Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan
Part 144: Reason


__ADS_3

Egnor : Sejak dulu, aku ingin bertanya padamu, apa alasanku untuk hidup dan bertahan di dunia ini? Karena aku ingin mendapatkan dunia itu sendiri. Sadarkah kalau duniaku itu adalah kau, Clau! Aku hanya ingin menjadi orang pertama yang mengetahui saat kau menangis dan tertawa. Aku ingin menjadi orang pertama yang menyodorkan bahu saat kau bersedih dan menjadi saksi sesuatu yang paling indah ketika kau tersenyum. Namun, bagaimana aku menjadi itu jika kau tidak bersamaku? Bagaimana aku bisa memberitahumu kalau kau langit yang memimpin langkah hidupku? Lalu bagaimana aku bisa hidup?


Claudia : Aku ada kak, percayalah, aku selalu ada di hatimu. Aku akan terus menjadi awan di langit mu, memutihkan setiap jalan gelapmu dan menua bersamamu. Percayalah aku dan kau adalah alasan kita hidup di dunia ini. Tolong percaya padaku, sebentar saja, aku akan mengirim doa dalam jarak jauh kita. Berdirilah kak, lalui semua ini untukku, untuk keluarga kita. Aku percaya, pelangi kasih akan tersiar di langit Honolulu. Karena mu. Bangkitlah ...


...


Egnor mengerjapkan matanya. Entah sudah berapa lama dia berbaring di dalam bath tub. Air yang membasahi tubuhnya sudah berhambur ke lantai sedikit demi sedikit. Suara gedoran pintu, bunyi bel menggema sampai ke dalam kamar mandi. Dia beranjak dan duduk di pinggir bath tub sesaat dan mengambil jubah handuknya. Dia hanya mengenakan celana untuk berendam di sana.


Egnor mengusap wajahnya mencoba sadar akan apa yang di lakukan ya terhitung sudah tiga hari. Dia saja tidak tahu kalau Frank atau Grace datang menyajikan makanan untuknya. Dia mengira Claudia yang pulang menengoknya dan memberi makan tapi ketika makanan itu sampai di mulutnya, hanya beberapa suap dan dia kembali duduk merenung di sofa atau kembali berendam sambil menikmati wine.


"KAK EGNOR!!!! BUKA PINTUNYA!!! KENAPA DIKUNCI!!!!" teriak seorang wanita.


"TUAN EGNOR BUKA PINTUNYA TUAN!" teriak seorang pria.


"KAK EGNOR!!!" dan teriak pria satunya.


Suara suara panggilan itu terus terdengar. Kemarin setelah Frank pulang, Egnor memang menguncinya dari dalam dan menekan tombol kunci lagi agar dari luar tidak bisa membukanya meski menggunakan kunci kartu cadangan. Kecanggihannya ini diminta Egnor untuk menjaga istrinya. Bukan hanya itu, Egnor juga sudah meminta staff Eleazar untuk mengganti pintu apartemennya dengan lapisan logam agar tidak bisa di dobrak. Semua dia minta dengan biaya yang cukup besar untuk menjaga istrinya jika dia berada di sini dan bekerja.


Dia agak menyesal kalau ternyata keputusannya membuat Claudia tinggal di mansion Alex malah membuatnya hilang tanpa kabar sedikitpun. Padahal Egnor tidak memberitahu siapapun tentang keberadaan Claudia. Semua di luar prediksinya, dia benci sekali! Dia kini bahkan membenci dirinya! Dia ingin pergi saja dari dunia ini karena dunianya telah gelap gulita. Dia tidak ingin bernapas lagi dan bahkan tiga hari ini dia lupa bagaimana caranya bernapas.


"KAK EGNOR INI VIENA! CEPAT BUKA PINTUNYA ATAU AKU BISA MUNCUL DARI JENDELAMU! KAU TAHU SEBERAPA NEKAT NYA DIRIKU KAN! KENAPA KALIAN BERDUA SELALU MENYUSAHKAN! CEPAT BUKA PINTUNYA! OH MOM! LIHAT ANAK LAKI LAKIMU YANG KEKANAK KANAKAN INI!" teriak Viena memang hendak membuat kakaknya kesal sehingga membuka pintunya.


Frank menghubungi Viena kemarin siang ketika melihat tuannya terus meminum minuman keras tapi tidak mabuk sedikitpun. Egnor tidak mendengarkan Frank dan Grace jadi Frank mengatakan pada Johanes dan juga Viena. Hari ini mereka semua datang hendak menyadarkan Egnor. Viena dan Dion tentu sangat khawatir. Viena sudah menitipkan Dior pada Lexa dan mertuanya.


Egnor baru saja keluar dari kamarnya dan menoleh ke arah pintu. Dia dengar kalau adiknya datang. Egnor menghampiri pintu dan membukanya.


Viena menyaksikan kakaknya yang begitu nelangsa. Dengan jubah handuk coklat dan celana panjang piyama yang basah.


"Kak Egnor, apa apaan kau?" tanya Viena benar benar tidak tega dengan keadaan kakaknya yang mengenaskan ini.

__ADS_1


Egnor hanya melihat semua yang sedang memperhatikannya bingung. Egnor berbalik dan berjalan ke arah sofa. Viena masih bingung dan mengikutinya. Dion dan Frank pun ikut masuk ke dalam apartemen. Johanes belum datang karena sebenarnya dia sedang tidak enak badan. Moses yang masih menjemput tuan besar Jovanca itu.


Egnor duduk di sofa dan menyandarkan kepala juga merentangkan tangannya di atas sisi sofa.


"Ada urusan apa sampai kau datang kemari? Aku tidak memanggilmu, aku bahkan tidak lagi membutuhkan suamimu! Semua sudah berakhir! Honolulu ini akan hancur bersama semua kebodohan dan tubuhku! Jadi untuk apa kau kemari? Pulanglah, rawat anakmu dengan benar jangan sok sok menguatkanku karena kau juga tahu siapa yang seharusnya menjadi kekuatanku!" cibir Egnor melirik Viena.


"Kau pecundang kak! Kau keterlaluan, egois!" bentak Viena sesaat.


"Cih, jangan membuatku marah karena itu tidak akan berhasil! Lebih baik suruh suamimu mengambil red wine di atas lemari itu, masih sisa satu dan nikmati malam ini!" saut Egnor dengan asal dan seenaknya.


"Sudah gila! Suamiku tidak akan mau! Dia kemari untuk membantumu menyelamatkan Honolulu!" decak Viena menepis tangan Egnor yang menyuruh adiknya mengambil sebotol wine.


"Sudah kubilang ini sudah berakhir Viena! Claudia sudah pergi, sudah menghilang bersama mantan suaminya, hebat kan?! Dia berbohong, dia tidak mendengarkanku jadi untuk apa aku membela Honolulu ini sementara apa yang membuatku ada di negara ini telah menghilang, MENGKHIANATIKU!" Decak Egnor kini sudah berdiri dan menatap tajam Viena.


Pak!


Viena menampar Egnor.


Kecuali Claudia, orang lain hanya bisa menyadarkan nya dengam umpatan, kekerasan, tantangan dan ancaman untuknya. Viena sudah mengenal tabiat kakak sekandung dan sedarahnya itu. Ibunya saja tidak bisa mengendalikan Egnor kalau tidak dengan ancaman akan melukai diri sendiri jika Egnor terus membantah.


(Inget waktu Egnor mau nyamperin Dion karena nyakitin Viena, terus Theres nahan dia tapi Egnor tetep kekeh mah datengin Dion dan Theres ngancem bunuh diri kalau Egnor terus bertindak gegabah - ada di mantan terindah season 2 bagian Viena dan Dion ya hehe, hanya mengingatkan, maaf iklan)


Sementara Claudia hanya dengan sebuah belaian atau sentuhan, semua sudah menyinari hatinya menjadi terang dan hangat kembali.


"Aku malu mempunyai kakak bodoh sepertimu! Percuma semua title ada di otakmu, ada di punggungmu, percuma! Kalau hanya tidak bisa menemukan Kak Clau untuk kedua kalinya! Kau memang tahu apa yang dia lakukan? Kau tahu tidak alasannya pergi? Mencari perlindungan, dia membawa anak anaknya, anak anakmu! Mungkin saja Kak Clau melakukan ini karena ingin membuatmu leluasa menumpas kejahatan di Honolulu ini kak! Kau sadar tidak? Tidak, kau tidak akan sadar! Kau ini tidak mencintai Kak Clau, kau hanya terobsesi dengan tubuh dan kehadirannya. Dia hanya menghilang, hilang dan suatu saat akan ditemukan kembali! Sedangkan waktu kau kecelakaan kapal pesiar, kau tahu apa yang dia tahu? KAU MENINGGAL! HILANG DARI DUNIA INI, BERBEDA ALAM! tapi apa yang dia lakukan, dia berdoa, dia menjaga anakmu sampai lahir! Bahkan dia mengatakan, dia rela kau duakan, kau ceraikan asal kau masih hidup! Dia berharap kau masih hidup kak! Jadi mengapa hanya karena dia menghilang, kau kehilangan jati diri? Semua membutuhkan mu kak! Hanya kau yang berani! Lakukan untuk Kak Claudia agar dia kembali kak! Kak Egnor, jangan seperti katak dalam tempurung!" Bentak Viena tanpa rasa takut sedikitpun.


Egnor menegakan kepalanya, dia kesal mendengar kata kata Viena yang sangat memojikan dirinya. Viena tidak mengerti apa yang ia rasakan. Dia trauma, dia hanya takut tidak ada lagi kesempatan bertemu dengan Claudia. Dia hanya ingin Claudia. Wanita pertama yang menggugah hatinya, satu satunya membawa perubahan dalam dirinya tapi mengapa harus terus dibuat terpisah dan menjauh darinya.


Egnor lalu mencengkram dagu adiknya .

__ADS_1


"Kau paham tidak apa yang kau bicarakan? Kau mengerti tidak bagaimana hatiku hancur mendengar wanita itu hilang dari semua pengawasanku?! KAU MENGERTI PERASAAN KAKAKMU TIDAK VIENA!!! KAU JANGAN BICARA JATI DIRI, JIWAKU DAN TUJUANKU HIDUP KARENA SEMUA YANG KUINGINKAN HANYA CLAUDIA, KAU PAHAM TIDAK!" teriak Egnor.


Buak!


Kini Dion yang memberi pukulan pada Egnor karena berani membentak istrinya dengan sangat kencang sampai tubuh Viena agak bergetar.


"Kau tidak apa apa sayang?" tanya Dion berbalik memastikan keadaan istrinya. Selama berteman, menjadi kekasih dan menikah, Dion tidak pernah berbuat kasar pada Viena sedikit pun. dia selalu menahan agar tidak menyakiti Viena yang hatinya sudsh tersakiti lebih dulu karenanya.


"Tidak Dion, kak Egnor hanya emosi, kau tenang lah!" Kata Viena memegang dagunya yang cukup perih karena cengkraman kakaknya.


"Diam di belakangku biar aku yang bicara!" Pinta Dion memegang lengan Viena lalu mengecup dagu istrinya seketika. Dia lalu menatap kakak iparnya. Egnor sudah tersungkur dan memegang pipi yang terpukul Dion.


Frank sudah melemah. Dia tidak melakukan apa apa dan pada kenyataannya dia tahu betapa depresi tuannya karena dia sangat mencintai wanita bernama Claudia itu melebihi diri dan anak anaknya. Frank sangat paham. Frank menunduk menunggu kata kata Dion sambil mengusap matanya yang hendak menangis. Dia tidak tega melihat tuannya begitu terpuruk sampai tidak memandang adik kandungnya. Semua karena Claudia.


"Segitu saja nyalimu kak? Segitu saja hatimu ternyata sangat kecil melebihi seekor semut! Tak kusangka kakak ipar yang selalu kubanggakan dan kutakuti begini kenyataannya! Aku kecewa! Apa jadinya jika suatu saat kau mendapatkan Kak Claudia dan dia mengatakan aku sudah menjaga anak anakmu tapi kau tidak menjaga dirimu dan menyelamatkan Honolulu, kau tidak pantas menjadi seorang ayah bahkan pria sekalipun! Kak Claudia tidak akan lagi mencintaimu, dia malu! Dan selamat kau tidak bisa menyaksikan perkembangan kehidupan anak anakmu karena apa? Karena mereka saja tidak mau melihat bahkan mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya! Seharusnya kau menunjukan kalau kau akan lebih hebat bahkan kau bisa memberikan Honolulu ini pada Kak Clau, dia akan bangga dan pada akhirnya dia yang memperjuangkan cinta kalian!" Begitulah decak Dion menunjuk nunjuk kakak iparnya. Dia tahu dia salah, tapi hanya ini yang harus ia perbuat demi perjuangan ini.


Frank pun tidak sanggup lagi. Dia menghampiri Egnor dan membantunya berdiri. Tubuhnya seketika menghangat. Egnor duduk di sofa dan memejamkan matanya.


Sementara di Rililand,


Wilson dan Willy bersaut sautan menangis. Claudia menjadi sangat bingung. Sudah hampir 5 hari dia tinggal di Rililand tapi baru kali ini Wilson dan Willy menangis. Diam ketika Claudia menyusuinya. Akhirnya Lisa membantu Claudia menyusui Wilson dan Willy keduanya.


...


napas dulu y ges


smoga malam ini aku up lagi next part 145


jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN nya yaaa

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2