
"Aku terpaksa Tuan, Nyonya. Maafkan aku!" Pria muda itu terus memohon pada Egnor dan Claudia.
"Tidak bisa di maafkan! Kau sudah sering mencuri di sini!" Decak sang keamanan yang tidak terima jika pria itu dimaafkan begitu saja.
"Mengapa kau tidak menangkapnya?" Selidik Egnor menaikan sebelah alisnya dan menolak pinggangnya.
"Mereka tidak bisa mengejarnya Tuan. Aku mengakui kehebatan mu bisa mengejar anak ini Tuan!" Jawab sang keamanan.
"Maafkan aku Tuan aku mohon!" Pria itu terus memohon tanpa mempedulikan sang petugas keamanan.
"Gabriel, Bukannya kau sudah kaya, kenapa kau mencuri?" Selidik Egnor yang sangat ingat perawakannya sejak awal selalu membuat dirinya geram.
"Ceritanya panjang Tuan. Tuan tolong dengarkan dulu penjelasan ku. Nyonya, bantu aku, aku tahu kalian orang baik. Tolong satu kali ini saja biarkan aku menjalankan!"
Ya! Dia Gabriel! Gabriel terus memohon tiada henti.
"Banyak alasan! Sebaiknya kau ikut ke kantor polisi. Terimakasih Tuan Egnor Jovanca, aku akan mengurusnya!" Sang petugas keamanan bersih keras ingin membawanya.
"Tidak! Tolong Tuan, Nyonya jovanca. Tolong aku ibuku sudah meninggal dan adikku sedang sakit. Tolong Tuan Jovanca!" Gabriel terpaksa mengatakannya.
Claudia menjadi merasa iba. Egnor juga jadi serba salah dan hendak mendengarkan ceritanya. Claudia menarik narik jas Egnor memberi kode untuk menyelamatkan Gabriel terlebih dulu.
"Tunggu!" Egnor menahan sang keamanan yang menggiring Gabriel hendak ke kantor polisi. Sang keamanan berhenti dan kembali berbalik.
"Aku seorang pengacara! Kau tahu kan? Serahkan dia padaku! Aku bisa langsung menjebloskannya ke penjara. Aku hanya perlu data orang orang yang menjadi korban nya saja. Aku yang akan mengganti ruginya jika dia, si anak bodoh ini sudah menggunakannya." Kata Egnor lagi menjelaskan keinginannya.
"Oh iya baik Tuan! Aku percaya padamu! Aku juga akan mendata mereka yang sudah melapor." Balas sang keamanan akhirnya menyerahkan Gabriel pada Egnor dan Claudia.
"Ya, ini kartu nama ku dan istriku! Kau bisa menghubungi kami jika sudah merinci datanya." Kata Egnor lagi menyerahkan kartu namanya.
"Siap Tuan!" Sang keamanan memberi hormat dan meninggalkan Gabriel bersama Egnor dan Claudia.
"Terimakasih Tuan Egnor. Aku terus berhutang Budi padamu!" Ucap Gabriel membungkuk bungkukan tubuhnya.
"Cih, kau terus merepotkan! Cepat ke restoran terdekat!" Perintah Egnor. Dia lalu melihat Claudia yang masih memegang perutnya.
"Ayo sayang, apa perutmu masih sakit?" Tanya Egnor menghampiri Claudia.
"Sudah tidak lagi sayang, hanya agak melilit."
"kan tadi sudah kubilang, jangan menggunakan wasabi terlalu banyak, tapi kau malah terus menaruhnya di atas salmonmu!" decak Egnor membantu istrinya berdiri menuju ke restoran yang diarahkan Gabriel.
"karna sudah telat makan jadi begini, sini ponselku, aku saja yang pegang, kalau tadi aku yang pegang tidak akan terbawa!" dengus Claudia meraih paper bag yang masih di jari jemari Egnor.
"aku bisa membelinya lagi!" dengus Egnor kembali.
Mereka bertiga pun menuju ke sebuah restoran di pinggir pinggir taman rekreasi itu.
__ADS_1
"Cepat ceritakan padaku! Aku tidak punya banyak waktu!" kata Egnor melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Semua harta yang sudah kudapatkan untuk membiayai kesehatan ibuku Tuan Jovanca. Aku terlalu fokus dengan kondisi ibuku jadi aku hanya mengharapkan pekerjaanku yang tidak seberapa. Perawatan ibuku harus terus di bayar. Dan akhirnya ibuku menutup usia. Semua harta kami habis. Selain itu aku sangat lalai, adikku menjadi korban pelecehan seksual dan dia pernah di perkosa namun aku tidak tahu Tuan. Dia hamil tapi keguguran, sejak keguguran penyakit datang silih berganti padanya. Sekarang dia sedang koma di rawat di rumah sakit. Aku sudah putus harapan. Pekerjaanku jadi tak menentu. Aku ingin meminta tolong pada Leon, tapi Leon sangat sibuk sehingga sulit menemuinya. Begitu juga dengan Lexa karna Lexa agak menjaga jarak padaku. Leon yang menyuruhnya. Aku benar benar terpaksa melakukan ini Tuan! Tolong maafkan aku!" Gabriel bercerita dan sudah meneteskan air matanya. Dia menutup wajahnya dan pasrah dengan apa yang akan Egnor lakukan padanya.
Claudia pun yang mendengarnya sudah ikut menangis. Ternyata bukan dia saja yang memiliki masalah silih berganti dan bertubi tubi seperti ini. Ada juga mereka yang bahkan lebih parah dari dirinya. Claudia benar benar ikut bersedih dengan semua kejadian yang menimpa Gabriel. Tanpa sadar Claudia menjadi benar benar menangis bahkan sangat sedih seperti dia yang mengalaminya. Egnor memandangnya dan sedikit bingung dengan tangisan Claudia yang cukup memilukan.
"Sayang, kenapa kau jadi sedih sekali seperti ini? Ini masalah Gabriel, bukan dirimu!" Bisik Egnor sambil merangkul pinggang Claudia.
"Aku, aku tidak tahu, rasanya aku ingin menangis saja, huhuhu!!" Jawab Claudia sambil sesenggukan. Dia juga tidak mengerti mengapa jadi sangat sedih seperti ini.
"Baiklah Gabriel! Di mana adikmu di rawat?!" tanya Egnor kemudian.
"Di rumah sakit pinggiran dekat Summer Tuan! Dia harus mengikuti satu operasi lagi Tuan. Dinding rahimnya terluka dan kalau ini dibiarkan akan mempengaruhi sistem reproduksinya." jawab Gabriel dan memberitahukan kondisi terkini adiknya.
"Hhhuuaaaaa, kenapa pria yang memperkosanya begitu jahat sekali..." Pekik Claudia tiba tiba dengan tangisnya dan agak menyita perhatian para pengunjung di sekitar mereka. Egnor menjadi bingung sendiri. Gabriel menundukan kepalanya sedih, sedangkan istrinya menangis begitu jengkar.
"Claudia! Oh Tuhan! Diamlah!" Egnor sedikit terkejut dan bingung. Sepertinya ini sudah tidak baik lagi.
"Baiklah Gabriel! Lebih baik kau menemui adikmu saja! Temani dia! Aku akan melepaskanmu dan aku akan mengunjungi kau juga adikmu besok. Sepertinya emosi istriku juga sedang tidak stabil. Ini kartu namaku, hubungi aku kalau mendadak terjadi apapun." Kata Egnor menyudahi pembicaraan mereka. Egnor menyerahkan kartu namanya. Untung saja Gabriel bertemu dengannya. Sehingga Gabriel tidak tertangkap atau Gabriel kembali menjadi pencuri.
Bersamaan dengan itu, Viena pun menghubungi Egnor. Viena menyuruhnya datang karna Lexa dan Leon yang datang kembali dan ingin bertemu dengannya. Egnor menyetujuinya.
"Sayang, sudahlah! Aku sudah menyelesaikan masalah Gabriel, kita harus ke rumah sakit. Ada Lexa dan Leon di sana." Bisik Egnor lagi mencoba membuat istrinya berdiri. Claudia masih berusaha menghapus air matanya yang masih menetes. Seketika, mendengar Lexa dan Leon, wajah Claudia kembali berbinar.
Egnor dan Claudia pun segera ke rumah sakit bertemu dengan mereka semua.
"Maafkan aku Tuan Egnor Jovanca! Sepertinya aku tidak bisa membantunya!" Kata Leon menundukan kepalanya tidak enak.
"Tidak apa apa Leon, aku yang akan mengurusnya." saut Egnor menepuk pelan punggung Leon.
Keeseokannya Egnor dan Claudia menemui Gabriel dan Mitha, adik Gabriel. Egnor mengatakan kalau dia yang akan membayar seluruh pengobatan Mitha sampai pulih dan sembuh. Setelah itu, Egnor menyuruh Gabriel dan Mitha kembali pindah Ke Honolulu. Egnor akan memberi pekerjaan pada Gabriel dan sebaiknya Mitha kembali melanjutkan ke perguruan tinggi di Honolulu. Gabriel begitu senang mendengarnya. Claudia juga sangat bangga dengan sikap dermawan Egnor. Dia menjadi semakin mencintai suaminya itu.
Seketika, Claudia jadi merindukan bibinya. Ada juga seseorang yang membiayai semua pengobatan bibinya. Andai saja suaminya yang menjadi seseorang itu, tapi entah mengapa Claudia merasa Richard yang membiayai nya karna Richard yang tinggal di Oriental sebelum kesini. Dia juga belum pernah menceritakan apa apa mengenai bibiny pada Egnor. Mungkin ketika menikah nanti, keadaan bibinya sudah pulih sehingga bisa dia ajak ke Honolulu dan tinggal bersama nya. Claudia tersenyum mengingatnya.
"Baiklah Gabriel! Aku harus kembali ke Honolulu. Terus kabari aku dan jika Mitha sudah pulih kau hubungi aku. Sekertarisku akan mengirimkan tiket pesawat padamu." kata Egnor lagi dan menyudahi pertemuan mereka. Malam ini jadwal Egnor dan keluarganya kembali ke Legacy.
"Siap Tuan! Aku akan memastikan pemulihan adikku dan segera menghubungimu. Sekali lagi terimakasih Tuan. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Denganmu juga Nyonya Jovanca. Semoga hubungan Tuan dan Nyonya selalu serasi dan mesra seperti ini." Kata Gabriel memberi harapan baik bagi Egnor dan Claudia.
Egnor hanya berdehem sementara Claudia tersenyum sambil menempelkan dirinya di sisi lengan suaminya.
Egnor dan Claudia serta Johanes dan Anne harus kembali ke Honolulu. Setelah mereka kembali menemui Viena dan Dion, mereka ijin kembali ke Honolulu dan akan kembali ketika pernikahan Lexa dan Leon.
Sesampainya di Honolulu, Claudia mendapatkan kabar kalau Grace sudah kembali ke apartemen mereka. Claudia sangat antusias sehingga dia ingin segera menemui Grace. Namun, Egnor tidak bisa menemani istrinya karna dia harus menemui orang pemerintahan. seketika Claudia jadi ingin ikut karna dia takut Egnor bertemu dengan Kate.
"Yasudah, besok saja kita menemui Grace!" Dengus Claudia kesal di dalam mobil. dia baru mengetahui kalau Egnor akan bertemu dengan orang pemerintah.
"Kau tenang saja! Aku bertemu dengan Bupati di rumahnya. Aku juga bersama Frank, Kate tidak datang dan sepertinya dia tidak mengetahui pertemuan ini! Aku tidak bohong! Aku juga tidak mau bertemu lagi dengannya! Percayalah Clau! Kau bilang harus saling percaya, lagipula Frank harus pergi, kau temani Grace saja." saut Egnor menjelaskan dengan rinci maksud tujuan pertemuan mereka. dan mendengar Frank juga ikut pasti akan baik baik saja. dan benar, sebaiknya dia menemani Grace.
__ADS_1
"Kau benar juga kak! Baiklah kalau Kate tidak ada tidak apa apa. Tolong turunkan aku di departemen store itu dulu kak, aku ingin membeli sesuatu untuk Grace." pinta Claudia kemudian menunjukan letak departemen store yang sebentar lagi mereka lintasi.
"Tidak apa sendiri?" Egnor memastikan ketika menghentikan mobilnya di sisi jalan depan departemen store yang cukup besar itu.
"Tidak apa! Kau sudah bersamaku dan di pihakku! Aku tidak takut siapa saja yang menyerangku!" jawab Claudia mengembangkan senyumnya.
"Begitu baru istriku!" balas Egnor sedikit tenang sambil mengusap pelan puncak kepala Claudia. setelah Claudia memberi satu kecupan di pipi suaminya, dia pun menuruni mobil dan memasuki departemen store itu.
Benar saja apa yang di khawatirkan Egnor. Baru saja Claudia berjalan menuju ke fresh market di departemen store itu, seorang wanita paruh baya bersama seorang wanita seumuran Claudia mendekati Claudia dari kejauhan. Claudia menatap nanar. Mereka sudah saling berpandangan dan sepertinya Claudia sangat siap menghadapi kedua wanita sosialita itu.
...
...
...
...
...
Pasangan suami istri harus sama sama kuat biar gada badai angin topan menghadang 😁😁
.
Next part 57
Siapa dua wanita itu?
Mamanya Richard & Kate
Atau Mamanya Kate & Kate
Atau Mamanya mamanya 😅😅
Bagaimana pertentangan mereka dan apa yang akan Claudia lakukan pada mereka?
Bagaimana juga pertemuan Egnor dan Richard?
Daaann, bagaimana keadaan Grace?
.
Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟
Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍
.
__ADS_1
Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕