
Lagi lagi dahi Claudia mengernyit. Dia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya melawan kedua wanita yang masuk daftar pikirannya agar segera di garis hitam kan. Namun, sekarang rasanya Claudia akan mengeluarkan tenaganya lebih besar lagi. Claudia menghela napas nya dan bergerak maju menuju ke kamar apartemen Frank dan Grace. Di mana ada seorang wanita yang lagi lagi wanita paruh baya sedang menggedor pintu apartemen Frank Grace. Ada juga seorang secirity yang sedang menghentikannya namun gagal. Wanita paruh baya itu terus menggedor.
"Permisi, ada apa ribut ribut di depan kamar apartemen temanku?!" Tanya Claudia cengan wajah menegang dan geram. Untuk saat saat seperti ini sepertinya dia tidak boleh dulu Baik baik dengan orang. Dia harus membentengi dirinya dulu.
Wanita paruh baya itu dan si security menoleh ke arahnya.
"Hah, kau temannya?! Cepat suruh teman mu keluar dari apartemen anakku karna dia tidak pantas menjadi ibu dari cucuku! Aku tidak mau! Cuih! Dasar anak yatim piatu yang tidak bermoral! Cepat cepat suruh dia!!!" KAta si wanita paruh baya itu. Claudia kini mengernyitkan alisnya. Sepertinya wanita paruh baya ini adalah ibunya Frank. Pikir Claudia.
"Satu lagi pengacau kehidupan rumah tangga yang berotak setitik." Gumam Claudia melipat tanganny di depan dada.
"Apa kau bilang? Pengacau? Kau siapa hah? Aku Elizabeth, ibunya Pengacara Frank Leonard, pengacara nomor dua paling handal di Honolulu. Kau siapa?!" Teriak wanita itu tidak terima dengan omongan Claudia yang menghinanya.
"Cih, nomor dua dia bilang! Sudah lah nyonya, aku sudah lelah berdebat dengan nyonya nyonya seperti anda. Lebih baik kau pergi dari sini karna sepertinya Frank atau Grace tidak akan menerima anda. Mereka akan malu menerima ibu yang bukan mencerminkan seorang ibu seperti anda!" Claudia berdecih membuat wanita itu semakin geram.
"Apa maksudmu?! Kau siapa memang hah?! Berani sekali kau men dikte ku?! Aku tidak akan pergi dari sini sampai si wanita murahan di dalam ini PERGI DARI KEHIDUPAN ANAKKU!" Teriak si wanita semakin menjadi jadi. Dia hendak menyerang Claudia namun sang security menahannya.
"Tidak akan! Mereka berdua tidak akan berpisah! Kau siapa? Tuhan?!" Claudia menunjukan jari telunjuknya dan menggoyang goyangkan nya.
"Kau benar benar ya?! Kau benar benar sama percis seperti wanita murahan ini! Siapa kau sebenarnya?! Kau ini jangan berpura pura seperti orang penting!" Elizabeth menunjuk nunjuk Claudia.
"Cih, kau tidak perlu tahu aku siapa, kalau kau tahu, kau akan lari tunggang langgang. Sebaiknya kau pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran! Kau ini sangat menganggu ketentraman ibu hamil! Kau pernah hamil kan?! Jadi kau harus mengerti! Sudah sana pergi nyonya E Li Za Beth!!" Claudia menekankan. Elizabeth sudah hilang kesabaran. Dia menghempaskan si security dan hendak menyerang Claudia.
"Kaaauuuu?!!!!" Elizabeth sudah sangat kesal terhadap Claudia dan dia hendak menghampiri Claudia. Dia ingin menjambak rambut Claudia namun sebuah panggilan ponsel Claudia menghentikan dirinya. Si security juga kembali menahan Elizabeth ketika Claudia mengangkat panggilan dari suaminya.
"Halo!"
"Kau sudah di apartemen Frank dan Grace?" Tanya Egnor di sebrang sana.
"Sudah suamiku!" Jawab Claudia agak menarik napas dan Egnor mengerti sepertinya sedang terjadi sesuatu pada istrinya.
"Ada apa?" Tanya Egnor curiga .
"Kau mengerti sekali kalau diriku sedang dalam keadaan genting di depan kamar apartemen Frank dan Grace!" Claudia memberitahu dengan nada mulai santai.
"Kenapa?"
"Ya, memang kau pengacara handal NOMOR SATU di Honolulu dan bahkan di Legacy memiliki insting yang begitu kuat ." Gumam Claudia terlebih dulu karna hendak memberitahu posisi yang sebenarnya pada Elizabeth.
Seketika Elizabeth terpaku. Elizabeth mengerti siapa yang Claudia bicarakan adalah Egnor. Atasan Frank, sekaligus pemilik gedung pengacara terbaik di Honolulu dan Legacy. Dua daerah yang begitu luas jangkauannya.
"Ada apa Claudia?" Egnor benar benar penasaran.
"Ya, Tuan Egnor Jovanca, su a mi ku! Sebaiknya kau cepat ke sini ke apartemen Frank dan Grace bersama Frank, bawahanmu karna seorang nyonya mengaku ibunya Frank sedang mengamuk! Rasa rasanya Frank seorang yang berintelek. Kenapa memiliki ibu berpikiran sempit sih?" Decak Claudia juga menekankan kata suamiku.
"Kau bisa menahannya sesaat sayang?" Egnor menahannya dan tidak begitu khawatir karna nada nada bicara Claudia yang meyakinkan.
"Tentu! Kalau tidak bisa, kau tidak akan menjadikanku seorang istri, Tuan Egnor!" Saut Claudia sembari mematikan panggilan.
Dia lalu kembali menatap Elizabeth yang kini sudah ada di hadapannya.
__ADS_1
"Bagaimana? Sudah tahu siapa diriku? Sebentar lagi Frank dan suamiku Egnor akan tiba! Sebaiknya kau pergi dari sini, jangan membuat ku berubah pikiran atau membuat Tuan Jovanca atau anakmu sendiri yang bertindak!! Cepat pergi!" Pinta Claudia lagi dengan perangainya yang menantang.
"Untuk saat ini aku melepaskan temanmu yang murahan itu dan kau! Aku tidak akan diam, sampai kapanpun aku tidak akan Sudi dia menjadi menantuku!!!" Decak Elizabeth sambil menunjuk nunjuk Claudia. Dia pun akhirnya pergi dengan sangat kesal dan penuh ancaman!
"Heng, yang murahan siapa mengatai siapa! Freak!" Gumam Claudia dan hendak menuju ke apartemen Grace.
"Nyonya itu sudah hampir setiap hari mendatangi apartemen ini nyonya. Aku sampai kasihan dengan Nyonya Grace. Pasalnya dia sedang hamil." Kata si security yang merupakan security wanita. Dia memiliki tubuh yang cukup besar dan tinggi.
"Ah iya kau, terimakasih ya sudah mencoba menghentikan?" Ucap Claudia tersenyum ramah.
"Jangan sungkan nyonya! Tuan Frank dan Nyonya Grace orang yang baik, mereka sangat serasi dan jarang sekali bertengkar, tapi mengapa orang tua Tuan Frank tidak menyukainya. Hem, urusan orang kaya sangat membingungkan ." Si security menggaruk garuk kepalanya.
"Haha, begitulah. " Saut Claudia masih mengembangkan senyumnya.
Prang!
Tiba tiba terdengar sesuatu jatuh ke lantai dari dalam kamar apartemen Grace. Claudia langsung kembali ke pintu apartemen Frank Grace.
"Grace?!!! Kau mendengarku?! Ini Claudia!!! Buka pintunya!!" Seru Claudia menggedor sambil menekan nekan tuas pintunya.
Tidak ada jawaban. Claudia semakin panik.
"Biar kubantu Nyonya!" Kata si security berusaha mendobrak pintu namun agak sulit. Security akhirnya mengambil ancang ancang dan menabrak pintu itu dengan sekuat tenaganya. Dan terbukalah.
Claudia shock, di sana terlihat Grace yang sudah berada di balkon apartemen yang tepat sejajar dengan pintu masuk. Grace hendak meloncat ke bawah lantai apartemen yang mana apartemen mereka berada di lantai 17.
"Grace!!!" Teriak Claudia berlari ke arah nya dan menarik lengan Grace.
Claudia menampar Grace. Grace hanya memegang pipi yang menjadi mangsa tangan Claudia. Dia menunduk dan tersungkur di lantai lalu menangis. Claudia pun merasa perutnya jadi agak sakit setelah mengalami semua kejadian ini. Dia memegang perut nya dan ikut tersungkur di depan Grace. Dia meraih kepala Grace dan berpelukan di sana. Claudia juga tampak lelah tak lama pandangannya kabur. Dia juga tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Akhir akhir ini dia suka seperti ini. Sambil memeluk Grace, malah Claudia yang tak sadarkan diri.
...
Claudia berusaha membuka matanya walau kepalanya sedikit pusing. Namun, tak lama dia benar benar membukanya bahkan beranjak sedikit untuk melihat siapa yang menjadi alas tidur kepalanya.
"Kak Egnor?" Pekik Claudia terkejut dirinya tertidur di dalam pelukan suaminya.
"Ssshhhh .." kembali sebuah serangan pada kepalanya. Egnor pun terbangun melihat istrinya telah sadar dengan sendirinya.
"Clau, kau sudah sadar?" Tanya Egnor menyampingkan rambut rambut halus Claudia yang menutupi dahinya.
Claudia mengangguk sambil memegang pelipisnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Egnor.
"Tidak tahu tiba tiba aku lelah dan mengantuk. Eh, bagaimana keadaan Grace kak? Kita? Kita dimana?" Claudia menyipitkan matanya melihat sekitar ruangan yang bukan kamarnya. Dia sudah tertidur agak lama. Rasanya semua tubuhnya sakit.
"Di kamar tamu apartemen Frank. Grace ada di ruang tamu sedang makan. Dia juga mencemaskan mu. Kau sudah baikan?" Selidik Egnor.
"Masih sedikit pusing kak."
__ADS_1
"Kau kelelahan. Kau bertengkar dengan siapa saja hari ini?" Tanya Egnor menaikan alisnya tersenyum kecil.
"Dari mana kau tahu?"
Egnor lalu menunjukan gambar pada ponselnya. Claudia terkekeh. Dia lalu menceritakan singkat tentang kejadian di departemen store. Egnor mengembangkan senyumnya sangat lebar mendengar penuturan istrinya. Sesekali dia terkikik.
"Tidak ada yang lucu, kenapa kau tertawa?" Dengus Claudia curiga dengan pikiran suaminya.
"Hehem, dia tidak tahu kan kalau di dalam dirimu ada sebuah pemantik yang mana ketika di nyalakan buam! Api keluar membakar apa yang ada di depannya. Haha!" Kata Egnor sudah membuat posisi mereka duduk dan saling ber rangkulan.
"Kakakak! Aku serius!!" Claudia menepuk pelan paha Egnor.
"Ya, aku mengerti, itu bisa diurus, ayo keluar, pelan pelan!" Tutur Egnor dan dia menyangka istrinya kelelahan dengan semua kegiatan yang terus berdatangan silih berganti. Belum lagi kasus perceraiannya yang membuat dirinya juga merasa beban. Egnor harus segera mengurus perceraian itu.
Di luar sana tampak Grace sedang menikmati bubur ayam nya bersama Frank. Grace tetap dalam diam namun dia menjawab apa yang menjadi pertanyaan Claudia meskipun tidak terlalu rinci. Egnor pun sudah bertanya mengenai kepindahan Frank yang sebaiknya secepatnya supaya ibunya tidak mengejar ngejarnya terus.
...
...
...
...
...
Sebenarnya apa yang terjadi antara Frank, Grace dan keluarga Frank?
(Di bahas setelah Egnor dan Claudia menikah ya?)
.
next part 60
bagaimana penyelesaian Egnor atas semua masalah istrinya dengan Richard?
bagaimana pertemuan Egnor dengan Richard?
bagaimana kisah Claudia yang sesungguhnya?
stay tune ye smoga tar sore tayang belum rampung dan belum bgtu greget hehe 😁😁
.
Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟
Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍
.
__ADS_1
Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕