Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 79: I Found You - 1


__ADS_3

Pujian waktu itu hendak melemahkan dirinya, namun Claudia mencoba menutupnya hanya untuk ketenangan dirinya dan ketulusan hatinya untuk Egnor. Sementara Egnor, sudah mulai sulit berpikir. Dia membutuhkan istri dan anaknya. Hanya itu yang menjadi sumber kekuatannya.


...


Claudia merebahkan dirinya di tempat tidur itu. Ternyata dia memang tidak langsung menuju ke kedai roti sekaligus rumah nya. Dia menuju ke samping rumah tetangganya yang cukup dengannya. Kediaman Keluarga Greek. Ya, tadi dia disambut oleh pemiliknya Tuan Ronald Dan Nyonya Emily Greek. Mereka berdua cukup senang karna akhirnya melihat Claudia lagi dan sekarang tengah mengandung.


"Bibi Siren telah meninggal. Aku hanya ingin membereskan semua yang ia tinggalkan untuk bisa kusimpan sebagai kenang kenangan. Oleh sebab itu aku kesini. Namun, nampaknya aku harus memeriksanya besok pagi karna mungkin penerangannya sudah rusak. Jadi, ijinkan aku untuk menumpang tidur satu jari ini saja, Tuan dan Nyonya Greek." Kata Claudia Ketika Ronald menanyainya.


"Tentu saja bisa Clau, kau bisa tidur di kamar Jenice. Jenice sudah satu tahun bersekolah di Legacy, Clau." Kata Ronald dengan senang hati.


"Wah, dia sudah menjadi seorang gadis ya?" Claudia tersenyum tipis.


"Begitulah. Jadi kau tidak usah sungkan. Lagipula kasihan anak dalam kandunganmu." Kata Emily tidak merasa keberatan.


"Em Nyonya, aku mohon jangan beritahukan siapapun keberadaan ku termasuk suamiku. Aku mohon, aku hanya ingin mengenang kehidupan ku dengan Bibi Siren sendiri di sini." Pinta Claudia kemudian.


"Ya, aku mengerti, lagi pula kantor pengacara milik suamimu sudah tidak beroperasi lagi." Ujar Emily setuju.


"Ya, aku juga tahu." Claudia menundukan kepalanya.


"Baiklah kau bisa beristirahat sekarang. Besok aku dan Emily akan membantumu membersihkan kedaimu." Kata Ronald ramah. Claudia akhirnya bisa beristirahat di rumah tetangga nya ini.


Claudia mengelus lagi perutnya. Dia memejamkan matanya dan melihat wajah suaminya sedang tersenyum. Dia kembali membuka matanya.


"Kak, apa kau mencariku? Maafkan aku, semoga kau merasakan batinku kalau aku baik baik saja." Kata Claudia dan dia kembali mencoba untuk tidur.


Keesokannya Claudia sudah bersiap untuk ke pemakaman bibinya. Dia harus lebih awal sebelum Richard mungkin memberi tahu Egnor.


"Jam berapa pemakaman bibiku, dokter Presley?" Tanya Claudia pagi pagi sekali. Untung saja Presley sudah bersiap di rumah sakit karna bertanggung jawab akan Siren.


"Pukul sembilan nyonya."


"Apakah tidak bisa dipercepat pukul delapan? Aku tidak ingin banyak orang. Aku hanya ingin diriku saja karna bibiku hanya memiliki diriku seorang." Pinta Claudia karna dia merasa Richard sudah mengetahuinya.


"Ah bisa Nyonya kalau kau menginginkannya." Jawab Presley setuju.


"Baiklah aku akan menunggu di tempat pemakaman. Dan aku Mohon jangan memberi tahu Tuan Egnor atau siapapun kalau aku memajukan jam nya." Pinta Claudia lagi.


"Baik Nyonya." Presley menyetujui karna dia merasa Claudia yang sudah menangani nya langsung.


Claudia keluar dari rumah keluarga Greek sekitar pukul 7 pagi. Dia sejenak melihat mobil sedan hitam yang ada di depan kedainya namun dia tidak merasa apa apa. Dia kembali mengeratkan Coat yang dipinjamkan Nyonya Emily padanya karna pagi ini terasa sangat dingin. Sweater panjang tipis Claudia pasti masih akan membuat dingin. Emily juga meminjamkan baju Jenice yang agak megar untuk Claudia. Meskipun perutnya sudah agak membesar, tubuh Claudia masih terbilang kecil dan kurus.


Claudia segera berjalan dengan cepat ke pinggir jalan besar untuk mencari taxi. Dia menuju ke tempat pemakaman khusus, tempat bibinya di makamkan.


Sementara Egnor masih tertidur di mobil. Dia melewatkan Claudia karna terlalu lelah. Dia dikejutkan dengan panggilan dari Frank. Frank sangat mencemaskan tuannya juga Grace yang terus menanyai pada Frank.


"Hemm?!!!" Egnor mengangkat panggilan Frank di seberang sana.


"Tuan, ini sudah setengah sembilan pagi, kau ada di mana? Cepat menuju ke pemakaman khusus Nyonya Siren. Nyonya Claudia pasti kesana!" Frank langsung memberi tahu dengan menggebu gebu. Pasalnya sudah dari pukul setengah delapan Frank menghubungi tuannya namun Egnor tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Di mana? Jam brapa?" Tanya Egnor singkat dan mencoba menyadarkan dirinya kalau dirinya ada di mobil dan mencari Claudia.


"Tempat pemakaman khusus Sint Peace di perbukitan Oriental Tuan pukul sembilan. Aku, Grace, Nona Lisa dan Tuan Richard sudah dalam perjalanan." Jawab Frank.


"Ya aku jalan sekarang."


"Kau di mana Tuan? Apa sudah sarapan?" Frank sangat mencemaskan tuannya.


"Keadaan genting begini tidak memikirkan sarapan Frank! Aku hanya ingin makan masakan istriku!" Decak Egnor.


Egnor mematikan panggilan. Dia segera menjalankan mobilnya ke pemakaman tersebut. Perasaan bergemuruh menghiasi hati dan sekujur tubuhnya. Dia tidak sabar ingin memeluk bahkan meminta maaf pada istrinya itu. Kali ini dia pasti bertemu.


"Claudia, Wating me!" Pekik Egnor.


Namun sesampainya di sana, Egnor bukannya menemui Claudia tetapi mendapatkan Frank, Grace, Lisa dan juga Richard di sana. Mereka seperti juga mencari cari keberadaan Claudia dan tampak bingung.


"Bagaimana? Di mana Claudia?" Tanya Egnor tidak sabar.


"Tuan, kau tampak lelah sekali." Ucap Frank menyentuk lengan Egnor.


"Iya Tuan, aku sudah membawakan mu roti lapis." Tambah Grace dengan mata sembabnya.


"Tidak penting Grace, di mana Claudia?" Dipikiran Egnor hanya Claudia dan Claudia.


"Kata penjaga makam di sini, pemakaman Nyonya Siren sudah diadakan tadi pukul 8 pagi Egnor. Hanya ada seorang wanita dengan Coat hitam. Kata penjaga seperti sedang hamil. Sepertinya itu Claudia." Kata Richard memberi tahu sesuai informasi si penjaga makam.


Richard merangkul Lisa yang merasa mengingat semua kesedihannya lagi. Egnor lalu menatap semua orang di sana dengan tatapan mematikan. Namun, tidak ada gunanya dia kembali marah. Ini semua sudah kesalahannya. Egnor akhirnya berlutut lemas di depan makam Siren. Dia menutup wajahnya dan sedikit menangis. Tak lama dia mengusap wajahnya dan setengah berjongkok memegang nisan Siren.


"Nyonya Siren, maafkan aku. Aku yang tidak mengijinkan keponakanmu bertemu dengan mu untuk yang terakhir kalinya. Maafkan aku. Tapi kau tenang saja. Aku akan menjaganya. Aku tidak akan membuatnya bersedih. Aku akan menemukannya. Aku akan selalu melindungi dan bertanggung jawab penuh atasnya. Berbahagialah kau di surga. Sampaikan salamku pada kedua mertuaku dan mom ku. Tuhan memberkati." Kata Egnor sangat pelan namun keempat orang yang menemani Egnor itu mendengarnya . Mereka pun juga bersedih dan ikut merasakan duka cita yang cukup membekas dalam hati.


Egnor lalu menoleh ke arah Frank dan Grace.


"Frank, berikan rangkaian bunga mawar berwarna peach pada makam Nyonya Siren hari ini!" Perintah Egnor pada Frank dan dia beranjak menjauh dari ke empat orang itu.


"Kau mau kemana lagi Egnor? Apa kau tidak menganggap kami? Kami bisa membantumu mencari Claudia. Kita bisa bersama sama." Kata Lisa menahan Egnor yang hendak meninggalkan mereka.


"Ya, kalian cari saja dan kabari aku!" decak Egnor setengah menoleh.


"Egnor! Kau jangan seperti ini! Claudia juga pasti sedih jika mengetahui ini! Kau saja belum makan kan? Kau tidak tahu kalau Grace menangisimu kemarin karna kau belum makan! Apa yang akan mereka katakan pada Claudia jika kau seperti ini?!" Tambah Richard menggertak.


"Ini hanya bukan waktunya makan. Aku tidak akan makan sebelum menemukan Claudia. Kita berpencar saja." Kata Egnor dingin dan pergi meninggalkan mereka. Grace hanya terdiam di dalam rangkulan Frank. Grace dan Frank juga hanya ingin membantu tuannya. Mereka berdua yakin kalau Egnor membutuhkan bantuan.


"Sudah Grace, kau tidak usah memikirkan nya! Sekarang kita juga harus mencari Claudia agar masalah ini selesai. Ayo! Kau jangan cengeng begini, kasihan kandunganmu." Lisa menenangkan Grace.


"Mereka berdua selalu ada bersama kami jika kami mengalami kesulitan Nona, apa tidak bisa kami membantu mereka. Hanya itu yang kami inginkan." Rengek Grace benar benar mencemaskan Egnor yang semakin melemah dan Claudia yang benar benar menghilang tanpa jejak.


Egnor berada di dalam mobil sambil memukul mukul kemudinya. Penyesalannya benar benar menggunung melewati batas kapasitas berpikirnya.


~aku selalu melakukan ini jika sedang kesal. Aku hanya berharap kau pulang dan memakan masakan ku kak!~ tiba tiba perkataan Claudia terngiang di pikirannya.

__ADS_1


"Memasak? Apakah Claudia sedang memasak tapi di mana? Di kedainya itu tidak ada siapapun. Kalau memasak, pasti dia akan berbelanja terlebih dahulu. Ya, dia pasti ada di beberapa departemen store di sini. Ya, aku harus mencarinya di sana. Dia pasti ada di sana, aku yakin! Kita mulai dari departemen store sekitaran pemakaman ini dan menyusuri pusat kota lalu di sekitar pemukiman kantor pengacara ku. Ya benar!" Pekik Egnor dan dia mulai menuju ke departemen store pertama.


Sesampainya di sana, dia mencari Claudia dengan sangat cepat. Dia tempat pasar swalayan yang menyediakan sayur dan buah buahan dengan harga yang minim dan banyak sale. Tetapi nihil. Egnor tidak menemukannya. Egnor tetap berlarian melihat lihat restoran di departemen itu tapi tidak ada. Sampai dia merasakan sendiri perutnya yang agak keroncongan. Dia mengendusi sebuah restoran pizza yang memiliki counter di luarnya. Dia hendak membelinya namun dia malah mengingat pizza buatan Claudia. Akhirnya Egnor berbalik dan hendak mencari Claudia lagi. Namun, ketika dia berbalik, seorang wanita dengan Coat panjang hitam melintasi sisi belakangnya sambil membawa satu kemasan Pizza berkuran besar yang baru saja selesai dipanggang. Aromanya membuat Egnor kembali berbalik dan dia melihat wanita itu dengan Coat panjang. Dia mengingat Frank mengatakan Claudia hari ini mengenakan Coat panjang hitam. Wanita itu terus berjalan di tengah kerumunan dan Egnor menyunggingkan senyumnya. Dia merasa seperti melihat setitik cahaya di dalam goa yang gelap.


"Claudia, sayang .." katanya dan mengejar wanita ber-coat hitam itu.


...


...


...


...


...


Kejar Nor, tapi jangan diambil pizza nya kalo itu bukan Clau 😂😂


.


Next part 6


apa itu Claudia?


apa yang akan dilakukan Claudia pada Egnor?


apa Egnor berhasil membujuk istrinya itu?


dikit lagi bang jan kasih kendor 😁😁


.


rekomendasi novel teen teen bau bau remaja yang menyegarkan mengingatkan masa masa sekolah antara Yoora dan Michael mampir gaes dengan judul:


-- TETAPLAH BERSAMAKU --


by Bernadeth Sacitha


dijamin nostalgia abiiss 😍😍


.


Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2