
Cinta bertepuk sebelah tangan bukan hanya karena tidak bisa memiliki hati yang diharapkan tapi juga ketika ingin mencintai banyak penyebab yang menyulitkan hubungan itu. Sesungguhnya, Lisa dan Richard saling merasakan hal yang sama satu sama lain. Ada rasa cinta yang terbentuk ketika sering bercakap dan bertukar pikiran. Namun, ketika ada sebuah sebab yang rasanya sulit untuk bersatu, perlahan salah satu dari mereka menyerah dan yang satunya seperti mencari cinta yang lain. Kenyamanan yang diberikan cinta yang lain nyatanya dapat membuat Richard terjatuh dalam zona yang berbeda dari sebelumnya. Lalu bagaimana Richard menanggapi penyebab dirinya sulit bersatu dengan Lisa? Apakah Lisa menerima apa yang menjadi pengakuan Richard? Dan, bagaimana hubungan Richard dengan Mytha? Sanggupkah Richard mengatakan pada Mytha bagaimana perasaannya yang sebenarnya?
...
Akhirnya Lisa menyetujui bujukan adiknya untuk menemui Richard. Jujur, hatinya menangis mendengar hubungan yang sudah terjalin di antara Richard dan asistenya, Mytha. Dia tidak menyangka ternyata Richard juga merasakan apa yang dirasakan Mytha. Lisa tahu bagaimana rasa cinta Mytha terhadap Richard. Mungkin lebih besar dari rasa cintanya. Padahal Lisa sudah menetapkan tambatan hatinya untuk Richard. Dia percaya kalau Richard adalah pria yang baik. Berbeda dengan kedua orang tuanya. Sedikit banyak, Claudia juga sudah menceritakan sifat Richard yang sebenarnya. Kekaguman muncul pada hati Lisa ketika mendengar setiap kalimat yang keluar dari sang motivator itu. Perlahan kekaguman itu berubah menjadi rasa yang ingin mencintai. Namun, pada akhirnya cinta itu sulit ia miliki karena penyebab yang membuatnya tak habis pikir.
Lisa keluar dari kamarnya. Sesaat dia memperhatikan Richard yang tampak frustasi. Seperti merasakan penyesalan yang mendalam. Lisa sedikit kasihan tapi dia harus tegas pada hatinya. Pertanyaannya, sanggupkah Lisa?
"Apa yang ingin kau bicarakan? Aku masih harus beristirahat," kata Lisa sudah duduk di samping Richard. Richard mendongakan kepalanya dan mengarah pada Lisa. Dia memandang wajah Lisa yang sedikit pucat, tetapi bibir merah itu tetap terpancar dengan segar dan sangat memikat hatinya. Richard dan Lisa saling berpandangan. Entah dorongan dari mana membuat Richard ingin mengecup bibir merah itu. Lisa juga terdiam dalam pandangan kekalutan seorang Richard. Tatapannya memancarkan kesedihan dan penyesalan.
Richard memajukan wajahnya dan tanpa sadar, tangannya menyentuh dagu Lisa lalu diarahkan pada kecupan bibirnya dengan cukup cepat. Richard mencium bibir Lisa. Mata Lisa membelalak dan hendak menarik dirinya jauh dari bibir yang nyatanya sangat membuat dia jauh lebih nyaman. Richard menahan punggung Lisa dan menarik bibirnya lalu malah memeluk Lisa.
"Jangan lepas! Aku mohon!" Pinta Richard. Lisa hanya terdiam dan tidak memeluk kembali. Dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kondisi seperti ini. Dia tidak dapat membohongi hatinya bahwa sesungguhnya dirinya terlalu mencintai pria ini. Entah dari segi apa, Lisa jadi sedikit menggilai Richard. Bahkan rasa ini melebihi ketika dirinya mengagumi Egnor. Mungkin karena beberapa kali Richard juga sangat memperhatikannya dan memberikan kata kata romantis sementara Egnor tidak sama sekali.
Dari jauh sana Lina melihat semuanya. Hatinya ikut meringis karena tak tega dengan kisah cinta kakaknya yang tidak pernah berjalan dengan baik. Lisa juga pernah berhubungan dengan seorang pria ketika high school tapi nyatanya hanya memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan kesuciannya. Untung saja Lisa tidak terbujuk. Ketika mengetahui si pria hanya ingin sesuatu dari dirinya, dia memutuskannya dan selalu dingin terhadap pria. Lina lalu rasanya harus mengamankan ibunya agar tidak melihat kejadian penuh drama ini. Lina menjauh dari sana dan mencari ibunya di lantai atas.
"Richard, kau sudah tidak bisa memelukku, bagaimana kalau Mytha mengetahuinya?" Kata Lisa mengingatkan Mytha pada Richard.
Ya, ini merupakan sebuah tindakan yang Richard sendiri tidak tahu, benar atau salah. Sesaat dia melihat Mytha begitu sangat membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang melebihi seorang kakak. Gabriel sudah sangat memperhatikannya tetapi ketika Gabriel tidak ada, Richard merasa dapat mengisi kesedihan itu dan Mytha begitu bahagia. Richard senang melihat Mytha bahagia. Selain itu, Mytha selalu memperhatikannya melebihi Lisa. Mytha pun selalu berusaha membuat dirinya tersenyum ketika Richard sedih memikirkan Lisa. Mereka saling melengkapi dan sebenarnya Mytha yang menyatakan cintanya terlebih dulu. Richard benar benar tidak tega sementara Lisa terus menjauhinya dan Richard masih tidak tahu apakah Lisa mencintainya atau tidak.
Richard menarik dirinya dari pelukan Lisa. Dia lalu meraih kedua tangan Lisa dan menautkannya. Richard menunduk dan mengecup kedua tangan Lisa itu. Hati Lisa bergetar. Lisa tidak tahu apakah dia harus melepas kecupan itu atau malah senang. Hatinya bertengkar dengan keinginannya.
"Aku hanya ingin minta maaf padamu," ucap Richard kini menatap Lisa. Lisa masih terdiam.
"Lisa, maafkan aku karena tidak mengetahui kasus ayahmu dengan teliti. Aku mengakui, aku terlalu mengurusi Mytha dan kesedihannya. Aku minta maaf," ucap Richard lagi.
"Aku tidak perlu bantuanmu, aku sudah mengetahuinya," balas Lisa menunduk.
"Lisa, apakah jika aku melakukan hal ini, kau akan menerimaku?" Tanya Richard meraih dagu Lisa dan mendongakannya.
"Melakukan apa?" tanya Lisa mendongakan kepalanya.
"Aku mencintaimu!" kata Richard dengan sungguh sungguh.
Deg!
Hati Lisa benar benar berdesir. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Richard. Dia merasa Richard sudah sangat frustasi. Lisa lalu menggeleng dan kembali menunduk.
"Aku hanya kasihan pada Mytha, percayalah padaku," tambah Richard.
Lisa terus menggeleng dan terdiam.
"Lisa ..." Panggil Richard lagi dan Lisa dengan melepaskan tangannya pada genggaman tangan Richard.
"Lisa ..." Richard kembali meraih tangan Lisa dengan begitu kencang sampai Lisa tidak bisa lagi menariknya.
"Apa yang kau inginkan? Kau sudah melukai hatiku dan kini kau melukai hati Mytha. Mytha belum mengetahuinya, hal itu lebih menyakitkan, Richard," kata Lisa akhirnya mendongakan kepalanya dan menatap Richard dengan matanya yang berkaca kaca.
Satu tangan Richard kini memegang wajah Lisa. Dia memandangnya dengan seksama.
"Lisa, aku berkata yang sesungguhnya, jika kau menjadi kekasihku dan bertanya apakah aku siap meninggalkan kedua orang tuaku demi bisa bersamamu, aku akan melakukannya," kata Richard benar benar dengan wajah serius.
"Cukup Richard, jangan berkata kata hal yang seharusnya kau ucapkan untuk Mytha!" sela Lisa menahan kesesakan hatinya.
"Aku berkata kepadamu, Lisa. Aku tahu, kau mencintaiku kan? Katakan Lisa, aku ingin mendengarnya," pinta Richard makin menggenggam erat tangan Lisa.
Lisa menggeleng. Jarak mereka benar benar sangat dekat. Richard terhanyut dalam wajah bening dan cantik setiap lekuk wajah Lisa. Lebih cantik ketika ia pernah sesekali memperhatikan Mytha dengan seksama. Richard akui, Richard memang lebih menginginkan Lisa. Sekali lagi, karena Lisa tidak menjawab pertanyaannya, Richard mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Lisa dengan lebih lembut sampai mencoba menggigit kecil bibir Lisa. Lisa membuka mulutnya dan Richard semakin memainkan bibir yang cukup tebal itu. Begitu manis dan Richard juga Lisa begitu menikmatinya sampai Lisa memejamkan matanya. Tak berapa lama mereka menyudahinya. Richard menempelkan dahinya pada dahi Lisa.
"Katakan Lisa, kau mencintaiku kan?" tanya Richard lagi.
Lisa masih terdiam dan air mata telah menetes perlahan. Kepalanya kembali pening. Dia begitu lemas apalagi merasakan kecupan Richard yang ia rasa begitu tulus. Seakan akan Richard benar benar sedang menginginkan dirinya untuk bersemayam dalam hatinya. Seakan akan Richard masih sendiri dan membutuhkan pendamping sementara dia sudah berhubungan dengan wanita lain. Apakah Lisa memang ditakdirkan untuk selalu menjadi orang ketiga?
"Lisa, aku akan melakukan apapun untukmu, aku sudah tidak peduli lagi. Aku tidak mencintai Mytha, semua hanya rasa kasihanku padanya. Sekarang juga, aku bisa meminta pisah dengannya. Tolong, katakan sesuatu, sayang," tutur Richard dengan sesak di dadanya .
Mengapa dia bisa menyakiti wanita yang begitu indah di depannya? Dia menyadari, sebenarnya hati Lisa sangat rapuh tapi dia berusaha kuat untuk menutupi segala kesedihannya.
"Lisa, katakan sesuatu, kau mencintaiku kan? Lisa?" Tanya Richard lagi terus memastikan dan kembali mendongakan kepala itu.
Akhirnya Lisa mengangguk, dia mengangguk dan memegang lengan Richard. Richard malah kembali mencium nya. Dia merasa cintanya terbalaskan, selanjutnya dia harus bertanggung jawab dengan perasaan dan pengakuan ini. Lisa membalas setiap gerakan bibir Richard dalam tangisnya. Entahlah apa yang ia lakukan kali ini tepat atau bagaimana?
Dan ketika mereka menyudahinya, Lisa masuk dalam pelukan Richard. Richard pun mendekapnya begitu hangat. Sambil memejamkan matanya dia merasakan hawa tubuh Lisa yang cukup hangat. Dia tahu, wanita ini sedang kurang sehat. Lisa bersandar pada dada Richard dan pria itu terus mengusap punggungnya.
"Lisa, aku minta maaf atas keterlibatan ayahku mengenai kasus mu, aku akan membelamu, aku akan melaporkan apa yang ku ketahui tentang beliau pada Egnor. Kau tenang saja. Semuanya akan terungkap dengan sangat jelas," tutur Richard dengan sangat pelan.
Lisa hanya mengangguk dan merasakan sekujur tubuh Richard. Dia sampai merasa telah memiliki Richard.
"Tunggulah sebentar, kita akan bersama. Aku tidak ingin berjanji padamu. Aku akan melakukannya terlebih dulu lalu akan memberitahumu bagaimana pembuktian rasa cintaku," kata Richard lagi.
"Lakukan saja," tutur Lisa.
__ADS_1
"Tubuhmu sangat hangat, Lisa, kau ingin mengenakan jas ku?" tanya Richard menawarkan.
Lisa menggeleng tetapi Richard malah menarik dirinya lalu melepaskan jasnya. Dia mengenakannya pada Lisa.
"Pakai dan simpan ini, jika kau merindukanku, kau bisa memeluknya dan hubungi aku, maka aku akan datang padamu," kata Richard berpesan.
Lisa tersenyum tipis dan tersipu. Dia menundukan kepalanya. Richard juga tersenyum.
"Lisa, kau ingin beristirahat?" Tanya Richard mencari cari wajah Lisa. Lisa melirik Richard dengan memohon. Dia tidak mau membohongi dirinya kalau dia masih ingin bersama Richard meskipun di dalam lubuk hatinya dia meminta maaf pada Mytha.
"Temani aku," pinta Lisa.
Richard tersenyum dan mengangguk. Richard melupakan kalau di rumah itu masih ada Lina dan Nyonya Cornwell tapi Richard tahu, Lina pasti mengerti kondisi hatinya dan hati kakaknya. Richard lalu menggendong Lisa ala bridal. Lisa sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Richard.
"Richard, turunkan aku! Bagaimana kalau Lina atau mommy ku melihat?" kata Lisa sedikit meronta.
"Di mana kamarmu?" Richard malah bertanya kamar Lisa.
"Di samping tangga. Sudah turunkan aku!" pinta Lisa benar benar takut ada yang melihat.
"Diamlah atau aku akan menciummu lagi!" kata Richard mengarah pada kamar Lisa.
Lisa tersipu tapi dia makin tenggelam dalam rasa bersalah dengan Mytha. Dalam hati dia terus meminta maaf pada Mytha. Richard lalu menuju ke kamar Lisa dan memasukinya. Dia membaringkan Lisa di sana.
"Tidurlah, aku akan menunggumu di sini, tidak apa kan?" kata Richard benar benar ingin menemani Lisa.
"Kalau mommy ku melihat bagaimana?"
"Aku di sini duduk di sampingmu, bukannya menidurimu, Lisa," jawab Richard tersenyum.
"Richard, apa kau akan menemui Mytha?" tanya Lisa kemudian ya memang ada kekhawatiran dalam hati Lisa yang seperti kecemburuan.
"Aku mohon, jangan menyebut namanya untuk saat ini. Aku ingin menemanimu, urusan dia aku akan segera menyelesaikannya. Kau tunggu saja," ucap Richard mengelus dahi Lisa.
Lisa mengangguk. Rasanya sebentar dulu dia tidak mengalah. Lisa akan menerima apapun resikonya hanya untuk kebahagiaan satu hari ini. Belum pernah ia merasakan hal manis yang Richard berikan hari ini. Sudah lama sekali Lisa tidak merasa sebuah kecupan yang tulus dan begitu memabukan pikirnya. Dia memandang Richard begitu juga dengan Richard. Dan sampai akhirnya Lisa tertidur. Tangan itu masih mendekap Lisa. Matanya masih memandangi wanita berbibir merah dan berhidung mancung itu. Pandangannya lekat dan sangat dalam.
Richard terus di sana sampai panggilan ponselnya berbunyi. Richard tidak mempedulikannya. Dia tahu siapa yang menghubunginya. Lina sudah berada di daun pintu kamar kakaknya. Pintu kamar itu memang sengaja tidak Richard tutup agar ibunya Lisa melihta kalau Richard tidak berbuat macam macam.
"Sampai berapa lama kau menunggui dia tidur? Kau tidak pulang? Nanti kekasihmu merajuk dan kembali datang kemari!" decak Lina.
"Katakan aku tidak ada di sini jika dia bertanya padamu, Lina," pinta Richard masih mengelusi dahi Lisa.
"Terserahmu saja, kau yang harus menanggungnya!"
Malam sudah datang dan Lisa terbangun. Dia melihat Richard masih ada di sampingnya sedang menunduk memegang tangannya dan tertidur. Lisa sungguh tersentuh. Dia mengusap puncak kepala Richard.
"Sebenarnya, bagaimana bentuk hatimu, Tuan Richard? Meskipun kau sudah mengatakan mencintaiku, tetapi aku masih merasa kau bukan hanya kasihan pada Mytha. Hem, semoga kau menepati apa yang kau katakan padaku," kata Lisa dengan pelan dan tak lama Richard terbangun. Lisa lalu menarik tangan yang memegang kepalanya.
"Lisa, kau sudah bangun?"
"Ya, mengapa kau tidak pulang?"
"Kau bilang suruh menemanimu?"
"Ah iya, sudah sana pulang. Ini sudah malam," kata Lisa.
"Ajak Richard makan malam terlebih dahulu, Lisa," tiba tiba sang ibu berbicara.
"Nah, ibumu mengajak ku makan malam. Apakah kau masih lemah? Ingin kugendong lagi?" Richard menawarkan lagi.
"Tidak usah, aku bisa berjalan sendiri," ujar Lisa lalu menuruni tempat tidurnya keluar dari kamarnya. Richard tersenyum dan mengikuti Lisa.
Mereka ber-empat pun makan malam. Lisa tetap diam walaupun Richard bercakap cakap dengan Lina dan Ibunya. Sesekali Richard menyenggol lengan Lisa dan Lisa hanya tersenyum tipis. Bukan hanya itu, Richard juga menendang nendang kecil kaki Lisa agar tidak termenung terus menerus.
Selesai mereka makan malam, Richard ijin pulang. Lisa mengantarnya sampai ke depan rumah.
"Masuklah, di luar sangat dingin," kata Richard memegang lengan Lisa.
Lisa mengangguk. Richard tersenyum merasakan kecemasan masih melingkupi Lisa.
"Aku tidak akan menemui Mytha, kau kembalilah tidur dan kita bertemu di alam mimpi," bisik Richard dan mengecup pundak kepala Lisa dengan penuh penghayatan.
"Masuklah," kata Richard lagi dan Lisa menutup pintu rumahnya. Richard pun menuju ke mobilnya dan kembali ke rumahnya.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat mereka dari dalam mobil.
"Ternyata, kau ada di sini," gumamnya.
...
__ADS_1
Keesokan harinya di Kantor Eg. Lawyer, pasangan calon ayah dan ibu itu tampak hanya berdua. Grace ijin tidak masuk karena perutnya agak keram. Setelah memesankan kamar yang memiliki jacuzzi untuk Egnor dan Claudia, Frank menjemputnya dan saat itu, Grace menceritakan apa yang terjadi. Grace tertawa sangat puas melihat Egnor dangat bertekuk lutut di hadapan Claudia. Sampai di apartemen pun, Grace terus tertawa. Alhasil, otot otot perutnya mengeras karena dirinya pun sedang berbadan dua. Grace sulit bergerak dan dokter menyarankan untuk berbaring satu harian. Frank terpaksa menemaninya.
"Maka dari itu, jangan pernah meledekku! Dia sangat durhaka padaku, Clau!" Decak Egnor mendengar penuturan istrinya mengenai Grace.
Jadi, hari ini Claudia meminta dirinya ikut bersama suaminya ke kantor. Jelas suaminya mengijinkan karena sepertinya tidak ada yang ia urusi hari ini. Namun, sebagai pemilik dan pemimpin, Egnor tetap masuk.
"Entah mengapa dia senang sekali melihat aku memarahimu," kata Claudia lagi merapikan apa yang berantakan di meja kerja Egnor.
"Dia memang senang jika aku tersiksa! Katakan padaku, sewaktu aku tak ada dan sebelum kecelakaan, dia pasti bergosip kan?" selidik Egnor terus memandangi istrinya.
"Oh God! Mengapa kau sangat mengetahuinya? Kau punya ilmu telepati ya?" Claudia sedikit menggoda.
"Tabiat orang seperti Grace mudah dikenali!" kata Egnor.
"Ya ya, dia membicarakan Gabriel. Lena, resepsionis mu menyukai Gabe," balas Claudia tersenyum.
"Oh begitu? Cukup tenar juga dia, ada apa dengan dia hari ini? Dia belum datang dan mengabariku sampai jam segini, ini sudah akan jam makan siang, Clau," keluh Egnor sesaat.
"Lebih baik kau yang menghubunginya," kata Claudia menyarankan.
"Baiklah, akan kucoba," balas Egnor hendak meraih ponselnya di meja.
"Tapi sayang," kata Claudia mulai mendekati suaminya dengan membawa sebuah ikat rambut.
"Ada apa?"
"Bisa bantu aku mengikat rambutku?"
"Mengikat?"
"Iya, ini! Ikat rambutku!" Claudia memberikan ikat rambut hitamnya. Egnor langsung meraihnya. Claudia lalu duduk di pangkuan suaminya. Seketika Egnor bergidik karena bokong Claudia mengenai pusakanya.
"Clau, apa kemarin aku belum membuatmu lelah?" tanya Egnor menyeringai di atas bahu Claudia.
"Cepat ikat rambutku dan jangan membicarakan hal lain!" perintah Claudia sedikit melirik tajam suaminya.
"Kau yang memancingku!"
Egnor pun berusaha mengikat rambut Claudia walau dia meras cukup kesulitan. Ikatan pertama agak longgar, Claudia minta mengulangnya. Ikatan kedua terlalu kencang sehingga Claudia mendengus kesakitan. Dan, ketika Egnor berusaha mengikat yang ketiga kalinya, seseorang membuka pintu kantornya. Dia Gabriel.
"Tuan Egnor, maafkan aku, tapi aku butuh bantuanmu, hosh hosh!" Pekik Gabriel dengan napas tersenggal.
Egnor dan Claudia bersamaan memandang bingung Gabriel. Posisi Egnor sedang memegang rambut Claudia.
"Kau kenapa, Gabe?" Tanya Claudia.
"Ah Nyonya, kau juga ada di sini. Tolong Tuan, Nyonya, hanya kalian yang bisa membantu hubungan adikku, Richard dan Nona Lisa," kata Gabriel sudah kehilangan akal menghadapi Mytha yang saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit.
Claudia beranjak dari pangkuan Egnor dan memegang dadanya.
'Richard? Lisa? Mitha? Mengapa perasaanku sangat tidak mengenakan?' batin Claudia merasa sangat pilu.
...
...
...
...
...
yaelah banngg orang lagi iket iketan dirimu datang 😁😁
.
next part 109
ada apa dengan Mytha?
apakah Richard benar benar akan menyudahinya?
bagaimana tanggapan Egnor dan Claudia terhadap Richard yang sudah mengetahui jati diri ayahnya sedikit demi sedikit?
.
Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤