
Egnor melajukan mobilnya mencari tempat parkir yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk gedung swalayan. Tampaknya pengunjung sangat ramai jadi dia mendapatkan parkir agak jauh dari pintu masuk namun berada tepat di depan pintu. Dia lalu hendak keluar mobil. Dia menoleh ke arah pintu utama swalayan dan sudah melihat Claudia keluar.
Dia menyunggingkan senyumnya namun tak berapa lama menjadi kembali mengerucut. Dia keluar mobil hendak memastikan dan ternyata benar. Di sana tampak Claudia yang diikuti oleh Richard. Egnor menyipitkan matanya karna terik matahari siang menjelang sore itu masih tegas. Dia benar benar hendak memastikan Claudia benar benar bersama Richard atau bukan?
Tangannya sudah mengepal karna benar saja itu Claudia karna tak lama Kevin datang membawa semua belanjaan Claudia. Egnor berasumsi mereka akan pulang bersama. Egnor hendak menghampiri namun ..
"Kak Egnor?" Panggil Kate yang seperti selesai berbelanja karna membawa beberapa tas belanjaan. Egnor menoleh.
"Sedang apa kau di sini kak?" Tanya Kate dan melihat keringat menetes pada pelipis pelipis Egnor.
"Aku baru saja selesai hendak mencari sesuatu tapi tidak ada." Jawab Egnor merasakan panas matahari seperti panas hatinya melihat Claudia bersama Richard.
"Oohh, memang mau beli apa?" Tanya Kate lagi memperhatikan pria yang ia sukai ini tampaknya tidak nyaman dengan hawa panas matahari ini.
"Ah sudahlah, aku sudah tidak ingin! Kau mau kemana?
"Maaf kak, keringatmu terus keluar!" Kata Kate yang malah mengambil tysu dan mengeringkan keringat yang menetes pada pelipis Egnor.
"Ah Kate! Terimakasih." Saut Egnor yang tak lama dia agak mengelak. Sesaat dia tidak memperhatikan Claudia lagi karna prilaku Kate yang membuatnya canggung. Egnor sangat sulit berdekatan dengan wanita kecuali Claudia. Sampai sampai Kate hendak memegang wajahnya. Egnor agak menjaga jarak soal ini.
"Tidak usah gugup begitu kak! Aku hanya menghapus peluh keringatmu. Em, jadi bisakah kau mengantarku saja kak? Aku tidak membawa mobil. Aku jadi bisa menghemat ongkos taxi
Egnor mengangguk dan kembali memasuki mobilnya. Dia masih memikirkan Claudia. Dia kembali melihat dari kaca spion mobilnya. Di sana Richard seperti sedang merangkul Claudia padahal motivator itu hanya menepuk nepuk punggung Claudia agar sabar melihat Egnor memasuki mobil dengan Kate.
...
Claudia sampai lebih dulu karna jarak pasar swalayan dan apartemennya tidak begitu jauh sementara Egnor harus mengantar Kate terlebih dahulu. Rumah Kate berada di dekat kantor pemerintahan. Tadinya Kate juga sempat mengajak Egnor mampir tapi Egnor tidak mau. Dia harus menanyakan semuanya ke Claudia, mengapa istrinya itu bisa bersama Richard.
Ketika Egnor kembali, Claudia masih membersihkan buah dan sayur yang tadi ia beli. Egnor langsung menghampiri Claudia tapi dia duduk di sofa di depan ruang makan. Claudia melirik tajam.
"Darimana kau? Mengapa lama sekali? Mengapa tidak menjemputku setelah selesai bersama Frank?" Tanya Claudia lebih dulu.
"Heng, pencuri teriak pencuri!" Gumam Egnor tidak menjawab pertanyaan istrinya.
"Apa maksudmu?" Selidik Claudia mengernyitkan dahinya.
"Dengan siapa kau berbelanja tadi?" Tanya Egnor.
"Sendiri!" Jawab Claudia apa adanya. Memang begitu adanya. Dia berbelanja sendiri sampai kerepotan.
"Sendiri? Kau yakin? Matamu masih benar kan? Apa kau pura pura tidak tahu? Apa kau sengaja menyuruhku pergi saja dengan Frank sehingga kau bisa berbelanja bersama Richard. Iya kan?" Kata Egnor lagi yang kini menoleh ke arah Claudia.
"Oohh, jadi kau melihat aku di luar pasar swalayan bersama Richard dan Kevin sehingga kau bisa bersama Kate untuk mencemburu cemburui ku iya?!" Balas Claudia sudah menolak pinggangnya. Dia tidak percaya kalau suaminya memiliki rencana balas dendam.
"Untuk apa aku menjemputmu sementara kau sudah bersama mantan suamimu! Tidak salah dong kalau aku mengantar Kate. Dia hanya mantan juniorku!" Saut Egnor menaikan alisnya.
Brak! Claudia menggebrak meja. Egnor terkejut sampai menoleh ke arah istrinya. Tidak menyangka Claudia bisa sekeras ini bahkan memukul meja. Di sana Claudia sudah menampu tangannya di atas meja dengan tatapan tajamnya.
"Ada apa denganmu Clau?" Selidik Egnor beranjak dari duduknya.
"Kau keterlaluan kak! Jadi sekarang kau mau membalasku iya? Kau membalas sesuatu yang sudah kujelaskan berulang ulang dan jelas jelas sudah kukatakan berkali kali AKU TIDAK MENYUKAI BAHKAN TIDAK MENCINTAI RICHARD!" Decak Claudia menatap tajam suaminya.
"Ya, kalau kau tahu, mengapa kau masih bersamanya? Bahkan berbelanja. Ooh, sungguh menyenangkan kan berbelanja berdampingan Richard dengan Kevin di belakang kalian sebagai bodyguard. Sementara kalau bersamaku hanya berdua, itupun tidak jadi!" Sindir Egnor kembali duduk di sofanya.
"Untuk apa kau mengetahuinya kalau ujung ujungnya kau tidak percaya padaku hah? Apa kau akan percaya jika aku mengatakan, aku tidak sengaja bertemu dengannya di kasir. Dia membantuku mengambil lemon yang menggelinding. Kalau saja kau ikut menemaniku maka kau juga akan bertemu dengannya tapi tidak juga kalau kau yang menemaniku, aku tidak akan membuat lemon itu terjatuh. Jadi, sebenarnya yang membuat aku bertemu dengan Richard adalah KAU! Kalau kau tidak ada kegiatan, kau yang menemaniku!" Claudia berusaha menjelaskan namun sepertinya tidak ada gunanya seperti yang ia pikirkan.
"Tapi kan kau yang mengijinkanku!" Gumam Egnor.
"Sudah cukup! Kalau kau mengetahuinya seharusnya kau tidak menyelidiki ku lagi seperti aku terdakwa. Aku istrimu. Aku punya perasaan dan aku juga bisa cemburu. Seharusnya kau menghampiriku, menarik tanganku dan mengajakku pulang. Tunjukan kalau diriku adalah milikmu! Bukannya malah kembali mencemburuiku dan tidak perlu wanita itu memegang megang pelipismu, menghapus keringatmu, tidak perlu, bahkan kalian pergi bersama DAN KAU TUAN PENGACARA YANG TERHORMAT, KAU MENINGGALKAN KU! ISTRIMUU!! KAU DENGAR TIDAKKKK?!!!" Teriak Claudia meledak. Dia sudah tak sanggup lagi. Entah mengapa dia merasa pemikiran suaminya akhir akhir ini sangat sempit.
"Kau kan bersama Richard!" Gumam Egnor yang tidak menyangka dengan bentakan bentakan Claudia yang frontal. Sepertinya istrinya benar benar cemburu padanya.
"Oh Tuhan! Kau masih merasa cemburu dengan pria yang tidak kucintai bahkan kusembunyikan identitasnya. Agar apa? Agar kau tidak bersedih Tuan Egnorkuu!! Sedangkan kau? Kau malah benar benar sengaja berdekatan dengan Kate, iya? Kau bilang Richard melebihi dirimu, bagaimana dengan Kate dan aku? Kate melebihi diriku kan? Oleh sebab itu kau selalu berdekatan dengannya iya? Kau ingat tidak di rumah sakit? Dia memanggilmu kakak, aku cemburu kak! Kau terus bersama dia ketika aku sudah tidak bekerja, aku cemburu kak! Tapi aku tidak mau membahas nya karna aku percaya padamu. Mengapa sulit sekali meyakinkanmu?? Dan Sudah sudah, kau jangan bawa bawa Richard. Ini permasalahnnya ada pada dirimu! Kutegaskan, kau mencintaiku atau tidak, Tuan Egnor Victor Jovanca??" Tanya Claudia menegaskan.
"Tidak perlu menjawab pertanyaan yang diulang! Sebenarnya yang ragu itu aku atau dirimu?!" Egnor malah kembali bertanya.
"Kau?! Kau benar benar membuatku kesal kak! Kau keterlaluan! Kau ragu padaku iya kan? Kalau begitu lepaskan saja aku. Jangan kau miliki wanita yang hanya membuatmu ragu. Wanita yang terus memikirkanmu selama 8 oh tidak selama 10 tahun ini. Wanita yang sengaja meninggalkan bibinya di kedai roti karna ingin bertemu dan bekerja bersamamu. Wanita yang mencintaimu tulus dan mendalam. Dan ingat baik baik kak! Aku, Wanita yang menjaga kesucian dan kehormatan ku HANYA UNTUKMU, UNTUKMUUUU!!!!! APA MASIH KURANG JELAS TUAN PENGACARA HANDAL TERKENAL YANG TIDAK PERNAH GAGAL KASUS?!!! HAH???" Teriak claudia lagi dan napasnya tersenggal.
Egnor menengok pada istrinya. Dia benar benar tak menyangka Claudia yang malah balik semarah ini. Claudia mengeluarkan semua yang terpendam. Egnor sudah tidak bisa berkata kata lagi.
"Begini saja, kalau kau masih ragu padaku atau kau benar benar tidak menginginkanku, yasudah aku pergi dari sini. Ku tinggalkan semua yang kau berikan padaku. Semua yang aku terima dengan tangan terbuka. Berbeda ketika aku bersama Richard. Kau dengar baik baik, aku bahkan tidak menggunakan sepeser uangnya. Karna aku tidak menganggapnya suamiku. Terserah kau mau percaya atau tidak. Haizz, mangapa aku emosi seperti ini!! Biar saja! Oke, jadi kak, sebaiknya aku tidak tinggal disini. Aku ke apartemen lamaku saja. Dan, aku akan bekerja lagi di kantor mu. Tapi kalau kau juga masih meragukan ku, sudah, aku pergi saja ke Indian. Percuma aku disini! Hanya untuk didiami, dimarahi, dihukum! Tidak ada cinta untuk apa? Sudahlah, aku lelah, aku pergi! SAMPAI JUMPA!" Kata Claudia lagi membuat keputusan sepihak. Dia sudah sangat sabar dengan sikap Egnor selama ini. Dia hanya ingin tegas dan meyakinkan suaminya.
"CLAUDIA!!" panggil Egnor yang kini berteriak.
Claudia tidak menghiraukan. Dia benar benar mau pergi. Dia sudah mati kesal dengan suaminya. Dia merasa tidak ada penghargaan lagi akhir akhir ini. Dan bisa bisanya suaminya malah mau balas dendam dengannya.
Claudia mengambil kopernya dan memasukan baju bajunya secara asal. Setelah semuanya terkemas, dia menuju ke pintu.
"Claudia! Kalau kau melewati sedikit saja pintu itu, besok atau beberapa detik kemudian, kau akan mendengar kalau pengacara itu sudah mati! Kau tahu kan seberapa nekatnya diriku?" Ancam Egnor tetap duduk di sofanya.
Claudia berpikir. Dia kesal sekali. Tidak bisa diungkapkan. Suaminya benar benar mengujinya. Dia pun menghela napasnya sebal.
"ARGH!!!! KAU BENAR BENAR KETERLALUAN! BAIKLAH KALAU BEGITU AKU TIDUR SENDIRI DI KAMAR, KAU TIDUR DI LUAR! JANGAN MENGETUK ATAU APAPUN! ATAU AKU AKAN MELOMPAT KE BAWAH! AKU JUGA BISA MENGANCAMMU!" Decak Claudia semakin kesal dengan suaminya.
__ADS_1
Brak! Claudia menutup pintu kamar dengan kencang dan dia mengurung dirinya di sana. Sementara Egnor tersenyum miring puas karna merasa tetap ia yang memenangkan pertengkaran ini, meskipun dia yang dibuat diam oleh istrinya.
"Haiz, mengapa dia sekarang yang marah? Aku yang lebih dulu melihatnya bersama Richard, seharusnya aku yang marah!!! Argh! Sudahlah, nanti juga dia membukakan pintunya. Mana bisa dia tidur sendiri!" Gumam Egnor memang agak keras.
"BISA!!! AKU BISA TIDUR SENDIRI!" Teriak Claudia.
Egnor langsung menutup mulutnya. Dia tidak sadar kalau decakannya terdengar sampai telinga Claudia. Egnor menyerah. Dia tidak mau mengambil resiko lebih dalam kalau Claudia pergi tanpa dirinya sehingga Claudia akan melakukan hal yang tidak tidak karna emosinya. Egnor ngeri memikirkannya. Sebaiknya dia diam dan mengikuti kemauan istrinya.
Egnor pun merebahkan dirinya di sofa dan tertidur sampai malam menjelang dan perutnya keroncongan. Dia lalu melihat ke arah meja makan yang sepertinya ada sesuatu. Dia membuka penutup makanan itu.
*Ini makan malammu! Habiskan! Besok, kau jangan makan makanan Kate, aku yang akan membawakannya! Istrimu Claudia bukan Kate!* Itulah isi pesan Claudia di bawah piring berisi udang goreng kesukaan suaminya. Egnor menghela napas. Dia sudah tahu kalau Claudia cemburu padanya. Dia segera memakan semua yang tersaji.
Setelah makan dia menuju ke kamarnya. Dia mengetuk pintu memastikan keadaan istrinya.
"Clau? Kau masih marah padaku?" Tanya Egnor pelan.
"Masih!"
"Em, kau sudah makan belum? Kau tidak boleh telat makan!" Tanya Egnor lagi memastikan.
"Sudah!"
"Aku benar tidur di luar?"
"Ya!"
Egnor menghela napasnya lagi dan tidak bertanya tanya lagi. Biar saja pikirnya, Egnor lalu kembali ke ruang tamu dan tidur di sofa. Ya, dia harus menghargai perasaan istrinya. Mungkin besok sudah reda.
...
Pagi menjelang. Claudia tampak sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk nya dan suaminya. Setelah semua tersaji, Claudia kembali ke kamar dan kembali menguncinya. Di dalam dia membersihkan dirinya dan bersiap ke kantor. Selang setengah jam kemudian, Egnor terbangun dengan aroma aroma sup jagung buatan Claudia. Dia mencoba merenggangkan tubuhnya yang pegal karna tidur di sofa. istrinya benar benar membuatnya tidur di luar.
Egnor lalu beranjak dan menuju ke kamarnya namun masih terkunci.
"Bagaimana aku bisa ke kantor Clau? Aku harus bersiap!" Kata Egnor sambil mengetuk pintu.
Tak lama Claudia membuka pintu sedikit dan menyerahkan satu set jas kerja Egnor.
"Ini! Bersiaplah di kamar mandi depan! Jangan disini!"" Kata Claudia dan kembali menutup pintu setelah Egnor meraihnya.
"Oh Tuhan Clau! Mengapa kau sangat kekanak kanakan sekali?" Decak Egnor menggelengkan kepalanya.
"Kau yang membuatku seperti ini!"
Egnor sudah berada di meja makan. Tak lama Claudia akhirnya keluar dari kamar dengan dress formal dan tas nya. Dia juga mengenakan heels. Egnor melihatnya dari bawah sampai atas. Istrinya memang sangat manis.
"Kau mau kemana?" Tanya Egnor pura pura melupakan kata kata istrinya kemarin kalau mau kembali bekerja.
"Kembali menjadi asistenmu! Dan aku tidak akan membiarkan kau berdekatan lagi dengan Kate!" Kata Claudia menolak pinggangnya dan bergabung sarapan dengan Egnor. Egnor terus memandangi istrinya. Claudia terlihat lebih fresh dan sangat cantik. Dia jadi ingin melakukan sesuatu dengan istrinya itu, tapi dia harus belajar menghargai istrinya yang sedang tidak selera.
"Aku sudah selesai! Ayo cepat ke kantor! Jangan terlambat tuan Egnor Jovanca!" Kata Claudia beranjak dari kursi makannya.
"Cih!" Saut Egnor terkekeh. Dia seperti mengulang kembali pertama kali Claudia menjadi asistennya.
"Oh iya, tunggu sebentar! Tadi aku juga sudah menyiapkan roti lapis smoked beef, bisa untuk makan siang!" Kata Claudia tersenyum pasti dan mengemas mahakarya nya itu.
Mereka pun menuju ke kantor. Ketika sampai, Egnor agak bingung kalau dirinya tidak menemukan Grace melainkan Frank di meja kerja Grace.
"Frank, di mana Grace? Aku ingin memberinya kejutan!" Tanya Claudia menyeruak masuk lebih dulu.
"Dia, dia tidak enak badan Nyonya Clau." Jawab Frank agak terbata dan menunduk.
"Jangan coba coba menyembunyikan apa apa dariku Frank, kemarin kau tampak baik baik saja." Kata Egnor memasuki ruangan.
"Benar Tuan." Jawab Frank lagi.
"Baiklah, kembali ke ruanganmu!" Balas Egnor tidak mau berdebat.
"Iya Frank, biar aku yang mengerjakan, mulai sekarang aku kembali bekerja disini!" Tambah Claudia.
"Benarkah Nyonya?"
"Panggil aku Claudia saja! Ya mulai sekarang aku bekerja lagi agar tidak ada klien klien wanita yang masih muda dan cantik menggoda goda atasanmu!" Jawab Claudia melirik Egnor.
"Hahaha! Habislah kau Tuan! Aku ke ruanganku dulu!" Saut Frank terkekeh.
"Frank!"
"Sudahlah Tuan, kau sudah memotong habis bonus akhir tahunku!" Sela Frank.
"Tenang saja Frank, aku yang akan memberikanmu!"
"Aku padamu Nyonya, eh Claudia! Permisi!
__ADS_1
Egnor lalu menatap tajam Claudia. Claudia tidak menanggapinya. Dia malah ke meja kerja Grace dan mencoba melihat lihat rincian tugasnya yang sudah di liat Grace pada memonya.
Egnor lalu mengerjakan tugasnya yaitu memeriksa laporan kasus kecil yang masuk yang harus ia setujui sehingga pegawainya dapat bertugas. Egnor agak melirik Claudia yang memang sudah mengetahui pekerjaannya. Claudia sedang membenarkan laporan laporan salah dan tiba tiba Egnor menjadi terkejut sendiri karna Claudia menekan mouse dengan sangat kencang.
"Clau! Aku mau kopi!" Hanya itu yang dikatakan Egnor. Claudia berdiri dan langsung ke pantry kecil mereka. Claudia membuatkan kopi dan memberikannya pada Egnor. Setelah itu dia kembali ke meja kerja Grace.
Claudia kembali menekan mouse dan keyboard dengan cukup kencang, karna dia melihat laporan yang dimana terdapat gambar diri Egnor, suaminya berdampingan dengan Kate.
"Haruskah menggunakan foto?! Ini pasti ada maksud di dalamnya!" Gumam Claudia pelan. Egnor menatapnya.
"Clau?" Panggil Egnor agak cemas.
"Apa?!"
"Ya! Kau kenapa sebenarnya? Kau tidak takut Grace akan memarahimu karna merusak mouse dan keyboardnya?!" Kata Egnor akhirnya berteriak. Dia akhirnya sebal juga dengan sikap Claudia yang seperti ini.
"Tidak! Ini mouse dan keyboard dan bahkan gedung ini milikku. Benar kan? Aku istrimu, kau mau apa?!" Claudia malah menantang suaminya. Egnor sekejap berpikir.
Ya ya benar. Dia istrinya Egnor. Entah mengapa Egnor menjadi diam seribu bahasa begini. Claudia memang tidak pernah semarah ini.
Siang menjelang, Frank tidak tahu kalau Egnor kini harus memakan makanan yang dibuatkan Claudia, jadi dia mengajak tuannya makan. Dan, ada yang hendak ia bicarakan. Namun, nampaknya Egnor masih berkutat di sana bersama Claudia. Egnor sedang merasa kesulitan dengan sebuah kasus yang membingungkannya sehingga Claudia penasaran.
"Tuan, apa ada sesuatu?" Tanya Frank.
"Kau Frank? Kebetulan sekali! Kemarilah, coba kau baca laporan ini. Si Claudia ini saja tidak mengerti!" Decak Egnor menyindir istrinya yang padahal selalu mengerti kasus kasus.
"Aku belum selesai membaca kak! Yasudahlah kalian berdua saja, kalian berdua lebih pintar dariku!" Dengus Claudia beranjak. Sementara Frank sudah berada di belakang Egnor.
Ketika Claudia hendak ke pantry menyiapkan makan siangnya dan Egnor, Kate muncul dengan langsung menyeruak.
"Selamat Siang kak Egnor!! Seperti biasa, aku sudah membawakanmu makan siang!!" Sapa Kate dengan ceria dan bersahabat.
Egnor dan Frank melihat kedatangan Kate dan Egnor menepuk dahinya. Sebentar lagi pasti akan terjadi perang! Pikirnya.
Claudia sudah menoleh dan berbalik menatap tajam Kate. Kate juga sedikit terkejut kalau ada Claudia di sini.
"Selamat siang Clau .. eng .."
"Cukup! Tidak usah berbasa basi! Dengar Nona Kate Joyline yang terhormat! Biar KUTEGASKAN sekarang juga! Sebaiknya mulai hari ini kau tidak usah lagi membawakan makan siang untuk pria yang sudah BERISTRI! Dan, lagi pula, mulai sekarang aku akan kembali menjadi asisten pribadinya. Jadi kau tidak usah repot repot lagi panas panasan ke sini! Kalau kalian ada kerjasama, aku akan mendampingi kalian!! Sudah jelas?!!!" Kata Claudia dengan tegas sambil melipat tangannya di depan dada.
Egnor sudah menunduk memijat mijat tylang hidungnya, sementara Frank hanya melihat melongo. Begitu juga dengan Kate yang tidak menyangka kalau Claudia dapat berkata runtut dan tegas seperti ini.
...
...
...
...
...
Ayoo siapa yg mau nantang? Maju atu atu 😂😂
Neng Clau, aku padamu. Aku team frank tenang aja .. bonus akhir taon yak? 😁😁
.
Next part 49
Apakah Clau akan lebih tegas dengan Egnor?
Bagaimana tanggapan Egnor?
Kapaaannn resepsinya woyy mo kondangan nii haha
.
Betewe aku mau mengucapkan terimakasih pada semua pencinta Pengacara ku dan istrinya ini, Egnor dan Claudia, karna kalian karna dukungan kalian, novel ini SUDAH RESMI kontrak dan milik aplikasi Mangatoon // Noveltoon ini 😍😍
oleh sebab itu kabar bahagia, MULAI BULAN MARET, Cerita Egnor dan Claudia ini akan update setiap harii yeaayy 🎉🎉
Dan ceritanya akan menyuguhkan sampai mereka menikah besar besaran, kehidupan setelah menikah, punya anak dan sekuel cerita cinta anaknya 😁😁
Penasaran kan? Nantikan terus yaa 💕💕
Sekali lagi terimakasiihhh
.
Lafyou all ❤❤
Thanks for read 😎😎
__ADS_1
Tinggalkan like dan komen, vote bagi pengguna noveltoon .. kasih rate dan tip juga boleh 😎😎