Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 58: Mr & Mrs. Jovanca


__ADS_3

Mrs. Jovanca


Claudia sudah melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dia siap menghadapi kata kata yang pasti akan keluar dari kedua wanita itu. Pasti! Tidak akan tidak!


"Heng, ternyata ibunya memang mengadakan kencan untuk anaknya, kasihan sekali kalau itu adalah Kate!" Gumam Claudia sendirian sebelum Kate dan ibunya Richard, Samantha mendekatinya. Ya, kedua wanita itu Kate dan Samantha. Sepertinya mereka sedang berbelanja bersama mendekat kan hubungan antara calon mertua dan menantu, mungkin.


Claudia malah tersenyum kecut membayangkan Kate dan Samantha dalam satu rumah.


"Claudia Stephanie Gie! Ternyata kau masih memiliki wajah untuk berkeliaran di luar ya?" Decak Samantha menatap Claudia dari ujung kaki ke ujung kepala.


"So what?" Saut Claudia acuh.


Samantha terkejut. Matanya melotot mendengar jawaban Claudia yang sangat menantangnya.


"Kau?! Kau belum mengerti atau tidak tahu diri dengan semua perkataan ku kemarin? Seharusnya ku katakan saja semua nya pada Egnor agar dia tahu, wanita seperti apa yang ia pilih. Seorang janda yang tidak terhormat!" Kata Samantha tentu dengan nada suaranya yang agak melengking dan menunjuk Claudia.


"Katakan saja semua pada Egnor, aku tidak takut! Dia yang memintaku menjadi istrinya, tapi tidak ada gunanya kau mengetahuinya karna kau pasti tidak percaya dengan apa yang ku katakan kan?!" Claudia menghempaskan jari telunjuk Samantha.


Samantha benar benar terkejut kalau Claudia sangat berani padanya.


"Ada apa Nyonya besar? Kau terkejut? Sekarang begini, untuk apa kau membenci ku kalau kau mau menjodohkan anakmu dengan wanita ini hah?" Tanya Claudia menyipitkan sedikit matanya.


"Karna kau yang membuat aku mencari cari jodoh untuk Richard!!" Jawab Samantha tidak mau kalah.


"Anakmu tampan dan baik, untuk apa kau mencarikannya. Dan kau mau menjodohkan dengan wanita yang bahkan mendekati suami orang!" Decak Claudia sambil menyindir Kate.


"Clau! Kau jangan keterlaluan! Aku dan Kak Egnor hanya rekan bisnis. Nyonya Gabriane juga mengetahuinya kalau aku bekerja di pemerintahan bukan perayu sepertimu! Kau masih istri Richard tapi kau merayu Egnor untuk menjadi suamimu!" Bantah Kate dan malah mengata ngatai Claudia.


"Cih! Tidak tahu malu! Untuk apa kau mengirimi gambar surat perceraian ku dengan Richard yang belum resmi pada suamiku kalau bukan kau ingin membuatku dan suamiku salah paham, iya kan?!" Claudia berdecih dan mulai berani menunjuk nunjuk Kate.


"Apa apaan kau Clau! Aku hanya memastikan karna hal ini juga tidak baik bagiku dan Richard, bukan begitu Nyonya Gabriane?!" Kate terus mencari pembelaan. Sejatinya dia seperti kehabisan kata kata melawan Claudia yang dapat meledak seperti bom waktu.


"Ya benar! Kalau kau belum bercerai dengan anakku, bagaimana bisa aku menikahkan Richard dengan Kate?" Samantha akan terus membela Kate.


"Sebenarnya kau sudah melawan hukum Clau! Kau belum bercerai dengan Richard secara resmi tapi kau sudah menikah dengan Egnor, Richard dan keluarganya bisa menuntutmu!!" Ancam Kate.


"Tuntut saja, aku tidak takut! Kalian sangat lupa hah siapa suamiku sekarang?" Tantang Claudia dan sangat mengharapkan Egnor. Dia memang hanya menganggap Egnor adalah suaminya dan bukan Richard karna awal bertemupun tidak ada cinta di dalamnya.


"Kau diam di sini, aku akan menghubungi hakim Benedict! Kau benar benar bisa langsung dijebloskan ke penjara Clau! Dan kau juga sudah melakukan perilaku tak berkenan padaku!" Kate terus mengancam Claudia bahkan membawa bawa orang pengadilan yang ia kenal.


"Cepat kau hubungi Kate! Wanita ini benar benar sangat berbahaya, dia memang layak masuk dalam jeruji sel!" Samantha menyetujui dengan penuh antusias padahal dia agak sedikit ngeri dengan perangaian Claudia.


Kate lalu merogoh tas kecilnya dan mengambil ponselnya. Dia mencari kontak hakim kenalan yang sebenarnya lebih dekat dengan Egnor. Namun, baru saja Kate menempelkan ponselnya di telinganya, Claudia malah merebutnya. Dia lalu membantingnya ke lantai sampai ponsel itu hancur tak berbentuk.


Samantha membuka mulutnya menganga. Kate pun benar benar terkejut dengan sikap anarkis Claudia yang tiba tiba.


"Claudia! Apa yang kau lakukan?! Kau membanting ponselku!!" Decak Kate tidak terima. Wajahnya sudah sangat geram dengan perilaku Claudia.


"Ya, aku membanting ponselmu, lalu kenapa? Aku hanya membalas apa yang calon mertuamu lakukan padaku kemarin! Kalau saja ibunya Egnor masih hidup, aku bisa saja menyuruhnya tapi aku juga tidak akan mungkin berdoa supaya beliau menggentayangimu karna dia orang baik bukan sepertimu Nyonya Besar Gabriane!" Jawab Claudia kembali melipat tangan di depan dadanya dan dagunya terangkat.


"Tidak usah terkejut! Inilah sifat asliku Nyonya?! Jadi bagaimana? Apa kau masih ingin membuatku harus bersama Richard?! Kau bilang aku menyukai uang, kau bilang aku licik dan mencari cari orang kaya iya? Apa itu tidak lebih ditunjukan pada anakmu? Bukankah anakmu menginginkan sebidang lahan yang bisa dimiliki kalau dia sudah menikah? Sebenarnya ini yang ingin kukatakan padamu kemarin, tapi kau seperti orang gila menyerangku! Kau menyerangku di gedung pengacara milik suamiku yang berarti milik ku juga! Aku bisa memecat semua pekerja yang ada di sana jika aku mau!" Kata Claudia dengan penekanan penekanan nada yang sangat pas untuk memeringatkan Kate juga Samantha.


Samantha memegang dadanya. Dia terkejut dengan kata kata Claudia yang sangat rasional tapi juga membuatnya seperti terkena serangan jantung. Dia mencoba mengingat mengenal ketentuan warisan yang mungkin dari ayahnya atau mertuanya untuk Richard, tapi nyatanya tidak ada yang mengatakan hal ini padanya.


"Kenapa kau terkejut?! Jawab dong!" Claudia sangat tida sabar dengan respon Samantha yang tak bergeming sama sekali.


Sejenak Claudia berpikir yang sepertinya ibunya Richard ini tidak tahu apa apa. Claudia menjadi menyeringai senang.


"Aaahh, ternyata kau tidak tahu ya? Kasihkan sekali kau Nyonya besar. Kau ibunya tapi kau tidak mengetahui apa apa tapi kau malah sok sok an mengatur rencana kencan untuk nya. Dan dengan wanita ini! Sungguh kesalahan besar!" Kata Claudia membuat skak mat sang ibu suri keluarga Gabriane.


"Diam Clau! Kau sudah sangat banyak bicara! Kuberitahu padamu, aku akan menuntutmu, lihat saja! Dan Egnor juga akan mengetahui semua tentangmu! Kau tunggu saja kejatuhanmu ada di tanganku!" Bentak Kate penuh dengan emosi sambil menunjuk Claudia.


"Ayo aunty, tidak ada gunanya berbicara pada wanita tidak waras sepertinya!" Tambah Kate lagi menarik tangan Samantha yang benar benar di buat diam oleh Claudia.


"Kenapa pergi? Kau bahkan belum mempermasalahkan ponselmu Kate? Tapi tenang saja, aku akan menyuruh Egnor membelikannya untukmu!" Claudia masih berteriak kecil menggoda Kate.


"Heng! Begitu saja kalian pergi?! Tidak seru! Kemana seringaian nyonya besar itu kemarin?!" Gumam Claudia.


Claudia lalu meraih ponselnya dan mengambil gambar Kate dan Samantha berjalan bersama. Hal ini akan menguatkan dirinya di persidangan nanti. Mereka pun akan terkejut, siapa pengacara di belakang Claudia.

__ADS_1


"Egnor suamiku! Berani beraninya dia menantangku!" Decak Claudia lagi lalu dia menuju ke fresh market membeli sesuatu untuk Grace. Dia tidak lupa kalau dia harus menemui Grace.


...


Mr. Jovanca


Egnor dan Frank juga Joe memasuki rumah sang Bupati itu. Ternyata di sana seperti sebuah perayaan syukuran karna kesembuhan sakit dari salah satu petinggi pemerintahan itu. Banyak orang orang penting yang datang dan khususnya Richard, ayahnya juga Kevin. Frank yank melihatnya lebih dulu. Dia lalu berbisik pada tuannya.


"Ada Tuan Besar Gabriane dan Tuan Richard di sana, Tuan!"


Egnor lalu menoleh ke arah yang Frank maksud. Mereka sedang duduk di sofa bersama petinggi pemertintah itu. Egnor memang belum bertemu dengan petinggi itu. Dia terus menyesap wine nya bersama Frank dan Joe.


Namun tak berapa lama Richie Gabriane menyadari kedatangan Egnor dan tidak ada salahnya dia menyapa. Karna kebetulan juga ada Richard di sini. Richie sempat mendengar kalau setelah inside itu, Egnor bersama mantan istri anaknya malah pergi ke Legacy. Seperti tidak terjadi apa apa.


"Selamat siang Tuan Jovanca .. " sapa Richie yang sudah diikuti oleh Kevin. Richard terpaksa mengikutinya karna takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Mengingat juga ayahnya suka asal bicara dengan emosi seniornya yang meletup letup jika tersundut sedikit saja.


Egnor hanya mengangguk menanggapi sapaan Richie yang diikuti oleh Kevin dan Richard di belakang pria tua itu.


"Ku dengar kau dan istrimu pergi ke Legacy?" Tanya Richie memulai pembicaraan yang Egnor yakin akan menjatuhkan martabatnya.


"Ada apa Tuan Gabriane? Ada yang salah dengan kepergian Tuan ku dan istrinya?" Kata Frank yang menjawab pertanyaan Richie. Dia merasa pertanyaan ini pertanyaan basa basi yang akan memancing perdebatan.


"Tidak apa apa. Kemarin aku kembali ke gedung pengacara mu untuk melihat pengacara pengacara pilihan Frank untuk perusahaanku. Ups, aku minta maaf, aku salah mengatakannya. Kau pergi bersama istri yang masih berstatus istri anakku!" Kata Richie mulai mengeluarkan taringnya. Dia berkata kata dan mengatakan Claudia istri anaknya dengan mendekatkan dirinya pada Egnor.


Egnor mengernyitkan dahinya.


"Tuan Gabriane! Aku tidak ada masalah denganmu, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku hah?" Egnor akhirnya bersua. Tidak seharusnya dia selalu diam.


"Tidak ingin apa apa. Aku hanya ingin menegaskan sesuatu kalau seharusnya didirikan lagi kantor pengacara yang terkenal yang bisa menyaingi gedung pengacara mu. Karna kenyataannya kau bukan pengacara yang berkompeten!" Umpat Richie dengan nada bicara memojokan.


"Tuan besar Gabriane maafkan saya. Tidak seharusnya anda berbicara seperti ini di acara yang bukan hak anda. Tuan Egnor bisa menuntut Anda!" Frank memperingatkan.


"Silahkan saja Frank! Kau siapa berani mengatur ngaturku bicara?!" Decak Richie menunjuk Frank dengan gelas wine nya.


"Dad, kau sedang apa? Yang dikatakan Frank benar. Egnor tidak menganggumu!" Bisik Richard kemudian.


"Hal yang salah seperti apa Tuan Richie Gabriane?!" Tanya Egnor dengan nada suara penuh penekanan dan menantang. Dia ingin tahu di mana letak kesalahannya. Seruan tantangan Egnor ini sontak membuat Richie, Richard dan juga Kevin menatap Egnor. Yang mereka ketahui, Egnor tidak pernah menantang seperti ini jika memang sudah mendesak. Richard lalu menundukan kepalanya dan sudah mengerti, sepertinya Emosi Egnor sudah terpancing.


"Oohh, kau ingin mengetahuinya? Baiklah, aku akan memberi tahu dan semuanya bisa mendengar hal ini, karna kau sungguh menantang ku sir!" Richie mendekati Egnor dan menunjuk nunjuk suami Claudia itu dengan gelas wine nya.


Egnor menatap Richie tajam.


"Kau ini seorang pengacara! Kau bahkan memiliki akses di mana pun tapi kau tidak mengatahui, kalau wanita yang menjadi istrimu belum bercerai dengan anakku! Dia masih istri sah Richard!" Richie sudah mulai menyerukan kesalahan kesalahan Egnor menurutnya.


Richard sudah tidak bisa menghentikan ayahnya karna malah akan memperbesar api di sini. Sedangkan orang orang yang mendengar sudah mulai berbisik bisik membicarakan Egnor. Egnor masih diam dan menatap Richie. Dia ingin tahu apa lagi yang ingin dikatakan pengusaha tua yang sok tahu ini.


"Kenapa kau diam Tuan Jovanca? Kau tahu, karna kau sudah salah melangkah kan? Kau melakukan semuanya dengan gegabah. Kau tidak jauh berbeda dengan ayahmu! Lihat bagaimana sekarang ayahmu?! Tidak bekerja!" Umpat Richie yang sudah sampai membawa bawa ayah Egnor, Johanes yang kenyataannya tidak pernah mencari masalah.


"Tuan Richie! Anda sudah keterlaluan!" Sela Frank karna sudah membawa bawa kelurga Egnor. Egnor menahan Frank agar tetap diam.


"Aku tidak keterlaluan Frank, aku hanya membantu tuanmu agar tidak menutup nutupi kesalahannya sehingga dia segera memperbaikinya. Aku baik Frank! Satu lagi Tuan Jovanca, sebaiknya kau bisa lebih bersabar mencari wanita lain ketimbang harus juga memiliki apa yang menjadi milik anakku!" Tambah Richie masih ingin membeberkan hal yang menurutnya adalah kebobrokan Egnor. Dan, sebenarnya Richie menjadi iri karna Egnor memang seorang tersohor di Honolulu. Siapa yang tidak tahu gedung pegacara tertinggi di Honolulu.


"Cukup!" Egnor kembali bersuara dengan mengangkat tangannya agar Richie diam.


"Sudah kau membangga banggakan anakmu hah? Anda siapa dapat mengatur semua keingin orang lain? Anda bahkan tidak seperti seorang ayah!" Egnor mulai berkata kata dan bahkan memberikan umpatan pada Richie.


"Tahu apa kau tentang .."


"Diam! Aku sedang bicara! Tidak ada seorang pun yang dapat memotong ku bicara selain Claudia!" Egnor masih sempat membawa bawa Claudia.


"Ya, aku memang hanya ingin Claudia yang menjadi istriku! Aku tidak mencarinya, dia yang datang mencari ku! Tolong kau garis bawahi Tuan besar Richie dan Tuan muda Gabriane! Frank adalah saksinya dan semua pegawai ku yang ada di kantor pengacara Oriental. Lalu kau mau apa, JIKA AKU EGNOR JOVANCA MENIKAHI CLAUDIA DI HONOLULU?!" Egnor memberi penekanan pada kata menikah dan Honolulu.


Richard membelalakan matanya. Dia sungguh lupa kalau ini bukan Oriental, tempat dimana dia menikahi Claudia.


"Kau merebut apa yang menjadi hak anakku Egnor! Kau jangan melupakan tata aturan pernikahan yang sesungguhnya!" Richie memperingatkan hal yang tidak masuk akal di kawasan yang berbeda.


"Melupakan apa? Claudia dan Richard menikah di Oriental dan itu tidak berlaku di Honolulu! Kau dengar baik baik Tuan besar Gabriane! HONOLULU HARGA MATI BAGIKU! Kau apa?! Kau hanya pendatang! Kau bersama antek antek mu adalah PENDATANG! Dan mungkin saja tanda pengenal mu masih jangkauan Oriental. Oriental tuh apa? Hanya kota kecil dan tidak ada apa apa nya dengan Honolulu!!" Egnor sudah merasa harus mengingatkan jati dirinya pada Richie yang hanya seorang pengusaha yang bahkan mereka membutuhkan seorang pengacara.


Dari jauh disana, sang Bupati yang memang sangat dekat dengan Egnor mengangguk angguk setuju.

__ADS_1


"Kepala pemerintahan sampai Bupati kota ini aku yang memegang kendali. Aku minta maaf aku harus mengatakan ini Tuan Besar Gabriane! Tapi kurasa ucapanmu itu sungguh sudah tidak berkelas! Richard, kau sebaiknya memberitahu pada ayahmu yang keras kepala ini!" Tambah Egnor dan menegak habis wine nya.


Richard sudah tidak bisa berbuat apa apa. Ayahnya sudah melakukan hal yang salah. Dia hanya menunduk di sana.


"Banyak sekali bicaramu Egnor! Memangnya kau tahu kalau Claudia sudah merupakan kewarganegaraan Honolulu hah?" Decak Richie masih tidak mau kalah.


Sesaat Frank membisikan sesuatu pada Egnor. Egnor lalu tersenyum kecut dan sedikit bengis. Egnor kembali membisikan sesuatu pada Frank yang mana memerintahkan sesuatu pada Frank. Frank mengerti dan setuju.


"Mohon perhatian semuanya!" Frank menuju ke sebuah bartender yang ada di ruangan itu. Dia lalu mendentingkan gelas wine dengan sebuah sendok pengaduk.


Semua mata sontak menuju ke Frank.


"Mohon maaf, saya hanya ingin memberitahu kalau kalian semua yang ada di tempat ini. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya Tuan Gonzaga, kepala Bupati pemerintahan pusat, saya Frank sebagai perwakilan atasan saya Tuan Egnor Jovanca mengundang kalian semua pada acara PEMBERKATAN DAN RESEPSI PERNIKAHAN Tuan saya Egnor Victor Jovanca, dengan Nyonya Claudia Stephanie Gie di awal bulan depan. Bulan September, karena belum saja Claudia menginjakan kakinya di tanah Honolulu ini, saya yang mengurus meluruh tanda pengenal Claudia. dia sudah resmi menjadi warga resmi Honolulu!" Kata Frank kemudian membuat Richie tentu dana mengangga. Sedangkan Richard tetap menunduk dan sudah mengetahui sepak terjang Egnor yang akan menghalalkan setiap cara untuk keinginannya.


Egnor tersenyum tak enak. Dia kembali mendekati pundak Richie.


"Kau memang berniat menjatuhkan ku, tapi seperti yang kau katakan, aku bukan Egnor yang dulu! Jangan pernah membicarakan ayahku karna aku begitu mencintainya jadi aku tidak membiarkan dia bekerja sepertimu!" Bisik Egnor. Dia lalu juga menghampiri Richard.


"Pantas saja Claudia tidak bisa mencintaimu, karna kau tidak mempunyai pendirian! Kau bahkan membiarkan ayahmu malu! Sampai jumpa besok Tuan muda Gabriane! Aku benar benar ingin bicara denganmu empat mata! Permisi!" Bisik Egnor pada Richard sambil menepuk pelan bahu Richard.


Egnor yang diikuti Joe dan Frank menuju ke tempat Tuan Gonzaga duduk.


"Tuan Gonzaga, aku senang atas kesembuhanmu!" Egnor sedikit membungkuk dan memberikan pelukan kecil.


"Terimkasih Egnor dan terimakasih juga, karna peran Tuan Johanes Jovanca yang sangat mengerti makelar dan urusan hak lahan, kita memenangkan daerah perbatasan itu. Aku pikir kau yang mengerjakannya." Kata Gonzaga yang selalu puas dengan kinerja Egnor terhadap pengabdiannya pada pemerintah.


"Tidak! Ayahku sendiri yang memintanya, padahal aku sudah melarangnya. " Balas Egnor tersenyum hangat.


"Tuan Johanes memang yang terbaik sama sepertimu!" Gonzaga tak segan segan terus memuji Egnor.


"Kau terlalu memuji! Aku permisi dulu, tunangan Frank sedang tidak enak badan dan juga harus menemuinya!" Egnor pun berpamitan.


"Silahkan silahkan! Semoga hubunganmu dengan Nyonya Claudia berjalan dengan lancar dan aku menunggu undanganmu." Kata Gonzaga senang.


"Pasti! Selamat siang Tuan!"


Egnor lalu berlalu bersama Frank dan Joe yang juga sudah memberi salam pada Tuan Gonzaga. Dia menyunggingkan senyumnya dengan mengantungkan kedua tangannya pada saku celananya dan berjalan ke arah luar. Mengapa tubuh ini rasanya ingin melakukan sesuatu bersama istrinya?! Pikiran itu berlari lari di atas kepalanya.


...


...


...


...


...


Jeda dulu .. bersambung aku ngap ngap an suami istri pada berdecih 😁😁


.


Next part 58


Masih ad pertemuan Egnor dengan Richard


Apakah Richard akan menjadi marah atau malah menerima keadaan kalau Claudia memang tidak bisa mencintainya?


Bagaimana Kate dan Samantha yang mengetahui kalau Egnor ternyata menjadi pengacara Claudia yang sah?


.


Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟


Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍


.


Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕

__ADS_1


__ADS_2