
Ketika cinta sudah memperbudak daya, ingatan, jiwa dan raga bahkan dapat menjadikan kita seorang pecundang, pantaslah cinta dapat dikatakan sebuah duri yang begitu menyiksa sampai bagian manusia paling terdalam. Kate terus mengikuti permainan yang tidak ia ketahui dari Egnor. Bagaimana kelanjutannya?
...
"Kak? Kau membutuhkan itu kan?" selidik Kate meyakinkan.
"Oh iya iya, benar katamu, Kate," saut Egnor tersadar karena Frank mengingatkannya.
"FOKUS TUAN JANGAN TERPANCING EMOSI!" kata Frank di seberang sana.
"Hemm...!"
"Hem kenapa kak? Apa kau ingin sesuatu? Kopi atau teh? Atau mau kupesankan sup atau kue?" kata Kate menawarkan karena hendak menjalani aksi memiliki Egnor seterusnya.
"Kopi saja, kau tahu kesukaanku kan, Clau!" pikiran Egnor teralihkan.
"Clau?" Kate mengernyitkan dahinya.
"TUAN, KATE BUKAN CLAU!" Frank mengingatkan.
"Kate! Maksudku Klet! Kletty, em Ketty? Kucing kecil, kau seperti kucing kecil dengan mitten, sarung tangan melihat kau menutupi tangan tanganmu dengan syal?" kata Egnor berkelit dan menggunakan semua sisa sisa kecerdasannya dalam hal ini.
"Ah, kau bisa saja kak!" saut Kate tersipu malu.
Egnor terkekeh terpaksa. Kepalanya sudah pusing! Dia membayangkan Claudia dan melakukan Lactating karena Claudia mengatakan ASI nya kembali berkurang.
Dan Egnor akhirnya terus bicara dengan arahan Richard dan Frank. Terus berbasa basi, membicarakan ibunya Kate dan Kate akan pulang menemui ibunya. Sampai juga membicarakan Claudia yang membuat Egnor harus minta maaf ketika nanti pulang karena membicarakan istrinya itu. Kate terus mengumpat dan Egnor menyetujuinya. Rasanya dia benar benar berada di titik terendah. Dia akan melalukan apapun untuk Claudia nantinya. Dan mereka akhirnya juga membicarakan mengenai pemerintah. Kate masih sadar dan dia tidak akan dengan bodohnya memberitahu kalau dirinya bekerja sama dengan Richie. Namun, Kate ada mengatakan kalau ada seorang calon kepala pemerintah yang akan menjadi rival terberat Gerrardo Mendez jika Egnor tidak mengikuti pemilihan.
Sesaat Egnor mencurigai apa yang dikatakan Richard dua hari yang lalu kalau dirinya mendengar ayahnya akan ikut di dalamnya. Tapi Kate mengatakan orang itu keturunan Legacy sementara tidak ada keluarga Gabriane di sana. Mungkin Egnor akan kembali bertanya pada Richard.
Frank juga memberi tahu Egnor untuk tidak meminum kopi yang di antar sang pelayan karena ketika Kate juga ijin ke toilet dia memberikan sedikit serbuk di dalam kopi tersebut. August yang melihatnya karena dia harus terus memperhatikan Kate dan Egnor secara seksama. Egnor mencoba untuk tidak meminumnya walau Kate seraya terus menyuruhnya. Egnor terus berusaha mengalihkan dan terus mengalihkan sampai waktu yang ditentukan tiba. Kate belum juga berkata apapun. Egnor dan Kate menuju ke club di lantai 8. Egnor menghela napas karena Kate harus menggandeng lengannya dan dia tidak bisa menolaknya.
"Kau harus memberikanku uang yang lebih dari apa yang diberikan Claudia, jika kau tidak ingin aku memberitahu padanya!" ancam Frank karena Egnor terpaksa melakukannya.
"Hemm...!" Hanya itu yang bisa Egnor gumamkan sementara Egnor sudah merancang balasan apa yang hendak ia berikan pada Frank dan juga Richard. Dia sudah sangat dongkol dan kesal hati.
Mereka sampai di club tersebut. Walau belum begitu ramai tetapi lampu lampu dansa dan suara musik sudah bertautan. Mereka menuju ke meja bar dan Egnor langsung memesan red wine kesukaannya. Lagi lagi dengan sangat cepat dan sudah lihai, Kate memasukan sedikit serbuk itu lagi pada minumannya. Kate seperti sudah biasa melakukan ini. Ketika Egnor sedikit lengah karena penasaran dengan seorang penyanyi yang kebetulan menyanyikan lagu kesukaannya, Kate menukar gelas wine nya dengan gelas wine Egnor yang tentu saja Richard mengetahuinya.
"Wine punya mu ada pada Kate. Dia kembali memberikan serbuk itu. Sepertinya itu serbuk perangsang, jangan sampai meminumnya, Eg!" Richard memberitahu ketika Egnor masih melihat penyanyi itu.
Egnor langsung menoleh dan melihat Kate sedang meminum wine nya. Egnor hanya tersenyum kecil. Egnor berdalih sudah tidak ingin meminum red wine. Dia ingin meminum tequila. Egnor meminta tolong Kate mengesankannya dan ketika Kate memesan dengan cepat juga Egnor menukar lagi gelas wine tersebut sehingga Kate yang akan meminum wine berisi serbuk itu. Kate kembali pada Egnor dan dia menyentuh pundak Egnor.
"Minumlah dulu red wine mu kak selagi menunggu tequila nya," kata Kate membujuk. Egnor mengangguk. Dia mengajak Kate untuk bersulang dan juga meminumnya. Egnor meminum sambil melirik ke Kate yang meminum wine berisi serbuknya itu. Egnor menyeringai, begitu juga Kate yang beranggapan kalau Egnor meminum wine campurannya.
Tak lama kemudian, Kate merasa kepalanya pusing. Sebelum menemui Egnor dia juga sudah menegak satu botol bir di hotel karena frustasi akan siksaan hubungan intim yang Bruce lakukan padanya.
"Ada apa Kate?" tanya Egnor pelan.
"Entahlah, kepalaku pusing kak, pandanganku tidak begitu jelas, ah kak kenapa ini menjadi sangat panas!" Tutur Kate membuka syal yang tadi menutupi tangannya.
"Kalau begitu, apa kau ingin ke kamar?" tanya Egnor lagi.
Kate mengangguk memegang kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah, aku ke toilet sebentar, kau tunggu di sini ya?" Kata Egnor dan itulah saatnya Egnor bertukar peran dengan August. August pun mendatangi Kate dan memainkan peran layaknya Egnor. Tepat sekali Kate hendak terjatuh dan August menahannya.
"Kak Egnor, aku mencintaimu!" ucap Kate sudah memeluk August.
"SAATNYA AUGUST! SURUH DIA MEMBUKTIKAN CINTANYA!" Frank memberi komando.
"I know, i love you too, tapi apa aku boleh mengetahui bukti kalau kau mencintaiku?" kata August kemudian dan berusaha mengeluarkan nada yang cukup berat seperti Egnor.
"Katakan saja kak, asal bersamamu, aku akan memberikan semuanya. Termasuk hidupku!" balas Kate tersenyum memeluk August lebih dalam. Seketika August merasakan sekujur tubuhnya menghangat karena tubuh Kate. August harus fokus. August menyadari kalau Kate sangat cantik, belum pernah ia melihat wanita secantik ini, tapi wanita ini musuh tuannya, Bertho dan lagi tuan besarnya, Egnor.
"Mari kita sambil ke kamar," kata August memapah Kate. Kate terus menempel di sisi August yang berbadan tegap seperti Egnor. August terpaksa membiarkan dirinya memeluknya.
"Kak, ini yang kutunggu tunggu, bisa menikmati cinta bersamamu," tutur Kate sambil terus memegang dada Egnor.
"Ya aku akan memuaskanmu," balas August.
"Melebihi kau memuaskan Claudia?"
"Tentu, tapi sebelumnya, aku ingin mengetahui sesuatu," kata August lagi memulai pertanyaan.
"Apa kak?"
"Hem iya kemarin Lisa kembali bertanya padaku mengenai kasus pembunuhan ayahnya, apa kau tahu kasus itu?" pertanyaan pertama tentang kasus pertama.
"Tentu saja, ayahnya pacar perempuan itu yang melakukannya. Dia marah karena ayah dari perempuan yang juga pernah menyukaimu itu tidak memberikan lahan yang diinginkan tuan Gabriane. Padahal sudah kukatakan masih banyak lahan lahan lain tapi dia ingin lahan si pendeta itu!" jawab Kate dengan pasti. alat rekam kecil yang ada di balik kerah jas August sudah menyala dan siap merekam apa yang dikatakan August juga Kate.
"Tuan Gabriane? Maksudmu Richie Gabriane?" August meyakinkan.
Sementara dari kejauhan selain Frank, Egnor, Richard, Kevin dan Bertho yang mengintai August dan Kate, ada juga dua orang yang tadi di bawah mengikuti Kate. Namun, mereka tidak tahu kehadiran Egnor dan kawan kawan.
"Hem Kate, aku benar benar bersedih ketika aku terdampar karena aku tidak bisa memperhatikanmu! Sejak menikah dengan Claudia sebenarnya aku masih memperhatikanmu," kata August memulai pertanyaan kedua dan kasus kedua.
"Benarkah kak?"
"Hemm, tapi aku cukup merindukanmu ketika terdampar, kejadian itu benar benar membuatku sedikit trauma dan depresi Kate. Mereka benar benar jahat menukar laporan cuaca yang sebenarnya," keluh August mengarah pada jawaban ke dua.
"Kau kasihan sekali kak, kau tenang saja, kau sudah bersamaku dan aku akan memberi si tua Gabriane itu peringatan agar dia tidak berlaku licik lagi!" kata Kate.
"Maksudmu Kate? Apa dia juga yang melakukannya?"
"Benar kak, masalah ini aku tidak tahu, tapi setelah ku selidiki ternyata memang Daddy nya si Richard itu yang melakukan pertukaran laporan cuaca tersebut. Dia mau menghabisimu!"
"Sepertinya memang begitu, karena kemarin saja ketika aku hendak memperanjang surat otentik, ada seorang yang hendak menduplikasi nya. Apa itu juga suruhannya?" tanya August lagi mengacu pada pertanyaan ketiga.
"Benar kak, Richie yang melakukan semuanya. Dia sangat jahat. Kau harus hati hati ya kak?" Ujar Kate kemudian.
Mereka berdua sudah tiba di dalam kamar. Kate sudah menggeliat geliat tak menentu. Dia benar melihat August seperti Egnor. August menegak salivanya ketika Kate kembali duduk dan membuka perlahan sepatu hak tingginya lalu kancing pada blouse tanpa lengannya.
"Kak Egnor, tubuhku panas sekali, bisakah kita mandi bersama?" kata Kate melenguh.
August terus terdiam. Dia malah memperhatikan banyak lebam di sekujur tubuh Kate. Bukannya bertambah ingin, August malah kasihan. Dia memegang perlahan tangan Kate.
"Kak ..." Panggil Kate mendesah dan membuka jas August. Kate melingkarkan tangannya di leher August dan ketika Kate memegang wajahnya dia tersadar kalau perannya sudah selesai. Frank dan Bertho memang mengatakan kalau harus sampai melakukan tidak apa apa, tapi sebisa mungkin untuk bertahan dan pergi dari sana. Namun, di sisi lain August malah melihat sosok Kate yang cukup cantik dengan bentuk tubuh yang bagus. August menggelengkan kepalanya mencoba sadar. Kate sudah menggerayangi dirinya hendak membuka kemejanya tapi August menahannya.
__ADS_1
"Seharusnya kau tidak bertindak seperti ini, Kate! Kau seorang wanita dan seharusnya kau menjaga ibumu di rumah!" Decak August menghempaskan tangan Kate. Kate masih merasa itu Egnor.
"Apa yang kau katakan kak? Kita akan bersenang senang kak, untuk apa mengurusi ibuku?!" Kata Kate lagi menghampiri August.
"Kau begitu murahan, Kate! Semoga kau secepatnya bangun dari semua halusinasimu dan bertobat!" Decak August lagi mengambil jasnya dan keluar dari sana.
Sementara Kate makin frustasi dan tubuhnya memanas.
"KURANG AJAR, KAK EGNOR! KEMBALI! KAU SUDAH MEMBUATKU SEPERTI INI EGNOR KEMBALII!!!!!" Teriak Kate tapi August terus keluar dan menutup pintu. Entah mengapa ada perasaan ingin kembali dan menolong Kate ketika efek obat itu sudah habis. August menarik napas panjang dan kembali pada Egnor.
Ketika August sudah menjauh bahkan sudah menuruni Kondominium bersama Egnor dan lainnya, Kate malah kedatangan dua orang yang sejak tadi menguntitnya.
...
...
...
...
...
Kate Kate, emak lu sakit bukan didatengin 😭😭
.
Next part 124
Apa yang akan terjadi pada Kate?
Apakah August kembali menemui Kate?
Langkah apa lagi yang akan dilakukan Egnor setelah mendapat bukti jelas dari Kate?
Stay tune ya gaes sebisa mungkin vii buat cepet alurnya tapi tetap tidak akan meninggalkan sedikit detil pun 😎😁
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1