
Mencari kebahagiaan bisa di mana saja dan dengan siapa saja. Jangan sampai terepenjara dengan masa lalu atau takut akan masa depan yang terjadi. Claudia sudah melepaskan diri dari semua masa lalu dan hendak menanti masa depan bersama suami dan anak anaknya. Egnor pun sudah mengetahui semua yang menjadi kesulitan maupun kebahagiaan Claudia. Namun di tengah setiap kasus yang Egnor tangani mampukah mereka bersama dan menghadapi setiap tantangan menuju kebahagiaan mereka? Lalu bagaimana juga hubungan Lisa dan Richard untuk menghadapi masa depan? Lisa masih ragu sementara Richard? Hanya waktu yang dapat menjawab.
...
"Kak, semua sudah siap? Semua jas resmi dan piyama mu sudah ku buat dalam masing masing Zipper bag dan taruh lagi pakaian kotor ke Zipper yang sama. Kau mengerti kan kak?" Pesan Claudia menutup koper suaminya. Egnor merasa seperti kembali memiliki seorang ibu yang mengurus segala keperluannya ketika hendak keluar kota atau negeri. Yang sudah sudah dia melakukannya sendiri.
"Mengapa menggunakan Zipper bag masing masing pakaian? Tidak perlu Clau, sangat merepotkan!" Keluh Egnor memperhatikan istrinya yang sangat sibuk mengurusi keperluannya.
"Ini akan membuat bersih dan kopermu akan tertata rapi kak! Jangan membantah! Aku tidak suka dibantah!" decak Claudia menolak pinggang menatap suaminya.
"Baiklaaahh!! Kemari!" Egnor mengalah karna Claudia sudah mengikuti gaya bicaranya sampai lafal kata katanya. Egnor menarik tangan Claudia duduk di pangkuannya.
"Ingat Clau! Hanya boleh tidur di apartemen Frank Grace dan di sini. Tidak usah ke rumahku sekaligus Aunty Anne mengajak. Aku takut banyak yang mengintai. Entah mengapa perasaanku tidak enak." pesan Egnor lagi dan lagi.
"Iya sayang! Kau bekerjalah dengan tenang. Aku akan selalu mengabarimu." kata Claudia memainkan rambut suaminya.
"Di apartemen ini tidak bisa sembarangan menaiki lantai. Jadi kau diam lah disini dan jika ingin keluar tidak boleh sendiri. Aku sudah mengutus bodyguard untuk mengawasimu." kata Egnor lagi memberitahu.
"Untuk apa kak? Aku tidak mau!" seketika Claudia merasa tidak leluasa.
"Tenang saja, mereka tidak akan menganggumu! Aku memberitahumu agar kau tenang." jawab Egnor menjelaskan maksudnya.
"Uhmm, baiklah!" Claudia membenarkan dasi Egnor dengan mimik manjanya.
"Aku ingin berangkat, kau jangan memasang wajah seperti ini nanti aku akan terlambat." keluh Egnor yang merasa wajah sang istri sangat menggemaskan.
"Tadi malam kau sudah melakukannya dua kali! Aku tidak akan meminta lagi! Aku hanya tidak boleh mengantar mu sampai pelabuhan?" pinta Claudia memanjakan dirinya.
"Oh God! Manja sekali istriku!"
"Ya sudah sana berangkat!" Claudia hendak beranjak namun Egnor kembali menahannya.
"Baiklah! Cepat ganti pakaianmu!" Egnor menyetujui. Claudia tersenyum dan mengecup kening suaminya. Dia segera beranjak dan mengganti pakaiannya. Egnor juga tersenyum dan menghubungi Frank.
"Frank, antar aku bersama Grace dan Claudia sampai ke pelabuhan!" perintah Egnor pada sambungan telepon.
"Ya aku akan menyiapkan mobil di bawah, Tuan. Joe dan Gabriel apakah langsung ke sana?" tanya Frank.
"Dia juga akan kesini. Mungkin sudah tiba. Kau tanyakan saja. Kami membawa satu mobil untuk di Nederland. Aku tidak mau bergabung dengan siapapun." jawab Egnor memberitahu apa yang membuat benteng pertahanan. dia juga mendengar kalau Richie Gabriane ada di sana. Kemarin dia tidak jadi menemui Richie karna Richard mengatakan sedang pergi mengurus perusahaan propertinya yang baru saja berdiri di Nederland.
"Benar Tuan! Kau harus berjaga jaga! Apa kah perlu satu lagi bodyguard untukmu? Aku bisa mengurus nya." kata Frank menyarankan.
"Tidak perlu Frank! Aku bisa menghadapinya."
"Kau memang yang terbaik. Baiklah aku dan Grace akan bersiap."
Panggilan dimatikan dan Claudia telah bersiap dengan dress maroonnya. Lagi lagi membuat Egnor tersenyum memandang istrinya.
"Kau manis sekali, Honey!" Puji Egnor menarik tangan Claudia masuk dalam pelukannya.
"Kau juga tampan dengan jas ini." Claudia mengebas ngebaskan kerah jas pemberiannya.
"Karna pemberianmu. Baiklah ayo kita berangkat." Egnor mengecup kening istrinya.
Claudia mengangguk dan mereka menuju ke pelabuhan. Sepanjang perjalanan Claudia terus memeluk Egnor. Entah mengapa rasanya sedikit berat berjauhan satu Minggu. Padahal ini direncanakan dan mereka tidak berkahi namun rasanya begitu menyiksa.
"Kalian sudah pernah berpisah 8 tahun, mengapa hanya seminggu kau seperti ini Claudia!" decak Grace agak risih melihat manjanya Claudia dan Egnor sedikit menanggapinya dengan posesif.
"Diam saja kau! Coba saja Frank ikut kau juga pasti akan seperti ini!" balas Claudia tidak terima.
"Tidak! Kami mandiri!"
"Sudahlah Grace! Kau hadap ke depan saja, biar saja kami berpelukan!" Decak Egnor yang menerka akan terjadi perdebatan. Claudia menjulurkan lidah pada sahabatnya itu sementara Grace melipat bibirnya masam.
"Ingat Grace, jaga sahabat mu ini jangan sampai terjadi apapun!" kata Egnor lagi mengingatkan tugasnya.
"Tenang saja Tuan, aku akan memasungnya." Grace terkikik.
"Kau!" dengus Claudia .
Mereka tertawa khususnya Frank. Frank juga menggoda tuannya juga Claudia sampai mereka akhirnya tiba di pelabuhan
"Ingat semua pesanku! Tulis apapun yang kau inginkan di notebook itu maka aku kan melakukannya setelah pulang, oke?" Kata Egnor sebelum menaiki kapal pesiar yang hanya menunggu dirinya serta team nya. Egnor memegang wajah Claudia. Claudia mengangguk dengan matanya berkaca kaca.
"Hanya 7 hari bukan 7 tahun, honey!" Egnor kembali mengingatkan.
"Kau juga jangan lupa selalu mengabari aku kak!" Claudia juga mengingatkan.
"Pasti honey! Baiklah, aku naik ya?"
Claudia mengangguk dan menunduk. Dia tak kuasa melihat wajah suaminya. Egnor tersenyum dan menghela napas. Dengan inisiatif, Dia mendongakan wajah Claudia dan mencium bibirnya. Melumattnya dengan lembut dan Claudia juga membalasnya.
"I love you!" Egnor menarik diri dan menangkup wajah Claudia.
"Love you too!" Balas Claudia dan Egnor berbalik menaiki kapal pesiar bersama Gabriel dan Joe.
"Mereka akan akan baik saja Clau! Ayo pulang, kita memasak! Aku punya bahan bahan yang pasti kau suka!" Grace merangkul Claudia dan mengajaknya kembali ke mobil. Claudia mengangguk, hem mungkin memang perasaannya saja. 7 hari akan menjadi sebentar.
Di kejauahan sana, dua pasang mata memperhatikan mereka.
"Perpisahan yang sangat penuh drama." Decak seorang tuan sambil memegang gelas wine nya.
"Semua sudah siap dan akan berangkat Tuan!" Kata asistennya.
"Oke! Aku menantikan kabar bahagia!" Senyum licik dan merasa berhasil menghiasi wajahnya sambil menyesap wine nya.
...
Frank membiarkan Grace tidur bersama Claudia di apartemen tuannya. Grace menjalankan tugasnya yaitu mengajak Claudia memasak, menonton film drama, mengobrol sampai bergosip.
"Hahaha! Bisa bisa nya kau mengatakan Lena menyukai Gabriel! Gabriel saja baru bekerja." kata Claudia terkikik dan menghapus air matanya. sebelumnya dia sudah tertawa karna lelucon Grace lainnya.
"Benar Claudia! Setiap aku menanyakan daftar absen, Lena selalu bertanya mengenai Gabriel sudah datang belum, dimana rumah Gabriel. Dia seperti tidak pernah melihat pria tampan saja. Kadang dia juga menggoda Frank, dasar anak kecil!" kata Grace lagi meyakinkan Claudia.
"Hahaha, Grace, kalau tuanmu mendengar, habis kau membicarakan orang!" Claudia mengingatkan.
"Karna suamimu tidak ada aku bisa puas membicarakan orang hahahaha!" balas Grace tertawa lepas sekali. kalau ada Egnor, dia bahkan tidak berani berkumpul bersama karyawan karyawan Frank.
__ADS_1
Tak lama ponsel Claudia berbunyi, Egnor menghubunginya.
"Nah, dia panjang umur sekali, lihat dia menghubungi ku!" kata Claudia menunjukan layar ponselnya.
"Angkatlah! Sepertinya belum setengah perjalanan." Kata Grace beranjak dari sofa menuju ke meja makan hendak mengambil cemilan.
Claudia mengangkat panggilan dari suaminya. Egnor mengatakan sudah sampai di pinggiran Honolulu dan sedang makan malam. Baru tadi berpisah namun rasanya Egnor sudah merindukan suara suara istrinya. Begitu juga dengan Claudia. Setiap apa yang dilakukan Grace padanya sepertinya masih berhubungan dengan suaminya. Entah sesuatu yang Egnor suka atau pun tidak disuka. Egnor selalu memarahi Grace jika tahu Grace membicarakan orang atau bergosip. Rasanya hari pertama tanpa suaminya berjalan dengan lancar. Grace sukses membuat Claudia tidak terlalu merindukan suaminya.
Keesokan harinya Grace mengajak Claudia mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan. Tentu saja dengan pengawalan bodyguar yang di sewa Egnor. Claudia cukup terkejut kalau ternyata Bertho juga ikut. Frank yang menyuruhnya karna hari ini Frank harus mewakili Egnor ke pemerintahan bersama Moses. Sementara Claudia juga sudah memberitahu sumainya kalau dirinya pergi bersama Grace.
"Bayimu sehat Grace!" ujar Claudia berjalan berdampingan dengan Grace.
"Ya benar, tapi aku hanya satu, aku pikir aku akan mendapatkan dua sepertimu." balas Grace.
"Satu saja sudah bagus kau kembali mengandung!"
"Kau benar Clau!" Kata Grace melihat hasil print USG nya. Dia akan menunjukan pada Frank nanti. Usia kandungannya menginjak 9 Minggu.
"Em Grace, apa itu Lisa dan Richard?" Tanya Claudia tiba tiba yang sepertinya melihat Richard dan Lisa berdampingan sedang bercakap cakap. Grace melihat ke arah yang Claudia maksud.
"Ah benar kau Clau! Mereka semakin dekat saja." Jawab Grace dan mereka terus berjalan. Mereka akan berpapasan pada Lisa dan Richard.
"Selamat siang Nona Lisa, Tuan Ricardo, ehem!" Sapa Grace menggoda Lisa dan Richard.
"Oh God! Suatu berkat hari ini aku bertemu dengan dua ibu hamil yang cantik cantik." Saut Lisa yang seketika berhenti bersama Richard. Richard hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum sementara Lisa memeluk Grace dan Claudia.
"Kau berlebihan Lisa! Sedang apa Richard disini? Menjemputmu hendak makan siang ya??" Saut Claudia menaik turunkan alisnya juga menggoda Lisa.
"Begitulah Clau! Tapi kepala rumah sakit ini sok jual mahal!" dengus Richard dengan wajah datarnya.
"Berarti kau harus membayar waktunya Tuan!" sela Grace memberitahu.
"Sudah Grace, aku sudah menawarkan dia tiket pertunjukan Opera atau tiket film kontemporer yang sedang naik daun akhir akhir ini." kata Richard antusias.
"Ah Nona Lisa, aku benar tidak mau?" bisik Grace yang mengetahui acara acara ternama itu.
"Aku takut bergaul dengan pria ini, terlalu bermartabat untukku!" Bisik Lisa pada Grace dan Claudia.
"Tidak apa Lisa! Richard pria yang baik, sebaiknya kau memberinya kesempatan." Claudia menyemangati.
"Nah, istri seorang pengacara handal yang berkata, jadi kau harus percaya padaku Lisa." ujar Richard menatap Lisa.
Lisa hanya tersenyum tipis menanggapinya. Pasalnya dia memang sedang menjaga jarak dan hatinya pada Richard. Belum lama Egnor juga memperingati Lisa tentang sesuatu mengenai keluarga Richard. Egnor hanya memberikan peringatan bukan larangan menjauhi Richard. Namun entah mengapa sulit bagi Lisa karna dirinya mulai tertarik pada Richard yang selalu ada untuknya. Richard juga sering menemui dan berbicara pada adik dan ibunya. Sejak itu Lisa mencari tahu mengenai keluarga Richard dan benar saja. Keluarga Gabriane merupakan orang terpenting di Oriental dan sedang berkembang di Honolulu. Sesuatu yang berbanding terbalik dengannya meskipun Lisa telah menjabat sebagai dokter kepala di beberapa rumah sakit.
"Nyonya Jovanca, Nyonya Leonard, selamat siang! Senang bisa bertemu anda di sini Nyonya Jovanca." Sapa sebuah suara seorang gadis pada Claudia dan Grace.
Claudia dan Grace berbalik melihat siapa gerangan tentu saja Lisa dan Richard juga melihatnya.
"Oh Hay kau? Emm.." Claudia mencoba mengingat melihat gadis tersebut.
"Mytha Claria Lynch, Claudia. Adiknya Gabriel." Bisik Grace pelan.
"Oh iya benar, kau adiknya Gabriel ya? Wah kau sangat sangat jauh lebih baik sekarang." Claudia memuji Mytha mengingat terakhir kali bertemu, Mytha tampak lemah di tempat tidur rumah sakit.
"Ya, semua berkat Nona Lisa Cornwell. Dia yang membantuku belajar juga bisa bekerja part time di sini." jawab Mytha tersenyum.
Grace dan Claudia kembali menoleh pada Lisa. Lisa tersenyum tipis. Dia masih memikirkan hubungannya dengan Richard.
"Oh iya, Mytha kenalkan ini temanku, Richard." kata Lisa memberitahu.
Mytha melihat Richard. Sepertinya dia pernah melihatnya di suatu tayang televisi. Dia tampak kagum ternyata Richard yang memang sering ia perhatikan di televisi. Mytha segera mendekati Lisa dan Richard. Sedikit berdebar pada hati Mytha karna melihat Richard secara langsung yang menurutnya sangat tampan dan berwibawa.
"Se selamat siang Tuan Richard, saya Mytha." Mytha mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan.
"Selamat siang Mytha." Saut Richard ramah juga mengulurkan tangannya mereka berjabat tangan dan tampak mata Mytha berbinar binar menatap Richard. Mereka masih berjabat tangan karna sepertinya Mytha terpesona pada Richard dan masih memegang tangannya. Lisa menyadari hal ini dan berdehem. Richard sudah melepaskan tangannya namun Mytha masih menahannya.
"Ehem, Mytha!" Panggil Lisa. Mytha pun tersadar.
"Ah maaf, maaf Tuan Richard. Aku hanya tidak menyangka bertemu secara langsung denganmu." Mytha sudah melepas tangannya dan membungkuk bungkukan tubuhnya.
"Begitu juga denganku waktu itu bertemu di kantor pengadilan." Lisa mengakui reputasi Richard. Grace dan Claudia sudah berada di antara mereka.
"Sekarang kau sudah berkenalan dengan banyak orang hebat, Mytha, semoga kau bisa belajar dari Lisa dan Richard." Kata Claudia merangkul Mytha. Mytha hanya mengangguk karna wajahnya telah merona.
"Wajahnya memerah, sepertinya Mytha mengakui ketampananku!" Gumam Richard membuat gurauan.
"Hemm, percaya diri sekali kau Tuan! Kalau Frank mendengar habis kau digoda olehnya!" decak Grace meledek.
"Haha, begitu juga dengan kak Egnor. Kau akan habis mendapatkan kata kata pedas nya Richard!" tambah Claudia terkikik.
"Ya ya kalian benar!" Richard mengakui sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Baiklah, Mytha kau segera ke ruangan ku, aku harus membeli sesuatu di kantin. Claudia, Grace jaga diri kalian, aku permisi semua." Sela Lisa yang agak tak suka dengan kata kata Richard pada wanita lain selain dirinya. Dia pun segera meninggalkan mereka semua.
"Lisa, aku sudah mengajakmu makan. Em permisi semua ya?" Richard hendak menyusul Lisa.
"Em Tuan Richard, aku juga belum makan siang, bisa kah kita bersama menyusul Nona Lisa." pinta Mytha dengan sangat cepat sebelum Richard pergi karna Lisa berjalan dengan sangat cepat.
"Oh begitu? Yasudah ayo!" Richard menyetujuinya.
"Permisi Nyonya Jovanca, Nyonya Leonard." ijin Mytha dan dia pergi menyusul Lisa bersama Richard.
Grace dan Claudia hanya mengangguk melihat kecanggungan mereka semua.
"Apa perasaanku saja atau benar, Clau? Mytha sepertinya menyukai mantan suamimu." bisik Grace memperhatikan mereka berdua.
"Sepertinya! Hem, jangan menyebutnya suamiku, aku tidak menganggap nya!" Claudia menoleh tajam.
"Hahaha Yaya, di hatimu hanya ada Victor Jovanca kan?" balas Grace tanpa menggunakan kata Tuan untuk menggoda Claudia.
"Victor? Hahahaha! Aku bisa menggodanya nanti!" Saut Claudia lagi merasa lucu tapi juga gantle dengan nama tengah suaminya itu. Kedengaran sangat lebih tegas ketimbang Egnor. Nama Egnor saja sudah membuat dirinya bergidik. Claudia makin merindukan suaminya.
...
"Clau, aku menyiapkan pakaian Frank dulu di kamar." Ijin Grace memasuki kamarnya setelah Frank pulang. Hari ini Grace Manang tidak masuk dan seharian bersama Claudia. Begitulah jadwal yang sudah disusun Egnor pada untuk Grace dan Claudia. Grace sudah memberitahu pada Claudia dan Claudia tidak menyangka kalau suaminya sudah menjawab jadwal siapa saja yang harus bersamanya selama 7 hari ini. Sangat sangat protektif!
"Heemm, Grace masuk ke kamar pasti akan ada cium dan peluk dari suaminya. Aku jadi merindukan lelakiku. Dia sedang apa ya? Mengapa belum mengabariku? Nanti aku yang hubungi, aku harus menulis dulu di notebook ini." Gumam Claudia membuka notebook merahnya dan menulis hal apa yang harus dilakukan suaminya ketika pulang nanti. Hari ini jadwal Claudia yang menginap di apartemen Frank di mana Frank nanti akan tidur di sofa dan Claudia tidur bersama Grace di kamar.
__ADS_1
"Hari kedua kau pergi, 20 april 2020, aku ingin kau memeluk dan menciumku sepanjang hari. Kau tidak boleh bekerja hanya boleh bersamaku di apartemen." Kata Claudia sambil menulis dan tersenyum.
~Berita ramalan cuaca hari ini hujan deras di sekitar Laut Indi di perbatasan Honolulu dan Legacy. Ombak terlihat pasang surut di sekitar pantai.~
seketika Claudia mendengar laporan berita terkini mengenai lamaran cuaca di sekitar daerah bagian Honolulu sampai laut.
Entah mengapa Claudia jadi memikirkan suaminya. Suaminya kini berada di tengah laut. Hatinya bergetar dan kepanikan menyelimutinya. Dia segera meraih ponselnya di atas meja ruang tamu itu. Dia menghubungi Egnor.
"Ya, Honey?" Egnor mengangkat panggilan ketika bunyi dering yang kedua. Claudia menghela napas lega suaminya masih mengangkat panggilannya.
"Sayang, kau baik baik saja?" tanya Claudia to the point.
"Tentu, memang kenapa? Aku baru saja selesai makan malam dan akan ada pertemuan malam mengenai struktur baru advokat." jawab Egnor.
"Tidak apa apa . Aku hanya merindukanmu. Em mengapa kau belum menghubungiku?" selidik Claudia yang tak sabar dengan pesan atau panggilan suaminya.
"Baru saja aku hendak menghubungimu tapi ternyata kau duluan yang menghubungiku. Kita benar benar jodoh sayang." Egnor tersenyum di seberang sana.
"Kita memang sudah berjodoh, aku bahkan mengandung anakmu, dua!" balas Claudia dengan nada manjanya.
"Iya honey! Kau sudah makan?" tanya Egnor.
"Sudah! Frank membawa nasi gulung bakar yang enak sekali." jawab Claudia memuji wakil perusahaan suaminya.
"Nice! Katakan padanya aku akan memberinya bonus akhir tahun."
"Kau memang harus memberikannya kak, atau berikan dia rumah, Grace mengatakan kalau Frank ingin sekali membelikan dia rumah. Kau tidak keberatan kan?" ini merupakan sebuah permintaan.
"Ya nanti aku akan mengurusnya ketika aku kembali."
"Kau memang yang terbaik kak. Dia pasti sangat senang."
"Hemm Clau?" panggil Egnor melembut.
"Ya kak?"
"Aku juga merindukanmu." Kata Egnor seketika. Claudia tersenyum dan memegang dadanya. Dia lebih lebih merasakan hal itu.
"Tuan, pertemuannya akan segera dimulai." Tiba tiba Gabriel memberitahu pada Egnor yang berdiri di pinggir kapal menikmati angin malam sambil membayangkan istrinya di sampingnya.
Egnor mengangguk menanggapi pemberitahuan asisten pribadinya.
"Baiklah Clau, nanti aku akan menghubungi lagi ketika ingin tidur, pertemuannya sudah mau dimulai." kata Egnor kemudian meminta ijin pada istrinya.
"Iya kak, jaga dirimu kak, Tuhan memberkati.
"You too my only one, i love you .."
"Love you too!"
Panggilan dimatikan. Claudia tersenyum senang mendengar suara suaminya padahal siang tadi setelah pulang dari rumah sakit, mereka sudah melakukan video call.
"Ada apa dengan ramalan cuaca ini?" Decak Frank pada tayangan televisi. Dia telah keluar kamar bersama Grace.
"Ada apa Frank? Mengapa kau panik?" selidik Grace sedikit terkejut dengan nada suara suaminya.
"Hujan sudah sampai di Laut Indi maka besok atau lusa akan sampai kemari!" jawab Frank sekenanya.
"Oh Lord! Aku kira ada apa!" saut Grace namun Claudia malah memikirkan hal lain.
"Apa mungkin juga akan mempengaruhi kondisi laut Frank?" Tanya Claudia cemas dengan perjalanan suaminya yang masih setengah perjalanan ke Nederland.
"Mungkin tapi sepertinya hanya akan sampai di Laut Honolulu. Kau tenang saja Clau tidak akan sampai ke laut yang sudah dilintasi Tuan Egnor. Mereka sudah melaporkan ramalan cuaca empat hari kedepan kok." jawab Frank menenangkan Claudia.
Claudia menghela napas lega. Ini hanya perasaannya saja. Buktinya tadi suaminya tidak mengatakan hal yang mencurigakan. Claudia pun ikut menonton film yang ditonton oleh Frank bersama Grace sampai dia mengantuk dan tidak menunggu panggilan Egnor. Egnor menghubunginya pukul setengah dua belas malam namun Claudia sudah tidur bersama Grace. Egnor memaklumi karna biasanya Claudia juga tidur lebih awal. Dia akan menghubunginya lagi besok.
...
...
...
...
...
Hati hati bang Nor, semoga sampai tujuan dengan selamat! Biar nanti kalo uda pulang cium n peluk aku ya 😁😁
Itu buat Claudia vii .. oke fine!
.
Next part 93
Hal buruk apa yang sebenarnya akan terjadi pada Egnor?
Ya semoga Egnor bisa menghadapinya mengingat hal hal yang sudah bisa ia selesaikan pada akhirnya.
Dan bagaimana hubungan Richard dan Lisa serta perasaan Mytha pada Richard?
Heemm .. stay tune ges ..
Ga janji akan ceritain mereka detil banget, nanti ada bagiannya sendiri ya 😁😁
.
rekomen novel baper dari seorang wanita yang sempurna dengan alur menarik dan beda dari lainnya, mampir yaa ::
- KEHIDUPAN SEORANG PUTRI TUNGGAL -
dijamin ketagihan deh, banyak pesan moral kehidupan dan nilai nilai berharga, bukan hanya percintaan 😍😍
.
pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤