
Tak ada gading yang tak retak. Sekuat apapun gading tersebut pasti segores saja sudah merupakan keretakan yang berkesinambungan. Sekuat apapun seorang pasti juga akan memiliki masa kelemahannya sendiri. Claudia yang sedang hamil harus ditinggal sendiri oleh suaminya yang harus menjalankan pekerjaan. Merupakan hal yang paling membuat Claudia berpikir bagaimana dirinya tanpa suaminya? Namun, sebisa mungkin Egnor tetap menghadirkan dirinya. Di saat dia tidak bisa menjaga istrinya setidaknya dia masih berusaha membuat istrinya merasakan kehadirannya. Dan apa yang akan terjadi dengan perjalanannya? Berusaha menjadi kuat di tengah kelemahan adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Semoga semua berjalan dengan semestinya.
...
"Happy birthday, honey. For you! Long life and happily ever after!" Ucap Egnor memberikan semua yang ia bawa pada Claudia. Claudia tak berkata kata lagi, dia tidak menerima hadiahnya tapi malah langsung memeluknya. Claudia memeluk suaminya sambil menangis. Semua pun ikut terbawa dan Egnor yang masih tersenyum akhirnya memeluk istrinya. Dion sudah mengambil alih semua yang di pegang kakak iparnya.
"Kau jahat sekali kak, jahat!!! Kau mengingat ulang tahunku tapi tidak mengatakan apa apa padaku!" Decak Claudia dalam pelukan suaminya.
"Aku hanya ingin membuat ulang tahun mu kali ini berkesan sayang. Kau terkesan kan?" Kata Egnor di pundak istrinya.
Claudia mengangguk. Egnor mengusap terus punggung Claudia sampai dia puas menangis dan memeluk.
"Jangan menangis. Selamat ulang tahun, sekarang kita masuk ke dalam." Kata Egnor lagi memegang wajah Claudia dan menghapus air matanya.
Mereka pun semua masuk ke dalam. Mereka makan malam bersama. Claudia berterimakasih pada semuanya. Dia mengatakan ini adalah ulang tahunnya yang paling berkesan dengan semua balon, kartu ucapan dan hadiah. Dan bahkan Egnor menghadirkan adik kandungnya yang tak lain Viena, adik iparnya datang di saat ulang tahunnya.
"Mengapa Lexa dan Leon tidak datang?" tanya Claudia pada Viena dan Dion.
"Ada sesuatu yang mereka hindari, jika kondisinya sudah aman, mereka akan kemari kak." Jawab Viena singkat namun tersenyum.
"Hem, masalah wanita yang menyukai Leon?" Pekik Egnor menerka.
"Begitulah kak, menantu angkatmu itu bayi, anak muda, sampai nenek nenek menyukainya." Celetuk Dion sambil menyesap wine nya. Viena memukul pelan pahanya agar tidak bergurau yang tidak tidak.
"Hahahaha!" Semua tertawa mendengar penuturan Dion. Suasana menjadi penuh canda tawa dan juga hangat.
Mereka semua yang datang juga tentunya menyediakan hadiah untuk Claudia. Tak terkecuali ayah mertua Claudia yang menghadiahkan kalung dengan liontin berbentuk bunga mawar.
"Kak, semua memberiku kado. Kau tidak memberiku kado?" Tanya Claudia setelah semua acara usai. Mereka sudah berada di tempat tidur dan saling memeluk.
"Semuanya masih kurang?" Egnor kembali memastikan.
"Bukan, tapi mungkin ada hadiah khusus? Dad mu saja memberiku kalung dan Viena Dion memberiku gelang juga aunty Anne memberikanku anting. Ternyata dia tahu ulang tahunku." Saut Claudia sedikit mendengus.
"Jadi kau mau apa? Aku bisa membeli toko perhiasannya kalau kau mau?" Balas Egnor menantang Claudia.
"Kak Egnor! Aku serius!" Ujar Claudia menatap masam suaminya.
Egnor tersenyum . Dia lalu menarik dirinya dan beranjak dari tempat tidur. Dia membuka nakas meja tv nya dan mengambil sebuah kotak persegi panjang berwarna merah. Dia lalu kembali ke tempat tidur.
"Ini untukmu, Clau." Egnor memberikan kotak persegi panjang itu. Claudia tersenyum. Dia yakin meskipun isinya bukan perhiasan tetapi ada maksud dari suaminya. Claudia meraihnya dan membukanya.
Hatinya sedikit berdebar, di sana, di dalam kotak itu terdapat sebuah notebook dengan kancing penutupnya berinisial EC. Claudia belum meraihnya. Dia mengelusnya terlebih dahulu. Notebook itu berbahan beludru berwarna merah yang begitu lembut. Lagi lagi adalah warna kesukaannya.
"Kau sangat tahu semua kesukaan dan apa yang kuinginkan akhir akhir ini, kak." Ucap Claudia menatap haru suaminya.
__ADS_1
"Karna aku selalu bersamamu, sudah seharusnya aku mengetahui kesukaan dan kebiasaanmu. Bukalah. Di sana aku membuat sesuatu dan aku sudah menepati janji ku." Tutur Egnor mengarahkan Claudia.
Claudia lalu meraih notebook tersebut dari kotaknya. Dia lagi lagi mengelus inisial kancing notebook itu yang terbuat dari logam yang di atas nya bertabur swarovski yang begitu berkilau. Dia tersenyum dan lagi memandang suaminya.
"Egnor - Claudia." Bisik Egnor dengan sangat mesra. Mata Claudia berkaca kaca. Dia mengangguk angguk tersenyum. Dia kembali ke tujuannya membuka notebook tersebut. Jantungnya lebih lebih berdebar. Dia tahu apa yang akan suaminya perbuat untuknya dan benar. Claudia meneteskan air matanya. Di lembar pertama notebook tersebut ada lukisan wajahnya. Begitu halus dan sangat rapi. Lebih rapi dari lukisan wajahnya yang ada di notebook Egnor. Lukisan itu kini sudah di tempel kembali oleh Claudia di notebook nya. Notebook yang masih setia menemaninya.
"Kakak, kau melukisnya lagi?" Tanya Claudia memastikan.
"Ya, semalam." Jawab Egnor tersenyum tipis.
"Pantas saja kau tak tidur semalam." Gumam Claudia sekilas melirik suaminya.
"Just for you. Aku sudah berjanji dan baru ini aku menepatinya. Aku rasa notebook ini cocok untukmu dan aku ingin notebook ini penggantiku ketika aku ke Nederland nanti." Balas Egnor hendak memberitahu maksud dirinya memberikan notebook ini.
Seketika Claudia kembali mengingat perjalanan suaminya sebentar lagi ke negara itu. Negara yang terbentang samudra dari tempatnya. Hati Claudia perlahan ciut karna dia tidak akan bertemu selama satu minggu. Bukan waktu yang lama tapi mengapa ini seperti perpisahan yang akan panjang menurutnya.
"Kak, kau hanya satu Minggu kan di sana?" Lagi lagi Claudia terus memastikan.
"Iya, honey."
"Lalu, apa maksudmu penggantimu?" Tanya Claudia sedikit tidak enak.
"Dengarkan aku. Selama aku di sana, aku tidak bisa memenuhi ataupun menuruti kebutuhanmu kan? Jadi aku mau kau menulisnya di sini. Misalnya kau ingin aku memelukmu di hari pertama, kau tulis lalu hari kedua misalnya kau ingin aku membuat roti? Kau tulis lagi dan semua hal yang ingin kau lakukan bersamaku di hari aku pergi, kau tulis maka ketika aku kembali, aku akan membayarnya dengan kita melakukan bersama. Bagaimana, kau mengerti? Jadi semua drama mengidammu dan keinginan anakmu bisa ku penuhi ketika aku kembali. Alright?" Egnor memberitahukan fungsi notebook ini sebagai pengganti dirinya selama dia pergi.
Claudia kembali meneteskan air matanya. Entah mengapa menjadi sesedih ini. Suaminya berkata kata juga seperti tidak rela meninggalkannya. Claudia mengangguk lalu kembali memegang wajah suaminya.
"Tidak akan! Aku akan selalu menghubungimu. Aku juga akan selalu memantaumu dari Grace dan Frank juga memberikan mereka kabar akan semua kegiatanku. Aku akan kembali dengan selamat, aku berjanji, dan kita akan bermain," Egnor terkikik. Claudia memukul punggungnya pelan. Mereka sedang mengharu biru mengapa suaminya tetap memikirkan permainan ranjang mereka. Claudia juga terkikik.
"Satu minggu kita tidak melakukannya dan kau siap siap menerima apa yang akan terjadi nanti, oke honey?" Gumam Egnor di sela sela pelukan mereka.
"Kau ini kak, pengacara mesum!" Umpat Claudia.
"Haha, kau tidak lihat Dion tadi bersama Viena seperti keluar dari sangkar karna tidak membawa Dior. Dion terus merangkul pinggang Viena. Kau tidak memperhatikannya?" Kata Egnor menarik dirinya dan bertatapan lagi dengan Claudia. Setiap Egnor mendengar kata mesum, entah mengapa Egnor jadi mengingat Dion atau Leon.
"Ya mereka memang perlu bulan madu ke dua." Gumam Claudia menyukai melihat kemesraan mereka sejak dulu.
"Heemm, kalau anak kita sudah lahir, aku akan membawa kalian semua ke Nederland. Menggunakan kapal pesiar? Kapal Pesiar JC in Love milik Perusahaan Franklin dari Miami yang katanya selalu mempunyai cinta di sana. Kau mau kan, Clau?" Egnor lalu mengatakan rencananya kedepan untuk istrinya agar tidak terlalu sedih.
Claudia mengangguk sudah tidak bisa bicara apa apa lagi. Suaminya semakin mencintainya dan peka terhadapnya. Egnor memperhatikan setiap detail apa yang menjadi kesukaan istrinya agar istrinya tidak merasa tersingkir di tengah banyak kasus dan hal hal tak wajar yang harus ia selesaikan.
Mereka kembali berpelukan dan melakukan apa yang selalu Egnor inginkan. Mereka selalu melakukannya dengan pelan pelan dan penuh penghayatan. Dan tak terlupa, pandangan Egnor tidak pernah teralih ketika berada di atas atau di bawah Claudia. Dia selalu memandangi Claudia dan mencium bibirnya . Mengabsen semuanya hanya dengan mata, hidung dan bibirnya saja sudah membuat Claudia terhanyut mesra.
...
Malam itu, di waktu yang sama ketika bawahan Bruce Barton hendak menjalankan aksinya untuk melaksanakan pelarian diri Ron Keanu, dia harus kecewa dan kembali pada perwakilan Bruce Barton di Honolulu sementara Bruce bertempat di Japanis.
__ADS_1
"Kita harus menunda pembebasan Ron, Tuan." kata seorang pria pada atasannya.
Tuannya meliriknya tajam.
"Ron Keanu telah dipindahkan!" tambah si pria.
"APA?! DIPINDAHKAN? Mengapa kau tidak tahu?! Kau kan berada di kantor Egnor!" decak kesal Tuannya karna rencananya gagal.
"Sepertinya semua dilakukan secara diam diam Tuan! Dan Tuan, Marco dan Jade, adik dari Ron tiba tiba menghilang. Aku curiga kalau ini juga ada hubungannya dengan Tuan Egnor." si pria memberikan informasi terkini.
"Kau harus selidiki dengan benar dan temukan semuanya!!! Sial! Dia sudah kembali ke Honolulu dan lompatannya sudah melebihi seekor tupai! Brengsekk!!!!! Sepertinya dia sudah tahu apa yang akan kita jalankan. Heng, maafkan aku Egnor, aku harus melakukan ini. Mana daftar advokat yang ikut ke Nederland? Dia ikut kan?" pinta Tuannya dengan penuh amarah.
"Iya Tuan, aku juga ingin memberitahu. Dia ikut bersama asisten barunya Gabriel Lynch dan bodyguardnya Jonathan Friz." jawab si pria menjelaskan dengan apa yang terjadi.
"Berapapun pengamanannya aku tidak peduli, aku ingin Egnor Victor Jovanca!!! Jalankan rencana B, cepat cepat!!" Kata tuannya dengan desisan dan tatapan nanar nya.
...
...
...
...
...
Aigooo bapak tobat ngapa pak ..
.
Next next part 18 vii buru !!
Aduh tangan aku aja gemeteran disuru buru mending ngaso dulu kita siapkan batin biar dia ga ngapa ngapa nonor kita sayang ,😎😎
Perjalanan ke Nederland yuhuu coming with kapal pesiarnya si ences n esmie 😝😝
.
rekomendasi novel baper lainnya karya aku wkwkwk .. DEJA VU: JASMIE & CHEST .. yang belom mampir, mampir gaes .. ketika mereka pernah bertemu dalam permainan cinta yang tidak mereka sadari lalu bertemu lagi di waktu yang berbeda dan terus merasakan kenangan indah tapi juga pahit .. this like Deja Vu by @viiyovii 💕
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤