Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 125: Stolen!


__ADS_3

Jika semua orang di dunia ini tidak memiliki masalah, dendam atau mempunyai akal yang sehat. Bisakah membayangkan hal ini merupakan surga? Ya, tentu saja. Namun, sepertinya ini adalah angan angan yang sulit untuk ditanamkan. Rasa paling benar dari siapapun ternyata sanggup mengalahkan sebuah kasih yang lembut. Sebenarnya Egnor masih mengedepankan tindakan secara baik baik selamat batas kesabarannya memarahi, tapi ketika serangan datang bertubi tubi, Egnor tidak akan membiarkannya. Apalagi yang menghantui segala perjuangannya?


...


Kecurigaan Egnor terhadap pihak pemerintah semakin menjadi jadi. Frank dan Moses melapor kalau satu bulan ini tidak menerima penanganan kasus dikarenakan pemilihan pemerintah yang akan di adakan dua hari lagi. Egnor bahkan menghubungi Benedict dan Benedict juga tidak bisa berbuat apa apa. Walau dia hakim, dia tetap berada di bawah kekuasaan pihak pemerintah. Egnor mencoba mengerti dan akhirnya harus menunggu pemilihan kepala pemerintahan ini berakhir.


Dua hari berlalu, Egnor beserta semua anak buahnya mengawasi jalannya putaran demi putaran pemilihan kepala pemerintahan itu. Kecurigaan Egnor dan Richard gugur sedikit demi sedikit mengenai Richie yang hendak memberikan calon kepala pemerintah. Pasalnya Richie tidak ikut bertanggung jawab akan semuanya. Dia terus berada di rumah dan di kantornya. Richard juga berkata demikian pada Egnor. Namun, Egnor yakin kalau Richie sedang mengatur semuanya.


Selain itu Gerrardo Mendez nyatanya terus maju ke putaran selanjutnya. Sampai akhirnya yang masuk dalam pemilihan terakhir tentu saja Gerrardo Mendez juga seorang asli Honolulu yang sangat kental. Dia merupakan doktor seperti Egnor. Usianya satu tahun lebih tua dari Egnor. Dia Dawney Brew. Merupakan lulusan Hukum dari universitas khusus hukum di pinggiran Honolulu . Dengan kata lain, apa yang diperingatkan Kate waktu itu tentang seorang keturunan Legacy itu salah.


Dan akhirnya satu Minggu terlewati. Kepala pemerintah yang baru telah terpilih yaitu Dawney Brew. Mereka semua memaklumi karena Dawney merupakan asli keturunan Honolulu. Selain itu dia seorang doktor. Egnor pun tak heran jika akhirnya dia yang terpilih ketimbang Gerrardo karena Gerrardo terbilang juga sudah lanjut usia. Alangkah baiknya jika seorang pemimpin berjiwa muda sehingga dapat memberikan inovasi yang berbedam. Namun, entah mengapa perasaan Egnor tak enak. Apalagi ketika Frank mengatakan kalau Gerrardo pergi dari Honolulu satu hari sebelum pengumuman siapa yang menjadi kepala pemerintah.


"Kemana Tuan Gerrardo pergi, Frank?" tanya Egnor pada Frank.


"Tidak tahu tuan. Seluruh keluarganya juga tidak ada. Mungkin dia sudah mengetahui hasil quick count dan pergi untuk menenangkan diri. Semua bisa terjadi ketika apa yang ia harapkan tidak berjalan sesuai keinginannya, tuan," saut Frank pada tuannya.


"Ya, kau benar!"


"Seperti diriku yang gagal mendapatkan gaji 3x lipat," saut Frank lagi meminta belas kasihan tuannya mengenai janji Claudia dan Egnor padanya. Padahal Claudia tetap akan memberi bonus akhir tahun juga karena Grace akan melahirkan.


"Cih!" Egnor berdecih. Frank sedang menyindirnya.


"Oleh sebab itu, kalau kau kekurangan gaji bisa langsung meminta bukan dengan cara memeras!" Sela Moses mencari muka pada tuannya.


"Dia curang, Moses! Dia sendiri yang menawarkanku gaji 3 kali lipat kalau aku tidak memberitahu Kate menggandeng lengannya, tapi nyatanya dia sendiri yang jujur pada istrinya!" Dengus Frank menunjuk nunjuk Egnor. Egnor tidak peduli. Dia hanya tersenyum kecut. Ini merupakan pembalasan karena Frank sudah mengerjainya. Richard juga begitu. Richard bertanya pada Egnor bagaimana mengambil hati Lisa, Egnor memberitahu makanan yang tidak Lisa sukai tapi dia mengatakan pada Richard itu makanan kesukaan Lisa. Richard mengumpat Egnor pada pesan tapi Egnor tidak membalasnya.


"Tuan Egnor memang suami idaman, Frank," puji Moses menjadi jadi.


"Tetap saja dia membohongiku!" Decak Frank masih kesal. Egnor masih tersenyum kecut dan berdiri. Dia harus melihat kondisi Kate dan Nyonya Monica.


"Sudah kau berisik sekali! Ikut aku bersama Gabriel ke rumah sakit. Kita lihat kondisi Kate. Kalau dia sudah siuman dan sadar, mungkin kita bisa menjadikannya saksi yang sesungguhnya," kata Egnor kemudian..


"Benar tuan. Semoga dengan semua ini, Kate bisa berubah. Apa anak buah Bertho itu masih menungguinya tuan?" Tanya Moses.


"Ya, memang aku yang menyuruhnya. Dia juga tidak keberatan bisa menemani Nyonya Monica," jawab Egnor.


Moses mengangguk angguk dan dia berpikir sejenak. Ada yang harus ia sampaikan pada tuannya. Egnor sedang mengenakan jasnya.


"Gabe, kau yang menyupir!" Kata Frank masih menekuk wajahnya.


"Siap Tuan Frank, sudah kau jangan mendengus terus, nanti ku traktir minum tiga kali lipat!" Saut Gabriel menghampiri Frank dan merangkul atasannya itu.


"Sialan kau menggodaku!" Dengus Frank tambah kesal.


Egnor mulai berjalan keluar ruangan tapi Moses menahannya.


"Oh iya tuan, ada yang ingin kuberitahu mengenai surat otentik? Kemarin pihak pemerintah menanyakan status surat otentik tersebut untuk pengalihan pada kepala pemerintah sekarang. Sedangkan surat tersebut belum diperpanjang. Mereka meminta yang aslinya terlebih dahulu,"


Egnor menghela napas. Dia masih mempunya surat tersebut. Namun, mengapa rasanya sangat sulit menyerahkannya. Seperti akan terjadi sesuatu. Moses masih menunggu jawaban tuannya. Akhirnya Egnor hanya bisa mengangguk lalu kembali berjalan keluar.


...


Satu Minggu kemudian,


"Bagaimana? Apakah Egnor sudah menyerahkan surat otentik milik Gonzaga?" Tanya seorang pria pada pria lain yang merupakan temannya melalui sambungan telepon.


"Kata pegawai pemerintahan, Egnor hanya menyuruh memperpanjang surat miliknya tanpa menyerahkan surat yang asli. Lagi pula ternyata surat milik Gonzaga memiliki masa jangka selamanya dan akan bisa diubah oleh kepala pemerintahan baru jika berkenan," jawab temannya di seberang sana.


"Bukannya sudah terpilih? Lalu mengapa dia tidak mau menyerahkannya?" tanya pria itu lagu dengan nada kesal.


"Katanya dia masih belum bisa merelakan pesan yang disampaikan mendiang Gonzaga pada istrinya kalau hanya Egnor yang bisa mengatur surat tersebut," jawab temannya.


"KURANG AJAR! INI TIDAK BISA DIBIARKAN! SI PENGACARA TENGIK ITU TENTU SAJA AKAN MENAHAN SURAT ITU TERUS MENERUS! Dengan begitu dia bisa seenaknya memberi hukuman dan perintah, lalu untuk apa dicari kepala pemerintahan yang baru?!" decak pria itu dengan amarah yang melambung sementara Egnor sudah melaporkan semua kejahatannya.


"Richie! Aku sudah tiba!" Tiba tiba terdengar suara dari luar ruangan mansionnya. Pria itu yang adalah Richie menjauhkan ponselnya dan menunggu, melihat siapa yang sudah datang ke Honolulu.


Seorang pelayan membuka pintu ruangan tersebut dan tampaklah Bruce bersama 3 bodyguard pria dan 1 wanita seperti asisten pribadinya. Richie menyudahi percakapan bersama temannya itu terlebih dahulu


"Bruce? Akhirnya kau datang! Aku sudah kehabisan ide dengan semua ini! Egnor belum memberikan surat otentik yang sesungguhnya pada pemerintah! Sebentar lagi dia akan menggiringku paksa ke pengadilan karena sudah mendapatkan bukti dari si Kate sialan itu! Tidak bisa diandalkan! Terkutuk lah dia!" umpat Richie mengambil sebotol wine di pantry dan menghampiri Bruce yang sudah duduk di sofa.

__ADS_1


"Richie, Richie, kau benar benar penjahat amatir. Sebelumnya apa kabar burung kecilku itu? Bodyguardku mengatakan ada yang menolongnya," saut Bruce tampak sangat tenang.


"Dia hamil! aku yakin dia hamil anakmu! sudah berkali kali kau memakannya kan?!" decak Richie memberitahu.


"Cih, mana mungkin," saut Bruce terkekeh.


"Kau lihat saja sendiri! Aku tidak tahu dia masih hidup atau tidak. Kata Richard dia seperti depresi dan sulit diajak bicara,"


"Sudahlah, biarkan saja. Itulah jika bermain dengan sebuah jarum. Ketika menusuk ke tangan apalagi sudah kutancapkan pada nadinya, maka terus menancap secara dalam lalu akan berdarah dan sakit secara perlahan lahan, menderita dan kemungkinan DEAD!" Bruce melebarkan senyumnya sampai ke ujung bibir.


"Kau benar benar penjahat, Bruce! Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Egnor sudah mengajukan tuntutan dan banding atasku Bruce!!!" keluh Richie sedikit bingung.


"Apakah Ron dan istrinya sudah di sini?" tanya Bruce kemudian.


"Ya sudah, aku membelikannya sebuah kamar apartemen di pinggiran Honolulu ," jawab Richie menegak segelas kecil wine.


"Suruh mereka yang melakukannya. Langsung saja membobol apartemen Egnor dan mengambil surat otentik tersebut. Mudah kan?"


Richie menganggukan kepalanya dan akhirnya menyeringai.


"Iya iya ..." Saut Richie dengan nada suara penuh kejahatan.


"Katakan pada Ron untuk menjalankan aksinya ketika Egnor pergi ke kantor, jangan ketika malam dan Egnor di sana, dia memiliki insting yang kuat. Suruh Ron menggunakan segala cara untuk bisa memasuki apartemen karena aku yakin, Egnor juga sudah memperketat penjagaan pada apartemennya," tambah Bruce lagi.


"Iya iya ... Baiklah aku akan menyuruhnya,"


Richie pun segera menghubungi Ron untuk menjalankan aksinya.


...


Siang itu Claudia sudah mengerjakan semuanya bersama Anne tentunya. Mereka berdua pun juga telah makan siang. Anne masih di dapur membersihkan semua peralatan masak dan makan. Claudia juga sudah memberikan si kembar ASI. Tubuhnya cukup pegal karena beberapa hari ini di kembar minta digendong ketika hendak tidur.


Selagi Wilson dan Willy telah tertidur, sepertinya Claudia bisa berendam air hangat dengan beberapa wewangian aroma therapy. Claudia mulai memasuki kamar mandi utama dan menyalakan keran air untuk mengisi bath up. Dia menunggunya sambil melihat lihat musik di dalam ponselnya. Sudah lama sekali dia tidak mendengarkan musik. Ketika air terus mengisi bath up, Claudia sudah menanggalkan seluruh pakaiannya. Claudia pun siap berendam. Dia menarik napas berkali kali merasakan ketenangan ini.


Muncul sebuah ide gila jika dia sedang berendam seperti ini karena hormon hormon tubuhnya akan meningkat. Dia menghubungi suaminya. Kebetulan di sana Egnor sedang makan siang di ruangannya. Ada juga Grace yang hari itu ingin merekap laporan kasus yang masuk karena masih belum ada persetujuan pemerintah untuk penanganan. Grace kurang yakin dengan Gabriel.


"Tumben sekali sahabatmu menghubungiku, Grace," gumam Egnor melihat layar ponselnya.


Egnor mengangguk dan mengangkat panggilan istrinya.


"Pengacaraku," kata Claudia di seberang sana dengan sangat lembut dan sedikit mesra.


Pyar!


Terdengar Claudia memainkan air rendamannya. Egnor meneguk salivanya. Dia tahu apa yang sedang istrinya lakukan.


"Butuh waktu berapa lama untuk kau bisa pulang, honey?" Kata Claudia lagi dengan sedikit melenguh. Egnor sudah meletakan sumpitnya. Dia langsung membayangkan semuanya.


"Clau, kau baik baik saja?" selidik Egnor dengan pelipis yang mulai berbuih.


"Hanya sedang menikmati air dan aroma therapy, Egnor!" jawab Claudia penuh kemesaraan.


"Tapi Clau, setelah makan siang aku harus ke kantor pemerintahan," sela Egnor yang seakan akan mengetahui kemauan Claudia.


"Hem, aku hanya memberitahu aktivitas ku, tidak memaksa," saut Claudia benar benar seperti menggoda singa yang sedang terdiam.


"Nyalakan video call!" Kata Egnor kemudian sambil menegak sebuah mineral water. Egnor pun beranjak. Grace cukup terheran tapi tidak mau bertanya. Egnor segera menuju ke kamar peristirahatannya. Claudia sudah menyalakan sambungan video dan Egnor menggelengkan kepalanya tersenyum.


"Apa Wilson dan Willy sedang tidur?" tanya Egnor.


Claudia mengangguk manja.


"Clau, kau harus bersiap ketika aku pulang nanti ya?" tutur Egnor mengancam.


"Doesn't matter," jawab istrinya terus memancarkan wajah manjanya.


"Hem, kau ini selalu menggodaku di saat aku tak ada,"


"Iyakah?"

__ADS_1


"Hem, aku tahu kau hanya mengerjaiku kan?" gumam Egnor menaikan alisnya.


"Tidak juga, aku merindukanmu, dan kupikir kan akan datang ketika kau mengetahui apa yang sedang ku lakukan," ujar Claudia membalikan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di sisi bath up.


"Bukan begitu Clau, aku harus ke kantor pemerintah ketika Gabriel kembali dari makan siangnya nanti," saut Egnor.


"Enak sekali Gabriel terus berpacaran," keluh Claudia yang sudah tahu kalau kini Gabriel selalu makan siang di luar bersama Lina.


Egnor tersenyum . Dan mereka masih bercakap cakap. Egnor memutuskan menemani Claudia berendam sampai Gabriel kembali makan siang. Namun, tak berapa lama ketika Claudia sedang membicarakan Wilson yang ingin terus digendong Anne, Egnor mendengar sesuatu.


"Clau, apa Wilson atau Willy menangis?" selidik Egnor memastikan.


"Hah? Mengapa malah kau yang mendengarnya kak?" Claudia kembali bertanya.


"Aku kenal sekali suaranya, atau apa di sini ada suara aneh? Coba diam sebentar!"


Mereka berdua mencoba merasakan suara suara sekitar. Claudia sudah mematikan keran air yang memang sengaja ia nyalakan walau mengalir kecil. Tak lama Claudia beranjak.


"Kak, Wilson menangis, sudah dulu ya?" ujar Claudia.


"Sudah kukatakan kan? Yasudah, aku akan pulang cepat!"


Claudia sudah mematikan panggilan. Dia mengeringkan tubuhnya dulu lalu meraih jubah handuknya. Ketika dia keluar, Claudia langsung menuju ke Wilson dan belum menyadari sesuatu. Sampai Claudia menggendong Wilson, dia merasa Willy tidak ada di keranjang bayinya.


"Willy? Aunty Anne!" Gumam Claudia dan ingin sekali memastikan keluar tapi ketika Claudia hendak keluar, dia melihat lemari pakaiannya terbuka. Kain hitam yang menutupi berangkas hitam milik Egnor sudah jatuh di dekat bawah tempat tidur dan parahnya lagi berangkas hitam metalik itu terbuka.


Jantung Claudia berdegup sangat kencang. Dia takut. Dia segera keluar dan makin tak karuan lagi karena mendapatkan Aunty Anne tergeletak tak sadar kan diri di samping meja makan.


"KAK EGNOR CEPAT PULANG, WILLY HILANG!!!" pekik Claudia langsung menghubungi suaminya dengan sangat panik


...


...


...


...


...


yak, genderang perang semakin ditabuh! 😡😡


.


next part 126


siapa yang melakukan ini semua?


mengapa Willy menjadi sandera?


apa yang akan diperbuat Egnor dan Claudia?


kapan semua ini akan berakhir?


vii Uda buat kilat kok, sabar dan stay tune terus yaa 😎😎


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2