Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 140: Get Away!


__ADS_3

Mencoba menjalankan tanggung jawab dan menyelamatkan nyawa orang orang tak bersalah. Tak peduli apapun yang terjadi. Bagaimana Richard dan Kevin bisa menyelamatkan Claudia beserta anak anaknya?



Richard & Kevin


cast Kevin : Eunhyuk Suju


------------------------------


Kevin membuat Richard terus menunduk menuju ke mobil mereka karena Kingsler terus mengejarnya sambil menembakan peluru ke arah mereka. Mereka pun berhasil memasuki mobil sedan abu abu itu.


"Tuan, cepat hubungi Tuan Egnor!" Kata Kevin siap menjalankan mobilnya.


Tang! Tang!


Peluru Kingsler mengenai tiang penyangga garasi dan sedikit bumper mobil Richard.


Richard menengok ke belakang dan tampak Kingsler tidak menyerah. Dia dengan dua bodyguard Bruce lainnya menaiki mobil mereka dan mengejar mobil yang Kevin dan Richard tumpangi.


Richard segera menghubungi Egnor.


"Sial, tidak ada jawaban Kevin!" Dengus Richard sebal karena Egnor mematikan ponselnya.


"Lagi tuan! Hubungi Frank, Gabriel atau siapapun tuan!" Kata Kevin begitu cemas.


"Iya iya! Kau cepat menuju ke apartemen Claudia dan Egnor!"


"Siap tuan!"


Richard terus menghubungi Egnor tapi ponsel Egnor tidak aktif. Begitu juga dengan Gabriel karena mereka telah terbang ke Indian. Butuh waktu 5-6 jam untuk penerbangan karena Indian melewati beberapa negara besar sedangkan Indian merupakan negara terpencil dan sedikit menjorok pedalaman.


Sedangkan Frank tidak bisa dihubungi. Awalnya tersambung tapi tidak diangkat. Richard benar benar hanya ingin menyelamatkan Claudia dan anak anaknya. Dia tidak boleh melakukan kesalahan lagi. Dia juga harus bisa menjaga, melindungi dan membantu Egnor.


Sementara Kingsler terus mengejar mobil Kevin dan Richard. Richard mengingat sebuah jalan kecil yang menembus ke belakang apartemen Egnor. Richard yang berinisiatif memutar kemudi agar cepat berbelok ke arah jalan yang tepat sekali Kevin lintasi.


"Mengapa kau tidak mengatakan padaku?" Decak Kevin terkejut dengan aksi tuannya.


"Agar langsung berbelok sehingga bodyguard Bruce tidak bisa mengancang ancang!" Kata Richard karena Kevin tidak menekan lampu sen berbelok sehingga benar Kingsler tidak tahu dan malah melewati jalan kecil itu.


Kevin terus melajukan mobilnya sementara Richard menghubungi Claudia.


"Ya? Aku sedang repot, nanti aku hubungi lagi Richard," saut Claudia mengangkat panggilan.


"Clau dengarkan aku!"


"Nanti dulu ya, Wilson terus menangis! Sebentar ya?"


Tut!


Panggilan dimatikan. Richard tidak sempat berkata kata. Akhirnya Richard menghubungi Lisa. Entah mengapa di pikirannya hanya ada Lisa yang bisa membantunya. Namun, Lisa juga tidak mengangkat panggilannya.


"Mengapa semua orang ini sibuk sih, ohhh God bagaimana ini Kevin!!!!" sungut Richard bingung dengan keadaan genting dan berbahaya ini.


"Tenang tuan, kita langsung menemui Nyonya Claudia dan Tuan Egnor saja!" saut Kevin.


"Ya ya ke apartemen saja!"


Kevin terus melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke apartemen Egnor dan sampailah mereka di belakang basement Dimitri Apartment itu. Richard dan Kevin pun keluar dari sana. Namun, ketika mereka turun dan hendak ke arah pintu masuk apartemen, Richard mengenal mobil Kingsler tadi. Dia menarik Kevin untuk bersembunyi di toilet samping pintu masuk.


"Kingsler tahu kita kemari, Kevin," decak Richard tidak menyangka Kingsler bisa tahu keberadaannya.


"Tuan, bukankah itu bodyguard dan asisten tuan besar! Mereka berseteru dengan penjagaan Tuan Egnor. Kita harus bagaimana?" kata Kevin kemudian memperlihatkan bodyguard Richie dan penjaga Bertho.


"Ikut aku!" Kata Richard kembali menarik Kevin mengendap endap lalu menaiki tangga darurat menuju ke lantai satu lalu menaiki lift menuju lantai 25, kamar apartemen Egnor dan Claudia. Namun, ketika mereka keluar lift, mereka dihadang oleh anak buah Bertho.

__ADS_1


"Kalian siapa?" tanya anak buah Bertho.


"Aku Kevin, masa kalian tidak tahu siapa tuanku?" jawab Kevin melirik tuannya.


"Ah kau Tuan Richard Gabriane! Mau apa kalian? Bukankah kau anak dari Richie? Semua nama keluarga Gabriane tidak diterima di sini! Di sini kawasan Tuan Egnor. Sebaiknya kalian pergi sebelum kami bertindak kasar!" decak salah satu anak buah Bertho.


"Keadaannya sangat genting! Kami harus bertemu dengan Claudia!" kata Richard kemudian.


"Apalagi kalian hendak bertemu nyonya kami! Tidak bisa!" bantah anak buah Bertho melarang. mereka berpikir siapa saja bernama belakang Gabriane adalah musuh mereka.


"Sebentar saja, dia dalam bahaya!" sambung Kevin.


"Tidak! Lagipula Nyonya tidak di sini!"


"KAU JANGAN MENIPU KAMI! DIA INGIN DICULIK CEPAT BERITAHU AKU DI MANA DIA!!!" decak Richard penuh dengan emosi sambil mencengkram kerah baju salah satu anak buah Bertho itu.


"Tenang tuan! Tidak ada waktu berdebat, kita terobos saja!" Bisik Kevin. Richard menghempaskan anak buah Bertho dan hendak mendorong salah satunya lagi. Namun, baru saja mereka hendak berlari, Kingsler keluar dari lift dan menembak anak buah Bertho. Richard dan Kevin berhasil menunduk tapi juga berlari lagi setelah Richard menendang mata kaki Kingsler.


"Sial kau tuan Richard!" Teriak Kingsler yang kehilangan pistolnya.


"Sayang sekali, aku harus meminjam pistolmu terlebih dulu, predator!" saut Kevin mengambil pistol Kingsler untuk penjagaan.


Dor!


Kevin menembakan peluru pada Kingsler tapi Kingsler dapat berkelit.


Kevin dan Richard berlari kembali ke pintu darurat. Mereka menuju ke lantai 15 kamar apartemen Grace. Grace maupun Frank tidak menjawab. Ternyata hari ini jadwal Grace memberikan imunisasi pada anaknya di rumah sakit dan Frank menemani setelah memastikan Egnor terbang ke Indian.


"Bagaimana ini Tuan?! Bodyguard tuan besar pasti mau menangkap Nyonya Claudia!" tutur Kevin menerka.


"Sepertinya Egnor menyembunyikan Claudia di suatu tempat," gumam Richard.


"Ya, setidaknya kita harus berjaga jaga. Tuan Bruce pasti mengetahui di mana keberadaan Nyonya Claudia jika masih di sekitar Honolulu," balas Kevin juga mencemaskan Claudia dan anak anaknya.


"Kita ke kantor Egnor saja, ayo cepat!!" kata Richard memutuskan.


Kevin menarik Richard berlari ke arah mobil sambil terus menembakan peluru ke arah anak buah Kingsler.


"Benar dugaan ku Kevin! Claudia tidak ada di sini, dia pasti di suatu tempat karena Kingsler juga tidak mendapatkan Claudia.


"Benar tuan! Coba kau tanya Nona Lisa atau Nona Lina!" Kata Kevin mengemudikan mobilnya lagi keluar dari apartemen.


Richard mengangguk dan mengubungi Lisa lagi.


"Ada apa Richard? Mengapa kau menghubungiku berkali kali?" tanya Lisa juga panik.


"Gawat! Kita harus mengamankan Claudia karena Bruce sedang mencarinya Lisa!" jawab Richard dengan nada napas tersenggal.


"Siapa Bruce?" selidik Lisa yang belum ia ketahui.


"Pokoknya dia mau menculik Claudia dan membunuh anak anaknya! Di mana dia sekarang Lisa!?" saut Richard bertanya.


"Egnor sedang ke Indian, bagaimana kita bisa memberitahunya," tutur Lisa semakin panik.


"Cepat katakan di mana Claudia?" tanya Richard lagi.


"Dia, dia di kediaman Alexander Kwan, apa yang bisa kubantu Richard? Egnor sedang tidak ada!" jawab Lisa yang ikut bergetir mendengar semua ini.


"Kau diam diam ke rumah Tuan Johanes dan beritahu mereka. Aku akan menjemput Claudia dan membawanya pergi!" tutur Richard tergesa gesa.


"Ya ya, kemana kau akan membawanya pergi?" tanya Lisa menyetujui.


"Tempat biasa Lisa, tempat aku pernah membawamu, oke?" saut Richard memberitahu.


"Baiklah, hati hati sayang," gumam Lisa masih dalam kepanikan.

__ADS_1


"Hem, i love you!"


Panggilan dimatikan. Lisa secara diam diam segera menuju ke rumah Johanes. Dia tidak tahu siapa Bruce walau pernah mendengarnya. Namun, ketika mendengar Claudia hendak di culik, pikirannya hanya mengarah pada Richie Gabriane yang mempunyai otak jahat dan tega seperti ini. Karena terlalu panik dan terburu buru, Lisa langsung ke rumah Johanes. Dia lupa mengabari Lina, Frank, Grace atau siapapun. Dia hanya ingat pesan pria yang ia cintai itu. Ke rumah Johanes setelah itu dia harus menyusul Richard dan Claudia.


Richard sampai di kediaman rumah Alexander Kwan. Tentu banyak penjagaan lagi selain bodyguard Alex, ada juga Bertho. Kebetulan Claudia sedang mengajak Wilson dan Willy bermain di taman.


"Claudia!" Panggil Richard di depan gerbang mansion Alex. Bertho tentu yang menyambut Richard.


"Tuan Richard?" seru Bertho bertanya tanya.


"Bertho, segera amankan Claudia! Semua anak buah Bruce dan si Gabriane tua hendak menculik Claudia dan membunuh Wilson dan Willy!" kata Richard dengan paniknya.


"Kau jangan bercanda tuan!" decak Bertho.


"Masa aku bercanda! Kau tidak lihat aku sudah lelah begini! Cepat buka pintunya!" teriak Richard terburu buru.


Tang! Tang!


Suara tembakan ke arah gerbang mansion Alex kembali terdengar.


"Sial! Mengapa mereka bisa mendapatkan kita, Kevin?!" keluh Richard.


"Masuk masuk cepat!" Perintah Bertho.


Para anak buah Bruce dengan dua mobil memaksa masuk dengan menabrak pintu gerbang.


"Amankan Nyonya Claudia, Tuan Richard, biar aku yang menghadang mereka!" kata Bertho memberi arahan.


Richard mengangguk dan berlari bersama Kevin menghampiri Claudia. Claudia sudah menggendong satu anaknya, Willy, begitu juga Emma yang sudah menggendong Wilson.


"Ada apa Richard?" tanya Claudia panik.


"Ikut denganku, cepat cepat ayo Clau!" kata Richard menarik Claudia.


Richard menggiring Claudia dan Willy ke belakang mansion begitu juga dengan Kevin mengarahkan Emma sambil menembakan peluru yang ada di pistolnya.


Sementara Bertho mengarah pada mobil Kingsler. Satu tendangan melayang di kepala Kingsler. Kingsler tak tinggal diam. Dia kembali menyerang Bertho dan terjadi pertarungan antara keduanya. Semua anak buah Bertho menghadang pengikut Kingsler untuk menahan mereka semua mengejar Claudia dan Richard.


"Ada apa Richard?!! Mengapa semua aparat itu menyerang kami?!!!" Tanya Claudia panik. Wilson sudah menangis di gendongan Emma.


"Mereka ingin menculik dan membunuh anak anakmu!" pekik Richard bingung harus seperti apalagi.


"Oh God! Aku harus memberitahu suamiku!" decak Claudia takut dan panik.


"Egnor sulit sekali dihubungi Clau!"


"Aku akan mengirim pesan! Emma, ponselku?" pinta Claudia.


"Di atas nyonya,"


"Oh God! Richard kau saja yang mengirim pesan!"


Baru saja Richard hendak mengirim pesan, terdengarlah serentetan suara tembakan bertubi tubi. Claudia menundukan kepalanya mendekap Willy dengan erat. Richard pun memeluk Claudia. Emma pun mendekap erat Wilson yang terus menangis dan Kevin juga memeluk Emma.


Claudia sempat menoleh ke arah depan dan terlihat di sana anak buah Bertho juga Bertho terkapar dengan darah di mana mana.


"Tidaakkk!!! Mengapa jadi begini Richard!!! Kak Egnor, aku harus memberitahunya," pekik Claudia makin panik.


"TUAN RICHARD, BERHENTI DI SANA DAN SERAHKAN NYONYA CLAUDIA!" teriak Kingsler melihat mereka ber enam di sana.


...


lanjut di bawah ya


jangan lupa tetap like dan komen ya

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2