
Saat ini bukan hanya satu hati yang berjuang, tapi perlu dua hati untuk mempersatukan semua. Namun, apa jadinya jika satu hati yang lain merasa ragu untuk bisa berjuang bersama sama? Maksud hati Egnor hanya ingin selalu bersama istrinya agar tidak pernah putus asa dan selalu berusaha. dia hanya membutuhkan istrinya, tidak ada yang lain ...
"Tuan Egnor, ada apa? You okey?" Tanya Leon meraih ponsel Egnor yang terjatuh. Egnor memegang dahinya. Ada apa dengan semua ini? Mengapa semua terjadi begitu cepat?
'Claudia, apa yang kau lakukan? Mengapa kau pergi? Mengapa tidak bisa menungguku sebentar?' kata Egnor lagi menggumam di dalam hati. Tubuhnya agak goyah dan hendak terjatuh tapi Gabriel menahannya.
"Kau baik baik saja tuan?" Tanya Leon lagi memastikan.
"Aku harus kembali ke Honolulu, siapkan pesawat!" Kata Egnor mengarahkan pandangannya pada Moses.
"Ada apa dad?" Selidik Leon lagi.
"Claudia menghilang! Aku harus mencarinya! Dia tidak boleh jauh dariku!" Decak Egnor menuju ke mobilnya.
Gabriel dan Moses merasakan hawa hawa kemarahan dan emosi yang akan meluap luap nantinya.
"Gabriel, kau saja ikut tuan Egnor pulang," celetuk Moses yang akan tahu dengan apa yang terjadi nanti.
"Benar Gabe! Kau saja pulang dengan Tuan Egnor, aku tidak mau bersamamu!" Saut Leon setuju dengan Moses tapi keinginan Egnor berkata lain.
"MOSES!! CEPAT SIAPKAN PESAWAT!!" Pekik Egnor menatap tajam mereka bertiga.
Moses, Gabriel dan Leon menghampiri Egnor yang sudah naik ke mobil.
"Moses, kau ikut aku kembali untuk mengurus surat ke United Nations sedangkan kau tetap di sini Gabe! Bantu Leon menemukan Benedict dan Gerrardo!" Perintah Egnor.
"Tapi Tuan?"
Egnor hanya melirik tajam Moses yang hendak membatah. Moses tidak bisa lagi berkata kata dan masuk ke dalam mobil.
"Leon?" Panggil Egnor seketika.
"Tenang saja dad, aku pasti akan menemukan Tuan Benedict dan Gerrardo secepatnya," saut Leon menenangkan.
"Kabari aku dan tolong, jangan mengecewakan!"
"Mana pernah seorang Danteleon membuatmu kesal, memangnya ..." Leon melirik Gabriel
"Kali ini kuakui kedudukanmu lebih tinggi dariku musang gila!" Celetuk Gabriel masa bodoh.
"Diam! Hanya istriku yang boleh memanggilku itu!" Balas Leon menatap Gabriel dengan mata lancipnya. Gabriel mengalihkan pandangannya.
"Jangan terus bertengkar! Kerja yang benar!"
"SIAP TUAN!" Pekik Gabriel dan Leon bersamaan tanpa mereka sadari.
Egnor dan Moses pun menuju ke landasan bebas pesawat jet mereka. Mereka kembali ke Honolulu saat itu juga. Sebelumnya Moses sudah memberitahu Frank kalau dirinya dan tuannya akan segera kembali.
__ADS_1
"Di mana kau saat Richard menghubungimu?!" Tanya Egnor memasuki ruangannya.
"Aku menemani Grace ke rumah sakit untuk imunisai Louise, tuan! Maafkan aku," kata Frank menundukan kepalanya menyesal.
"Di mana Alex?" Tanya Egnor lagi.
"Sekarang beliau sedang mengurus hunian kebangsawanannya tuan, Bruce dan Gabriane menyerangnya karena menyembunyikan Claudia di mansion mereka," tutur Frank menjelaskan.
"Bertho?"
"Bertho harus menjalani pengobatan tuan, tenggorokannya terkena peluru. Untung saja dia langsung melakukan pertolongan pertama untuk bertahan hidup," kata Frank lagi.
"Siapa yang menyerang Richard dan Claudia? MENGAPA DIA TIDAK BISA MENUNGGUKU?!" Teriak Egnor sambil menggebrak meja. Pikirannya sudah kemana mana antara ingin marah, cemburu, kesal, cemas, panik dan semua menjadi satu.
"Aku belum tahu informasi selengkapnya tuan. Lisa juga tidak meninggalkan jejak," jawab Frank terbata.
"BEDEBAH KALIAN SEMUA! AKU TIDAK PEDULI FRANK, CARI KE SEMUA TEMPAT DI MANA CLAUDIA! AKU TIDAK MAU JAUH DAN TERJADI APAPUN PADANYA!" Teriak Egnor lagi memberi perintah.
"Aku sudah mengerahkan anak buah Bertho dan anak Buah Kepala Polisi Devon, tuan. Kepala Polisi Devon juga sedang mencari juga keberadaan Mansion rahasia Bruce,"
"Itu yang utama!" Decak Egnor meninggalkan ruangan. Dia hendak berpikir jernih walau sulit sekali.
"Kau mau kemana tuan?" tanya Frank cemas.
"Mencari Claudia!"
Frank menghela napas. Dia sangat tahu tuannya. Egnor pasti sangat kecewa dan kehilangan separuh kekuatannya. Keadaan semakin tak terkendali. Pemerintah hendak menyamaratakan hunian kebangsawanan. Selain itu, mereka mulai bekerjasama dengan bisnis bisnis yang ada di Honolulu. Sudah ada beberapa daerah yang terjadi kelaparan karena mereka tidak bekerja dan menghasilkan uang untuk membeli makan. Hanya perusahaan Industri Alex, Perusahaan Apartment and Properti Dimitri juga Perusahaan Prime yang merupakan pemegang saham terbesar di Honolulu yang bertahan. Mereka yang memberikan bantuan selama menunggu Egnor bertindak. Namun, baru saja tuannya bersemangat, ada lagi masalah baru yang tidak bisa ia abaikan. Istri dan anak anaknya tidak bersamanya.
Frank pun mengikutinya Egnor yang sebenarnya dia agak frustasi dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Egnor mengendarai mobilnya. Frank mengikutinya dengan mobil lain. Ternyata Egnor pergi ke Dimitri Apartment. Frank terus mengawasinya. Egnor memasuki seperti ruang pertemuan. Sebelumnya memang Eleazar dan Alex minta bertemu dengan Egnor.
Ternyata di sana tampak Alex dan Eleazar serta beberapa bodyguard nya sedang berseteru dengan sekawanan berjas rapi mengenakan kaca mata hitam. Mereka seperti anak buah suruhan Bruce dan Richie. Dan, di sana juga ada Kingsler. Egnor sudah menghampiri mereka sedangkan Frank mengambil gambar terlebih dulu untuk kejahatan yang dilakukan Bruce dan Richie lagi.
Frank terlebih sangat terkejut karena tuannya tidak bicara atau menyapa tetapi langsung mengambil sebuah kursi berbahan kayu. Egnor memukuli sekumpulan orang orang itu dengan sangat brutal. Kita kira mereka berjumlah sepuluh orang. Karena Egnor sudah memulai terjadilah perkelahian itu. Alex dan Eleazar menyerang Kingsler yang hendak menghampiri Egnor. Sementara Egnor sibuk dengan bawahan Bruce yang masih bertahan. Frank juga membantunya.
"Frank, mengapa kau mengikutiku?" Egnor melirik Frank dengan cukup tajam.
"Ini sudah tugasku, tuan! Tidak boleh ada lagi yang hilang atau terluka," saut Frank dengan wajah serius.
"Cih! Terserahmu!"
Egnor dan Frank pandai berkelit Sampai orang orang itu tidak dapat mengenai Egnor dan Frank. Namun, Frank sedikit teralihkan ketika mendengar Eleazar jatuh terkapar akibat terkena sayatan pisau Kingsler. Egnor semakin fokus dan juga semakin geram. Dia benar benar menghabisi bawahan itu dengan cepat. Mencekik, melempar dan menendang kejantanan mereka. Egnor juga memukul habis orang yang membuat Frank cukup kewalahan.
Egnor menyadari sepertinya Kingsler menginginkannya. Dia melihat dengan nanar Alex yang sedang babak belur mendapatkan pukulan Kingsler.
"Egnor! Hosh! Argh! Dia, dia yang menyerang Bertho dan hendak menculik istrimu," kata Alex dengan nada melemah tapi masih ingin memberi tahu semua masalah ini.
"Diam kau!" Sekali lagi Kingsler memukul Alex dan belum sempat berbalik, Egnor menendang wajahnya sampai Kingsler terpelanting.
Kingsler tentu bangkit berdiri sambil menodongkan pisaunya.
__ADS_1
"Heng, kau petarung yang hebat, tapi kau percis tuanmu yang sangat pecundang menggunakan senjata! Kau percis seperti tuanmu, kalian cocok! Si dungu dan si keledai! Kau tidak tahu kan dulu tuanmu itu sangat sangat di bawah telapak kakiku!" Cibir Egnor sambil membuka jasnya. Dia memandang Kingsler dengan sangat picik tapi sangat menusuk seperti pisau. Kingsler bingung karena Egnor malah terus maju dan menantang. Egnor menghampiri Kingsler seraya tidak takut dengan pisau yang kapanpun bisa menyerangnya.
Kingsler terus berjalan mundur dan Egnor masih membuka dasi juga kancing pergelanan kemejanya.
"Kemari! Gunakan pisaumu itu! Kalau aku takut padamu, tuanmu tidak akan mengincarku! Kalau aku kalah, kau boleh membawaku! CEPAT KEMARI!" Teriak Egnor akhirnya sangat menantang dengan nada yang marah dan penglihatan yang mematikan membuat Kingsler malah berlutut lemas sambil menggoyang goyangkan pisau kecilnya.
"Cih, kita belum memulai, sir!" ledek Egnor tersenyum merendahkan.
Entah kekuatan dari mana yang menaungi Egnor yang membuat aura pengacara handal itu membuat Kingsler ciut dan bingung.
"Frank! Berikan surat tantangan untuk tuannya yang dungu itu dan suruh dia pulang! Pertunjukan selesai. Aku bahkan belum merenggangkan tubuh ku!" Perintah Egnor dan kini merenggangkan tubuhnya.
Frank menghampiri Egnor dengan membawakan jasnya. Egnor meraih dan mengenakannya. Dia pun menghampiri Eleazar sementara petugas keamanan Dimitri sudah memapah Alex. Egnor juga memapah Eleazar yang sudah bersimbah darah. Mereka ke rumah sakit.
Setelah Egnor mengantar sahabatnya, Egnor pergi dari sana tanpa mengatakan apapun atau ijin pada Frank. Frank sangat mengerti kegundahan hatinya pasti masih memikirkan istrinya.
"Tuan Egnor," panggil seorang gadis yang tak lain Lina.
"Lina?"
"Bantu aku temukan kakakku," pinta Lina memelas. seketika hati pengacara itu meringis perih karena istrinya juga belum ditemukan.
"Lisa?"
"Ya, dia menghilang setelah Kak Richard dan Nyonya Claudia menghilang, aku hanya takut dia menjadi tawanan si Gabriane tua itu!" keluh Lina sedikit frustasi.
"Tenanglah Lina! Sebaiknya kau menjaga ibumu, Lisa pasti baik baik saja," saut Egnor menepuk pelan pundak Lina dan hendak berlalu.
"Dan, kapan Gabriel kembali?" tanya Lina menahan Egnor.
"Secepatnya! Oke! Sampai jumpa!"
Egnor meninggalkan Lina yang bingung dengan keadaan ini. Frank pun menghampiri Lina memberitahu semua keadaannya. Karena Frank sudah menceritakan, Lina yakin kalau kakaknya pasti bersama Richard dan Nyonya Claudia. Namun, Lina tetap sedih melihat tuannya sangat merana harus jauh dari istrinya.
Dua hari berturut turut, Egnor mendekam di apartemennya karena merasa tidak dapat melakukan apa apa lagi. Dunianya hilang, istri dan anak anaknya lebih penting dari hanya sebuah Honolulu ini. Frank sudah mendatanginya terus. Hasilnya Egnor hanya minum, berendam, makan seadanya, kembali minum minuman keras karena benar benar tidak mendengar kabar mengenai Claudia. Hatinya abu abu, bimbang dan penuh pertanyaan. Jalannya untuk berjuang seakan akan tak bernyawa, tak bercahaya bahkan seperti tersesat di hutan yang tak terlihat sinar matahari.
'Aku tidak tahu akan mempercayaimu nanti atau bagaimana? Apa arti hidup ini jika kau tidak di sampingku, Clau? untuk apa aku berjuang kalau sekarang saja aku tidak tahu kau kemana?!!!! Aku merindukanmu Clau! tidak bisakah kau menunggu sebentar! sebentar saja!!!!' pekik Egnor dalam hati sambil mengusap lagi dahinya, wajahnya. Sudah tidak tahu bagaimana jatidirinya saat ini.
Sampai adik dan adik iparnya datang hendak membantu, Viena dan Dion prihatin dengan keadaan ini. Selain itu Leon juga mengabarkan kalau dia sudah menemukan Benedict dan Gerrardo dengan sekelumit perkelahian dan kondisi yang mengenaskan. Bruce, Richie dan Dawney memang sudah tidak berakhlak.
...
Apakah Egnor dapat bangkit dengan semua kabar terbaru?
next part 144
__ADS_1
jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊
thanks for read and i love you 💕