Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 154: Destiny - 1


__ADS_3

Bicara takdir siapa yang bisa menentukan. Bicara nasib siapa yang bisa mengatur. Bicara perubahan siapa yang bisa memintanya? Semua terjadi atas apa yang kita lakukan. Kita berbuat salah atau benar, takdir yang pada akhirnya harus kita jalani dan nasib yang harus kita tanggung. Dan perubahan? Tergantung baik buruknya orang tersebut melakukannya. Perubahan ke arah yang menyenangkan atau ke arah yang membuat sedih? Tidak ada yang disalahkan, inilah takdir dan nasib yang sudah disediakan. Egnor mencoba mengerti semua alasan Claudia tapi apa Claudia mengerti bagaimana yang ia rasakan? Sekali lagi, Egnor hanya manusia biasa bukan dewa atau bahkan setengah dewa. Dia pria yang juga bisa menangis dan tertawa, dia Pria yang bisa merasa kesedihan dan kekecewaan. Dia hanya kembali mengingat kejadian waktu itu di saat arahnya hilang dan tidak tahu harus mencari kemana. Jadi, bagaimana akhir ini semua? Bagaimana Egnor menyelesaikan semua permasalahan di negara ini juga penyelesaian dengan istrinya?


...


Richie mengemudikan mobilnya dengan sangat lihat. Dia menerobos pagi buta dengan melalui jalan jalan hutan. Dia tidak peduli apa yang ia tabrak sela dia bisa melarikan diri. Dia harus ke pelabuhan, di sana dia memiliki kapal yatch pribadi yan lumayan cepat sehingga dia bisa melarikan diri ke pulau sebelah untuk beberapa waktu. Namun, pengejaran mobil Gabriel dan polisi lainnya juga tidak bisa diremehkan. Richie sampai bingung bagaimana dia mengelabuinya. Sekali dua kali Richie bersembunyi tapi lagi lagi mereka dapat mengetahuinya. Gabriel masih menembakan peluru pada mobilnya tetapi selalu meleset karena suasana yang masih gelap sehingga tidak terlalu jelas arah yang hendak dituju.


Akhirnya Richie terpaksa terus berjalan menuju ke pelabuhan. Melintasi jalan raya di pinggiran Honolulu yang masih sangat sepi sampai matahari telah menyongsong. Gabriel menghentikan tembak menembaknya karena akan berbahaya bagi masyarakat yang sudah mulai berlintasan apalagi pinggiran Honolulu banyak bermata pencaraian penjual ikan dan nelayan. Dia tidak boleh menghilangkan nyawa orang orang yang tidak bersalah.


"Sial! Urusan lari melarikan diri si tua itu cekatan sekali!!! Sama seperti anaknya yang hilang seperti di telan bumi, kurang ajar!!" Decak Gabriel terus mempercepat laju mobilnya.


Sakitar pukul 6 pagi Richie sampai di pelabuhan. Dia ingin cepat cepat selagi Gabriel dan yang lainnya belum tiba sampai dia melupakan pistol yang ada di samping tempat duduk nya. Dia sudah keluar dari mobil dan segera berlari menuju lokasi pelabuhan yang melabuhkan yatch pribadinya.


Namun, ketika melintasi pintu masuk dan keluar penumpang yang juga memiliki yatch pribadi, dia menabrak seseorang yang ia cari cari selama ini. Richie hendak terjatuh karena benturan keras dengan pria itu tapi pria itu menahannya berpikir seorang tua yang berlari buru buru. Mereka berdua bertatapan dan betapa terkejutnya siapa pria tua yang menabraknya. Richie juga terkejut. Dia akhirnya menemukan apa yang ia cari tapi rasanya percuma. Malah pria itu yang sebenarnya ingin membuat perhitungan pada Richie.


"Richard! Aku tidak punya banyak waktu, aku harus pergi!" Ujar Richie meronta hendak melepaskan diri dari anaknya. Richard masih memandanginya. Dia merasa kalau ayahnya mungkin sedang lari dari pengejaran. Dia menahan ayahnya dan menatapnya dengan sangat tajam. Dia jadi mengingat ibunya. Ketika Kevin memberitahu kabar tentang kepergian ibunya untuk selamanya, Richard sangat menyesal menyia nyiakan perubahan ibunya akhir akhir ini. Dia tidak bisa membalasnya karena nyawanya telah diakhiru oleh ayahnya sendiri, suami dari ibunya itu


"Di mana ibuku?!" pekik Richard dengan sangat geram.


"Dia sudah pindah ke alam lain karena berani beraninya menyembunyikanmu! Hahahaha!" saut Richie yang sudah kehilangan akal karena harus pergi dari negara ini.


"Kau memang jahat dad!! Kau keterlaluan! Richie Gabriane, kau bahkan seorang ayah! Kurang ajar kau, kubunuh kauuuu!!!!"


Buak! Buak! Buak!


Richard kembali menjatuhkan Richie telentang dan menghantam wajahnya dengan membabi buta. Richie hampir tak berdaya kalau saja Kevin yang baru keluar dan tidak tahu apa apa menahan Richard. Kevin yang mengetahui kondisi emosi tuannya saat ini.


"Tuan, tenang tuan, jangan seperti ini, banyak yang melihat," kata Kevin menarik tubuh Richard dan bersamaan dengan itu terdengar suara Gabriel meneriaki nama Richie.


Richie sontak menahan sakit pada luka lebamnya dan segera beranjak, dia berlari dengan agak terseok Seok dan memegang wajahnya.

__ADS_1


"Tuan besar!" akhirnya Kevin menyadari.


"Ya, itu si tua Gabriane, mengapa kau menarikku?! Sial dia sedang melarikan diri!!!" Bentak Richard pada Kevin dan langsung mengejar ayahnya.


"Kevin, ada apa?" tanya Lisa.


"Sebaiknya anda ke dalam terlebih dahulu Nona Lisa dan Nyonya Claudia. Sepertinya sedang ada pengejaran penjahat," kata Kevun mengarahkan Lisa, Claudia juga Emma yang menggendong Wil Wil untuk masuk dulu ke ruangan tempat mereka keluar bagi penumpang yatch.


"Gabriel," panggil Claudia yang melihat Gabriel berjalan cepat hendak mengejar Richie.


Gabriel tentu menoleh. Dia benar benar terkejut dengan apa yang ia saksikan. Bagai harta Karun yang sedang dicari dan dinantikan tuannya.


"Nyonya? Nyonya kau kembali? Sebuah pencapaian yang sangat baik!" pekik Gabriel dengan wajah sumringah.


"Gabe, bukankah kau sedang mengejar tuan besar?" ujar Kevin mengingatkan.


"Ah iya kau benar, nyonya kau tunggu dulu di sini ya? Aku akan kembali, tuan Egnor sangat merindukanmu, tunggu ya jangan kemana mana! Aku harus membawa mu ke tuan Egnor, tunggu ya!!" Pekik Gabriel sambil berlari mengejar Richie.


"Kau dengar Clau? Egnor merindukanmu, jadi kau tidak usah cemas, oke? Kita tunggu saja dulu di sini!" Kata Lisa mengingatkan dan kembali masuk ke ruangan menunggu Richard dan Gabriel.


Akhirnya Gabriel berhasil menyusul Richard yang satu tangannya sedang menolak pinggang dan satu memegang dahinya.


"Gabe, kita harus menggunakan kapal ku untuk mengejarnya, dia melarikan diri dengan kapalnya!" kata Richard memutuskan sesuatu.


"Di mana dia? Oh shit!"


Dan terlihatlah kapal yatch bergerak dengan cukup cepat. Tanpa banyak berkata Gabriel menembakan pelurunya ke sisi kapal.


"Percuma! Ayo gunakan kapalku, ayo!!" Kata Richard menarik pundak Gabriel. Gabriel melupakan kekakuannya pada Richard dan hendak menurutinya, tapi tak lama kemudian muncul seorang awak kapal keluar dari ruangan yang mengurusi kapal yatch milik Richie.

__ADS_1


"Tuan, tuan, bagaimana ini? Kau harus menyelamatkan Tuan Richie, dia dalam bahaya!" pekik awak kapal tersebut meminta bantuan.


"Ada apa?" Tanya Richard.


"Kapalnya baru saja kuisi bahan bakar. Semua sedang proses dan belum menutup tangkinya. Tolong tuan, sebentar lagi kapal pasti akan berhenti dan jika mengalami benturan sedikit saja, dia akan meledak. Semua kapal sedang dalam pengisian, hanya kapal di ujung sana yang baru saja berlabuh, tolong tuan!" katanya lagi.


"Kau serius?!" Pekik Richard dan Gabriel bersamaan. Mereka berdua tidak ada niatan membunuh atau mencelakai. Malah Gabriel hendak membawa Richie secara hidup hidup. Begitu juga dengan Richard. Sejatinya dia hanya kesal dan marah karena telah membunuh ibunya tapi jauh dari itu dia hendak memberikan pelajaran moral bagi ayah nya.


"Yasudah ayo cepat gunakan kapalku, kau bisa mengemudi kan? Cepaaatt ayooo!!!" Kata Richard dan mereka bertiga berlari ke ruangan dekat Richard memukul ayahnya tadi.


Namun, seperti senjata makan tuan karena pernah mencelakai orang orang di dalam kapal pesiar, begitulah nasib seorang Richie. Belum saja mereka bertiga sampai ke ruangan itu, kapal sudah berhenti dan tersapu ombak yang memang sedang menaik sesekali. Kapal pun menggesek tebing yang ada di dekat pantai itu dan boooommm!!! Kapal meledak seketika pada bagian belakang kapal. Terlihat di sana Richie keluar dari kapal dengan keadaan yang sangat mengenaskan dan akhirnya ikut tenggelam bersama kapal.


"DDDDDAAAAAAADDDDD!!!!!" Pekik Richard yang langsung melihat ke arah hampir ke tengah laut bersama Gabriel juga awak kapal.


Richard berlutut menyaksikan semua itu. Begitulah orang baik walau disakiti biar bagaimana pun itu adalah ayahnya. Gabriel menjatuhkan pistolnya. Dia sempat berpikir mengapa Tuhan begitu adil adanya. Dia juga berlutut merangkul punggung Richard agar tetap kuat. Sementara si awak kapal berlari ke ruangan yang hendak mereka tuju mencari bantuan untuk pengangkatan raga Richie yang kemungkinan tidak akan selamat.


Asap sudah mengepul ke atas karena ada raga kapal yang sebagian tersangkut di batu batu karang sekitar tebing. Lisa, Claudia, Emma dan Kevin tentu saja keluar dari ruangan menyaksikan apa yang terjadi. Mereka masih tidak mengerti sampai awak kapal yang tadi menjelaskan. Lisa menutup mulutnya dan langsung menghampiri kekasihnya.


"Sayang, tenanglah, semua sedang memastikan ayahmu!" Kata Lisa ikut berlutut dan memegang lengan Richard. Richard hanya bisa menoleh dan memeluk Lisa. Entah dia harus menangis atau apa. Sekejap itu kah dia tidak memiliki ayah dan ibu.


"Aku sudah tidak memiliki mom and dad, sudah tidak ada!" kata Richard dengan sangat dingin.


"Ada aku, ada aku, aku tidak akan meninggalkanmu! Sudah!" Balas Lisa mengelus punggung Richard.


Ya, semua terjadi begitu saja. Mereka semua menundukan kepalanya setelah mendengar keadaan Richie yang begitu mengenaskan. Raganya ditemukan sudah memburu dan penuh luka bakar. Kevin mengantar Richard dan Lisa ke mansion Richard sementara Claudia dan Emma juga si kembar bersama Gabriel menuju ke gedung kantor pengacara Egnor.


...


lanjut di bawah ya 😊

__ADS_1


jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


thanks for read and i love you 💕💕


__ADS_2