
Cinta sejati : satu nama, satu hati, satu jiwa, raga, satu pemikiran dan satu untuk selamanya ...
...
Egnor dan Claudia sudah tiba di sekitar danau yang berada di selatan japanis. Claudia melihat lihat tidak ada sekolah biarawati di dekat danau danau ini. Egnor sudah tidak ada di dekatnya karena bertanya dengan pengunjung yang kebetulan pagi itu sudah datang. Mereka mengatakan kalau ada sekolah kesusteran berada di ujung jalan menyusuri danau ini. Namun, mereka tidak bisa menaiki mobil karena jalannya seperti perkampungan. Akhirnya Egnor dan Claudia memutuskan untuk berjalan menyusuri jalan itu untuk menemukan sekolah itu.
Sepanjang perjalanan Egnor memperhatikan jalan tapi juga sesekali mencuri curi pandangan pada Claudia. Claudia tampak diam dan mereka juga tidak bergandengan tangan. Beberapa kali Egnor mencoba memegang tangannya bahkan merangkulnya tapi Claudia mengelak. Sampai ketika di tengah perjalanan ada sepeda motor melintas dan hendak menyerempet lengan Claudia karena Claudia berjalan terlalu ketengah dan tidak mau terlalu dekat dengan suaminya. Egnor menarik lengan Claudia dan ia merangkulnya.
"Kau ini memikirkan apa? Lagipula memang apa salahnya jika berdekatan denganku?!" decak Egnor memeluk istrinya.
"Tidak mau! Lepas!" Kata Claudia menghempaskan tangan Egnor. dia berjalan lebih dulu sambil menggerutu. Egnor tidak tinggal diam. Dia pun menyusul istrinya dan memegang tangannya.
"Jangan di lepas!" Kata Egnor menatap tajam Claudia. Claudia tetap ingin melepaskan tapi Egnor memegangnya dengan sangat kuat. Claudia pun menyerah. Mereka pun bergandengan tangan sampai bertemu dengan sebuah bangunan tuan tapi tetap terlihat bersih.
Di depan bangunan tua yang hanya berlantai dua itu tertulis Panti Biarawati Aino Hana yang berarti cinta kasih. Di samping plang tulisan itu terdapat satu pohon sakura yang tidak terlalu lebat tetapi sangat cantik menghiasi plang dan daun pintu utama panti ini. Claudia sampai memegang dan mengaguminya.
"Clau, apa kau pernah tinggal di Japanis? Karena data kependudukan mengatakan Nyonya Cleona sebenarnya tinggal di salah satu desa di Japanis," tanya Egnor seketika.
"Sepertinya keluarga mommy dari sini kak, tapi mommy memang jarang bertemu denganku. Kau tahu kan dia selalu mendampingi Daddy? Dia tidak pernah berpisah dari Daddy sampai maut memisahkan mereka, aku sebenarnya ingin seperti mereka, tapi ..."
"Sekarang aku di sampingmu, mengapa kau menyesali ini?"
"Hem aku hanya bingung padamu! Kau tahu tidak ketika kau terdampar dan kupikir kau sudah tiada? Aku menunggumu dalam tangis dan kesedihan. Seharusnya aku bisa marah denganmu, tapi ketika aku pergi dan kembali kau marah bagaikan iblis yang keluar dari neraka. Tanpa ampun kau tidak mendengarkanku, sekarang kau menyesal. Jadi apa tidak sebenarnya kita tidak berjodoh kak?"
Egnor menyadari dirinya begitu tidak adil dengan istrinya. Dia menatap Claudia berhadapan dan memegang wajahnya.
"Aku siap terus meminta maaf padamu sampai kau bisa melupakannya Clau. Kali ini tidak ada lagi seperti itu. Aku akan sepenuhnya percaya padamu agar kau tidak pergi lagi . Dan, aku akan mengajakmu kemanapun aku pergi, apapun kondisimu, meski membawa kedua anak kita, aku akan mengajakmu. Tolong beri aku kesempatan satu kali saja. Satu kali saja. Kalau kali ini aku seperti ini lagi, aku tidak akan menganggumu lagi. Aku berjanji Clau!"
"Entahlah kak, semua kata kata dan prilakumu masih membekas dalam hatiku," balas Claudia memegang dadanya dan memasuki panti berjalan lebih dulu dari suaminya.
Egnor menarik napas lagi. Tidak mudah merayu Claudia yang sudah berhati dingin seperti ini. Egnor pun menyusul Claudia.
Mereka berdua memasuki ruangan pertama dari panti itu yang sepertinya adalah ruang tamu. Di plang depan ruangan ini memang bertulis ruang kepala panti. Egnor mengetuk pintu berharap mendapat respon. Tak lama muncul seorang biarawati tua dengan kaca matanya.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang biarawati.
"Selamat siang Nyonya, perkenalkan saya Egnor dan ini istri saya Claudia," kata Egnor memperkenalkan. Sekilas Claudia melirik Egnor karena dia mengatakan dirinya istri dengan begitu lembut dan bangga.
"Oh iya apa kau Egnor Jovanca?"
"Ah iya benar,"
"Ada keperluan apa sampai anda datang ke tempat kami? Apa ada sebuah masalah?" Tanya si biarawati tersebut.
"Nyonya, apa kau mengenal Cleona Francez?" Tanya Claudia yang membuka suara tentang kedatangan mereka.
"Cleona? Ya ya, dia junior ku. Baru saja kemarin dia datang kemari,"
__ADS_1
"Benarkah? Lalu, di mana dia?" pekik Claudia antusias.
"Hem, apa kau anak dari Clauna Francez? Kalian terlihat mirip," kata kepala panti .
"Ya, aku Claudia, aku anak dari Tuan Devian dan Clauna Gie," jawab Claudia.
"Ahhh iya benar benar. Mereka tewas karena kecelakaan pesawat. Aku turut berduka cita. Namun, sepertinya kau tumbuh dengan baik. Kau sangat beruntung mendapatkan suami seperti pengacara ini. Kalian sangat serasi. Tuan Egnor, terimakasih telah menjaga anakku ini" ucap kepala panti pada Egnor.
'Beruntung apanya?! Dia terus memarahiku!' umpat Claudia dalam hati.
Egnor hanya mengangguk dan tersenyum.
"Jadi, di mana mommy ku? Oh maksudku mungkin Nyonya Cleona saudara dari ibuku sehingga aku bisa merawatnya. Biar bagaimanapun dia adalah bibiku, nyonya ," tanya Claudia lagi.
"Ya kau benar. Duduklah dulu. Aku akan menceritakan sesuatu padamu," kata nyonya panti mempersilahkan Egnor dan Claudia duduk lalu menyuruh salah satu suster membuatkan minuman untuk mereka.
Si kepala panti pun menceritakan apa yang terjadi dengan Cleona dan Clauna. Ternyata mereka adalah saudara kembar. Ibu Claudia mempunyai saudara kembar. Sewaktu kecil, Cleona dan Clauna sudah kehilangan ayahnya karena tewas akibat diperbudak oleh tentara Japanis. Mereka berdua pun melarikan diri dengan ibu mereka tinggal di salah satu desa terpencil di Japanis. Suatu hari nenek Claudia pun harus meninggal karena sakit. Cleona dan Clauna tumbuh dewasa bersama. Mereka tidak terpisahkan sampai mereka memutuskan untuk pergi dari desa dan mengabdi pada kaul ini. Namun, ketika berusia 20 tahun. Seorang dermawan datang bersama anaknya bernama Devian Gie. Anaknya seorang yang anti sosial tapi entah mengapa dia begitu tenang ketika melihat Clauna membuat roti di dapur biarawati ini. Karena Devian seorang anti sosial jadi ayahnya memang sengaja selalu mengajaknya bersama jika sedang memberikan sumbangan agar Devian terbiasa. Namun Devian tetap sulit berdekatan dengan orang orang sampai dia menetapkan hati dan pikirannya hanya pada ibu Claudia. Clauna Francez.
Sejak itu karena Clauna juga menyukai dan hendak membantu Devian keluar dari kelainannya, Clauna meminta ijin pada Cleona untuk boleh menikah dengan Devian karena Devian juga harus meneruskan usaha perusahaan Gie. Ketika di usia Devian 25 tahun, ayahnya meninggal jadi dia yang harus meneruskan usaha keluarga. Devian bersama Clauna selalu bersama. Cleona pun tidak bisa melarang mereka tapi dengan satu syarat, setiap enam bulan sekali Clauna harus mengunjungi Cleona. Cleona tidak mah ikut dengan Clauna karena sudah menyukai tempat biarawati ini. Oleh sebab itu, Clauna selalu berpergian mendampingi suaminya, ayah Claudia. Devian Stefano Gie. Claudia mengakui kalau ayah dan ibunya selalu romantis dan penuh kelembutan. Namun, sayangnya tragedi itu terjadi. Ternyata kepala panti mengatakan kalau sebenarnya Clauna dan Devian hendak kemari menemui Cleona tepat di hari Cleona hendak dijadikan kepala panti.
Dan ketika kabar itu terdengar, Cleona panik dan menjadi histeris. Dikabarkan pesawat jatuh di sekitar hutan belantara Japanis. Cleona sampai melarikan diri menuju ke hutan itu. Cleona depresi dan merasa kehilangan saudara kembar satu satunya. Cleona sudah pernah masuk ke rehabilitas tapi dia lagi lagi melarikan diri. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, katanya mencari saudara kembarnya yang akan menghadiri acara penting dirinya.
Setiap enam bulan sejak kejadian kecelakaan itu, Cleona memang datang kemari bertanya apakah Clauna sudah datang apa belum? Nyatanya tidak datang dan dia kembali pergi. Mereka tidak bisa menahannya karena Cleona tetap akan mencari cara untuk pergi dan mencari Clauna.
Claudia sudah menangis mendengar cerita dari si nyonya kepala panti, Nyonya Yohana. Egnor sudah merangkul istrinya. Yohana pun sudah meneteskan air mata menjadi saksi persaudaraan mereka karena Yohana merupakan kakak senior yang membantu mereka ketika pertama kali masuk ke dalam kaul ini. Cleona dan Clauna seorang yang pintar dan bertanggung jawab. Cleona memang pintar membuat puisi indah. Dia juga suka bernyanyi. Sedangkan Clauna selalu membuat makanan yang enak hanya dengan bahan bahan sederhana.
"Claudia, kau begitu mirip dengan Clauna. Pantas saja namamu Claudia. Clau dari ibumu dan Dia dari ayahmu Devian. Cleona memang pernah bercerita kalau Clauna sudah memiliki anak perempuan yang sangat cantik dan beruntungnya diriku bisa melihatmu. Karena sama saja aku melihat Clauna. Andai saja kalian lebih cepat kemari, Cleona pasti akan sembuh. Dia akan merasa bertemu dengan ibumu sayang," kata Yohana kemudian.
"Kak Egnor, kita harus menemukan kembaran ibuku. Dia sama saja ibuku. Kau harus membantuku secepatnya! Aku tidak akan membiarkan dia terlantar seperti ini kak!" kata Claudia tanpa sadar pada akhirnya meminta tolong pada Egnor.
"Iya honey, kita akan menemukannya. Kau tenang saja," saut Egnor mengelus lengan Claudia.
"Cobalah nak kalian ke hutan belantara Japanis. Biasanya setelah dari sini, dia ke sana mengunjungi kedai teh yang ia anggap rumahnya dulu. Kalian harus cepat ke sana karena setelah itu dia akan menyebrang lautan dan menuju ke desa terpencilnya. Di situlah menjadi takdirnya kalau dia bisa kembali dari desa dan ke kota ini lagi berarti dia terbebeas dari maut ganasnya lautan tapi kalau dia tidak berkeliaran lagi, kita tahu apa yang terjadi di lautan itu kan? Karena dia hanya menaiki kapal speed boat biasa,"
"Kakak, ayo cepat kita ke hutan kak!"
"Tenang Clau, kita pasti akan menemukannya,"
Claudia dan Egnor pun pamit dari panti itu. Mereka berjalan cepat menuju ke mobil. Ketika mereka keluar dari jalan setapak itu, Claudia terjatuh karena memang cukup jauh dan kakinya mulai pegal.
"Honey, you okey?" tanya Egnor memastikan.
"Kakiku pegal kak,"
Egnor pun menggendong Claudia dan mendudukannya di bangku taman dekat danau itu.
"duduk sebentar aku akan baik baik saja kak," kata Claudia.
__ADS_1
"Baiklah, kau tunggu dulu di sini biar aku membelikan minuman dan aku harus menghubungi seseorang agar tidak terlambat," saut Egnor.
Claudia mengangguk.
"Devon, aku butuh anak buahmu yang ada di Japanis untuk mengamankan seorang wanita paruh baya yang belum lama ada di surat kabar bernama Cleona Francez. Dia berada di hutan belantara Japanis di satu satunya kedai yang ada di sana,"
"Oh iya tuan Egnor. Aku akan memerintahkan beberapa anak buah ku,"
"Tapi tolong jangan mengusiknya! Dia memiliki gangguan mental. Aku hanya membutuhkan dia untuk tetap di sana dan jangan pergi kemana pun sampai aku dan Claudia datang. Dia bibi istriku. Jadi, jangan sampai terjadi apapun dengan beliau. Kau mengerti?" kata Egnor mengarahkan.
"Siap tuan! Kirimkan gambar dirinya tuan agar kami cepat mencarinya,"
"Oke!"
Panggilan dimatikan dan Egnor mengirimkan gambar diri Cleona. Seketika dia melirik istrinya yang memegang megang lutut dan kakinya. Sepertinya sangat nyeri dan menyakitkan dirinya. Egnor pun menghampiri Claudia langsung jongkok di depan Claudia.
"Kak, apa yang kau lakukan? Kaki ku baik baik saja," kata Claudia terkejut dengan Egnor yang sudah melepas sepatu Claudia dan memijat kakinya.
"Diamlah! Ini akan membuatmu lebih nyaman. Kakimu pegal kan?"
Claudia akhirnya membiarkan Egnor memijat kakinya. Dia jadi ingat ketika hamil Wil Wil dan kakinya agak membengkak.
"Hem, aku jadi ingat ketika kau hamil Wil Wil Clau!" ujar Egnor sesekali tersenyum.
Deg!
Mengapa pikiran mereka sama? Padahal Claudia belum mengatakannya.
"Ah iya kak, "
"Dia pasti merindukanmu, tapi lagi lagi aku bodoh malah memisahkan kalian. Kalau kau berubah pikiran, kau bisa ikut kembali denganku Clau. Kalau kau mau, aku tidak memaksa," kata Egnor lagi.
Claudia terdiam dan masih memperhatikan Egnor yang memijat kakinya. Tak lama Egnor menyudahinya. Hati Claudia begitu tenang dengan perlakuan lembut suaminya. Selanjutnya Claudia berharap tidak ada lagi hal yang membuat dirinya makin terkagum dengan suaminya.
Tetapi, nampaknya Claudia memang harus terus mengagumi dan mencintai suaminya. Egnor sudah lebih dulu memerintah melakukan penjagaan pada bibinya. Sesampainya di hutan itu ya Claudia melihat wanita itu. Percis seperti ibunya. Bahkan lebih cantik karena ternyata Cleona sungguh mengedepankan penampilan.
...
lanjut di bawah
sisa 3 episode lagi ya menjelang tamat
semoga menikmati cerita yang vii buat
jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN part ini ya
__ADS_1
thanks for read and i love you 💕