
Hubungan orang tua dan anak tidak ada yang bisa membohongi. Di saat seorang insan masih berusaha bertahan hidup di saat itulah anak anak membutuhkan insan yang satunya. Hanya sedikit kehangatan saja dapat membawakan ketenangan dan kenyamanan. Egnor harus bisa menjadi apapun di saat Claudia masih memulihkan dirinya. Bagaimana Egnor menyikapi ini? Apakah Egnor akan tetap menentukan emosinya untuk menuntaskan masalah yang ada atau sedikit melunak untuk anak dan istrinya?
...
Kedua bayi bernama Wilson dan Willy itu tampaknya tertidur sangat pulas di dalam rengkuhan tangan kekar itu. Egnor masih memandangi kedua wajah bayinya yang masih sangat memerah. Namun, hanya Egnor yang saat ini dapat menenangkan mereka. Sementara mata Frank malah berkaca kaca. Dia pun menantikan kelahiran anaknya yang masih beberapa bulan. Richard sudah merangkul Lisa ikut senang bercampur haru melihat ketenangan Egnor dengan anak anaknya. Lisa sudah meneteskan air matanya. Jiwa wanitanya tergerak juga untuk bisa segera menikah dan memiliki sebuah keluarga dengan anak anak di dalamnya.
"Suatu saat, ijinkan diriku menjadi ayah anak anakmu, Lisa," bisik Richard tepat di telinga Lisa. Lisa langsung menoleh dan hanya menyentuk pipi Richard tersenyum.
"Tuan Pengacara itu memang tiada duanya, bukan hanya dalam hal menangani kasus tetapi juga bisa menangani anak anaknya. Kurasa semua anak anaknya akan patuh padanya," gumam seorang suster yang sebelumnya menjaga si kembar.
"Ya, kau benar! Tuan Egnor seorang yang tegas, pasti dia akan mendidik anaknya tidak jauh jauh sepertinya. Namun, tetap lembut dalam menghadapi wanita dan anak anak," balas temannya.
"Apakah masih ada pria seperti dia?" Mereka berdua membatin. Frank mendengar pembicaraan mereka.
"Haiz, kalian ini, cepat cari kekasih kalian masing masing. Kalau pria itu mencintai kalian dengan tulus, pasti bisa seperti tuan Egnor, dan juga tentunya sepertiku!" Frank tersenyum bangga.
"Kalau Tuan Frank belum menikah, aku rela menjadi sandinganmu, Tuan," goda seorang perawat.
Frank sedikit terkejut dengan pernyataan suster suster ini yang ia yakini hanya sebuah gurauan tapi sudah membuat dia sedikit percaya diri. Masih ada yang mengagumi dirinya selain istrinya.
"Ehem!" Richard berdehem sedikit mendengar celotehan itu dan menunggu Frank yang tidak menjawab jawab. Frank pun terkesiap dan menggeleng gelengkan kepalanya. Dia tersadar dari kebanggaan dengan dirinya.
"Ada apa dengan kalian? Aku sudah menikah, kau tidak tahu wanita yang tadi menanyakan ASI untuk Wilson dan William?" decak Frank memberitahu tentang Grace.
"Ah itu istrimu, tuan? Sayang sekali, hihi!" Seorang suster terkekeh.
"Eh, dokter Lisa, bicara ASI, bagaimana kalau bayi kembar itu kembali menangis?" tanya seorang suster akhirnya kembali serius karena mereka yang akan bertanggung jawab.
"Sepertinya tidak akan jika Egnor terus menggendongnya. Aku bisa memastikan. Apa yang dikatakan Airy sebelum pergi?" tanya Lisa memastikan.
"Kata dokter Airy tunggu sampai Nyonya Claudia sadar besok pagi atau terpaksa berikan susu formula," kata sang suster mengingat pesan dokternya..
"Tadi sih Egnor menyuruhku memberikan susu formula tapi alangkah baiknya jika mereka meminum ASI. Ah, aku punya ide!" seketika Lisa memikirkan sesuatu tapi dia harus membuktikannya terlebih dahulu.
"Egnor, anakmu sudah tertidur. Apa kau ingin meletakannya?" tanya Lisa menawarkan.
"Apakah mereka tetap tenang seperti ini?" Egnor memastikan.
__ADS_1
"Entahlah, kita coba saja," saut Lisa.
Egnor mengangguk setuju dan menuju ke keranjang mereka masing masing. Lisa menyuruh suster membantu Egnor. Tapi, baru saja Egnor mengarahkan William pada tangan sang suster, dia mulai menggeliat dan ketika sampai di tangan suster, William meringis lalu menangis kembali. Suaranya bahkan lebih kencang dari sebelumnya.
Richard dan Frank terkekeh melihat aksi William yang mereka yakini, Wilson juga akan sama. Sementara Egnor merasa kasihan dengan William yang kembali menangis.
"Kemarikan lagi, sus, biarkan mereka bersamaku terlebih dahulu! Aku tidak baik baik saja," pinta Egnor terenyuh dengan suara tangisan anaknya.
"Hem, sudah kuduga," gumam Lisa memijat mijat dagunya. Dia kembali berpikir dan harus melakukan sesuatu. Kalau benar ikatan batin itu ada pasti Claudia akan tersadar lebih cepat dan si kembar bisa menunggu dulu selama bersama ayahnya.
"Egnor, sebaiknya kau menggendong anak anakmu di samping Claudia. Mungkin bisa membantu kesadaran Claudia sehingga dia bisa menyusui anak anaknya," kata Lisa menyarankan lagi.
"Benar begitu?"
"Ya kita coba saja, tidak masalah kan demi anak dan istri mu?"
"Tapi dia belum makan, Nona Lisa!" Bisik Frank
"Are you seriously, Egnor?" Lisa sedikit terkejut.
"Aku tidak lapar, sungguh! Jangan dengarkan Frank! Aku harus melihat Claudia terlebih dulu, maka aku akan makan dengan tenang di sampingnya," kata Egnor membantah.
"Yasudah, oleh sebab itu, lebih baik kau memangku anak anakmu di samping Claudia. Kalau tidak keberatan, lepas pakaianmu agar si kembar merasakan kehangatan tubuhmu dan merasa kalau mereka bersama ibunya. Sehingga ketika Claudia bangun nanti akan mempermudah proses inisiasi menyusui dini. Kau mengerti maksudku?" kata Lisa lagi.
"Uwww, Tuan Egnor akan melepas pakaiannya, kau dengar tidak?" gumam para suster itu lagi.
"Apakah dokter Lisa akan menyuruh kita yang membantu Tuan Egnor?" balas temannya. Lisa menoleh menatap tajam para suster.
"Sssttt!! Kalian ini! Tentu perawat di ruang ICU, bukan kalian!" decak Lisa.
Kedua suster itu menundukan kepalanya seraya menampilkan wajah masam karena tidak bisa lagi membantu Egnor.
"Tuan Egnor, skin to skin, Daddy and son!" celetuk Frank tersenyum menggoda.
"Ah, terserah kalian, aku belum belajar lagi! Jadi, apa aku harus menggendong Wilson and Willy ke ruang ICU, Lisa?" tanya Egnor kemudian.
"Begitulah kalau kau tidak ingin mereka kembali menangis,"
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak masalah,"
Akhirnya mereka berjalan menuju ke ruang ICU. Richard, Lisa, Frank menemani Egnor ke sana. Sesampainya di sana, Egnor menyerahkan dulu ke dua anaknya pada Richard dan Lisa sementara dirinya membuka kemejanya. Memang benar dugaan Lisa kalau kedua anak itu kembali menangis walaupun tidak kencang. Grace sudah sangat gemas melihatnya.
"Tuan Richard dan Nona Lisa sangat serasi," bisik Grace pada suaminya. Frank hanya tersenyum melihatnya.
Di sana sudah terdapat sofa single yang cukup besar untuk Egnor duduk. Sofa tersebut berada di sudut ruang perawatan Claudia yang begitu streril. Egnor sudah duduk di sana dengan bertelanjang dada. Namun, ketika dirinya kembali menggendong anak anaknya, seorang suster kembali menyelimuti punggung Egnor agar tidak kedinginan karena hal tersebut juga akan mempengaruhi kondisi Egnor di dalam ruangan ber-AC itu.
"Egnor, kau bisa tertidur tapi tetap pastikan dirimu bersama anak anakmu, oke? Kita hanya bisa berdoa agar Claudia dapat segera bangun. Melahirkan anak kembar tidak semudah melahirkan satu anak," kata Lisa berpesan. Egnor hanya mengangguk dan kembali memandangi anak anaknya. Egnor merasakan perjuangan istrinya menjaga penuh anak anaknya dalam kandungan. Begitu juga anak anaknya yang di dalam perut sangat bekerja sama dengan baik.
"Thankyou two Wil, i love you both!" Ucap Egnor mengecup dahi kedua anaknya.
Grace dan Frank pun ijin pulang terlebih dahulu. Begitu juga Lisa. Sementara Richard hendak kembali ke ruangan Mytha. Namun, Richard merasa aneh ketika dia menekan tuas pintu ruangan itu, pintunya malah terkunci.
"Mungkin Gabriel menyangka dirimu sudah pulang dan mereka tidak ingin diganggu oleh perawat. Ini sudah pukul setengah dua pagi, Richard
"Baiklah, aku pulang saja. Besok aku kemari lagi," kata Richard dan mengulurkan telapak tangannya pada Lisa. Lisa terkekeh dan meraih tangan itu. Mereka bergandengan tangan menuju basement. Richard menyuruh Lisa meninggalkan mobilnya agar dia bisa mengantar Lisa terlebih dahulu sebelum ia pulang.
...
...
...
...
...
lanjut di bawah ges tapi komenin dulu untuk part ini yaa 😁😁
.
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤