Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 37: Pencarian


__ADS_3

Hatinya tak henti hentinya bergetir. Dia merasa sangat tidak enak. Dia lalu menekan nekan ponselnha mencari nomor ponsel istrinya. Dia menghubungi Claudia, namun tidak ada jawaban. Jantungnya sekarang ikut berdegup. Dia sangat takut. Entah mengapa ketakutannya melebihi ketika ibunya tiada. Dia terus menghubungi nomor istrinya itu sampai wanita muda di depanny terheran.


"Kak Egnor, mengapa kau tampak panik?" tanya Kate yang ternyata junior Egnor ketika kuliah S2 dulu. Dan dia seorang wanita muda seumuran Claudia.


Egnor tak menjawab pertanyaan Kate.


"Aku harus pergi, aku akan menghubungimu jika aku lenggang!" Jawab Egnor kemudian masih menekan nekan ponselnya.


"tapi harus cepat kak!" Kate mengingatkan.


"ya aku tahu, permisi!" kata Egnor dan dia beranjak dari duduk nya segera menuju kantor sambil terus menghubungi Claudia yang tidak menerima panggilannya.


Sampai ketika di mobil, ponsel Claudia malah tidak bisa dibubungi. Egnor semakin panik. Dia pun menghubungi kantor dan Grace mengatakan kalau Claudia tidak ada di tempat sejak dirinya kembali.


"Lacak keberadaannya sekarang Grace! Dan Moses? Bukannya dia seharusnya sudah pulang dari Legacy? Apa dia sudah di kantor?" Tanya Egnor melalui sambungan telepon.


"Belum Tuan, ada apa Tuan?" Tanya Grace kembali di sebrang sana.


"Sepertinya mereka berdua dalam bahaya, kabari aku keberadaan Claudia secepatnya Grace! Suruh Frank melapor pada kepala polisi untuk menyelidiki Moses di bandara!" Perintah Egnor kemudian.


"Baik Tuan!"


"Sekarang Grace!"


"Iya Tuaaann!!"


Egnor benar benar panik. Bagaimana bisa Claudia tidak ada di tempat sementara tadi dia sudah menyuruhnya untuk diam dan tidak kemana mana. Seharusnya dia memaksa istrinya saja untuk ikut.


"Argh! Joe cepat sedikit!!" Egnor memukul sisi pintu mobilnya kesal. Dia memijit mijit tulang hidungnya dan masih berusaha menghubungi Claudia namun nihil.


Sesampainya di kantor dia menunggu semua jawaban dari anak buahnya.


"Tuan, Claudia di bawa sebuah pewasat boing 776 tujuan ke Japanis!" Grace lebih awal memberi tahu.


"WHATTTT?!!! JAAPAANISS? Siapa yang membawanya?" Tanya Egnor dengan wajah penuh amarah.


"Jack dan Nicolas, aku sangat yakin ini paman dan renternir sialan itu Tuan." Jawab Grace ikut menegang.


Egnor sudah mengepalkan tangannya. Dia sudah di puncak amarah. Dia harus segera membereskan mereka itu dengan tangannya sendiri. Mereka, khususnya Nicolas sungguh mempunyai nyali membawa istri tercintanya. Wanita yang ada di hati nya satu satunya.


"Frank! Siapkan pesawat jet ku! Joe! Perintahkan Bertho dan anak buahnya untuk ikut bersamaku, SEKARANG!!!!" Kata Egnor dengan tatapan bengis. Pemberian maaf nya sudah habis. Kesebarannya sudah menghilang. Egnor bagaikan manusia lain. Tatapannya datar dan menajam bak pisau. Alisnya merunduk pilu dan dahinya terus mengernyit. Dia duduk di kursi kerjanya menunggu anak buahnya bersiap. Dia menautkan tangannya berpikir.


"Grace, aku bersumpah, kalau sampai segores saja terluka di tubuh wanita itu, maka kau harus menyiapkan lahan tanah entah seberapa besarnya. Aku tidak peduli masih menjadi atasanmu atau pembunuh!" Ujar Egnor dengan mata nanarnya.


"Tuan tenanglah, Claudia pasti baik baik saja. Dia masih berada di pesawat." Kata Grace mencoba menenangkan.


"Grace, cobalah untuk memblokade orang orang ini untuk tidak bisa keluar dari bandara Japanis." Kata Egnor kemudian. Kinerja otak Egnor malah dapat dua kali lipat lebih cepat jika emosinya meluap.


"Ah benar kau Tuan. Tunggu sebentar aku akan menghubungi maskapai nya." Saut Grace menjalankan perintah.


Sekitar setengah jam kemudian, Frank telah siap dengan pesawat jet milik Egnor yang sangat jarang ia gunakan. Egnor membelinya ketika menangani kasus penjualan manusia yang mengatas namakan pemerintah. Dia dibantu pemerintah pusat untuk mendapatkan secepatnya pesawat jet ini. Karna kemenangan yang Egnor dapatkan, jet itu dihadiahkan padanya.


"Sudah siap Tuan! Pesawat jet mu sudah ada di landasan atas gedung ini." Kata Frank. Egnor lalu menuju ke tempat peristirahatannya. Dia mengambil coat hitam panjangnya dan mengenakannya. Tidak lupa dia mengalungkan syal pemberian Claudia. Japanis merupakan negara dengan iklim cukup dingin. Egnor tampak seperti ketua mafia meskipun tanpa kacamata hitamnya.


"Grace kau ikut! Suruh semua karyawan pulang ke rumahnya, aku tidak mau ada yang menganggu dalam pencarian ku ini!!" Perintah Egnor lagi karna waktu masih menunjukan pukul empat sore.


"Baik Tuan!" Kata Grace segera memberi tahu HRD pusat.


Egnor segera ke atas. Di sana sudah ada Bertho dan Joe bersama beberapa anak buah Bertho. Mereka ternyata membawa sebuah helicopter. Sementara Egnor, Grace dan Frank menaiki jet pribadinya. Penerbangan akan memakan waktu empat sampai lima jam.


Sekitar 1 jam penerbangan, Grace mendapat notifikasi dari aplikasi chip yang ia gunakan.


"Tuan! Claudia di bawa melalui gerbang belakang bandara jadi mereka lepas dari pengamanan. Sepertinya mereka sudah merencanakannya Tuan. Dan Tuan? Claudia di bawa ke Big Casino Grande milik Tuan Aaron Phei." Grace memberi tahu secara rinci sesuai lokasi ponsel Claudia.


"Phei? Penjahat kelamin sejati! Dia senang sekali mencari malu di depan mu Tuan!" Decak Frank yang akhirnya dapat menikmati wine nya dengan tenang.

__ADS_1


"Tunggu Claudia! Aku aka menghabisi mereka semua dan kau tidak akan menanggung sendirian lagi! Ketika kau sudah berada di dalam pelukan ku lagi, aku akan menjagamu dengan ketat!! Tidak akan lepas lagi!!" Kata Egnor menautkan kedua tangannya yang ia topang pada meja kecil di depannya.


...


Sementara itu Claudia mencoba membuka matanya. Sepertinya dia telah tertidur dengan waktu berjam jam tanpa merasakan apapun. Dia memegang kepalnya. Dia berada di sebuah ruangan besar bercorak minimalis. Dia mengedipkan matanya berulang kali.


"Dimana aku?" Gumam Claudia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Seketika bayang bayang akan pertemuan dengan pamannya dan Nicolas dan Moses? Matanya membelalak. Dia memegang dadanya dan memeriksa tubuhnya. Hem, dia menarik napas dan masih berpakaian lengkap namun kepalanya pening.


"Paman! Nicolas! Kalian semua keterlaluan! Aaarrgghhh AKU DIMANA??? TOLONG SIAPAPUN AKU DIMANA?? KAK EGNOR!!!!! Kak Egnor, selamatkan aku, seharusnya aku ikut saja dengannya. Paman kau jahat padaku, aku benar benar bersumpah akan membiarkan Kak Egnor menghukummu, aku tidak peduli lagi. TOLONGG!!!" Claudia terus berteriak, merajuk dan ketika ia hendak menuju ke pintu, seorang wanita berpakaian blazer dan rok span resmi seperti orang kantoran diikuti beberapa pelayan di belakangnya.


"Selamat malam Nona Claudia." Sang asisten wanita memberi salam.


"Malam! Siapa kau?!" Saut Claudia ketus.


"Aku kepala asisten Tuan Aaron Phei."


"Siapa dia? Aku tidak kenal! Aku mau pergi dari sini menemui pamanku JACK GIE!" Cetus Claudia tajam.


"Heng, Tuan Aaron Phei adalah pria pemilik casino grande ini yang sudah memilikimu, Nona! Dia membelinya dari pamanmu dan temannya Jack Gie dan Nicolas. Kau sebaiknya menurut dan melayani Tuan Aaron sebaik mungkin. Dia sudah membayarmu dengan sangat jumlah yang besar!" Desis sang asisten wanita itu.


"APA?!! AKU DIJUAL? TIDAK WARAS! Aku tidak peduli, aku akan keluar sendiri dari sini!!" Decak Claudia menuruni tempat tidur dan hendak berjalan keluar namun si asisten menjentikan jarinya kepada para pelayan tersebut dan menahan Claudia.


Claudia meronta sebisa mungkin namun sangat sulit karna 6 orang pelayan melawan seorang dirinya. Claudia juga sudah kehabisan tenaga namun dia terus berusaha, pasalnya mereka hendak melepas semua pakaian yang ia kenakan. Claudia terus berusaha melepaskan diri sampai sepertinya para pelayan kewalahan. Akhirnya sang asisten menampar Claudia dengan sangat keras. Setelah itu, ketika Claudia agak melemah dan napasnya tersengal, si asisten mengambil satu minuman seperti wine yang sudah ditambahkan obat perangsang. Dia meminumkannya pada Claudia secara paksa sampai Claudia benar benar sudah tak berdaya dan dia menyerah.


...


Egnor dan antek anteknya telah mendaratkan pesawat jet nya di landasan atas gedung casino grande ini. Egnor segera turun dan memasuki gedung tersebut.


Ketika Bertho dan Joe yang membuka pintu tersebut, semua bodyguard yang tampaknya sangat mengenal Egnor langsung membungkukan tubuhnya. Salah satu bodyguard Tuan Phei ada yang langsung menghubungi asisten pribadi pria Tuan Phei kalau malam ini kedatangan Tuan Egnor.


Egnor memperhatikan sekitar dengan tatapan sinisnya dan menangkap dua sosok yang ingin sekali ia habiskan dengan tangannya sendiri. Namun, rasanya dia harus mendapatkan Claudia dulu. Dia lalu melirik Joe. Joe melihat Egnor dan mengikuti arah lirikan tuannya. Nampaknya Egnor sudah jijik mengatakannya.


"Aku mengerti Tuan! Bertho, berikan anak buahmu padaku, kau bisa bersama Frank juga Grace saja menemani Tuan Egnor kan?" Pinta Joe


Lalu anak buah Bertho mengikuti Joe


"Joe! Jangan kau lepaskan sebelum Tuan Egnor menemuinya." Kata Frank mengingatkan.


"Tenang saja Frank, aku tahu apa yang harus kulakukan!"


Joe dan anak buah Bertho segera meringkus Jack dan Nicolas yang sedang menikmati hasil penjualan Claudia. Mereka benar benar sungguh tidak berprikemanusiaan khususnya Jack yang merupakan paman kandung Claudia.


Sementara Frank menghampiri Egnor.


"Tuan, mereka pasti di atas. Di ruangan khusus milik Phei keparat itu!" Bisik Frank dan Egnor mengangguk.


Egnor bersama Bertho, Frank dan Grace segera menuju ke ruang kamar khusus milik Aaron Phei. Semua yang melihat Egnor tak bergeming dan tidak ada yang berani menghalanginya menuju ke ruang kamar khusus itu.


...


"Silahkan Tuan, wanita mu sudah di dalam. Sungguh terawat dan sudah meminum yang kau perintahkan." Kata si asisten wanita ketika melihat tuannya memasuki ruang tamu sebelum kamar khusus itu.


"Bagus!" Kata Aaron dan hendak memasuki ruangan khususnya, namun terhenti ketika asisten nya yang lain datang dan membisikan sesuatu.


"Tuan, Tuan, Tuan!" Kata asistennya terbata.


"Bicara yang benar!!! Aku tidak punya waktu!!!" Decak Aaron tak sabar.


"Tuan , Tuan Egnor Victor Jovanca berkunjung!" Akhirnya sang asisten mengatakan dengan kringat dingin yang telah menetes pada pelipisnya.


"Sial! Mau apa dia? Bilang saja aku tidak ada!" Perintah Aaron tampak kesal.


"Aku sudah disini! Ulah apa lagi yang kau lakukan Aaron Phei?" Egnor memaksa masuk ruangan karna penjagaan Aaron sudah dihabisi Bertho dan Frank.


"Tidak ada! Ada apa kau tiba tiba berkunjung sejauh ini?" Tanya Aaron gelagapan.

__ADS_1


"Aku ingin melihat wanita yang hendak kau nikmati malam ini." Jawab Egnor dengan wajah datar dan mematikan.


"Dia hanya jalang biasa, bukankah kau tidak menyukai seperti ini?" Kata Aaron yang mengetahui kalau Egnor tidak menyukai tempat hiburan seperti ini atau semacamnya namun tetap menjadi orang yang ditakuti.


"Siapa bilang? Tunjukan padaku maka aku yang akan lebih dulu menikmatinya. Sebagai sajian atas kedatanganku yang mendadak ini." Kata Egnor mengantungkan tangannya di saku celananya dan berjalan ke kamar khusus Aaron itu.


"Kau jangan begitu Tuan Egnor. Apa kata dunia jika kau mencicipi jalang hah?" Aaron berusaha menahan Egnor namun Egnor sudah berada di depan pintu besar itu.


"Buka!" Perintah Egnor pada anak buah Aaron yang menjaga kamar tersebut dan terbukalah.


Di sana Claudia dengan pakaian tidur agak minim sedang menggeliat tak karuan. Tubuhnya terasa panas dan hendak membuatnya mati sesak karna seperti tak ada udara melintasi pernapasannya. Claudia menyadari sesorang masuk dengan samar samar . Namun dia merasa suaminya di sana. Sementara Aaron berada di belakang Egnor menatap takjub tubuh Claudia.


"Kak Egnor , panas !!" Panggil Claudia dan sontak membuat bulu kuduk Aaron meremang. Kakinya melemah dan sekujur tubuhnya berkeringat


~sialll!!! aku memasuki lubang singa, wanita ini, wanita egnor, jack nick bajingannnn kumatikann kaauuu!!!!~ batin Aaron meronta hendak berlari sejauh mungkin namun ketika ia berbalik, Frank & Bertho sudah melipat tangan di depan dada mereka untuk menghadangnya


"Aaron.." panggil Egnor kemudian.


Aaron meneguk ludahnya. Dia benar benar seperti keledai.


"Y y yaa ya, Tuan?" Saut Aaron terbata.


"Kau dengar siapa yang dia panggil?


"I i iya Tu Tuan, aku benar benar tidak tahu


"Begini, biar aku dulu yang menikmatinya, setelah itu, jika kau bisa mengalahkan Frank dan Bertho, kau bisa menikmatinya, bahkan aku akan memberikannya padamu. Oke?" Kata Egnor tanpa berbalik. Hanya dengan suara bengis nya saja Aaron sudah paham apa yang dimaksud Egnor.


"Frank, Bertho, kuserahkan pada kalian! Kalau bisa kau saja Bertho!" Kata Egnor lagi dan menutup pintu kamar khusus itu.


"Kau duduk saja Frank, ini hanya seperti unggas yang sedang menari!!" Pekik Bertho dan menghampiri Aaron yang tubuhnya telah tersungkur pasrah.


...


...


...


...


Nor, jan terlalu total, jantungan eke!! 😎😎


.


Next part 38


Uuuwwuuu Egnor ngapain tutup pintu kamar ituuu ?? 😝😝


Hukuman apa yang akan diberikan Egnor pada Jack and Nick?!


Apa Claudia mengiyakan?!!


Gemays banget deh lu Clauuu 😁😁


.


Jangan lupa LIKE KOMEN yangg banyaak


Kasih VOTE dan RATE di profile depan Novel


Kasih TIP juga boleh 😁😁


.


Thanks for read and I LOVE YOU😍😍

__ADS_1


__ADS_2