
Mencintai seseorang bukan sekedar memiliki dan harus selalu bersama sama. Mencintai adalah menerima dengan tulus bagaimana keadaan dan kondisinya sekarang. Apapun kondisinya. Dia hidup atau tiada. Yang terpenting bagaimana hati yang masih mau mempertahankan cinta dan berusaha menjadi terbaik sehingga ketika orang yang kita cintai mengetahui perjuangan kita, dia akan bangga. Intinya, apakah Claudia dapat keluar dari zona obsesi nya ini? Obsesi ketika ingin Egnor satu satunya orang yang harus menemaninya .
...
"Honey, ada apa denganmu? Mengapa kau lemah seperti ini? Sudah satu Minggu aku tidak merasakan senyummu di hatiku!" Suara Egnor lagi lagi menggema di alam bawah sadar Claudia.
"Semua karena dirimu kak. Rasanya aku ingin seperti ini terus. Disaat mataku terpejam aku bisa melihatmu dan merasakan seluruh ragamu. Aku ingin merasakan pelukanmu kak." Tutur Claudia memegang wajah suaminya di alam mimpinya.
"Namun tidak seperti ini. Banyak yang harus kau kerjakan. Frank dan Grace membutuhkanmu! Bangunlah dan bantulah Grace. Ada sesuatu yang harus kau lindungi. Ini menyangkut hak dan kewajiban banyak orang. Jangan sampai karna ketiadaanku, mereka semua tidak mendapatkan keadilan. Bangun sekarang, honey!" Begitulah akhirnya Egnor membuat Claudia bangun dari tidur panjangnya.
Entah karna pikiran Claudia yang juga bercabang atau halusinasinya atau benar sebuah peringatan suaminya selalu hadir dalam setiap mimpinya. Namun belum ada kabar sedikitpun dari pengacara itu.
Sudah hampir satu Minggu Claudia tidak sadarkan diri. Semua asupan disalurkan melalui selang infus.
Claudia mengalami koma. Seluruh kondisinya di bawah normal mengingat dirinya juga sedang mengandung. Selama di rawat, Claudia mendapatkan penanganan khusus. Semua selang menempel di tubuhnya termasuk pendeteksi jantung pada kandungannya. Dokter kandungan telah melaporkan pada Lisa kalau Claudia mengalami depresi dan jika terus seperti ini akan sangat mempengaruhi mental anak yang dikandungnya.
Dan ketika mimpi itu hadir barulah Claudia berusaha membuka matanya. Hampir setiap hari Viena dan Anne berdoa dan sesekali menangisi Claudia. Hari ini Viena begitu menyambut Claudia. Dia menyuruh Grace memanggil dokter untuk segera memeriksa kakak iparnya.
"Kak Clau! Kau sudah sadar?" Viena memegang lengan Claudia.
"Viena .. apa suamiku sudah pulang?" Tanya Claudia terbata dan sangat pelan.
"Kak! Kau jangan seperti ini aku mohon! Kau membuat kami semua cemas." Jawab Viena dengan nada sedikit meninggi.
"Aku mau Egnor." Tutur Claudia.
"Kak Clau! Aku sudah tidak tahan! Mengapa kau terus memikirkan kakakku? Jika dia sudah tiada, kau mau apa?!" Viena sedikit menggertak.
"Ikut dengannya!"
"Kau keterlaluan! Kalau begini kau tidak mencintainya! Kau lupa apa yang sedang kau alami sekarang? Kau sedang mengandung kak! Kau mengandung anak kak Egnor! Kalau kau menjemput kak Egnor akankah kau benar bertemu dengannya? Bagaimana jika tidak? Kau sudah berdosa karna kau juga melenyapkan dua bayi yang tidak bersalah. Ya dia merasakan kesedihanmu tapi dia berhak untuk hidup kak! Kau jangan Egois! Kau kira kak Egnor senang melihat keadaanmu seperti ini?!" Viena kini memberitahu dengan sedikit tegas. Grace dan Anne sudah datang bersama dokter jaga namun Grace menahan terlebih dahulu.
Claudia mendengar semua itu dan memegang perutnya. Dia kembali meneteskan air matanya dan masih menatap langit langit kamar.
"Kalau kau mau seperti ini terserah tapi setelah kau melahirkan. Aku sudah kehilangan kakakku, aku tidak tahu dia dimana. Aku hanya bisa berdoa agar tim SAR cepat menemukan semua penumpang termasuk kakakku! Aku juga sedih kak, dia darah dagingku! Kakakku satu satunya! Jadi aku tidak mau lagi kehilangan keponakan pertamaku. Hanya dari kau dan dia aku mendapatkan keponakan, jadi tolong kau pikirkan dalam dalam. Anakmu, anak kak Egnor! Kalau misalnya dia selamat dan mengetahui kau tidak menjaga anaknya dengan baik, jangan salahkan aku jika dia akan kembali membencimu! Kau merusak kepercayaannya untuk yang kesekian kalinya! Ingat siapa yang meninggalkan terlebih dulu! Dia tetap menjaga dirinya agar bisa sekali lagi bertemu denganmu!" Decak Viena sekali lagi. Dia sudah sangat sabar menghadapi kakak iparnya. Dia rela meninggalkan perusahaan iklanya demi menjaga dan menyemangati Claudia namun tampak seperti percuma.
Claudia sudah menangis mendengar semua perkataan adik iparnya. Viena terpaksa melakukan ini Karna menyangkut nyawa keponakannya dan juga Claudia sendiri.
"Sebenarnya aku tidak yakin dengan semua ini Viena! Aku tidak yakin kakakmu masih hidup, aku takut setiap Frank memberitahukan kabar terkini. Hatiku selalu kalut dan tak berdaya sementara kakakmu juga selalu hadir dalam setiap mimpiku. Rasanya dia sudah berada di dunia lain. Aku hanya ingin melihatnya sekali saja atau mendengar suaranya jika dia memang benar benar harus pergi. Maafkan aku Viena." Kata Claudia sudah menangis. Dia menutup wajahnya dan sangat merasa pecundang melihat adik iparnya.
"Kak! Daripada kau menyiksa dirimu dan anak kalian, lebih baik kita berdoa. Kita berdoa semoga kak Egnor lekas diketemukan. Aku akan membantumu mencari kesibukan selagi kita menanti kabar. Sudah kak, jangan menangis. Kau pasti bisa! Banyak orang yang mengasihimu, kau jangan takut!" Kata Viena akhirnya memegang tangan Claudia dan mengelusnya. Claudia mencoba menerima semua perkataan adik iparnya.
Satu Minggu lagi telah berlalu dan tepat satu bulan kecelakaan itu terjadi. Kandungan Claudia hampir memasuki usia 28 Minggu atau 7 bulan. Entah apa yang menjadi maksud Tuhan, satu Minggu sebelumnya pencarian dihentikan karna tersiar kabar angin kencang terus berhembus di semenanjung Naederland mengingat bulan bulan memasuki musim hujan dan dingin. Claudia menuruti apa yang dikatakan Viena. Claudia memasak dan membuat roti sesuai keinginannya meskipun sedikit sekali dia bicara. Setiap pagi dan malam, Claudia bersama Viena dan Grace mendoakan tim SAR dan Egnor.
Dan Claudia juga sering datang ke kantor pengacara suaminya. Di sana nyatanya dia juga merasakan kehadiran suaminya. Dia pun membantu pekerjaan Grace dan Frank meminta tanda tangan Claudia setiap berkas yang butuh tanda tangan Egnor. Belum lama Claudia juga mengurusi apa yang menjadi ketakutan Grace dan Frank. Grace dan Frank mengatakan seperti ada yang selalu mengintai kantor pengacara Egnor. Seperti ingin mendapatkan sesuatu. Detektif Kyle sudah melaporkan penyelidikannya dan benar Foster seperti hendak mendapatkan sesuatu.
__ADS_1
"Frank, sebaiknya kau katakan padaku, hal apa yang sebenarnya suamiku sembunyikan selama ini? Hal yang sangat penting!" Tanya Claudia ketika dia memantau kantor pengacara suaminya. Claudia sudah merasa lebih baik dan dia berusaha menerima keadaan sambil menunggu dan berharap kabar mengenai suaminya.
"Aku mencurigai satu hal Clau. Begini, hal ini hanya aku dan Grace yang tahu juga Joe. Sebenarnya Tuan Egnor mempunyai kuasa penuh mengenai hukum di Honolulu ini. Karna kecerdasan suamimu Clau, pihak pemerintah mempercayai Tuan Egnor yang menangani setiap kasus di Honolulu ini. Tuan Egnor menyetujui karna sebagai penunjang kantor pengacaranya. Tuan Egnor memiliki surat kuasa otentik! Bukan hanya itu, Tuan Egnor juga memiliki surat di bawah tangan. Oleh sebab itu Tuan Besar Jovanca selalu memenangkan kasus hak tanah dan karna perbuatan Tuan Besar Jovanca benar adanya. Tuan Egnor dan Tuan Besar Jovanca adalah pasangan ayah dan anak yang begitu menaati keadilan dan hukum. Mungkin itu yang menjadi incaran seseorang Clau karena yang memiliki surat tersebut dapat mengatur seluruh kinerja hukum dan peraturan di Honolulu. Di sini hanya suamimu yang memilikinya. Kantor pengacara lain tidak ada yang mendapatkan surat hak ini juga para penguasa maupun kebangsawanan oleh sebab itu para bangsawan di Honolulu segan terhadap suamimu." Jawab Frank dengan serius dan pelan.
"Lalu dimana surat surat itu?" Selidik Claudia mengerutkan keningnya.
"Hanya Tuan Egnor yang mengetahuinya dan salinannya ada di Grace." Jawab Frank berbisik.
"Salinan?"
"Benar!"
"Apa salinan itu berbahaya?" Tanya Claudia.
"Bisa berbahaya bisa tidak." Jawab Frank menaikan alisnya.
Claudia berpikir sejenak. Dia mencoba mengingat setiap perilaku yang dilakukan suaminya. Sepertinya dia mengingat sesuatu. Egnor memiliki sebuah berangkas yang terbuat dari titanium. Claudia sempat terkejut ketika melihat kotak medium hitam metalik legam itu tetapi Claudia tidak mau banyak bertanya karna dia percaya suaminya memiliki privasi karirnya sendiri. Mungkin disana Egnor menyimpan surat surat penting itu. Sebaiknya dia menutup mulutnya dulu dari Frank dan juga Grace karna dia berpikir dalam keadaan seperti ini, dinding pun memiliki telinga.
"Begini Grace, sebaiknya kau salin lagi salinan surat itu lalu kau masukan datanya di sebuah chip dengan menggunakan kode QR. Kau mengerti maksudku kan? Aku yang akan membuat kode QR nya!" Kata Claudia akhinya mengasah otaknya dengan benar sehingga dapat memerintahkan sebuah ide yang cukup cerdas. Grace melebarkan senyumnya.
"Aahhh idemu brilian sekali Clau. Lama lama kau mewarisi otak suamimu. Baik aku akan segera mengerjakannya." Grace menjentikan jarinya setuju.
"Frank, berikan istrimu penjagaan yang ketat sehingga tidak ada yang bisa mengetahuinya. Pecat semua karyawan yang mencurigakan! Aku tidak membutuhkan karyawan yang tidak berkompeten. Jangan menerima orang baru untuk bekerja bersamamu untuk sementara! Periksa dan selidik setiap bodyguard yang bertugas. Khususnya bodyguard yang menjaga mertuaku! Bayar Bertho seberapa dia inginkan! Dan Grace, hancurkan Salinan fisiknya. Kita bermain di dunia Maya saja." Perintah Claudia dengan sangat lugas. Frank mengangguk menangkap perintah Claudia yang mungkin mereka akan terlibat sebuah masalah tapi Claudia mencoba memblokirnya seperti yang biasa dilakukan Egnor. Frank dan Grace segera menjalankannya.
Mereka menuruni gedung juga bersama Frank dan Grace, tetapi langkah mereka terhenti ketika seorang satpam berjalan ke arah mereka dan mengantar orang pemerintah.
Claudia memicingkan matanya. Disana Kate bersama Richard juga seorang pria lagi yang sepertinya Frank yang mengenalnya.
"Claudia, selamat sore. Lama tak jumpa." Kata Kate mengulurkan tangannya.
"Hemm .. tidak perlu seramah ini denganku. Ada apa kalian semua kemari? Dan Richard, kau tidak seharusnya kembali dekat dengan Kate kan?" Decak Claudia menolah jabatan tangan Kate. Kate menghela napas dan menarik kembali tangannya.
"Tidak Clau. Percayalah padaku aku baru bertemu dengannya di luar. Tujuan kami sama ingin memberitahukan sebuah kabar yang mungkin bisa dibenarkan." Kata Richard memberitahukan maksud tujuannya.
"Ada apa Tuan Gabriane? Katakan saja." Tanya Dion.
"Claudia, tim SAR sudah memberikan kabar terbaru kepada Humas pemerintah dan kantor pelabuhan kalau Kak Egnor sudah ditemukan." Kate yang angkat bicara karna pihak pemerintah menugaskan dirinya yang mengatakannya.
Mata Claudia membelalak. Jantungnya sedikit berdebar.
"Kau serius Kate? Jangan membuatku berharap!" Kata Claudia memegang dadanya.
"Mohon maaf Nyonya Jovanca. Kabar ini ingin langsung saya beritahukan pada anda karena Tim SAR menemukan Tuan Egnor dalam keadaan tak bernyawa." Tambah pria teman Kate dari pemerintahan yang bernama Freedy.
Bagaikan suara petir yang menggelegar, begitulah keterkejutan Claudia.
__ADS_1
"Tidak mungkin! Kalian, kalian, argghh!!" Seketika Claudia mengalami kontraksi. Grace dan Viena sudah menahannya. Frank dan Dion pun juga sangat terkejut walau harapan Egnor untuk hidup sangat kecil.
"Apa kalian yakin kalau itu kakak iparku?" Selidik Dion panik.
"Memang wajahnya tidak bisa dikenali karena menurut perkiraan otopsi, wajah tuan Egnor hancur akibat terhantam bagian kapal yang cukup tajam laku karna lamanya waktu ditemukan jadi sangat sulit untuk diidentifikasi. Wajahnya sudah sedikit membusuk. Namun tim medis menyesuaikan jasat dengan deskripsi Tuan Egnor dan memiliki kesamaan. lalu, yang membuat mereka sangat yakin, Tuan Egnor mengenakan jas ini. Memang sudah terkoyak tetapi ada sebuah nama pada kerah jas ini." Freedy memberikan sebuah kotak yang berisi jas yang diberikan Claudia pada suaminya.
...
...
...
...
...
Lah lah kok jd begini 😭😭
.
Next part 99
Wajahnya hancur? Apa benar itu Egnor?
Apa yang terjadi sebenarnya?
Apa Claudia dapat percaya dengan berita yang ada dan menerimanya?
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1