui kaca lubang intip siapa yang datang karena kalau kerabatnya pasti akan menghubungi atau menyerukan namanya. Egnor memicingkan matanya dan mengingat siapa pria berjas rapi seumuran dengannya dan didampingi seorang bodyguard. Akhirnya Egnor membukanya karena sudah ingat sebuah nama yang ia hubungi dua hari yang lalu setelah kejadian pembobolan itu.
Eleazar Dimitri (Ayah dari Ezekhiel Dimitri)
cast : Song Seung-heon
-------------------------------
"Tuan Eleazar Dimitri!" Sapa Egnor menyambut pria itu. Ya, dia Eleazar Dimitri pengusaha apartemen terkenal di Honolulu yang menghasilkan keuntungan terbesar di kawasan apartemen.
"Halo Tuan Egnor, kau tidak melupakanku kan?" Gumam Eleazar mengulurkan tangan hendak berjabat tangan.
"Tentu Eleazar! Selamat datang! Silahkan kita bicara di ruang sebelah," saut Egnor dan mereka berdua berjabat tangan.
"Ah iya iya, aku dengar kau membeli satu kamar lagi untuk sebuah home theatre sesuai permintaan istrimu," balas Eleazar mengingat menandatangani laporan pembelian satu unit kamar lagi dari Egnor.
"Benar sekali! Dia suka menonton dan aku tidak menyukai bioskop," saut Egnor menaikan alisnya.
"Haha, terlihat jelas," balas Eleazar.
"Em tapi bisakah bodyguardmu menjaga di depan apartemenku ini?!"
"Tentu saja," saut Eleazar tersenyum.
Eleazar dan Egnor pun memasuki kamar sebelah. Di sana memang terdapat seperangkat home theatre juga sofa lengkap yang nyaman. Terkadang Egnor bekerja di sini bersama Frank dan Grace sejak kelahiran anak anaknya.
"Jadi, jawaban apa yang bisa kudapat dari pertanyaanku, Eleazar?
"Oke jadi ketika kau membuat sebuah ruang kecil bawah tanah untuk menyimpan berangkasmu, di sana terdapat kamera kecil untuk mengawasi berangkasmu. Waktu itu kau mempercayai tugas ini padaku agar semuanya terkendali karena yang kau simpan sesuatu yang berharga. Jadi, jika kau tidak keberatan, aku akan menyuruh seseorang untuk mengambil kamera di balik dinding ruangan tersebut sebagai bahan bukti," kata Eleazar mengenai pertanyaan Egnor. Apakah waktu itu sahabatnya membuat sebuah penjagaan yang baik untuk surat negara uang ia miliki?
"Ya ya aku setuju. Kapan kau akan melakukannya?"
"Secepatnya seturut perintahmu," saut Eleazar.
"Baiklah malam ini saja. Aku akan membawa istri dan anakku ke rumah orang tuaku terlebih dahulu. Lebih cepat lebih baik bukan?"
"Ya baiklah, nanti malam aku yang akan membawa orang tersebut untuk membongkar kameranya. Em, jadi apakah pemerintah sudah menindak lanjuti tuntutan mu?" Tanya Eleazar kemudian.
"Aku akan mengurusnya besok bersama kasus penculikan anakku kemarin," saut Egnor menaikan alisnya.
"Aku akan terus membantumu, Eg! Kau jangan sungkan untuk menghubungiku! Semoga apa yang kita takutkan, si Bruce kecil itu tidak malah menjadi besar," tutur Eleazar menepuk pelan punggung Egnor.
"Sudah, El," saut Egnor menatap Eleazar dengan tatapan serius.
Eleazar melebarkan matanya.
"Dia sudah mulai merambah dan mungkin akan menyerangku?" Gumam Egnor melirik Eleazar.
"Padahal kau tidak pernah melakukan apapun padanya. Kau hanya mengatakan hal yang sebenarnya dan tidak bermaksud membuat dia terpojok lalu dihukum kan?" Kata Eleazar yang kabar waktu menyebar cepat di setiap sudut sekolah.
"Hanya orang yang mempunyai pikiran jernih sepertimu yang mengerti maksud dan tujuanku, El," balas Egnor tersenyum tipis.
Waktu itu Bruce dan Egnor merupakan satu angkatan ketika mereka mengemban pendidikan doktor atau S3. Karena tuntutan keluarga dan pasangan yang hendak dijodohkan oleh Bruce, ayah Bruce mengharuskan dirinya menjadi paling pintar dan harus bisa mewakili Honolulu untuk kompetisi debat calon kepala pemerintah internasional di Japanis. Ayah Bruce, Brian Dalton menginginkan Bruce karena mereka dari Japanis dan harus membanggakan.
Segala cara digunakan Bruce sampai menyuap para dosen untuk membantunya membuat semua grade nya menjadi bagus serta menyogok para juri yang melakukan audisi debat tersebut. Sayangnya hal itu diketahui Egnor. Egnor juga mengikuti audisi untuk perwakilan debat tersebut tapi tidak berharap mewakili Honolulu. Singkat cerita Egnor membongkar siapa saja dosen yang menerima suap dan Bruce didiskualifikasi sehingga Egnor yang mewakili Universitas juga Honolulu. Hal ini sontak diketahui seluruh tingkat di Universitas tersebut. Tentu saja juga diketahui Brian Dalton, ayah Bruce. Brian merasa malu dan keluarga pasangan juga menolak Bruce. Bruce diasingkan kembali ke kampung halaman mereka di Japanis. Karena kegagalan yang memalukan nama besar Dalton, Brian menghukum Bruce dengan mengikuti latihan militer layaknya budak. Bruce menjadi kuat tetapi penuh kebencian dalam dirinya sampai akhirnya terdengar kabar bahwa Brian mati di tangan Bruce sendiri. Bruce lah yang kini menguasai segala yang dibuat ayahnya termasuk sindikat kejahatan Dalton Black Eye.
...
Keesokannya, Devon melapor kalau dia hanya bisa meringkus Elizabeth karena kebetulan Ron sedang pergi. Elizabeth sudah diamankan dan langsung menduduki ruang pengadilan. Devon langsung mendatangi apartemen Egnor karena Egnor masih memastikan keamanan Claudia dan anak anaknya. Dia membuat arahan arahan untuk Bertho agar tidak melakukan kelalaian lagi.
Egnor dan Frank pun segera ke pengadilan tetapi Grace mau ikut. Dia ikut kesal dan kecewa dengan apa yang dilakukan mertuanya. Padahal dia sudah pernah memberikan kerenggangan Elizabeth untuk memperbaiki dirinya. Namun, nyatanya malah menjadi jadi seperti ini. Tadinya Frank melarang tapi Grace memaksa sementara Claudia yang juga ingin ikut harus menahan dirinya karena tetap mau bersama anak anaknya. Karena sedikit cemas, jadi Egnor menugaskna Gabriel yang menjaga Claudia, Lina, dan satu suster di sana.
__ADS_1
Sesampai di sana Egnor sudah melihat wanita yang dengan berani menculik anaknya. Dia yakin Elizabeth bisa menjadi pancingan Ron untuk datang, oleh sebab itu dia masih membiarkan Elizabeth untuk disidang dan ditetapkan hukuman yang semestinya. Frank dan Grace menatap wanita paruh baya itu menunduk pilu.
Di dalam hati Frank sejak ibunya melarikan diri dari Indian, dia begitu cemas, apalagi masih harus bersama Ron. Lagi lagi wajah Elizabeth sama seperti beberapa tahun silam mengikuti sidang penyerangan Grace. Egnor menepuk pelan punggung Frank agar kuat dan juga bisa menemuinya. Sementara Grace memandangnya dengan tatapan sengit.
"Grace, sabar!" Kata Egnor memperingati mengingat Grace dalam kandungan besar. Grace mengangguk tapi mengepalkan tangannya. Tak habis pikir ibu mertuanya sungguh melakukan hal keji itu.
Frank meneguk salivanya dan menghampiri Elizabeth. Grace juga menemaninya. Mereka berdua berjalan berdampingan untuk melihat wanita yang seharusnya mereka panggil dengan sebutan 'mom'. Elizabeth menunduk pasrah dengan hukuman yang ada. Pada akhirnya akan seperti ini. Dia hanya bisa berharap Ron datang dan menyelamatkannya.
"Nyonya Elizabeth, selamat siang!" Sapa Frank terdengar asing di telinga Elizabeth tapi juga sedikit merindukan. Elizabeth mendongakan kepalanya hendak melihat siapa yang menyapanya. Hatinya sedikit bergetir karena lagi lagi anaknya melihat keterpurukannya.
"Maaf," tutur Elizabeth.
"Entahlah, aku tidak tahu kau seharusnya meminta maaf pada siapa?" Gumam Frank.
"Pergilah Frank, jangan kotori matamu dengan melihat ibu tidak berguna sepertiku!" Pinta Elizabeth menatap lirih anaknya.
"Kau bukan seorang ibu, Nyonya, bahkan sepertinya aku tidak memiliki seorang ibu," saut Frank dengan wajah berduka.
"Sudahlah Frank, aku tahu apa yang akan kau katakan. Lebih baik kau terus menjadi budak Egnor dan Claudia itu," tutur Elizabeth mendongakan kepalanya. Dia menatap Frank dan Grace dengan cukup menantang karena sebentar lagi dia juga akan menemui ajalnya.
Grace mendengar seakan akan juga menyindir dirinya. Setelah apa yang ia erbuat sepertinya tidak ada gunanya selain lagi lagi mendapat cercaan juga prilaku tak menyenangkan.
Pak!
Grace menampar Elizabeth. Elizabeth malah berdecih dan tersenyum lebar.
"Makanan apa yang sudah Egnor dan Claudia umpankan pada kalian?!" Decak Elizabeth.
"Diam kau! Otakmu sudah dicuci, kau sudah gelap mata sampai hendak menyakiti seorang bayi! Lihat di sini, mom! Di sini cucumu!" Saut Grace dengan air mata yang sudah terjatuh deras.
"Heng, cucu! Ya ya kalian akan bahagia, cepatlah, puaskan diri kalian semua untuk menjatuhkanku!" Elizabeth terkekeh.
"Sampai kapan kau menyadari prilakumu mom!"
"Jangan panggil aku mom, aku bukan siapa siapa kalian!"
"Biar bagaimanapun kau ibu dari suamiku, ibu mertuaku dan nenek dari cucuku, tapi mengapa kau tetap tidak bisa menerimaku?" Tutur Grace yang tidak mengerti jalan pikiran wanita yang seharusnya mengurus anaknya dengan baik bukan malah menjadi penjahat.
"Aku sudah tidak berguna lagi, jangan lagi menghiburku atau menguatkanku, pergilah, aku tidak mau melihat wajah Kalina berdua, PERGIIII!!!" Seketika Elizabeth menjadi membangkang karena tekanan yang sudah kian membumbung tinggi.
Frank pun menjauhi Grace dari sana tapi Grace terus menangis meratapi ibu mertuanya.
Akhirnya sidang dilaksanakan dengan semua tuduhan mengarah pada Elizabeth. Egnor pun memberi kode pada Benedict untuk menyiarkan hukuman untuk Elizabeth.
"Dengan ini, pengadilan memutuskan Elizabeth Keanu BERSALAH. Adapun tindak melanggar yang tersangka lakukan antara lain: Tidak melakukan hukuman sebelumnya sampai tuntas, melarikan diri dari pengawasan petugas pekerja sosial, memasuki tempat tinggal orang lain dengan menggunakan ijin palsu, melakukan penyamaran profesi petugas sosial, penculikan dan penjualan anak secara ilegal. Dari serangkaian kejahatan pelanggaran norma yang berlaku, oleh sebab itu, pengadilan menetapkan hukuman mati bagi Nyonya Elizabeth Keanu dengan cara suntik mati. Tersangka akan dieksekusi dua hari ke depan."
Tok! Tok! Tok!
Benedict mengetuk palu dan bersamaan dengan itu Grace merasa ada yang berbeda dengan rasa sakit perutnya. Mungkin ini merupakan respon seorang cucu yang mendengar neneknya akan pergi dengan cara yang mengenaskan. Frank pun segera membawa Grace ke rumah sakit sementara Egnor menghampiri Elizabeth.
"Di mana suamimu?" Tanya Egnor melotot.
Elizabeth menggeleng dan menangis.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Egnor lagi.
Elizabeth menggeleng dan terus menggeleng.
Egnor pun memerintahkan Elizabeth ditawan terlebih dahulu untuk memancing Ron. Egnor juga menyuruh pihak pengadilan untuk menyiarkan penawanan Elizabeth beserta hukumannya.
...
Malam harinya,
"Richie Gabriane, Tuan Bruce, kalian harus menyelamatkan istriku. Dia mendapat hukuman mati!" Pinta Ron menemui Richie dan Bruce di sebuah apartemen milik Bruce.
__ADS_1
Richie Gabriane
cast : Jang Dong-gun
------------------------------
"Aku tidak membutuhkan kalian lagi, aku hanya menyuruh kalian mengambil surat bukan seorang bayi!" Decak Richie tidak peduli dengan kerja keras Ron.
"Aku sudah memberikan suratnya, jadi tolong bantu aku membebaskan istriku!" Pinta Ron mengingat rumahnya hancur dan istrinya tak ada.
"Kalian yang membuat masalah, kalian yang harus menyelesaikannya! Seret dia keluar!" Perintah Richie menyalakan cerutunya.
"Kalian berdua benar benar jahat dan gila! Lihat apa yang akan Egnor lakukan pada kalian! Keparatt!!!" Umpat Ron berbalik pergi.
Bruce Dalton
cast : Daniel Henney
-----------------------------
"Bagaimana Bruce?" Tanya Richie menyemburkan asap cerutunya.
"Heng, menyusahkan! Dia sudah tidak berguna, untuk apa dipertahankan?!" Bruce berdecih.
Dia lalu menatap bodyguard kepercayaannya.
"Kingsler, kejar dia dan ambil organ dalamnya lalu jual ke pasar ilegal Japanis!" Perintah Bruce penuh kekejian.
"Siap tuan!"
Untungnya Ron dapat melarikan dari dengan bekal yang ia miliki. Dia segera menuju ke kediaman Frank.
...
...
...
...
...
Makanya otak pinter buat yg bener ronnn!!
Mo dihabisin juga kan lo? 😂😂
.
Next part 132
Siap siap menegang
Apakah Egnor bisa lagi memenangkan kasus Richie?!
edisi kali ini visual cowo
tau ah sesuai apa kaga, ini yg ada dibayanganku dan INGET! HANYA VISUAL JAN GALAU . YANG PALING ATAS cast Dennis Oh Ter lope lope .. kabooorr 😎😂
.
Jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
__ADS_1
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤