Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 120: Solution


__ADS_3

DI LIKE DULU YA GES YUK AH BIAR GA LUPA 😍😍


...


Jangan pernah sendiri jika kau memiliki orang orang yang siap membantumu di garis terdepan! Percaya semua hal hal yang tidak mengenakan hati akan sirnah dengan doa dan dukungan sekitar. Bagaimana akhirnya Egnor menyelesaikan semua kekalutannya? Apakah Claudia akan ikut andil dalam semua ini? Sanggupkah jika badai ini terus menerjang secara bersamaan. Bukan negara, pemerintah dan keluarga yang dipertaruhkan tetapi juga harga diri seorang penegak keadilan.


...


"Sayang, ada apa denganmu? Sudah dua hari ini kau tampak murung dan tidak berselera. Bukankah sebentar lagi akan diadakan pemilihan kepala pemerintah pengganti Tuan Gonzaga? Mengapa kau tidak bersemangat? Kudengar kau juga merupakan calon?" Tanya Claudia dengan penuh kelembutan dan sentuhan pada lengan suaminya.


Egnor menggeleng.


"Ada apa denganmu? Mengapa tidak bicara padaku?" tanya Claudia lagi mencoba meraih wajahnya.


Egnor menoleh dan meraih tangan istrinya.


"Hem, aku tidak pantas menjadi kepala pemerintah, honey. Sampai kapanpun tidak akan pantas. Aku hanya pemeran pembantu. Lihat saja, sampai sekarang aku belum bisa menangkap Richie Gabriane. Dia terlalu pengecut. Aku sangat yakin dalang semua ini adalah dirinya. Aku tidak tahu harus seperti apa lagi. Bisa saja aku mendatanginya ke Nederland tapi yang kukhawatirkan dia akan kembali menyerang Honolulu di saat aku tidak ada," kata Egnor masih menunduk sambil mengelus elus punggung tangan istrinya.


Claudia tersenyum. Claudia sungguh tidak salah mencintai pria di sampingnya. Suaminya sosok yang tegas dan cukup pemarah, tetapi di saat saat tertentu pria itu memiliki senyum paling indah juga sesaat dapat berubah menjadi sangat lembut. Dia bisa memikirkan semua hal di waktu bersamaan. Menjunjung tinggi asas keadilan yang utama. Memperhatikan sekitarnya dan selalu membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan. Kini, suaminya merasa sangat bersalah karena belum bisa menangkap penjahat yang sebenarnya. Egnor merasa terbeban dengan semua ini. Akan ada berapa korban lagi yang jatuh jika tidak secepatnya Egnor meringkusnya.


"Kak, apa kau melupakan sesuatu?" tanya Claudia mencoba mengingatkan Egnor mengenai tahanan atau musuh musuhnya.


"Melupakan apa?"


"Kau sudah mengunjungi pria yang waktu itu menyakitiku?"


"Sudah, dia tidak mau berkata apapun. Sekarang dia sekarat. Anak buah Bertho bahkan Bertho sendiri yang sudah memberinya pelajaran sampai aku sendiri untuk membalas perlakuan kasarnya padamu, dia tetap membungkam. Aku tahu, otaknya sudah dicuci jadi dia tidak akan mau mengatakan apa apa," ujar Egnor melemah. Egnor kini merasa seperti katak dalam tempurung.


"Lalu kata Grace, Kate ikut ambil bagian?" selidik Claudia lagi dengan maksud memberikan petunjuk petunjuk yang seharusnya Egnor lakukan.


"Ya, tapi sampai sekarang aku belum tahu cara membuatnya kembali. Ibunya saja tidak bisa membujuknya kembali ke Honolulu ," sungut Egnor masih memainkan tangan istrinya.


"Benar kak, Aunty Anne bercerita kalau Nyonya Monica sekarang jatuh sakit memikirkan Kate," kata Claudia lagi ikut bersedih.


"Sudahlah Clau, kau jangan memikirkan apapun. Fokus saja pada anak anak kita. Sebentar lagi usianya menginjak satu bulan, apa kau ingin sebuah perayaan mengucap syukur atas semua ini?" tanya Egnor menyarankan. sepertinya dia juga membutuhkan sebuah pesta kecil kecilan untuk hiburan.


"Seperti Viena dan Dion waktu itu?"


Egnor mengangguk tersenyum.


"Boleh Kak, tapi aku mau sederhana saja. Kita adakan di Taman Belakang Motel Prime saja. Aku suka pemandangannya dan sangat baik untuk si kembar bisa menghirup udara sesegar itu," kata Claudia seperti biasanya. menyukai perayaan tapi tidak mau yang terlalu wah.


"Baiklah, aku akan meminta tolong Gabriel dan Lina mengurusnya. Oiya, Lina sedang kerja praktik di kantorku," kata Egnor lagi memberitahu.


"Oh iya? Lina ingin menjadi lawyer?" selidik Claudia.


"Ya, sejak kejadian ayahnya, dia semakin giat mengemban ilmu hukumnya. Gabriel juga jadi bersemangat,"


"Kau memang sangat mengetahui anak anak angkatmu, sir. Jadi kau jangan bersedih lagi. Aku yakin kita pasti akan mendapatkan jalan keluarnya," tutur Claudia tersenyum hangat.


Bersamaan dengan itu Anne datang seperti biasanya. Egnor akhirnya berangkat setelah berciuman dengan Claudia di kamar. Semakin lama ia semakin ingin dekat dengan Claudia. Tidak mau berpisah. Berangkat kerja agak terlembat dan pulang lebih awal. Claudia memang merasakan rasa penat dan lelah dari suaminya dan ia yakin, Egnor begitu membutuhkannya.


...


Jam makan siang akhirnya tiba. Cepat cepat Gabriel ke luar ruangan untuk menemui Lina. Dia hendak makan siang bersama. Dia meminta ijin pada Egnor untuk ke resto bawah terlebih dulu. Egnor hanya mengangguk. Tubuhnya enggan untuk kemana mana. Namun, dia masih harus memikirkan cara untuk meringkus Richie dan Kate sebelum acara pemilihan kepala pemerintah yang baru.


Egnor pun memutuskan untuk pergi ke cafe langganannya di ujung jalan sejajaran dengan gedung pengacaranya. Dia ingin menyuruh Claudia datang tapi baru saja dia melihat status chating istrinya yang mengatakan *saatnya memanfaatkan waktu merenggangkan tubuh selagi my wil wil terlelap. I love you two wills*. Egnor tersenyum melihatnya dan dia tidak boleh merepotkan istrinya yang sudah berjuang mengurus anak anaknya.


Ketika Egnor hendak keluar, dia menabrak Moses dan Frank yang hendak mengajaknya makan siang. Kandungan Grace sudah menginjak 8 bulan dan dia sering lelah, jadi Egnor menyarankan dia masuk satu kali seminggu saja atau jika diperlukan. Nyatanya sudah 1 bulan Grace mengambil cuti, Egnor tidak pernah menyuruhnya. Frank sangat berterimakasih pada tuannya.


"Kau mau kemana tuan?" tanya Moses.


"Cafe ujung jalan,"

__ADS_1


"Mau kami temani?" Frank menawarkan.


"Tidak tidak! Kalian makan berdua saja, tapi tetap tahu batasan. Istrimu sedang mengandung Frank dan kau Moses cepat dekati Lena dengan semua modalmu. Pinjam mobil pada Frank jangan terus naik mobil Lena!" dengus Egnor memperingati anak buahnya.


Frank dan Moses saling berpandangan. Mereka mengira bosnya ini sudah gila sampai mencurigai mereka berdua berhubungan.


"Tuan, kau ini keterlaluan! Meskipun di dunia ini tidak ada wanita, aku tidak mau dengan si pelit ini!" decak Frank tidak terima.


"Apa lagi denganku! Lebih baik aku bicara pada ranting pohon daripada membahasa hal yang tidak jelas dengan suami Grace ini!" decak Moses juga malah mau bertengkar dengan Frank.


"Nah, begini yang membuatku akan pusing jika bersama kalian. Aku hanya memancing kalian dengan umpan cacing tapi kalian sudah bertengkar seperti memperebutkan umpan seslice daging segar. Sudah, aku pergi dulu! Jangan bertengkar dan cepat makan siang!" Decak Egnor dan meninggalkan mereka berdua. Frank dan Moses menyerah. Padahal mereka ingin membuat Egnor ceria dan membantunya menyelesaikan masalah.


Moses malah jadi enggan pergi. Akhirnya mereka berdua memesan makanan cepat saji dan di antar ke ruangan Egnor. Mereka berdua makan siang di sana sambil menunggu Gabriel dan tuannya sendiri. Tak lama kemudian, Richard datang bersama Kevin.


"Frank, Moses, di mana tuan kalian?!" tanya Richard dengan wajah yang panik bercampur kemarahan.


"Makan siang di cafe ujung jalan," jawab Frank.


"Apa dia masih di sana?"


"Entahlah, biar kuhubungi," saut Frank. Frank pun menghubungi Egnor tetapi tidak ada jawaban. Egnor memang mematikan ponselnya sampai dia tenang di sana.


"Ada apa Tuan? Sebaiknya kau kesana saja, ponselnya dimatikan," kata Frank menyarankan.


"Apa kalian tidak tahu kalau ayahku hendak pulang dan dia sedang mencalonkan seseorang menjadi kepala pemerintah, apa itu tidak gila?! Dan kurasa hanya Egnor yang bisa menghentikan dia. Si Gabriane tua itu tidak mau bicara padaku! Sial sial! Mengapa aku menjadi anaknya!" keluh Richard memukul mukul kepalanya dan duduk di sofa single.


"Tenanglah tuan, sebaiknya kita langsung menemui tuan Egnor saja. Aku khawatir dia malah kembali pulang dan tidak kesini lagi," kata Frank lagi mengerti posisi Richard yang menjadi kambing hitam dari semua perilaku yang ayahnya buat.


Richard, Frank dan Kevin segera menuju ke cafe ujung jalan itu. Moses tidak ikut karena masih harus mengurus undangan petinggi pemerintah yang menjadi peserta pemilihan kepala pemerintahan ini.


Sesampainya di sana mereka menemukan Egnor duduk di pojok ruangan sambil memijat mijat tulang hidungnya. Entah mengapa pikirannya sangat buntu dan tidak cerah. Dia malah berpikir akan bercinta dengan Claudia ketika pulang nanti. Egnor menggelengkan kepalanya berusaha bertindak rasional.


"Egnor!" Panggil Richard duduk di depan Egnor. Egnor mendongakan kepalanya melirik Richard.


Brak!


Egnor menggebrak meja mendengar hal itu. Dia beranjak dan menolak pinggangnya. Frank juga berdiri hendak menyuruh Egnor duduk tetapi Egnor menghempaskan tangan wakil kantor pengacaranya itu.


"Di mana dia sekarang? Biar kubunuh sekarang juga!" tantang Egnor benar benar sudah kehabisan ide.


"Tenang tuan Egnor, Tuan Richie masih ada di Nederland," kata Kevin.


"Richard, aku minta maaf kalau pada akhirnya mungkin kau yang akan ku jadikan Sandera!" decak Egnor menunjuk Richard.


"Percuma! Dia sudah tidak peduli padaku, wasting time!" Richard mengibaskan satu tangannya.


"Lalu bagaimana aku menghukumnya? Sekarang aku memikirkan bagaimana menggiring Kate untuk kembali ke Honolulu, aku yakin dia mengetahui sesuatu!" decak Egnor lagi sedikit frustasi.


Richard menangkap maksud Egnor.


"Ah benar kau Egnor! Aku mengingat sesuatu. Waktu itu Lisa mengatakannya padaku tetapi karerna mengurusi Claudia dan Mytha aku jadi lupa mengatakannya padamu," kata Richard kemudian.


"Di mana wanitamu sekarang? Aku jarang melihatnya, kata Claudia dia masih bersedih atas Mytha," tanya Egnor pada Richard.


"Entahlah, aku sudah terus mendekatinya tapi dia malah menjauh. Dia butuh waktu, aku ingin terus meyakinkannya tetapi aku malah mendapatkan kabar ini," keluh Richard ikut frustasi mengingat belahan jiwanya.


"Jadi, apa yang harus kita perbuat?" tanya Egnor kemudian.


"Duduklah!" Pinta Richard dan Egnor kembali duduk. Richard menarik lengan jas Egnor dan membisikan sesuatu. Egnor sudah mulai mendelikan alisnya dan enggan melakukannya. Tak lama ia menarik dirinya.


"Kau sudah gila! Bagaimana kalau Claudia tahu? Aku bisa dijatuhkan dari apartemen! Sekarang dia bukan hanya wanita, tapi wanita beranak tiga. Emosinya bisa setinggi luar angkasa, kau belum menjadi ayah Richard, bahkan kau belum menikah!!!" bantah Egnor kembali berdiri dan menunjuk nunjuk Richard.


"Tuan Frank, bukankah Nyonya Clau hanya memiliki anak 2 mengapa jadi 3?" bisik Kevin sempat sempatnya pada Frank.

__ADS_1


"Tuan Egnor anak pertama, dia juga harus diurus!" jawab Frank sekenanya. dia ingat kata kata istrinya.


Kevin mengangguk angguk walau masih kurang paham.


"Claudia pasti mengerti," saut Richard seketika.


"Kenapa tidak kau saja?!" selidik Egnor memicingkan matanya.


"Dia lebih menginginkanmu Egnor, dia rela melakukan apapun demi mu," tutur Richard mencoba membuat Egnor berpikir rasional.


"Argh! Kau tidak mengerti Richard, aku sangat anti dengan wanita seperti itu!!!" dengus Egnor masih menolak saran Richard.


"Hanya itu caranya, kau mau atau tidak!" Richard memastikan.


Egnor berpikir. Richard juga membisikannya pada Frank juga Kevin. Frank sangat mendukung karena Frank juga mendengar kalau ibunya saja tidak bisa menggiring Kate kembali ke Honolulu.


"Egnor cepat pastikan dan kerjakan!" kata Richard lagi.


"Argh, baiklah baiklah, tapi aku tidak mau melakukannya, aku akan menyuruh Bertho mencari orang yang mirip denganku dan dia yang melakukannya, aku tidak mau! Aku hanya akan menghubunginya!" decak Egnor memutuskan.


"Kau berlebihan sekali Tuan! Kate tidak terlalu buruk," saut Frank meledek tuannya.


"Dia sudah melakukan hal yang bermental rendah! menjijikan!" Egnor berdecih dengan tatapan sinis dan meraih ponselnya siap menjalankan aksinya.


...


...


...


...


...


Was Kate masuk kadang binatang apa lagi kau?! 😝😝


.


Next part 121


Apa yang hendak dilakukan Egnor dkk?


Apakah akan berhasil?


stay tune ges 😁


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2