
Ingin rasanya baik baik saja tetapi ketika kembali mengingat nama itu dan kembali memikirkannya. Ingin rasanya mencoba menerima tetapi kenyataannya rasa rindu ini terlalu kental. Terlalu ingin segera dicairkan tetapi malah menjadi beku dan terkadang tak bernyawa. Siapa yang dirindukan dan bagaimana kabar orang yang dirindukan saja tidak tahu. Namun ketika semua kenangan terlintas, dia mengakui dia sengsara tanpa pasangannya dengan semua kebiasaan yang sudah terjadi. Claudia menyadari semuanya, namun salahkah jika dia berpura pura seakan akan semuanya baik baik saja meskipun dia sendiri yang terus menyebut nama suaminya sehingga dia kembali mengingat?
...
Benar yang Claudia katakan. Di kamar dia tertidur namun sesekali Grace mendengar dia menangis dalam tidurnya.
Malamnya Claudia terbangun. Dia tidak menemukan siapa siapa di apartemennya. Grace sedang keluar membeli makan ke bawah bersama Viena. Mereka sudah mengunci pintu apartemen karna melihat Claudia begitu pulas sehingga mereka tidak berani membangunkannya. Claudia seperti panik. Dia mencari notebooknya. Dia lupa dia meletakannya di nakas meja televisinya. Dia mengambilnya dan menuju ke meja makan. Di sana sudah ada jus semangka buatan Viena.
"Jus semangka? Apa kak Egnor sudah pulang?" Gumamnya. Dia meminum jus tersebut dan merasakan tidak sama dengan yang biasa dibuat suaminya.
"Ah iya ada Viena disini. Mungkin dia yang membuatnya. Hem, kak Egnor belum pulang." Claudia mulai kembali sedih. Dia duduk di sana. Di depan meja makan. Dia membuka notebooknya dan melihat lukisan dirinya.
"Kak Egnor, kak Egnor, aku harus apa? Aku merindukanmu, aku butuh pelukanmu! Kembalilah aku mohon!" Ujar Claudia dan mencari lembar kosong pada notebooknya.
"Hari keempat kau pergi! Kau dimana? Aku hanya ingin mengetahui keberadaanmu, kau dimana! Aku merindukanmu kak! Aku terus memanggil namamu, aku sedih kak aku sedih kau dimana?! Aku tahu kau tidak meninggalkanku aku yakin! Maka kembalilah kak! Kalau kau pergi bagaimana kau membayar apa yang sudah kulakukan di notebook ini? Aku mulai terbiasa menulis di notebook ini Karna dirimu kak! Jadi kumohon pulang kak pulang dan kupastikan aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti ini lagi! Ya, aku mau kau tidak pergi pergi lagi! Aku ingin merasa diriku baik baik saja, aku ingin berpikir positif tapi sulit kak sulit! Kau tahu rasanya kan? Mungkin kau akan melakukan hal yang sama denganku!
Tuhan aku mohon selamatkan suamiku!" Claudia sudah menulis apa yang menjadi kesesakannya dihiasi tetes air mata di sisi sisi sampai di tengah lembarannya.
Claudia menghapus air matanya dan menuju sofa. Dia menyalakan televisi. Tujuannya dia ingin mencari hiburan untuk sekedar melupakan. Dia masih berpikir semua badai ini akan cepat berlalu.
-BERITA TERKINI-
Tim SAR dari Legacy sudah tiba ke tempat kecelakaan kapal pesiar Rose Gold dua malam lalu. Mereka langsung meninjau lokasi. Kapal Pesiar Rose Gold menabrak batu karang besar yang menyebabkan setengah bagian kapal hancur. Kapal tenggelam di kedalaman laut yang cukup menjorok. Dikabarkan kapal pesiar yang tidak terlalu besar itu menampung sebanyak 50 orang advokat dari Honolulu, 30 orang anggota pemerintahan dan 20 orang pengadilan. Mereka hendak menghadiri perayaan delegasi terbesar di Nederland. Korban jiwa belum ditetapkan oleh tim SAR tetapi kemungkinan mereka yang menjadi penumpang ikut tenggelam bersama bongkahan kapal.
"Tidak!" Teriak Claudia dan melempar remot televisi yang ia pegang ke layar televisi. Dia memegang telinganya bersamaan dengan itu Viena dan Grace kembali. Viena langsung menghampiri Claudia.
"Kak? Ada apa kak?" Kata Viena memeluk Claudia.
"Tidak! Berita ini bohong! Berita ini bohong Viena!" Claudia menunjuk televisi. Grace yang sudah menaruh makanan yang mereka beli langsung meraih remot yang terjatuh tersebut dan mematikan televisi.
"Tenang kak!"
"Kak Egnor pasti selamat. Mungkin saja dia terdampar, iya dia pasti terdampar, dia pasti akan mencari cara untuk menyelamatkan diri Viena! Aku yakin, dia pasti sedang menunggu bantuan. Viena, aku mau mencarinya, aku mau menjemputnya Viena. Dia membutuhkanku Viena. Aku mau kesana. Iya aku mau kesana." Kata Claudia lagi berusaha melepaskan diri dari pelukan Viena.
"Kak tenang kak! Sudah ada yang bertugas kak, kau jangan seperti ini kak!" kata Viena menahan Claudia sekuat tenaga.
"Tidak Viena, mereka lama sekali, kak Egnor pasti sedang sangat menderita. Dia membutuhkan pelukan dan perawatanku! Aku harus kesana!" Claudia terus histeris dipelukan Viena. Grace berinisiatif menghubungi Lisa. Claudia sudah kembali tidak bisa dikendalikan. Dia juga menghubungi Frank agar segera kembali.
Dan seperti itulah Claudia. Dia belum menerima semuanya. Dia tidak menerima penjelasan apapun dan kali ini dia juga tidak mendengarkan Viena. Dia tidak mentolerir kecelakaan ini. Setiap hari Claudia histeris memaksakan dirinya untuk mencari sendiri suaminya. Dia menangis tetapi terkadang juga melakukan hal yang seakan akan tidak terjadi apa apa pada suaminya. Selama dia belum melihat sendiri jasat suaminya, dia yang mengenalinya, dia tidak mau percaya apapun.
Laporan para korban jiwa hari demi hari diberitahukan. Sampai satu Minggu belakangan sudah 30 korban jiwa yang diketahui tewas. Ada yang di dalam bagian kapal. Ada yang terdampar di pesisir pantai laut Atlantis dan ada juga yang berada di sisi kapal. Korban jiwa termasuk masinis dan nahkoda kapal juga Tuan Gonzaga bersama anak tertuanya dikabarkan meninggal.
Tim SAR terus bergantian mencari sisa para korban. Tidak menutup kemungkinan mencari sampai ke dasar laut karna para keluarga korban menuntut kepastian. Belum ada kabar mengenai Egnor sendiri bersama Gabriel dan Joe. Hal ini yang membuat Claudia semakin yakin kalau suaminya pasti hidup. Viena dan Dion terpaksa menetap untuk menemaninya.
Satu Minggu sudah berlalu. Keadaan Claudia makin mengenaskan tetapi Viena dan Grace berusaha menjaga asupan untuk Claudia dan juga anak yang dikandungnya. Viena dan Grace mencoba menerima keadaan Claudia yang terkadang diam, menangis dan memanggil manggil nama Egnor.
Anne pun sering mengunjunginya dan membacakan ayat ayat kitab suci pada Claudia agar dia lebih tenang. Lisa juga berkunjung untuk memeriksa keadaan kandungan Claudia.
__ADS_1
Terkadang juga, Claudia melakukan hal hal yang biasa ia lakukan untuk suaminya sebagai mana seorang istri seperti menyiapkan makanan dan pakaian Egnor. Seperti pagi ini. Claudia bangun pagi pagi sekali. Dia memotong jagung dan mempersiapkan bumbu bumbu masakan untuk membuat sup jagung kesukaan suaminya.
Viena masih tertidur. Dion terpaksa harus tidur di motelnya tanpa Viena namun Viena bergantian menjaga Claudia dengan Anne maupun Grace.
Claudia sangat bersemangat karna hari ini perjanjian Egnor pulang. Claudia hendak menyiapkan sesuatu yang membuat Egnor merasa disambut dalam perjalanan panjangnya. Kenyataannya Egnor belum juga ditemukan. Bahkan Gabriel maupun Joe. Ketika Claudia mengiris daun bawang, jarinya tergores pisau dan mengeluarkan darah. Claudia pun tersadar. Claudia menyadari kalau dia belum mendapatkan kabar sedikitpun dari suaminya. Dia malah melakukan hal bodo yang menyiksa dirinya sendiri. Claudia menunduk. Dia menatap darah yang keluar dari jarinya dan akhirnya menangis. Claudia menangis tersedu dan sedikit sesenggukan. Dia menopang tangannya di sisi meja dapurnya membayangkan apa yang ia lakukan bersama Egnor. Ya disini juga dia pernah saling bercanda hanya membuat minuman. Egnor juga membantunya membilas piring yang dia cuci dengan memeluknya dari belakang. Semua kenangan kenangan itu terlintas seakan bisa dilakukan saat ini juga.
"Kau yakin kita akan selalu berkirim pesan kak?"
"Yakin, aku akan selalu menghubungimu!"
"Satu Minggu ya kak jangan lebih!"
"Ya, satu Minggu aku akan kembali! Aku juga tidak mau berlama lama denganmu!"
"Aku pasti sangat merindukanmu!"
"Kalau anak kita sudah lahir, kita akan pergi ke Nederland bersama sama."
"Kau harus percaya sebuah renkarnasi yang sangat indah untuk dirimu. Semua manusia pasti akan pergi dari dunia ini sayang."
Claudia membelalakan dirinya.
Semua percakapan dirinya dan suaminya terlintas berseru seru di pikirannya. Claudia memegang dadanya. Begitu membuatnya sulit bernapas. Dia merindukan Egnor. Dia ingin memeluknya. Dia membutuhkan kabar Egnor sedikit saja.
"Tidak kak! kau tidak boleh pergi dari dunia ini kak! mengapa waktu itu kau membicarakan hal itu? Di depan makam bibiku kau mengatakan tidak akan meninggalkanku sambil memelukku, tapi mengapa sekarang kau pergi dan tidak tahu kembali atau tidak. Kak Egnor .." Tutur Claudia dalam tangis nya dan kini dia memegang perutnya.
"Apa yang kau lakukan kak?" tanya Viena menghampiri Claudia. Dia memegang lengan kakak iparnya itu.
"Aku mau membuat sup jagung kesukaan Egnor, hari ini dia kembali Viena. Dia berjanji padaku satu Minggu. Ini sudah satu Minggu dan hari ini dia juga berangkat! Sebentar lagi dia akan pulang dan membunyikan bel, Viena." Jawab Claudia namun tetap menangis. Claudia yang ia katakan adalah hal terbodoh dan sangat tidak mengenakan. Viena menghela napas. Dia lalu memeluk Claudia. Claudia juga mendekapnya dengan sangat erat.
"Viena, ini benar benar menyakitkan Viena! Aku, aku benar benar tidak tahu bagaimana diriku sekarang! Rasanya seperti tersiram air panas, rasanya seperti ratusan paku menancap di hatiku, rasanya seperti lebah yang menyerangku. Oh Tuhan, dimana suamiku? Viena, dimana kakakmu, ayah dari anak anak yang kukandung sekarang." begitulah Claudia akhirnya meluapkan semuanya. Viena mengangguk angguk ikut tenggelam dalam kesedihan kakaknya.
...
"Kau hanya perlu percaya pada hati kecilmu maka apa yang kau inginkan akan terkabul, honey. Tulis semua apa yang kau inginkan di notebook pemberianku, jangan lupa! Memang Tuhan yang bisa mengabulkan semua doa tapi ijinkan aku yang mengabulkannya terlebih dulu sebelum kau meminta Tuhan yang mengabulkannya."
"Kak, kau dimana?"
"Selalu di hatimu, my only one!"
"Kak Egnor!" Claudia membuka matanya. Setiap hari Claudia pasti memimpikan Egnor oleh sebab itu dia selalu membuat dirinya tertidur agar dia bisa melihat suaminya meski sebentar.
Hari itu tepat sudah sepuluh hari paska kecelakaan, Claudia terbangun dan menyudahi mimpinya karna mendengar seseorang menekan bel apartemennya . Viena sedang tertidur sedangkan Grace ke kantor memeriksa pekerjaan para pegawai karna Frank bersama Dion terus memantau perkembangan korban.
Ketika bel apartemennya berbunyi lagi, Claudia jadi mengingat sewaktu Egnor lama pulang untuk membuat kejutan ulang tahun padanya.
"Kak Egnor? Ya aku yakin itu dia! Kak Egnor?" Claudia membuka pintu tetapi bukan Egnor di luar sana tetapi ucapan bela sungkawa turut berduka cita atas meninggalkannya Dr. Egnor Victor Jovanca, S. H, M. H.
__ADS_1
Kening Claudia mengerut. Amarahnya kembali membumbung tinggi ke otaknya setelah beberapa hari ini Claudia sudah kembali dalam keadaan tenang. Dan yang paling membuatnya tidak habis pikir dengan karangan bunga ini yaitu pengirimnya dan mengatakan.
-Mantan Suamimu, Ricardo Gabriane-
Saat itu juga tak segan segan Claudia mencakar habis seluruh rangkaian bunga itu. Memukul nya dan mengoyakan nama Egnor di sana. Dia mencabik cabik karangan bunga tersebut sambil menangis. Viena akhirnya terbangun dan mendengar Claudia yang kembali histeris. Viena mencoba menghentikan aksi Claudia yang akhirnya Claudia memeluk Viena.
"Egnor masih hidup. Dia masih hidup .." Claudia berpekik dalam tangisnya, Viena pun terkadang ikut dalam kesedihannya. Viena pernah merasakan ini, memang begitu memilukan dan menyayat hati.
...
...
...
...
...
Sampe ke hatiku Viena!! 😭😭
.
Next part 97
Kmaren ada liat status orang : Full Drama haha maafkan jika seperti ini keadaannya 😂😂
Apa maksud dari setiap perkataan Egnor dalam mimpi? Apa akan seperti ini?
Lalu benarkah Richard yang mengirim sindiran karangan bunga itu? Padahal belum ada kabar atas meninggalnya Egnor.
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1