
Percayalah, bahwa masa masa sulit mu akan menjadi awal sebuah kemenangan ...
...
Rililand,
"Ada apa ini Lisa? Apa terjadi sesuatu di Honolulu?" pekik Claudia bertanya tanya karena Willy dan Wilson masih gelisah dan menangis jika Claudia lengah sedikit saja tidak menyusuinya.
"Tenanglah Clau, tidak akan terjadi apapun, Egnor tidak apa apa," saut Lisa mencoba membantu Claudia memposisikan Wilson dengan benar sementara Willy sudah di amankan oleh Richard.
"Tidak, tidak, aku berfirasat kalau suamiku pasti terjadi sesuatu. Apa aku tidak bisa mendapatkan kabarnya? Aku mohon!" pinta Claudia berhasil membuat Wilson meraih ujung buah dadanya untuk kembali menyusui.
Lisa menggeleng frustasi.
"Aku dan Richard maupun tidak ada yang menggunakan ponsel, Clau. Kau tahu kan mereka sangat hebat dan tahu keberadaan kita jika jika memegang alat komunikasi itu. Tolong bersabarlah, Clau! Hargai Richard. Dia hanya ingin berguna, dia mau menebus kesalahannya pada Egnor dengan cara melindungimu untuknya. Percayalah tidak ada maksud apapun!" kata Lisa menjelaskan.
"Aku mengerti Lisa, tapi tolong aku sangat mengkhawatirkan suamiku! Dia pasti mencemaskanku! Batin mereka bertiga sangat kuat! Aku mohon cari tahu tentang suamiku. Kapan Kevin kembali dari Greenville? Aku sangat penasaran!" balas Claudia dengan mata berkaca kaca.
"Egnor pasti baik baik saja, dia akan leluasa memulihkan kembali Honolulu. Kevin kembali nanti sore. Dia pasti memberitahukan semuanya,"
"Aku berharap suamiku baik baik saja. Kak, tolong bersemangat lah. Entah mengapa aku sangat yakin kau membutuhkanku di dekatmu sekarang, tapi mereka mengincarku kak. Sementara aku harus hidup denganmu sampai maut dan Tuhan yang memisahkan kita, bukan manusia!" gumam Claudia mendekap erat Wilson.
"Sabar Clau! Tuhan mendengar doa kita!" Kata Lisa lagi mengelus punggung Claudia yang masih menyusui Wilson. Willy sudah berhasil tertidur dalam gendongan Richard. Richard pun tidak tega mendengar tangis mereka. Ketika Willy sudah puas menyusui, Richard meminta dari Lisa agar bisa menggendong Willy.
Dalam gendongan Richard, Richard terus menyebut nama lengkap Egnor di depan Willy dengan pelan sehingga bayi kecil itu tertidur dengan pulas.
"Apa kau ingin menaruh Willy?" Tanya Lisa menghampiri Richard di halaman luar.
"Lisa, lihatlah, betapa Willy sangat menggemaskan, dia mirip sekali dengan ayahnya," saut Richard setengah berbalik ke arah Lisa. Bukannya Lisa memperhatikan Willy, dia malah memperhatikan Wajah Richard. Lisa tersenyum.
"Kau menginginkan anakmu?" tanya Lisa asal.
"Tentu Lisa, with you," jawab Richard tersenyum menoleh sesaat pada wanitanya itu.
Seketika Lisa tersipu tapi dia mencoba mentralkan diri. Sekarang bukan saatnya bermesraan di atas penderitaan Claudia dan si kembar juga Egnor.
"Kita bisa membicarakan nanti, Richard," saut Lisa dengan nada pelan.
"Ya, aku mengerti, aku hanya ingin kau tahu kalau wanita yang akan menemaniku sampai maut itu adalah kau, di mansion ini, di pulau kita, kau setuju kan?" kata Richard lagi membuat Lisa salah tingkah tapi juga senang.
"Ya ya, terserahmu ..."
Cup!
Richard berbalik dan mengecup pipi Lisa. Lisa sontak menatap Richard yang hanya tersenyum kembali menimang Willy.
Di dalam ruangan, Claudia melihat kemesraan itu. Dia bersandar di balik jendela memegang dan memegang dadanya.
"Kak Egnor, kau sedang apa? Aku merindukanmu, aku harap kau baik baik saja karena aku di sini sangat baik kak. Richard dan Lisa begitu baik padaku. Semoga kau cepat memulihkan Honolulu. Mengapa kita terus dipisahkan seperti ini?" Hiks! Claudia kembali menangis merindukan suaminya sangat dan mendalam.
__ADS_1
...
"Keadaan semakin tak menentu, tuan! Tuan Besar memasang reklame, Billboard bahkan menaruh poster di surat kabar tentang kehilangan dirimu dan barang siapa yang menemukanmu agar mendapat uang tunai, apa ini sudah benar benar keterlaluan? Ada juga kabar kau menghilang dengan Nyonya Claudia sehingga Tuan Egnor kehilangan jati diri dan tidak terlihat beberapa hari ini! Aku saja muak membacanya, entah bagaimana dengan kalian!" Decak Kevin memberi tahu dan memberikan surat kabar yang ia beli di Greenville.
Claudia sudah menangis karena takut Egnor beranggapan yang tidak tidak tentang dirinya. Namun, bukan hanya itu, dia jauh lebih khawatir kalau Egnor frustasi karena dirinya sehingga belum bisa bertindak.
"Apa kita tidak bisa mengirim surat? Lisa, Richard, tolong aku merindukan suamiku, aku mohon pertemukan kami!" pinta Claudia lagi dan lagi.
"Tidak bisa Clau! Tolong mengerti Clau! Aku tahu ini sulit aku tahu, tapi kalau kita memberi celah sedikit saja, mereka akan mengetahuinya. Aku yakin Egnor tidak akan sekecil itu, aku yakin suamimu akan bangkit. Percayalah! Bagaimana 8 tahun kau meninggalkannya? Ini hanya beberapa bulan saja. Aku berjanji tidak sampai 1 tahun, Egnor akan memulihkan Honolulu. Jangan ada lagi pengorbanan Clau. Menetaplah di sini tolong jangan membantah terus!" Balas Richard yang juga bingung dengan keadaan ini. Dia juga tidak sanggup melihat Claudia yang sangat tersiksa terpisah dari Egnor. Namun, dia terpaksa melakukan ini. Richard pun naik ke atas ke kamarnya dan meninggalkan semuanya. Dia tidak sanggup lagi, dia takut akan emosi.
Kevin dan Lisa juga Emma menatap Claudia yang makin menangis. Mereka bertiga sangat mengerti kondisi Claudia. Apalagi Lisa. Dilihat dari jumlah ASI nya yang menurun, untung saja Lisa sudah membawa susu dan vitamin untuknya. Kevin juga sudah membeli bahan makanan lainnya tadi. Kevin saja pergi ke Greenville dengan dandanan yang tertutup agar tidak ada yang mengenalinya. Siapa yang tahu kalau Bruce punya koneksi di mana mana. MEREKA SEMUA TERPAKSA TIDAK MENGGUNAKAN SEMUA ALAT KOMUNIKASI AGAR TIDAK BISA DILACAK DARI PENCARIAN RICHIE & BRUCE!! (maaf huruf besar soalnya masih ada yang tanya kenapa Clau ga hubungin Egnor atau Viena? Seketika aku mendelikan mata, anda baca atau tidak? Maav ngetik di sini karena komen ga pernah diliat tapi komen kek baca asal scrol aja;)
...
Kembali ke Honolulu,
Johanes memegang pergelangan tangan Egnor, sama yang dilakukan dokter panggilan Dion dan Viena tadi. Egnor demam, tekanan darahnya sangat rendah dan nadinya lemah. Frank membantunya merebahkan diri di tempat tidur dan menyiapkan piyama kering. Frank meminta Egnor untuk mengenakannya dulu sebelum beristirahat. Egnor mengikuti arahan Frank dan mencoba menerima semuanya walau sangat sulit .
Viena dan Dion memanggil Dokter untuk memeriksa Egnor yang tak kunjung kunjung bangun malam itu ketika Johanes baru saja tiba. Orang tua itu kembali melihat sesuatu yang mengenaskan yaitu anak pertamanya lebih parah ketimbang mengetahui Claudia pindah waktu itu. Dokter juga mengatakan kalau Egnor mengalami sedikit depresi ringan dan trauma. Dia takut akan kejadian yang sama terulang sehingga dia tidak mau menghadapi akibat yang akan menghantuinya.
Setelah dipasang selang infus vitamin dan obat oleh dokter, Johanes yang menunggui anaknya itu. Sekitar tiga puluh menit Johanes terus memeriksa keadaan anaknya, akhirnya Egnor terbangun. Dia menoleh ke arah ayahnya.
"Ada apa Dad? Mengapa kau kemari?" tanya Egnor pelan.
"Seharusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu?" tanya Johanes kembali.
"Di mana Claudia?" tanya Egnor lagi memalingkan wajahnya.
"Harus bagaimana aku mengerti dirinya? Aku sudah memberikan semua yang ia inginkan, aku mempunyainya, tapi mengapa dia pergi, lagi!" Kata Egnor menatap langit langit kamar apartemennya.
"Nak, dad tidak bisa mengatakan banyak, wajar kalau kau seperti ini. Dia istri yang membawa anak anakmu, tapi percayalah itu semua di luar kendalinya. Dia terpaksa melakukan ini. Richie Gabriane dan Bruce Dalton menginginkannya. Richard hanya membawanya menjauh sampai keadaan pilih. Itu yang dikatakan Nona Lisa padaku. Nona Lisa juga ikut mereka. Kau tidak perlu marah dan frustasi seperti ini. Sebaiknya kau selesaikan segala kejahatan di Honolulu ini lalu kembali bersama Claudia," tutur Johanes berusaha membuat Egnor mengerti.
"Mudah sekali kau berkata dad! Bagaimana aku bertindak jika sumber kekuatanku tidak ada di sampingku, bagaimana?" decak Egnor masih menatap langit langit kamar.
"Aku harap kau tidak hilang ingatan anakku. Apa kau lupa ketika Claudia pindah dulu dan sama seperti ini tidak ada kabar, bahkan kau belum mempunyai kekuatan apa apa untuk bisa mencarinya. Namun, apa yang kau perbuat? Kau malah menjadi besar sedikit demi sedikit. Aku saja masih ingat apa yang kau janjikan pada ibumu. Kau akan menjadi pengacara terhebat sehingga Claudia akan mengetahuinya dan datang menemuimu! Lalu semua terjadi dan apa yang kau dapatkan? Claudia yang datang padamu! Jadi mengapa kali ini kau tidak melakukan hal yang sama? Aku yakin dalam nama Tuhan dan ibumu Egnor, Claudia menanti penyelamatan darimu. Sesungguhnya bukan Richard yang menyelamatkannya, tapi kau! Kau yang bisa mengembalikan dunianya juga duniamu!" kata Johanes lagi. Seketika Hati Egnor tercubit bahwasanya dia yang merupakan tonggak dari semua ini.
"Tapi dia tidak mendengarku dad! Dia tidak menghargai ku sebagai suaminya!" meski begitu Egnor masih berpikir.
"Aku sudah mengatakannya! Selanjutnya kau yang bisa mencerna semua ini! Bukan hanya Claudia yang menunggu tindakan dan keadilan yang kau perbuat pada Honolulu ini, tapi juga semua masyarakat! Tuan Alex dan Eleazar masih menjalani perawatan di rumah sakit karena apa? Karena membela hak dan kewajibannya juga para orang orang mereka yang harus membiayai anak dan istrinya. Tolonglah jadi seperti adik dan ibumu, yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, sebentar saja nak, sampai keadaan ini pulih terserah apa yang kau inginkan!! Sekalipun kau mati aku bangga pernah menciptakan dirimu!"
"Kau ingin aku pergi dad?"
"Ya jemput saja ibumu jika kau terus keras kepala seperti ini! Tidak pernah aku menuntutmu, kali ini saja semua membutuhkanmu termasuk dirimu yang bertahan hidup untukmu, untuk adikmu. Itu yang dipesankan ibumu untuk terakhir kalinya padaku. Jaga anak anakmu sampai kau sulit bernapas dan menjemputku! Tapi sepertinya ibumu harus kecewa karena orang yang dipesankan ibumu padaku bahkan lemah tak berdaya bagaikan seutas benang," decak Johanes masih berusaha tenang.
Egnor menghela napas dan menutup matanya dengan lengan yang tidak tersalurkan infus.
"Baiklah, biarkan aku tidur sebentar, dad!" pinta Egnor.
"Ya, kau memang butuh beristirahat agar besok kau siap bekerja," saut Johanes beranjak dan hendak memberikan Egnor waktu untuk berpikir.
__ADS_1
"Dad," panggil Egnor sebelum ayahnya meninggalkan kamar. Johanes setengah menoleh.
"Apa Viena dan Dion masih di sini? Dan bagaimana keadaan Benedict dan Tuan Gerrardo?" Tanya Egnor masih menutup mata dengan lengannya.
Johanes tersenyum tipis. Egnor memang anaknya dan seorang berjiwa besar. Dia tidak akan jatuh begitu saja, apalagi seseorang telah memancing hati nuraninya. Semoga, Egnor juga bisa menerima kondisi Claudia.
...
"SAMANTHA, CEPAT KATAKAN DI MANA ANAK TENGIK ITU!"
"AKU BILANG TIDAK TAHU, TIDAK TAHU!"
"Kau jangan berbual! Kau sangat memanjakanya, pasti kau tahu di mana dia berada!"
"Cuih! dia anakmu bukan binatang!"
pak!
"Berani sekali kau meludahiku hanya karena menyembunyikan anak itu! cepat katakan di mana dia!"
"sekalipun aku tahu dan kau ingin menyiksa atau mambunuhku, aku tidak akan memberitahumu! biar saja kau mencarinya sampai otakmu membusuk! dia lebih tenang tanpa kita berdua!"
"SAMANTHA! Kuberikan waktu 24 jam untuk mengatakannya atau nasibmu akan sama seperti Benedict dan Gerrardo!"
"cih, mungkin saja dua orang yang sebenarnya kau takuti itu sudah berada dalam lindungan Egnor!"
buak!
"beraninya kau menyebut nama Egnor di depanku! waktumu tidak banyak! renungkan! ajalmu ada di tanganku!"
"i don't care! aku bangga mati karena membela anakku! Jahanam Kau Richie!!!!"
"Nyalakan gas beracun di ruangan ini jika besok dia tidak mengatakan apapun! jaga dia! jangan sampai melarikan diri!"
"siap tuan!"
...
ga mau jabarin, bisa membayangkan lah 😊
.
oke gaes aku minta maaf harus mengatakan ini, maaf banget! novel ini akan tamat akhir bulan ini jadi tolong nikmati saja sisa alur yang akan vii sajikan! tidak akan bertele tele karena akan habis juga di waktu yang ditentukan! kalau merasa novel ini membebani anda, tolong jangan dibaca lagi! sudah dijelaskan kalau genre novel ini : ROMANTIS - MISTERI - ACTION! aku bold untuk misterinya ya jadi akan melenceng dan gak nyambung kalau ga dijelaskan secara detil! jadi tolong KALAU TIDAK SANGGUP MENGIKUTI ALUR CERITA INI SILAHKAN DI UN FAV, AKU GAK MASALAH! Jangan atur atur alur yang sudah dikemas baik sesuai genre dan karakternya!
sekali lagi Mon maap aku bilang karena tidak mau membuat kalian merana karna membaca novel merupakan salah satu hiburan 😁
.
akhir kata,
__ADS_1
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa
thanks for read and i love you 💕